KELOMPOK PETUALANG BELAJAR

Kita sudah membaca dan berdiskusi mengenai definisi KPB dan turunan-turunannya. Di sini, kita coba tumpahkan kembali hal-hal yang didapat dari tulisan dan diskusi tersebut. Bahkan jika memungkinkan, silahkan tulis juga bayangan praktis keseharian yang bisa kita laksanakan dari konsep-konsep yang ada di KPB tersebut.

Mangga, muntahkan!

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Votes: 0
Email me when people reply –

Replies

  • [Kelompok Petualang Belajar]

    Apa itu KPB? Apa bedanya KPB dengan sekolah formal atau informal lainnya? Beberapa hari kebelakang kami sedang benar-benar mendalami dan bertanya pada diri sendiri, "Apakah KPB yang kukira atau kualami benar konsep KPB yang sebenarnya?" "Apakah yang sebenarnya diharapkan KPB untuk murid-muridnya sama dengan yang diriku harapkan dari KPB?" 

    Untuk menjawab itu kelas 12 membahas "Definisi KPB" yang sebenarnya dapat disimpulkan menjadi tiga target penting/utama, yang pertama adalah memfasilitasi murid untuk lebih mengenali dan memahami diri, dan dari situ datang karakter mandiri. Kemudian ke memfasilitasi murid-murid untuk membiasakan mengenali lingkungan mereka, untuk harapannya memunculkan kemampuan adaptif. Dan yang terakhir setelah mengetahui diri dan lingkungan yang ditempati, KPB memfasilitasi murid-muridnya untuk mengejar/mendalami minatnya untuk "bermanfaat" bagi sesuatu yang lebih dari diri.

    Setelah ditilik-tilik dalam diriku, pelajaran atau konsep ini mungkin sudah kuterapkan sejak awal masuk Smipa, in other words aku sudah bertumbuh besar dengan pemikiran dan idealisme Smipa yang seperti ini. Dan mau seberpengaruh apapun KPB dalam pertumbuhanku/perjalananku menuju manusia yang "jadi" KPB tetap merupakan input, yang dimana pasti inputku datang dari berbagai macam idealisme lain selain Smipa. Maka yang aku simpulkan dari hasil diskusi kelas 12 kali ini adalah bahwa aku tidak bisa mengubah idealisme suatu sistem (KPB/Smipa), untuk apa capek-capek mencoba, biarkan itu menjadi input, terapkan yang positif dan cocok bagiku dan itulah yang menjadi outputku. (maaf apabila muntahannya kurang jelas wkwk)

    Dan satu lagi yang membuat diskusi kemarin menarik, yaitu kata "kelompok", dengan adanya berbagai konflik atau apapun itu yang dialami kelompok angkatanku ini, sebenarnya ada saat dimana kami semua sepakat bahwa kelompok kami belum/tidak bisa berkerja kelompok. Semua lebih memilih proyek individu tentunya, dan semua memiliki warna dan cara masing-masing. Yang terlintas dalam pikiranku adalah, "tidak semua warna itu enak dilihat dengan yang lain, terutama bila warna-warna itu belum sepenuhnya jelas/yakin akan warnanya sendiri". kuakui kelas kami sangat dinamis, dari cara berkerja dan frekuensinya, tidak ada salahnya dalam mencoba untuk berjalan bersama, tapi tidak ada yang bisa dipaksa, jangan sampai kami memperjuangkan untuk jatuh ke lubang yang sama. giiituh sekian dan terima kasih :)

    • Muntahannya jelas dan enak dibaca kok hahaha

      Sip Obi, kita coba berjalan bersama menggabungkan warna-warna ya tentu dengan menemukan warna masing-masing terlebih dahulu. 

  • BAGIAN TIGA

    Definisi KPB; hari ini kami membahas apa arti dari Kelompok Petualang Belajar. Topik tersebut diringkas dalam enam slide.  Idealnya masing-masing akan menempuh proses yang akan membutuhkan  pengorbanan dan sikap disiplin.  Tujuannya agar dapat mencapai kepenuhan diri. Untuk sampai kesana fasilitas yang diperlukan antara lain adalah penemuan hal baru untuk individu dan kelompok, pengendalian dan aktualisasi diri, dan sikap proaktif. Dalam kelompok, komitmen bersama sangatlah krusial. Komitmen tersebut dapat diukur dari konsistensi mengikuti kegiatan, memahami konsekuensi, dan tentunya hadir dan aktif dalam rutinitas tersebut.

    KPB ingin membantu anggotanya untuk memahami diri dan lingkungan. Lalu dalam bentuk apa masing-masing dapat berkontribusi. Harapannya masing-masing dapat menjadi pribadi yang mandiri, adaptif, dan bermanfaat.

    Aku menyimpulkannya demikian. Topik yang menjadi bahan diskusi kali ini masih abstrak dan general. Untuk tindakan konkrit kedepannya; untuk dapat sampai ke titik aktualisasi diri, kemungkinan masih terbuka luas. Apa lebih baik ‘berpetualang’ secara sendiri-sendiri, atau justru berkelompok? Dan jika berkegiatan dalam kelompok bagaimana masing-masing dapat memenuhi poin pemenuhan diri dengan minat, kemampuan, dan variabel yang berbeda-beda? Apa cara terbaik belajar terinternalisasi karena kemauan diri? Dan kenapa semester ini kata ‘mengorbankan’ ditekan? Exciting!

     

     

    • Pertanyaan terakhirmu udah kaya oran-orang yang mencetuskan teori konspirasi wkwkw
      Bukan cuma pengorbanan kok yang ingin ditekan, tapi disiplin dan sikap juga heuheu

  • ~KAPEBE KUMAHA~

    Ada beberapa hal dan filosfi yang menjadi parameter dari Kelompok Petualang Belajar (KPB). Pendidikan holistik yang selalu diusahakan juga merupakan peranan penting untuk usaha mencapai parameter tersebut.

    Pertama-tama, makna dari KPB sendiri bisa dilihat dari kepanjangan KPB, yakni Kelompok Petualang Belajar. Maka, pengertiannya bila digabungkan menjadi sekumpulan orang yang memiliki identitas terikat, yang berproses bersama-sama sesuai dengan kemampuannya masing-masing dengan berpetualang (melalui berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan serta mendobrak batasan diri dan kelompok) sambil belajar melalui kegiatan petualangan tersebut. Kegiatan belajar terjadi dengan tidak ada rasa terpaksa dan didapatkan melalui pengalaman dan pemahaman selama “berpetualang”, tujuan akhirnya adalah untuk mencapai kepenuhan diri.

    Selain itu, dalam berkegiatan diperlukan pengorbanan dari masing-masing anggota KPB. Hal paling sederhana yang harus dikorbankan pastinya waktu. Namun, seiring berjalannya waktu berkegiatan di KPB juga menuntut pengorbanan lainnya seperti tempat, usaha, niat, dan lain sebagainya. Pengorbanan-pengorbanan itu akan sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter dan kemampuan masing-masing anggota KPB di masa depan, sehingga sejalan dengan pemenuhan diri yang adalah tujuan utama dari KPB. Pemenuhan diri ini pun diukur dari konsistensi serta tanggung jawab setiap anggota KPB dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya.

    Lalu, dalam rangka menuju kepada pemenuhan diri itu, anggota KPB butuh untuk melalui 3 step penting, yaitu mandiri, adaptif, serta bermanfaat. Mandiri berarti mengenal dan dapat mengendalikan diri sendiri, adaptif berarti mengenal kelompok dan dapat menempatkan diri dengan sesuai di dalamnya, lalu bermanfaat artinya mengerti dan melakukan hal-hal yang perlu dilakukan dalam hidup (yang berarti mencakup diri sendiri dan kelompok).

    Praktis keseharian yang bisa diterapkan dalam rangka menjaga pelaksanaan konsep KPB itu oleh masing-masing anggota kelas bisa dengan mengadakan kegiatan ngobrol bareng yang isinya bercerita dan mengevaluasi seminggu ke belakang. Isi dari kegiatan ngobrol itu seperti kesulitan yang dihadapi seminggu ke belakang/pengalaman baru yang dialami selama seminggu ke belakang/pencapaian yang didapat selama seminggu ke belakang/apresiasi kepada teman/berdiskusi mengenai relasi KPB dengan lingkungan sekitar/dll. 

    • Komprehensif sekali penjelasannya. Mantaaap!!

  • Hari ini, kita ngobrol tentang pengenalan soal KPB. Lalu siang harinya Kak Jere memberi kami ppt soal pengenalan diri mengenai KPB. 

    Ada 2 poin yang membuatku penasaran dan bertanya. 2 poin yang aku tanyakan adalah mengenai apa maksudnya kita sebagai murid KPB harus mengorbankan beberapa hal untuk jadi murid yang ideal? Yang aku tangkap adalah sebelum kita mau mengejar minat kita masing-masing kita fokus terlebih dahulu ke KPB. Nanti ada ruang tersendiri untuk minat kita nantinya. 

    Yang kedua adalah, apa yang dimaksud dalam penyadaran karakter diri dan kelompok? Yang aku tangkap adalah karakter kita itu seperti apa sih, lalu bisa tidak di sesuaikan di kelompok tersebut. 

     

    • Betul Carenza. Tangkapan yang tidak salah kok hehehe


This reply was deleted.