KO PE RA SI

Semua hal baru pasti menghadirkan kepenasaran, kebingungan, bahkan ketidaksetujuan. Di sini harapannya kita bisa berdiskusi menumpahkan semuanya. 
Jadi, dari video terakhir tentang koperasi, yuk kita tulis beberapa hal di bawah ini:
1. Hal yang menarik
2. Hal negatif dari koperasi atau prinsip yang membuatku ragu bisa dijalankan di KPB bahkan dalam kehidupan
3. Pertanyaan/kepenasaran. 

Mangga, lajengkeun!!

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Votes: 0
Email me when people reply –

Replies

  • Diskusi KPB kali ini membahas mengenai konsep/prinsip koperasi, dari perkenalan apa itu sebenarnya koperasi, apa bedanya dengan konsep bisnis dan komunitas lainnya. Diskusi ini dilakukan bersama ketiga kelas KPB (dari K10 sampai K12), diawali dengan dua video dan satu tulisan pendek mengenai koperasi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab via google meet.

    Dari kelas hari itu aku sebenarnya dapat beberapa hal baru, mungkin singkatnya aku mendapatkan contoh-contoh realnya pengaplikasian koperasi, dari mulai Smipa atau mungkin komunitas-komunitas dan lingkunganku di luar Smipa sendiri, dan karena aku lama di Smipa secara tidak langsung aku sudah diajarkan prinsip-prinsip dasarnya. Jadi dari diskusi kemarin itu hasilnya lebih ke, aku disadarkan akan apa yang sebenarnya dilakukan Smipa dan mengapa konsep itu sendiri diciptakan (teori akan yang selama ini dipraktekkan).

    Kalau mengenai konsep koperasinya dari pandanganku sendiri pasti ada plus minusnya. Koperasi yang berbasis komunitas ini (dari kita, oleh kita, untuk kita) mungkin membuat sisi individuku seakan-akan terpaksa lebih dikondisikan (juga potensi individu anggota lain tentunya), aku sendiri masih merasa ada sisi egois dalam diriku, keinginan untuk menonjol di atas rata-rata. Aku ini sebenarnya sadar bahwa manusia yang berkelompok itu lebih kuat dibanding yang berdiri sendiri-sendiri, itu yang sebenarnya membuat spesies kami ini sampai sekarang bertahan dan berkuasa diatas mahluk-mahluk lain di dunia. Tapi mungkin ini pemikiran yang egois dan pendek, tapi mengapa aku harus mengutamakan ketahanan (survival) umat manusia ini diatas mimpi-mimpiku. Aku percaya bahwa dengan mengisi diri sendiri, berkembang dan belajar, di saat semesta mempertemukanku dengan komunitas atau orang-orang yang cocok aku dapat menghasilkan/menciptakan suatu karya yang sesuai dengan porsi upaya yang dikeluarkan, dan aku sadar bahwa keterampilan yang diasah dari pengalaman-pengalaman di Smipa akan jelas berguna pada saat waktu datang. Tapi yang aku utamakan pastilah individu, karena peganganku adalah diriku dan semesta, sesuatu yang bisa kukontrol dan suatu yang mengontrol semuanya.

    Tujuanku dalam hidup ini adalah berkarya, dan di berkarya ini manusia lain berperan bagiku, dan ku pada mereka. Apabila tujuan utama koperasi ini untuk survive, untuk menyatukan dan mempertahankan umat manusia, itu bukan kekhawatiranku, “Untuk apa aku mempertahankan apa yang aku takut kehilangan” kalau memang begitulah jalan yang ditentukan semesta, apalah daya manusia. Sebenarnya begitulah opiniku, segala sesuatu yang diberikan semesta itu selalu baik, yang membuatnya menjadi buruk itu tangan dan pemikiran manusia, untuk sekarang sebatas aku berkarya tanpa merusak yang diberikan semesta maka aku rasa aku berada di jalan yang tepat, kalau memang jalannya aku berkarya dalam koperasi dan diriku menikmatinya, kenapa tidak.

    • Individu yang berkualitas itu mutlak untuk semua hal kok, baik itu kompetisi (kapitalis) ataupun kolaborasi (koperasi). Kompetisi yang sehat didukung individu yang berkualitas secara kompetensi dan moral. Pun demikian koperasi. Koperasi yang kokoh dibangun atas individu yang berkemampuan dan sadar untuk berkolaborasi. 

      Tujuan hidup manusia memang dikembalikan kepada masing-masing manusianya. Tapi tujuan apapun ga akan terlaksana kalau kita tidak survive, kan? Apalagi kalau kita sadar, ternyata kita mempercepat kepunahan kita. Menahan kepunahan itu rasanya malah jadi sesuatu yang dalam jangkauan kita dan harusnya bisa kita lakukan.. 

      Salah satu pegangan dalam hidupku adalah bergerak dalam ruang yang bisa kukontrol. Karena itulah satu-satunya yang bisa kupertanggungjawabkan.

      Kalau aku sadar bahwa aku bisa aktif membantu spesiesku survive and thrive (not just survive) dan aku tahu ada aktivitas dalam ruang yang bisa kukontrol untuk menuju ke sana, aku sih jadi tergerak untuk ikut beraksi. Sambil juga berharap apa yang tak kukontrol (semesta yang lebih luas itu) bisa berpihak sama ku hahahaha

  • KOPERASI

    Kali ini kami membahas koperasi, begitu mendengar kata koperasi aku langsung teringat pelajaran di kelas PKn. Definisi yang aku tahu sebagai organisasi ekonomi dengan asas kekeluargaan.  Yang kalau tidak salah, ada di Indonesia untuk mencegah para petani terjerat lintah darat, untuk mengakali sistem kapitalisme. Tapi nyatanya koperasi lebih dari sekedartempat simpan pinjam (itu image koperasi di otak aku). Koperasi merupakan cara mengelola usaha. Model ‘usaha’ ini bisa dibilang jauh lebih sustainable dan memiliki lebih banyak poin positif.

    Kembali ke kalimat ‘asas kekeluargaan,’ koperasi berusaha memenuhi aspirasi dan kebutuhan seluruh anggota. Untuk sistem keanggotaannya sendiri; sistemnya sukarela, terbuka, bebas, mandiri, dan demokratis.  Sama seperti presiden; dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, pengurus atau pengelola koperasi harus berasal dari anggota, dan setiap anggota wajib memilih. Dalam koperasi tidak ada power dynamic yang ekstrim karena koperasi berfokus kesejahteraan anggota. Contoh, gaji dibagikan sesuai jasa dan saham yang ditanam. Kamu akan mendapat jumlah gaji sesuai dengan tenaga yang dikelurkan dan mendapat kembali uang invetasi yang telah diberikan. Tidak ada konsep kepemilikan individu di mana seseorang dapat menyimpan saham saja (seingat ku ya). Kadang gaji pun tidak harus selalu berbentuk uang, bisa jasa atau barter sesuai kebutuhan (seingat aku ada yang bilang ini??).

    Karena poin-poin yang disebut di atas, koperasi jauh lebih menguntungkan. Tidak terfokus pada kepentingan pribadi. Koperasi dapat mengembangkan potensi ekonomi anggota dan masyarakat secara keseluruhan, memperkokoh perekonomian rakyat, juga mengembangkan kreativitas dan sifat kekeluargaan. Dengan bekerja secara kooperatif (bekerja sama; as the name suggests) akan ada kesejahteraan bersama. Anggota hanya harus bersikap proaktif, menghadiri  rapat, dan menyuarakan pendapat.

    Koperasi ada untuk mengakali kapitalisme; keuntungan lebih besar, dan menyeluruh. Jawaban untuk kesenjangan sosial dan forced labour. Menurutku alasan model ini tidak begitu lazim digunakan bukan karena tidak tahu, karena buktinya koperasi sudah lama ada. Dan jika benar-benar ingin kesejahteraan sosial; contoh model seperti koperasi dapat dengan mudah ditemukan. Menurutku jawabannya sesederhana tidak peduli dan rakus. Senang memiliki authority dan berada di posisi atas.

    Beberapa orang mungkin akan menganggap koperasi itu almost too good to be true. Tapi entah kenapa menurut aku koperasi itu sepertinya melelahkan. Karena sistem kerjanya berdasarkan pada kekeluargaan, atau setidaknya bersosialisasi dengan seluruh anggota. Mungkin ada yang melihat itu sebagai poin positif, tapi aku justru menganggapnya sebagai drawbacks. Semua anggota memegang tanggung jawab. Mungkin karena aku malas, sepertinya bertanggung jawab akan sesuatu, di mana gerakan yang kita lakukan berdampak untuk banyak orang, terdengar terlalu berat. Tapi tetap saja, semoga sistem pengelolaan seperti koperasi lebih sering diaplikasikan.

    • heuheu yaaa sepakat. Ketidakpedulian dan kemalasan itu lebih mendasar dari sekadar ketidaktahuan. 

  • Hari ini kita ada kegiatan kelas semesta lagi Yang di namakan Ngapebe Part 4. Kali ini kelas semestanya agak berbeda dari kelas semesta sebelum-sebelumnya. Di kelas semesta kali ini kita membahas mengenai koperasi. 

    Aku sempat membaca tulisan koperasi yang di bagikan oleh kakak, yang di namakan Mondragon Cooperation. Apa itu Mondragon Cooperation? Mondragon Cooperation itu adalah salah satu perusahaan koperasi terbesar di Spanyol. Letak Mondragon Cooperation berada di Kota Basque, Spanyol. Arti cooperation adalah kerja sama kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia adalah kooperatif. 

    Mondragon Cooperation ini mempunyai banyak sekali anak-anak perusahaan. Salah satunya adalah perusahaan mobil. Mondragon Cooperation juga memiliki banyak tim. Jika ada rapat mereka akan melakukan dengan namanya General Assembly. Sebelum melakukan rapat yang besar mereka rapat kecil dengan tim mereka masing-masing. 

    Mondragon Cooperation ini menurutku unik karena mereka berkerja untuk anggota, kerjasama dengan anggota, dsb. Bisa jadi cara kerja Mondragon Cooperation ini di pakai sama KPB. Misalnya membuat proyek. Apa yang kita minati di jadikan proyek lalu hasilnya pun untie kita tapi sebenarnya tidak hanya untuk kita untuk orang lain pun bisa. Dalam artian keluarga Smipa. 

  • Selain itu, menurutku ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menjalani sistem koperasi, baik dalam kegiatan sehari-hari ataupun dalam usaha. Hal yang pertama dan paling penting adalah pembagian tugas yang tepat, agar pekerjaan efektif, efisien, dan maksimal. Agar tepat, sebelum pembagian tugas sebaiknya dilakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap anggota-anggota, agar teridentifikasi terlebih dahulu siapa yang harus membuat ini dan siapa yang mengerjakan itu. Selain itu manfaat dari pemetaan diri yang lain adalah sebagai pencegahan ketidaksesuaian emosi dan karakter anggota pada saat mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Lalu, yang kedua adalah penentuan proyek serta cara mencapainya (misal membuat makanan: siapa yang membuatnya, alat masak menggunakan apa dan didapat dari mana, pengolahan sampah hasil produskinya bagaimana, kemasan menggunakan apa, bagaimana alur produksinya, siapa yang men-supply bahan produksi, dsb). Hal ini harus didiskusikan secara bersama-sama (mewakili/mencakup seluruh anggota) sambil juga mengandalkan riset akan dampak dari setiap action yang diambil. Setelah itu barulah diputuskan secara bersama langkah mana yang harus diambil. Terakhir, adalah mengenai pembagian keuntungan atau hasil. Layaknya pembagian tugas, begitupun juga dengan pembagian hasil. Pendistribusian hasil harus dibuat seadil mungkin, salah satunya adalah dengan cara membuat parameter-parameter keberhasilan yang ditentukan dan disepakati secara bersama-sama. Lalu, parameter dan ukuran tersebut bisa digunakan sambil terus diperbaiki dari waktu ke waktu berdasarkan pengalaman yang sudah dialami. Hal itu dilakukan supaya bisa mencakup kebutuhan dan hak dari semua anggota kelompok (atau perusahaan), serta juga membawa keuntungan yang sesuai bagi mitra-mitra yang menjadi partner dalam mengerjakan atau menciptakan proyek yang digarap itu. Namun, seperti semua hal lainnya koperasi juga pasti memiliki hal atau dampak negatif. Dalam beberapa situasi, penggunaan sistem koperasi dapat memakan waktu yang lebih lama pada saat memutuskan sesuatu, karena harus memperhatikan setiap aspek dan semua anggota dan mitra yang terkait dengan adil dan sesuai. Jadi, apabila dilihat dari segi waktu, hal itu bisa menghambat jumlah atau kecepatan produksi, namun di sisi lain menjadi lebih menyeluruh dan berdampak positif terhadap banyak pihak. -SEMOGA PENJELASANNYA JELAS, MAAP KALAU ADA YANG PABALIUT ATAU KURANG TERSAMPAIKAN, SEKIAN TERIMAKASIH-

    • Aku mendapat insight lain kemarin, tentang perbandingan antara koperasi dan perusahaan. Menurutku sistem koperasi bisa membuat dunia ini lambat progress nya, dalam sisi science, inovasi baru, sistem baru, dan lain sebagainya. Hal itu dikarenakan, tidak mungkin seluruh anggota di dalam suatu usaha --baik itu koperasi maupun perusahaan dengan sistem konvensional-- setiap individunya memiliki pikiran yang "jenius" sehingga ide atau gagasannya brilian dan bisa memajukan usaha tanpa hambatan dari ketidaksetujuan atau visi yang berbeda (karena setiap orang pasti memiliki nilai hidup/visi kerja/dll yang berbeda-beda) dari anggota lainnya, sehingga ide konsep produk itu memakan waktu yang lama untuk disetujui bersama dan berkembang cepat (kontroversi). Selain itu, ada banyak juga proyek yang membutuhkan "pengorbanan" yang mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, agar hasilnya cepat/baik, misalnya pengembangan produk sains. 

    • Namun aku tiddak tahu which one is better/right ~~~

  • Hari ini kami meononton video penjelasan mengenai koperasi serta berdiskusi tentang hal tersebut. Makna dari koperasi sendiri sebenarnya adalah sistemnya, bukan bentuk usahanya. Kata koperasi itu berasal dari kata kooperatif yang artinya bekerja sama. Jadi, tidak seperti perusahaan yang keuntungannya didapatkan hanya oleh segelintir orang pemegang saham perusahaan, namun oleh semua anggotanya. Sistem koperasi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perusahaan pada umumnya, jika dilihat dari segi pelaksanaan sehari-harinya. Hal yang berbeda hanyalah pembagain keuntungan dan mental yang terbangun di dalam perusahaan. Pembagian tugas atau gaji, serta perlakuan antar pekerja di perusahaan yang bersistem koperasi seharusnya lebih adil dan lebih berkemanusiaan, karena mental yang dibangun ialah kooperatif bukannya egois.

    Menurutku menjalankan usaha dengan sistem koperasi sangat bermanfaat, baik dalam sisi ekonomi dan juga psikologi seluruh anggotanya. Hal paling menarik dari sistem koperasi bila dijalnkan dengan tepat dan sesuai ialah, orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan lebih mementingkan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan individu, baik di dalam perusahaan itu sendiri, maupun dengan mitra-mitra kerjanya, serta perusahaan lain. Sistem koperasi juga sebenarnya sangat cocok untuk diterapkan dalam proses edukasi dan malah sebagian besar sudah diterapkan di dalam KPB sendiri. Hal itu salah satunya bisa dilihat dari perencanaan kegiatan dan pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata dibentuk oleh kakak dan murid-murid yang menjalankan, melainkan dibentuk secara bersama-sama dengan saling berdiskusi agar kegiatan dan pembelajaran yang dilaksanakan bisa tepat dan sesuai. Lalu, yang berproses juga bukan semata-mata teman-teman murid KPB saja, namun kakak-kakak juga ikut berpartisipasi di dalamnya. Lalu, yang terakhir adalah hasilnya yang didapat oleh setiap anggota KPB (mulai dari murid, kakak, hingga orang tua). Maka dapat disimpulkan juga bahwa sistem koperasi berdasar pada prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. -AKAN DILANJUTKAN, SISA SELANJUTNYA MASIH DALAM PROSES, BINGUNG, IDENYA JADI BUNTU KARENA LELAH DAN LAIN HAL. PEMBARUANNYA BESOK AKAN DITAMBAHKAN-

    • Menarik pas kamu bilang di KPB pun sudah menjalankan prinsip Koperasi. Kita di K12 pun lagi latihan membuat program dan kegiatan yang dari kita, oleh kita, dan untuk kita. 

      Ditunggu lanjutannya ya Tyo  

This reply was deleted.