Replies

  • Refleksi Proyek Ngurusan Kebon  K10 

    Reply di bawah ini

     

    • Refleksi Berkebun Bryan

      Sudah lebih dari 2 bulan kita mengurus kebun. Rasa tidak terasa. Mulai dari menyemai benih dan hingga akhirnya tumbuh. Banyak hal yang tidak berjalan dengan harapan dan ekspetasi kami. Aku merasa cukup senang dan bangga dengan hasil yang kita miliki sekarang. Meskipun belum maksimal dan tidak sesuai target. Banyak hal yang tidak berjalan dengan lancar, hal tersebut tidak mengecewakanku sama sekali karena pada awal kita kelas semesta dengan beberapa narasumber memang sudah diingatkan bahwa bercocok tanam tidak akan langsung 100% berhasil dan tidak akan berjalan dengan mulus. Salah satu hal yang tidak berjalan mulus pada saat proyek berkebun adalah tanaman yang ingin kita tanam. Pada saat perencanaan kita berencana untuk menanam tomat, cabai. Akan tetapi yang tumbuh hanyalah kangkung. Sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan dan memperbanyak kangkung. Ada beberapa hal lain nya yang tidak berjalan dengan sesuai rencana seperti contohnya kita tidak merencanakan untuk membuat pagar. Tetapi ide membuat pagar itu muncul secara tiba tiba dan dari inisiatif teman teman. 

       

      Salah satu cara kita merawat tanaman adalah dengan cara bergantian setiap harinya. Kami bergantian setiap hari dengan jadwal siapa yang kesekolah pada hari apa. Dan menurutku itu sudah cukup baik dan hampir semua anak melakukan tugas nya dengan baik. Meskipun sempat ada miss tetapi itu hanya sekali. Untuk tanaman kangkung itu berjalan dengan lancar. Tetapi tanaman lainnya tidak. Hal tersebut mungkin terjadi karena kita tidak riset dengan lebih lanjut cara menyemai tomat dan cabai secara lebih detail. Jadi disini aku mendapatkan pelajaran bahwa sebelum bertindak dan sebelum memulai proyek alangkah baiknya kita riset dan coba coba dulu hingga kita yakin. Jika sudah yakin maka baru bisa mulai. Di proyek ini kinerja ku juga kurang banyak berpartisipasi pada saat secara offline berkebun. Aku lebih banyak di dokumentasi dan lebih banyak di ngedit video semisalnya membuat video verifikasi. Jika pada berkebun aku lebih banyak membantu saja dari pada melakukan peran utama karena terkadang teman teman lebih aktif. Aku kurang bisa berkontribusi pada saat berkegiatan di kebun karena kadang aku gak tau mau ngapain. Meskipun sudah ada timeline tetapi tidak ada jobdesk yang mendetail sehingga kita tidak perlu bingung mau ngapain. Tetapi berbeda dengan pada saat dirumah. Pada saat aku membuat verifikasi. Pada saat aku sudah mendapatkan mentahannya aku langsung edit karena kebetulan pada saat itu aku gabut gak ada kerjaan.  

       

      Tantangan terbesar yang aku alami pada saat mengerjakan proyek itu adalah males. Terutama males keluar rumah. Kenapa aku males? Karena masih masa masa pandemi ada rasa takut juga bertemu dengan banyak orang. Setelah pulang sekolah juga harus langsung mandi agar tetap bersih dan sehat semua. Aku juga tidak suka menggunakan masker karena terkadang terasa sesak nafas (engap) apa lagi pada saat berkegiatan fisik seperti berkebun itu sendiri. Hal tersebut malah sangat menghambat ku sehingga aku merasa malas untuk berkebun dan memilih lebih banyak beristirahat. Hal hal lain yang membuatku bete selain masker yang membuat ku engap adalah karena aku harus bangun lebih pagi, dan setelah pulang aku harus langsung mandi. Kegiatan di sekolah juga sering membuat aku capek sehingga kadang aku jatuh tertidur pada saat perjalanan ke rumah. Apa lagi pada saat setelah cuaca sedang panas. 

       

      Tetapi overall proyek ini berjalan dengan baik karena kita bisa mengatasi semua masalah yang kita hadapi dengan tenang. Kita juga tidak jadi menjual ke koperasi karena kangkung yang kita tanam tidak cukup banyak hingga sepertinya tidak bisa dijual. Selama proyek ini kita juga tidak mengalami kewalahan sama sekali. Semoga kedepan nya proyek ini bisa berjalan lagi dan target awal untuk menjual kek koperasi bisa terlaksanakan 

    • Refleksi proyek berkebun: Haegen

      Tidak terasa proyek berkebun ini sudah nyaris mencapai titik akhir. Proyek yang direncanakan untuk 1 semester penuh, dan juga hanya akan selesai selama 1 semester, pada bulan ini/bulan depan. Sementara, mungkin hasilnya belum terlalu terlihat dari progress selama ini, tetapi pasti akan muncul yaitu kangkung yangg telah tumbuh besar. Meski ada beberapa yang sudah sesuai hasil, tetapi tetap saja terimbangi dengan banyaknya kegagalan dan hal-hal yang masih belum sesuai ekspektasi, seperti presentasi, tanaman cabai dan tomat yang tidak tumbuh, dan lain-lain. Hari ini saya akan merefleksikan peran saya dalam proyek berkebun ini.

      Perasaanku secara umum mengenai proyek berkebun ini adalah greget, jujur saja saya kurang senang dengan kinerja kita semua, bahkan saya sendiri. Meskipun ada proses dan hal-hal baru yang namanya belajar, sepertinya teman-teman menurutku secara umum kurang effort untuk mengerjakan proyek ini. Entah kenapa, bisa jadi proyek ini kurang sesuai, teman-teman dari awal hanya mengikuti kakak (waktu itu kan kakak yg pertama mengusul ide untuk lanjut proyek), atau mungkin juga tidak terbayang seperti apa. Balik lagi ke topik yang ingin saya angkat, kalau memang kurang ada usaha yang diberikan. Konsekuensi/dampak ke depannya apa? Sepertinya, dampak yang muncul yaitu ada beberapa hal yang tertunda. Misalnya, video verifikasi yang waktu itu dibuat di pelaksanaan 3. Sebenarnya rekamannya hanya tak seberapa tugas yang berat. Tetapi, karena kurangnya niat, meunda-nunda dan malas jadinya terhambat hingga akhirnya pada hari Kamis setelah berkebun baru dikerjakan. Btw, saya juga bersyukur bisa mengalami banyak pembelajaran dari proyek berkebun ini. Contohnya dari banyak narasumber dan kelas semesta, yang tidak dapat disebut satu-satu seperti Kang Misbah, Pak Akham, dll. Kita semua juga pasti dapat, hal-hal pembelajaran yang terlihat kecil tetapi sebetulnya penting. Melihat ririungan sangatlah penting, kalau saja waktu menanam tomat dan cabai setiap hari dilihat kembali petunjuk dari ririungan pasti kemungkinan jadinya lebih besar. Kalau penyemaian sudah disusun dan direncanakan dengan rapi, pasti juga akan cenderung lebih berhasil pula.

      Hal-hal dan pandangan baru yang kudapati saat proyek ini banyak sekali. Seperti salah satu contohnya adalah terbiasa berkebun di rumah. Segala sesuatu ada efeknya, dengan adanya proyek berkebun ini menurutku aku sendiri jadi menikmati kegiatan berkebun. Sehingga, aku pun sering berkegiatan kebun dengan adgar sekaligus rutin menyiram tanaman di rumah. Dari yang awalnya tidak paham dan tidak tahu nama dan jenis-jenis tanaman, menjadi familiar di mataku saat ini. Sebelumnya juga aku sendiri kurang menyukai berkebun tetapi karena aku mengetahui manfaatnya maka aku jadi lebih niat seiring berjalannya waktu. Hal baru terakhir yaitu pemaknaan mengenai berkebun. Seperti yang dikatakan Kak Andy, segala sesuatu pasti balik lagi ke alam. Dan saat ini berkebun juga sudah menjadi hal tren yang dilakukan orang supaya bisa produktif. Semua ini adalah hal-hal dan pembelajaran terbesar saat saya menjalani proyek berkebun ini.

      Untuk saya sendiri, saya belum merasa proyek berkebun ini sudah maksimal saya kerjakan, faktor pengaruhnya adalah juga yang telah ditampilkan di atas: niat. Menurutku, niat yang saya miliki saat melakukan dan mengerjakan proyek berkebun ini masih kurang. Bandingkan dengan niat saya ketika ingin bermain basket, masih jauh sekali. Mengapa demikian? Karena sepertinya saya belum menemukan suatu kesenangan atau sesuatu yang menarik dari proyek kebun ini. Saya juga sebenarnya awalnya kurang ingin proyeknya berkebun tetapi yang lain mau, jadi saya ikut-ikut aja. Meski bisa berjalan lancar, alangkah baiknya jika proyek ini memang bisa lebih diniatkan, dijalani dengan sepenuh hati, tahu manfaat yang bisa didapat, dan tidak asal jadi. Sehingga untuk ke depannya kita bisa belajar cara mengelola sesuatu dengan maksimal, penuh niat, dan juga belajar banyak karena itu.

      Terakhir, yang aku kurang suka dari proyek ini adalah kurangnya koordinasi. Selama beberapa kali, setiap kali pelaksanaan berkebun skenarionya kurang detail dan kurang jelas saat dibuat oleh teman-teman. Sehingga saya seringkali sudah menyelesaikan tugas, sering tidak ada kerjaan, dan malah membantu teman yang lain. Saat membantu teman yang lain, teman lainnya malah ngurusin sesuatu yang lain dan alur kerjanya berantakan. Aku sendiri biasanya prefer mengerjakan sesuatu dengan terstruktur dan detail dibandingkan mengandalkan kondisi spontan dan tanpa persiapan, jujur itu sangat mengganggu, sudah kubilang beberapa kali, masih ada aja (kemarin pun ada) dan mengganjal.

      Sekian dari laporan refleksi yang ku sudah buat, mohon maaf jika ada salah kata

    • Refleksi
      Pertama-tama saya akan meluapkan perasaan saya selama mengerjakan proyek berkebun ini. Jadi sejujurnya saya sangat bersyukur sekali dengan adanya proyek ini saya bisa kembali beraktifitas tidak hanya belajar dirumah, karena menurut saya belajar dirumah itu juga menyenangkan tetapi tidak ada aktifitas lain selain online meeting dan rasanya juga membosankan. Paling juga setelah online meeting kembali lagi seperti biasanya, maksudnya tidak ada kegiatan lain selain main game atau apa gitu. Jadi kembali lagi, dengan adanya aktifitas ini jadi membuat saya mempunyai kegiatan lain selain dirumah. Karena saya orangnya kadang suka yang ingin mempunyai kegiatan-kegiatan disetiap harinya agar tidak bosan dirumah. Dengan mengawali hari tersebut saya harus bangun pagi sekitar jam 6man, kadang harus jalan ke halte bis belum nunggu bis ngetem bari naik bis. Biasanya kalau sudah didalam bis saya selalu memilih kursi paling pojok ujunng karena saya orangnya senang melihat pemandangan-pemandangan pagi apalagi di Kota Bandung ini. Senang melihat orang-orang berngkat kerja naik motor, orang julan di pagi hari, melihat orang-orang yang sedang ngopi bersama rekannya sebelum masuk kerja, melihat orang sarapan. Ga tau mengapa perasaan saya sampai kesitu saat pagi dan apalagi jika hujan waktu pagi hari atau hari cerah perasaannya seperti penyemangakt saya menjalani hari.
      Pemikiran saya setelah belajar atau menjalani proyek berkebun adalah diperlukan beberapa point agar kegiata ini bisa berjalan dengan lancar. Jadi pertama-tama jika ingin berkebun kita harus mempelajari beberapa ilmu atau teknik berekebun dengan orang yang berpengalaman. Saya melihat bahwa berkebun itu menyenangkan tetapi pada saya langsung terjun ke lapangan langsung rasanya melelahkan karena banyak halnya yang harus kita selesaikan seperti pertama-tama kita harus menyiapkan lahan, yangkita lihat menyangkul tanah itu mudah dan pada kenyataannya itu punggung serasa pegal sekali. Salah satunya itu yang saya rasakan pada saat itu. Pelajaraan yang saya ambil dari kegiatan berkebun ini adalah tetap selalu bersabar, berjuang demi kebun yang segar dan bisa bermanfaat bagi orang disekitar kita. Lintas yang ada dipikiran saya ketika saat panen kita akan jual atau untuk memanfaatkan bagi kita yang sudah berjuang susah payah saat berkebun. Memanfaatkannya untuk bahan mentah makanan.
      Suatu masalah besar jika kita tidak berhasil untuk memanfaatkan kebun ini bagi kita semua adalah ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti gagal panen akibat curah hujan tinggi dan membuat lahan dan tanaman rusak. Hal tersebutlah yang membuat kita tidak bisa mendistribusikan itu semua. Kita juga mungkin belum siap untuk itu kecuali belajar terlebih dahulu.
      Rencana kedepannya dari pemikiran saya adalah, kebun itu harus kita Kelola untuk manfaatkan hasil panen kelompok kita karena jika kalau kita menjualnya sebagai pemanfaatan kelompok mungkin kurang karena sampai sekarang orangnya kebanyakaan meragukan persoalan kebersihan dikarenakan sampai sekarang masi wabah virus corona atau covid 19. Jadi pastinya juga kalau jual pendapatan kita peroleh tidak sebandung dengan kerja keras kita. Jadi sekarang mungkin kita akan konsumsi sendiri dulu sebagai pemanfaatan hasil kerja keras selama ini.
      Selanjutnya adalah hal-hal yang membuat saya bete saat melakukan kegiatan berkebun ini adalah ketika saya datang telat pergi kesekola karena membuat mood saya lebih males untuk berkegiatan. Hal tersebut datang karena dengan ke enakan tidur jadi rasanya seperti tidak ingin bangun dari tempat tidur meski sudah diperingati oelh orang tua. Yang paling penting adalah yang ingin saya pertanyakan yaitu, terjadang jika saya terlalu lama diam dikebun anehnya setiap-setiap badan saya tersa berat sekali dan lemas. Intinya jika kedapetan seperti itu ujung-ujungnya membuat saya malas gerak dan malas disuruh-suruh. Perasaan lemas itu lah yang ingin membuat saya cepat pulang lebih awal. Sesampai dirumah pastinya ketiduran saat bermain hp dan membuat telat isi jurnal, jadi sekian cerita saya saat ini. Terima Kasih

    • Refleksi Proyek Berkebun

      Oleh. Zacky

      Awal-awal kami masih kebingungan untuk membuat proyek bersama ini. Dari sebuah masalah yang nantinya akan dikerucutkan menjadi suatu inovasi atau pun solusi yang nantinya kami kerjaan bersama-sama. Seiring berjalanannya waktu kami pun menemukan titik masalah utama yaitu kebun. Alhasil kami pun membuat proyek berkebun dan hasilnya bisa kami nikmati bersama. Selama proses berkegiatan berkebun ini banyak sisi kekurangan dan kelebihan dari segi berkomunikasi dan juga pada saat dilapangan untuk berkebun. Sempat kami berdiskusi terus menerus karena kami kebingungan untuk menanam tanaman apa. Seiring berjalannya waktu kami pun menyepakati bahwa salah satunya kangkung yang kami pilih.

         Akhirnya pun hingga sekarang tanaman kangkung kami tumbuh dengan subur dan nantinya siap panen. Bisa dibilang bahwa perasaanku setelah menjalankan proyek hingga detik ini yaitu sangat bangga karena disuatu sisi sedikit memerlukan pengorbanan antara aku dan teman-teman salah satu contohnya yaitu pada saat proses penyiraman dan pengecekkan kebun kami lakukan setiap harinya. Bahwa perlu diketahui kami harus memenuhi tanggung jawab dan juga siap untuk mengurus makhluk hidup tersebut setiap harinya.

         Selama berkebun ini banyak yang kami harus kerajakan bersama mau pun individu dari persoalan kecil untuk penyiraman, mencabut tanaman liar, dan masih banyak lagi. Namun semua itu bagi kami hal yang cukup harus dipatuhi dan jangan sekali pun untuk dilupakan. Pemikiranku adalah mereka semua yang kami tanaman adalah makhluk hidup mereka membutuhkan air untuk bertumbuh denga subur. Layaknya manusia membutuhkan asupan untuk bisa bertumbuh. Maka dari itu aku sendiri sangat berhati-hati untuk mengurus tanaman tersebut. Dari sisi lain aku pun saat proses berkebun ada rasa lebih tenang didalam diriku apa lagi pada saat poses pengolahan pupuk, penyiraman, dan juga pada saat menanam. Entah mengapa berkebun membantu menenangkan pirikan dan tubuh,karena berkebun sendiri bukanlah pekerjaan yang berat namun sangat santai untuk menjalaninya.

      Setiap kegiatan berkebun di sekolah sejujurnya aku sangat berkontribusi aku tidak pernah untuk libur sehari pun aku selalu giat untuk datang ke Sekolah untuk mengurus tanaman yang kami tanam sebelumnya. Dalam proyek berkebun ini adalah dimana kami diuji kekompakan kita dalam mengurus sebuah proyek yang memerlukan tanggung jawab yang besar apa lagi dengan kondisi masih pandemi Covid-19 ini. Kinerja kami pun terhambat serta membuat lebih repot jika seandainya pandemi tidak ada mungkin akan sangat maksimal kinerja kami. Jika khusus secara pribadi aku tetap mengikuti kegiatan melalui skenario berkebun pada hari itu. Jadi tidak lagi ada yang mengurus diri sendiri pasti setiap ada tugasnya masing-masing. Selain itu juga kami berkontribusi untuk berkoalborasi dengan anak KB/TK dan kami semua yang membimbing anak-anak tersebut untuk berprogres penanaman kangkung dirumah mereka masing-masing.

      Selama berproses mengurus kebun rencananya hasilnya kami akan menjualnya ke koperasi smipa. Namun karena kondisi masih pandemi ini nantinya  akan kami nikmati bersama hasilnya salah satunya tanaman kangkung yang kami tanam di kebun belakang Smipa. Terutama pada tanaman kangkung karena tanaman kangkung sangat cepat pertumbuhannya saat ini dibanding tanaman lainnya. Maka dari itu sempat kami kekurangan benih namun akhirnya kami menanam di waktu yang tepat.

      Dalam berkebun ini banyak hal-hal yang tidak diinginkan khususnya hujan besar. Tanah di kebun belakang Smipa memiliki tekstur tanah yang sangat lembut serta jika ada hujan besar tanah akan semakin hancur serta membuat gundukan pada bedengan turun ke bawah. Maka dari itu kami membuat saluran air tepat pada sisi pinggir bedengan tersebut. Sempat berhasil melalui hujan yang ringan, namun sempat sesekali terkena hujan besar bedengan dan saluran tersebut hancur penuh dengan genangan air dan harus menggali lagi. Itu adalah hal yang bisa dibilang yang membuat aku dan teman-teman bete saat melakukan proyek berkebun ini.

      Itu saja dari aku semoga mengerti apa yang aku sampaikan dalam tulisan ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan ini mohon dimaklumi.

      Terima kasih

    • Refleksi Proyek Berkebun, Sage, Bintang

      Dalam beberapa bulan ke belakang ini, saya melakukan proyek berkebun di Semi Palar, utamanya dari kegiatan menanam, merapihkan kebun, memperindah kebun dan kegiatan semacamnya. Tetapi dalam proses berkebun ini sendiri saya mengalami banyak perubahan, utamanya dari perasaan saya sendiri, dari awal bulan berkebun, dari pelaksanaan 1 dimana saya pertama kali merasa semangat dan tertarik dengan sebuah kegiatan atau proyek yang tidak terlalu berkaitan dengan minat saya sendiri, dari semanagat ini, saya juga merasa senang dan antusias untuk terus menjalankan proyeknya, penyebabnya sendiri diakibatkan oleh kegiatan fisik di proyek berkebunnnya, intinya dari proyek kali ini saya kembali merasakan sebuah perasaan yang jarang kali muncul di diri saya, meski tidak secara ekspresi muka atau pun dari perkataan saya sendiri, buktinya dari keniatan saya dan keantusiasan saya selama melakukan kegiatan berkebun.

      Bukti dari antusiasme itu sendiri, paling bergejolak di momen dimana, kegiatannya berhubungan dengan fisik, contohnya saat menggali, mencangkul, meratakan tanah di kebun, membuat saluran air di sekitar bedengan. Tetapi saya merasa senang terutamanya saat saya mencoba membuat bedengan di kebun sekolah, dan selama membuat saluran air tersendiri, plus ada yang mau membantu pekerjaan saya sendiri juga. Dengan begitu rasa senang saya lebih terasa, semangatnya lebih terbangun, selama adanya kerjasama antar teman dan proses yang terbukti dan terlihat selama memperbaiki fungsi kebun sekolah.

      Tidak hanya hanya terbangunnya perasaan, selama proses berkebun ini, terdapat juga beberapa hal-hal yang saya pelajari selama melakukan kegiatan proyek berkebun dalam beberapa bulan kebelakang dan bulan ini juga. Yang paling terasa oleh saya, utamanya saat saya melakukan proses perawatannya, karena selama ini, saya lebih terasa dilatih kesabarannya, dari proses menyiram yang berulang-ulang, karena semua anggota k10 harus datang dan menyiram tanamannya di hari yang sudah ditentukan. Dengan kesabaran itu, saya lebih peka juga dengan pentingnya proses, mau pun lama atau pun cepat, meski juga harus datang dan menganggu jadwal kegiatan saya di rumah, alhasilnya tumbuhannya terus bertumbuh, tidak hanya itu, selama ini juga saya belajar terkait kesibukan semua kegiatan yang terdapat dalam proses proyek ini, dari bertemu dengan narasumber, melakukan kelas semesta, dengan begitu saya dapat mengatur semua kegiatan saya, kesiapan diri saya, melatih fokus, utamanya saat berkegiatan di lapangan, bertemu dengan narsum atau menghubungi dan bekolaborasi dengan k11 sendiri.

      Dalam proses berkebun ini, saya sempat juga mengalami banyak perubahan pola pikir dan cara menanggapi proses-proses atau pun selama kegiatan di berkebun ini, secara pandangan baru, perubahan ini lumayan kritis untuk keberlangsungan saya di proyek dan kegiatan lainnya, utamanya karena dulu saya seringkali menunda-nunda tugas saya, terutamanya saat di jenjang SMP ini, dan di awalan SMA, meski penundaan ini tidak terlalu parah, perubahan yang saya alami ini, sangatlah kritis, terutama, saya menjadi lebih memprioritaskan tugas-tugas saya, maka secara otomatis, saya kerjakan tanpa pengecualian sama sekali, mau tugas tersebut memiliki beban yang sulit, atau pun yang ringan sekali pun, jadi sebisa mungkin tugas tersebut dikerjakan dengan proses yang cepat dan maksimal, terapan ini, dalam beberapa bulan kebelakang, terus diterapkan, dengan batasan untuk mengerjakan sebuah tugas dengan maksimal dan tidak melewati jangka “deadline” tugas tersebut.

      Selama mengkuti proses proyek berkebun ini sendiri saya tentunya melewati banyak proses di kelompok saya sendiri, di k10 kelompok Sage ini, utamanya dalam kontribusi saya di proyek kali ini. Tetapi untuk kali ini, saya merasa ini adalah salah satu proyek yang paling saya antusias, sehingga dari kontribusinya, lebih rata dan terasa selama prosesnya, dari hanya berawal pemberian ide saja, hingga momen dimana saya harus bertanggung jawab terkait setiap dokumentasi kegiatannya, tentunya meski hanya mengungatkan kembali teman-teman saya terkait menyiram dan memfoto tanaman di sekolah, setidaknya kali ini, kontribusi lebih transparan, dibandingkan di awal bulan permulaan proyeknya, dimana saya lebih sering mengambil tugas-tugas yang sederhana saja, dari mengerjakan menjadi produser, tetapi untuk yang ini kontrubusinya kurang maksimal, utamanya karena masih di awal-awal proyeknya. Tetapi hingga saat ini tugas saya lebih terasa. Jadi untuk kali ini saya mau mengambil kesimpulan, bahwa kali ini saya sudah lumayan maksimal, sisanya untuk ke depannya, harapan saya adalah, mengambil peran-peran yang lebih berat dan “major” di proses proyek ke depannya.

      Di proyek ini sendiri, prosesnya tidak selalu sempurna, dari urutan kegiatan dan jenis-jenis tugasnya. Tetapi secara keseluruhan proyeknya di tengah prosesnya kurang berjalan dengan baik. Untuk ke depannya saya akan mencoba membuat perubahan yang “major” dalam proyeknya, dimulai dari perubahan dan penggantian peran dan tugas dalam proyek ini, utamanya dengan membagikan jobdesk dengan rata, dengan memberikan peran yang sesuai dengan keinginan atau keahliannya, agar tugasnya bisa dikerjakan hasilnya memuaskan dan memenuhi standar yang sudah ditentukan. Tidak hanya secara jobdesk, yang sering menjadi permasalahan adalah kurangnya motivasi dan antusiasme untuk mengerjakan tugasnya, plus dengan adanya ketidak fokusan setiap anggotanya, terutama dari lupa-lupa tugas dan kewajibannya. Jadinya untuk ke depannya bisa lebih dibangun fokusnya, dengan selalu mengingatkan satu sama lain sebeberapa penting peran terhadap tugasnya, tidak hanya mengingatkan, yang direncanakan dengan lebih banyak mengadakan catatan-catatan terkait tugas-tugas yang perlu dilakukan setiap orang.

      Selama proses proyek ini tidak selalu berjalan dengan lancar dan sempurna tiap saat, tentunya ada saja gangguan atau momen-momen dimana prosesnya mengalami masalah-masalah, contohnya yang paling tidak menyenangkan dan memenuhi ekspektasi, adalah peran saya sendiri saat mau melakukan perekaman video, saat saya menjadi produser, saya sempat lupa dengan peran saya untuk menjadi produser, plus saat itu, selama saya mendireksi sesi perekamannya, saya kurang aktif dan bingung apa yang perlu dilakukan, tidak hanya itu, saat saya mau memberikan masukan, banyak gangguan dari luar, karena di area perekamannya terlalu dikerumuni, sehingga masukan saya juga ikut tidak terdengar, jadinya teman-teman saya yang tidak berperan menjadi produser, malah mendireksikan sesi perekaman tersebut. Untuk ke depannya, saya berencana untuk memfokuskan kembali tugas saya, agar ke depannya, tidak ada yang mengambil alih tugas saya sebagai produser atau tugas yang diberikan di proyek ini atau proyek di ke depannya.

  • Notulensi Kegiatan Berkebun Pelaksanaan 7, Tanggal 9/11/20, Sage KPB K10

     

    1.Tautan Materi:

    Pada tanggal 9/11/2020, hari Senin, kelompok Sage, melakukan kegiatan berkebun (Pelaksaan 7) di kebun Semi Palar. Kegiatannya, membersihkan, menggemburkan bedengan 3 dan 4 memakai sekop dan cangkul, menyebar bibit kangkung ke bedengan 1 dan 2, dan memberikan pupuk ke bedengannya. 

     

    2.Tautan Rekaman: (Tidak ada)

     

    3. Skenario Pelaksaan:

     

    Waktu

    Kegiatan

    08.30-08.45

    Kumpul di Kebun, siap-siap

    08.45-09.30

    Membersihkan dan merapihkan kebun

    09.30.10.10

    Istirahat

    10.10-11.25

    Latihan Musik (Part 4_Pentas Seni)

    11.30

    Pulang

     

    4. Dokumentasi Kegiatan:

    8138824100?profile=RESIZE_930x

    8138824853?profile=RESIZE_930x

    5. Catatan:

    a. Parit sekitar bedengan dan aliran airnya terlalu dalam, dan tidak terlalu rata, sehingga kemungkinan banjir, 

    b. Tanaman bunga telang dan selada masih dalam masa penyemaian

    c. Kebun harus sering disiram karena, sudah jarang hujan tiap harinya

    6. Kesimpulan Kegiatan:

    Dari hari ini, disimpulkan bahwa, tidak banyak kegiatan besar yang dilakukan, beberapanya hanya melakukan tugas rutinitas, dari menyiram tanaman, penambahan pupuk ke bedengan 1 dan 2, sisanya adalah penambahan bibit kangkung, pembersihan, memperbaiki saluran air di sekitar bedengan dan kebun.

     

  • Notulensi Kegiatan Berkebun 2 November 2020 Sage

    Tautan: -

    Pada hari Senin, tanggal 2 Nov 2020 Kelompok Sage melanjutkan proyek kelompoknya, berikut ialah catatan penting terkait kegiatan hari ini:

    1. Indikator keberhasilan mulai diperhatikan karena sudah memasuki akhir semester - kebun yang indah
    2. Karena curah hujan yang tinggi, kebun harus sering diperbaiki sistem jalur airnya dan gundukannya karena longsor
    3. Selama ini hanya berhasil memproduksi kangkung, karena tanaman lainnya belum tumbuh. Wawasan terkait tanaman2 lain harus didalami
    4. Keterbatasan alat membuat lambatnya kegiatan berjalan, dan menghambat
    5. Kebun masih tidak bersih dan kurang menawan sehingga setiap yg datang tidak hanya menyiram, tapi juga menyapu sampahnya.
    6. Sampah daun kering dimasukkan ke tempatnya
    7. Lain kali berkebun memakai sarung tangan
    8. Pupuk segera dibeli agar tanaman tidak akan diserang hama
    9. PENANDA SEGERA DIBAWA

    Catatan gmeet

    1. Aba-aba diperhatikan
    2. Terlalu banyak bercanda
    3. Siap-siap kamera kebun
    4. Interaktif
    5. Jangan malu2, jangan buru2 ngomongnya
    6. Jangan kaku harus ada nadanya
    7. Jaga bahasa

    Dokumentasi: 

    8102928472?profile=RESIZE_930x8102928892?profile=RESIZE_930x8102938486?profile=RESIZE_930x

  • Notulensi Kegiatan Berkebun 26 Oktober 2020

    Hari ini Senin 26 Oktober 2020, kami kelompok Sage berkegiatan di Sekolah

    Skenario hari ini:

    • Bedengan longsor karena curah hujan yang sangat tinggi.
    • Hanya kangkung yang tumbuh subur tetapi untuk tanaman lainnya seperti tomat dan cabai tidak tumbuh.
    • Dikarenakan tanaman tomat dan cabai tidak tumbuh dengan subur makan akan digantikan dengan tanaman Selada merah dan Telang.
    • Karena terdapat tanaman baru jadi akan dibuat bedengan baru.
    • Membuat saluran air supaya airnya tidak menggenang.
    • Membuat video dokumentasi untuk dijadikan verifikasi.
    • Cangkulan rusak, jadi harus membeli yang baru agar nyaman untuk mencangkul tanah.
    • Menanam biji selada merah dak telang sebagai salah satu pengganti tanaman yang tidak tumbuh
    • Menebarkan pupuk ke bendengan agar subur.

    Catatan:
    • Hari Senin tanggal 2 November berkegiatan di sekolah.
    • Gmeet bersama adik tk di
    • Beberes kebon
    • Beli pupuk dan semprotan pestisida.

     

    Dokumentasi

     

This reply was deleted.