Replies

  • Alexander Toby KPB K12

    Senin, 20 Juli 2020. Hari pertama sekolah teraneh diantara semua hari pertama sekolah yang pernah kualami. Pagi ini KPB mengawali tahun pelajaran barunya lewat layar gawai dari rumah masing-masing, perkenalan yang tak terasa kalau bolehku sebut. Bahasan pagi ini tidak begitu panjang, setelah pembukaan singkat kami menyaksikan video yang sepertinya merupakan video penjelasan "Apa itu KPB" oleh Kak Leo, Kak Mel dan Kak Jere. Selesai video tersebut, diadakan sesi tanya jawab antara murid dan kakak-kakak fasilitator mengenai sistem belajar KPB.

    Setelah kurang lebih dua tahun kujalani sistem belajar KPB yang terus berkembang ini, ada beberapa poin yang sebenarnya sudah menjadi stigma KPB seperti, "kurangnya teman di masa SMA" itu kusadari tidak sepenuhnya benar. Karena lagi-lagi semua kembali pada diri kita masing-masing, proses apapun yang dijalani masing-masing murid tetap akan berbeda, begitu pun pembelajaran-pembelajaran yang didapatnya. Kini aku sadari bahwa tugas utama KPB ialah memfasilitasi, memberikan kebebasan yang juga dibatasi seperlunya, KPB fokus pada pengembangan karakter masing-masing muridnya, dan itulah yang berharga. Mengapa berharga? Karena tanpa kesadaran dan kemampuan yang tertanam di dalam diri kita masing-masing, bagaimana bisa seorang manusia berkembang. Dan dengan memberikan kebebasan untuk menentukan keputusan sendiri, konsekuensi dari keputusan itu akan ditanggung oleh dia sendiri. Bukankah itu yang kami anggap sebagai bertumbuh dewasa, "kebebasan", "keputusan", "komitmen" dan "tanggung jawab".

    sekian refleksianku untuk hari ini, diharapkan untuk kedepannya kami dapat menanamkan poin-poin diatas dalam diri kami masing-masing, untuk kemudian menumbuhkan suatu keindahan diluar diri kami, untuk kemudian "kolaborasi" dengan keindahan orang lain.

  • Farah

    Senin 20 Juli akhirnya kami memasuki TP 16 sebagai Kelas 12.  Pertemuan pertama kami menggunakan google meet karena pendemi saat ini. Aku sendiri datang terlambat, tidak jauh berbeda dari semester-semester sebelumya. Pukul Sembilan kami berkenalan dan menerima video introduksi KPB atau Kelompok Petualang Belajar.

    Video tersebut diperankan oleh kakak-kakak fasilitator KPB. Tak lain ada Kak Melissa, Kak Leo, dan Kak Jere yang akan menjadi fasilitator kelas kami. Video berdurasi sekitar 24 menit, dengan diskusi layaknya podcast. Ada beberapa poin yang aku tangkap, karena  paling beresonansi dengan konflik pribadi.

    KPB setara dengan Sekolah Menengah Atas pada umumnya. Ada di pertengahan spektrum antara SMA dan SMK. Ibaratnya SMA mempersiapkan diri untuk kuliah, SMK mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. KPB adalah campuran antara keduanya;  di KPB masing- masing mencari apa yang kita inginkan, setidaknya apa yang ingin dilakukan lima tahun kedepan. Karena ‘SMA’ satu ini tidak fokus utamanya bukanlah akademik. Ada banyak yang beranggapan bahwa KPB itu jauh lebih santai. Tentunya setelah dua tahun di KPB, aku tidak pernah menganggap KPB santai.

    Sikap yang diperlukan untuk ‘bertahan’ di KPB adalah disiplin, berkorban, dan beretika. Melihat kebelakang, aku setuju-setuju saja. Mungkin kata berkorban harus ditegaskan, aku setuju bahwa untuk disiplin saja sudah mengorbankan waktu, bahkan beretika (melawan ego kadang-kadang) sudah aku anggap berkorban. Bahkan bukan hanya di KPB, di SMA formal lainnya pun sikap itu dibutuhkan.

    KPB; Kelompok Petualang Belajar. Kata petualang ini sering menimbulkan pertanyaan, atau asumsi bahwasanya ini sekolah alam. Berpetualang yang dimaksud adalah keluar dari zona nyaman, atau sesederhana mencoba melakukan sesuatu yang baru. Pernyataan ini meluas ke pertanyaan; apakah KPB memfasilitasi minat? Jawabannya iya, tapi KPB tidak mengakomodasi minat. Karena ini sekolah holistik yang tidak berfokus pada spesialiasi, lebih kearah bagaimana bisa memperluas dan mengimplementasikan minat ke berbagai cabang.

    Kurang lebih itu beberapa poin yang aku tangkap. Semoga kelas 12 ini berjalan lancar.

  • Hai semua, aku Natalia dari K12. Udah lama banget ga sekolah juga ketemu temen-temen dan kakak-kakak. Di blog kali ini aku bakalan nyeritain tentang pemikiran aku dari video yang udah dikasih sama kakak-kakak, video tentang apa itu KPB. 


    Pembahasan yang aku dapet pertama adalah KPB yang merupakan suatu sekolah informal yang berada di tengah-tengah antara SMA dan SMK. KPB lebih ke percampuran antara pembelajaran di SMA dan SMK namun kalau di KPB lebih mengarah kepada bagaimana cara mengambil keputusan secara cepat namun tepat, etika bersosialisasi dan juga cara bersikap sebagai mahluk sosial. Syarat untuk masuk di KPB pun tidak terlalu mudah seperti yang orang bayangkan , kita harus bisa berkorban dan juga disiplin. KPB ini pun banyak dibilang sekolahnya santai tapi itupun balik lagi ke mindset masing-masing anak, kalau menurut aku sendiri sih ga sesantai itu, karena kita diberi beberapa tugas yang harus kita selesaikan sesuai dengan waktu yang diberikan. KPB juga sama seperti sekolah formal pada umumnya yang memiliki 3 tingkatan yang dari masing-masing tingkatan memiliki tujuan tertentu seperti di K10 kami diajarkan bagaimana bersosialisasi dan beradaptasi di dalam kelompok-kelompok. Untuk di K11 kami diajarkan bagaimana cara pengembangan diri secara invidual dan di K12 kami akan diajarkan bagaimana meningkatan pengembangan diri disaat harus berkelompok dan belajar bagaimana berkerja sama dalam kelompok di luar sana.

    KPB yang merupakan singkatan dari kelompok petualang belajar. Kata Petualang tidak berarti hanya kepada alam ataupun berpetualang namun lebih kepada kita keluar dari zona nyaman/out of the box. Jadi menurut aku sendiri KPB itu tempat dimana kita bisa belajar dan mendapatkan banyak pengalaman. 

    Selama 2 tahun aku di KPB, banyak banget pembelajaran baru yang didapatkan, selain itu aku juga semakin bisa mandiri dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas apa yang udah aku mulai. 

    Sampai jumpa dipost an berikutnya teman - teman. Terima kasih sudah membaca:) 

  • - Carenza-

    Sekolah Dari Rumah


    Selamat siang semuanya, sudah lama sekali aku tidak membuat tulisan sejak hari terakhir sekolah di kelas 11. Ok, jadi hari ini tanggal 20 Juli 2020 tepatnya hari Senin adalah hari pertama kami semua (KPB) masuk sekolah meskipun virtual. Jujur saja, aku cukup semangat bisa kembali lagi ke sekolah tapi sayangnya semangat itu agak sedikit menurun karena adanya pandemi COVID-19 jadi harus sekolah dari rumah masing-masing.Di KPB tidak ada banyak wajah baru hanya kembaran Zacky yang baru di KPB ini. 

    Kami memulai kegiatannya di Google Meet pukul 09.00 pagi. Di pagi hari kami semua memulai dengan memperkenalkan diri. Seperti biasa perkenalannya dengan menyebutkan nama, hobi, dan yang terakhir yang cukup aneh adalah hantu kesukaan masing-masing dari teman-teman ya, meskipun terdengar absurd mengenai hantu kesukaan masing-masing tapi tentunya jawaban kita semua berbeda-beda. Setelah kami semua memperkenalkan diri ke teman-teman KPB yang lainnya para kakak yang ikut hadir yaitu Kak Leo, Kak Melissa, dan Kak Jeremy menyuruh kita untuk nonton sebuah video. Dan di video tersebut para kakak tersebut yang memerankannya. Akan tetapi inti dari video tersebut adalah mengenai KPB tahun ini.Seperti KPB itu ada apa aja, ada perubahan apa aja saat pandemi saat ini.

    Video yang kakak berikan durasinya cukup lama sih menurutku, kalau tidak salah dua puluh menitan. Jujur aja, tambah lama aku agak bosan mendengar percakapannya tapi di sisi lain juga aku penasaran mereka (para kakak-kakak) sedang membicarakan apa. Oh ya, sebelum kami nonton videonya kami diberi tahu untuk membuat tiga pertanyaan atau membuat sebuah tanggapan mengenai video tersebut. Kami masuk lagi ke Google Meet untuk membahas mengenai video yang sempat kami nonton. Di sesi kedua ini seperti Question and Answer. Kami para murid bertanya dari pertanyaan yang kami sudah buat lalu para kakak yang menjawab semua pertanyaan kami satu-satu dari kelas 10 terlebih dahulu.

    Jadi, dari kelas 10-12 ditanyain satu per satu ke kakak, nanti kakak-kakak akan menjawab. Jujur saja cukup banyak yang aku tidak tangkap pertanyaan dari teman-teman dan juga jawaban dari kakak-kakak. Itu mungkin karena sinyal koneksinya agak sedikit buruk jadi videonya pecah-pecah. Ok, karena aku tidak ingat semua jawaban dari kakak-kakak, aku akan gunakan dari punyaku saja. Jadi, aku sempat bertanya kalau proyek-proyek di KPB ini akan tetap terus mengikuti tema Smipa atau tidak? Nah, jadi inti jawaban dari kakak-kakak adalah "iya" kita tetap mengikuti tema Smipa. Jadi sebenarnya "tema" adalah sebuah pembatas mengenai proyek kita semua jadi kesannya biar tidak kebablasan. Supaya bisa tahu batasnya sampai mana ketika melakukan sebuah proyek. Makanya ada sebuah tema dari Smipa.


     
     
  • Tyogo - membuka pintu tahun 3

     

    Halo teman-teman, hari ini -tanggal 20 Juli 2020- adalah hari yang entah sebenarnya kutunggu-tunggu atau kuhindari (tapi pastinya aku hadapi dengan semangat), karena hari ini adalah hari pertama kami memulai tahun pembelajaran yang baru (sekaligus terakhir (K12)) di KPB Semi Palar. Hari ini KPB mencetak rekor tersendiri, yakni tiga angkatan KPB berkegiatan bersama-sama, karena tahun ini KPB akhirnya lengkap kelasnya, dari kelas 10 hingga kelas 12. 

    Hari ini fokus kegiatan kami adalah berkenalan, yaitu berkenalan dengan teman-teman baru serta juga berkenalan kembali dengan KPB itu sendiri. Awalnya kami melakukan “pemanasan” sejenak dengan menyebutkan nama, hobi, dan hantu favorit (entah, awalnya juga aku tidak ada bayangan maksudnya apa, hahaha) secara bergilir. Setelah itu barulah kami diminta untuk menonton video yang berisi penjelasan kak Leo, kak Jere, dan kak Mel mengenai esensi dari KPB. Video itu bukannya seperti presentasi yang dibawakan secara serius, namun lebih seperti podcast. Dari video itu, aku merasa diingatkan kembali tentang apa itu sebenarnya KPB dan apa yang sebenarnya dituju dari berproses di KPB. Aku kembali sadar bahwa di KPB tujuan utamaku adalah memperdalam minat dan karakter serta men-explore keduanya itu secara lebih luas dan mendalam lagi.

    Menurutku, hal yang masih harus aku genjot kuat agar diriku bisa menjadi versi idealnya saat nanti selesai berproses di KPB adalah konsistensi dan pengendalian diri (termasuk pengendalian TICS), yang tujuan akhirnya adalah pendewasaan diri. Selain itu aku juga harus terus menambah dan memperluas wawasan serta relasiku. Targetnya, semua itu bisa aku bangun hingga kokoh di kelas 12 ini, tujuan jangka pendeknya agar bisa menjadi fondasi pada saat nanti menjalani perkuliahan, sementara tujuan jangka panjangnya untuk masa depanku, agar nanti saat aku sudah siap untuk bekerja dan mencari peluang-peluang lain di dunia ini, aku bisa mengerjakan semuanya dengan baik dan akhirnya bisa bermanfaat bagi banyak orang secara positif.

This reply was deleted.