Organik

Tubuh manusia akan selalu terkait erat dengan semesta luarnya. Dengan konteks ini ketika kita mulai memikirkan apa yang baik untuk masuk ke dalam tubuh, tentu kita tidak bisa untuk tidak memikirkan juga apa yang baik untuk semesta kita. Ketika kita memikirkan apa yang baik untuk kita makan, tentu kita harus mau memikirkan sampah yang kita hasilkan.

Kesadaran semacam ini menuntun pada keikhlasan dalam menyediakan waktu untuk hal-hal yang terlihat (mungkin) tidak ber'harga'. Memilah sampah dan mengelola sampah organik sisa sama pentingnya seperti mengelola karbondioksida dalam tubuh sebagai hasil pengolahan oksigen yang kita hirup. Keduanya satu paket kelengkapan. Keputusan ada sejak kita memilih apa yang kita makan karena konsekuensinya akan kita tanggung hingga ke ujung akhir hasil limbahnya.Β 

Mengkonsumsi banyak makanan organik memberi imbalan sampah organik yang sama banyaknya. Dipandang sebagai beban atau berkah itu pilihan juga. Ada banyak cara untuk mengelola sesuatu yang nampak sebagai sampah tadi. Sisa kulit buah seperti jeruk dan nanas masih bisa dimanfaatkan untuk membuat bio enzyme atau untuk membuat minuman tepache. Sisa potongan sayur dan kulit bawang-bawangan masih bisa dimanfaatkan untuk membuat kaldu sayur atau pestisida alami. Sisa-sisa dari pemanfaatan itu semua masih bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos.Semuanya itu bagai investasi sebetulnya. Modalnya hanya niat untuk meluangkan waktu sedikit lebih banyak.

Saya biasanya menyiapkan kantong-kantong ziplock yang cukup besar di freezer untuk menampung terpisah kulit perasan jeruk, kulit dan potongan wortel, kentang, kembang kol, bawang dll. Jika cukup memadai jumlahnya baru diolah. Berikut ini beberapa tips dari saya semoga bermanfaat πŸ™πŸΌπŸ˜

BIO ENZYME

Kulit atau bekas perasan jeruk dicampur dengan gula merah dan air dengan perbandingan 3 bagian kulit buah, 1 bagian gula merah : 10 bagian air adalah. Campur rata dan simpan dalam wadah tertutup untuk difermentasi. Karena ini prosesnya untuk memproduksi bakteri, jika memakai botol mineral bekas, pastikan untuk menyisakan ruang di botol, jangan diisi penuh karena gas yang dihasilkan akan menyebabkan botol menggembung. Pastikan untuk sesekali membuka tutup botol agar gasnya terlepas dan tutup kembali. Proses membuat bio enzyme ini perlu waktu minimal 3 bulan agar larutan mencapai pH dibawah 4. Teman saya menyebut larutan ini air ajaib karena bisa dipakai untuk apa saja termasuk menumbuhkan rambut hitam seorang oma.. πŸ˜€

TEPACHE

Untuk membuat minuman khas Mexico ini dibutuhkan kulit nenas 1 buah termasuk batang tengah dan kupasan matanya, gula merah 150 gram, air mineral 1500ml, 1 batang kayu manis ukuran sedang, beberapa butir cengkeh dan bunga lawang (kalau suka). Semua bahan dicampur rata dulu di toples kaca yang steril lalu ditutup. Larutan ini difermentasi sampai tingkat keasaman yang diinginkan, biasanya berkisar antara 3 sampai 5 hari. Hal penting yang perlu diketahui, setiap hari busa yang dihasilkan harus dikeluarkan, pastikan sendoknya steril dan isi toples tidak terkontaminasi apapun dari luar. Waspadai kehadiran lalat buah karena bisa mencemari isi sehingga hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Busa yang baik tandanya adalah seperti buih, sedikit muncul gelembung-gelembung dari dasar. Jika air menjadi keruh dan busanya jd seperti lembaran langit-langit susu di permukaan, biasanya rasanya tidak enak, sangat asam, berbau menyengat dan kurang layak konsumsi. Tepache yang bagus rasanya seperti soda, segar dengan keasaman yang pas dan baunya enak. Selamat mencoba.Β 

KALDU SAYUR

Untuk membuat kaldu sayur mungkin perlu beberapa waktu untuk mengumpulkan sisa-sisa potongannya. Bahan dasar yang diperlukan untuk membuatnya adalah wortel, kulit kupasan dan bonggol atasnya, potongan seledri atau parsley dan daun bawang, kulit bawang bombay dan bawang putih, batang tengah jamur kancing dan daun salam serta thymes. Bahan lainnya bisa ditambahkan sesuai selera misalnya jahe, sayuran hijau lain atau kentang tergantung ingin dipakai untuk memasak apa. Ibu-ibubpasti punya resep andalannya masing-masing untuk ini yaa.. 😘

KOMPOS

Kami membuat kompos dengan karung-karung bekas wadah pakan kucing. Sampah organik yang dipakai dicacah kecil untuk mempermudah prosea pembusukan. Sampah organik adalah komponen yang kaya kandungan nitrogen. Penyeimbangnya adalah komponen yang kaya karbon seperti sekam bakar atau dedaunan kering. Kedua komponen tadi dalam komposisi yang seimbang lalu dicampurkan dengan komponen tanah sebagai pengurainya, karena di dalam tanah ada bakterinya. Ketiga komponen itu sebetulnya cukup, penambahan EM4 bisa dilakukan untuk mempercepat proses karena bakteri pengurainya jadi leebih banyak. Untuk mengatasi air lindi di bawah karung berisi tabungan kompos dihamparkan tanah untuk menyerapnya. Karung harus diletakkan ditempat yang teduh, bisa diaduk sesekali kalau mau, kalaupun tidak diaduk diamkan saja sekurangnya 1 hingga 1,5 bulan baru dilihat apakah kompos sudah matang atau belum. Sampah organik telah berubah jadi kompos jika warnanya telah menghitam, tidak berbau busuk dan remahan sampah sekalipun berbentuk akan segera hancur saat dipegang. Selamat mengompos πŸ’š

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar