Buku Petualangan K11 Angkatan 3

Teman-teman, silakan memasukan proses penyusunan buku petualangan di sini ya.

Inspirasi, tindak lanjut, perasaan, gagasan, dan sebagainya termasuk teaser publikasi pun.

Yak memang akan terbuka untuk direspon banyak orang, karena memang itulah nilai kelompok petualang belajar yang berbasis komunitas kan.

Mariiii...

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Votes: 0
Email me when people reply –

Replies

  • Untuk acara rilis & promosi buku petualangan nanti tanggal 10 Juni 2020 jam 11:30 wib.

    1. Tautan materi presentasi : ______

    2. Tautan rekaman presentasi : ______

    3. Skenario pelaksanaan : Silakan bisa ditulis di sini

    4. EVALUASI : langsung tulis aja di kolom komentar secara konstruktif, terimakasih :)

  • Setahun berlalu, dan sekarang kami sudah berada di kelas sebelas. Bergerak beberapa bulan, sebentar lagi kami naik kelas. Dua tahun terakhir ini merupakan perjalanan roller coaster yang perjalanannya sering tersendat. Banyak hal yang kami lewati, yang menguras tenaga, yang membuat dahi berkerut, dan yang membuat tertawa. Jika semua pengalaman ini lewat begitu saja, dalam kurun waktu beberapa tahun akan banyak yang dilupakan. Bahkan kejadian kelas sepuluh saja yang sudah lupa. Outlet apalagi selain buku untuk menyimpan itu semua. Dengan tatanan bahasa sendiri yang personal, pendapat masing-masing, hingga sudut pandang subjektif yang unik. Kami memutuskan menulis buku untuk mendokumentasikan hari-hari kemarin.

    Kami menulis buku dengan tujuan yang sederhana, dokumentasi. Tempat untuk menyimpan segala informasi dan keterangan yang terjadi dari kelas sepuluh hingga kelas sebelas. Menulis buku juga rasanya sudah seperti tradisi KPB. Pengalaman dua tahun ini dikompilasi menjadi satu buku. Tentunya bukan karena tahun lalu kami tidak membuat buku dan sekarang harus membayar hutang.  Itu salah satu alasannya tapi kami mendapat keuntungan untuk semua yang sudah terjadi dalam satu gambaran besar.

    Kami hanya murid SMA, dan menemukan cara menjadikan kehidupan sehari- hari tidak terdengar membosankan cukup sulit. Bagaimana caranya agar tidak terdengar seperti buku autobiografi influncer di umur dua puluhan. Dan dengan refleksi singkat, kami menemukan ciri khas angkatan ini. Menceritakan dua tahun dengan urutan kronologis per semester terlalu membosankan. Dan dengan penceritaan kronologis proyekpun tidak membantu. Kami melakukan kegiatan lain selain proyek. Tapi ada yang satu selalu kami ciptakan, masalah.

     4866470065?profile=RESIZE_930x

    Dengan segala konflik yang pernah kita ciptakan, rasanya akan menarik diceritakan layaknya novel fiksi. Entah itu misteri, komedi, slice of life, atau justru dibawakan seperti action adventure, bisa juga dengan psychological thriller. Yang jelas jika cerita berotasi pada konflik akan lebih menyenangkan untuk dibaca. Selain itu menarik juga untuk melihat perkembangan kami dari bab ke bab selanjutnya. Dan setelah semua yang terjadi, apa pelajaran yang didapat.

    Dengan gagasan itu dalam pikiran, begitu melihat bahan cerita ternyata ide ini sulit untuk direalisasikan. Satu tahun terlewat, ingatan tentang pengalaman kelas sepuluh sudah berkabut. Menceritakan dengan biasa saja sudah sangat sulit. Banyak perubahan yang terjadi sepanjang perjalanan. Dan berada dalam kondisi pandemik seperti sekarang mempersulit proses diskusi. Sulit mendapati semua orang aktif dalam diskusi dan saat meminta saran.

    Agar progres terukur (karena meski sekarang di rumah, kami masih sekolah) draft buku dikumpulkan setiap hari. Tapi cara ini justru kurang efektif, tidak semua orang memiliki untuk mengerjakan buku setiap hari. Akhirnya tolak ukur diganti dengan target perkata yang ditentukan masing- masing individu, agar menyesuaikan sesuai waktu yang dimiliki, karena beberapa masih magang. Dan targetnya dapat dikumpulkan perminggu di grup kelompok, yang perhari dapat dilaporkan lewat google form. Selain itu konsep buku berubah sedikit, buku ini juga akan menjadi sarana masing-masing dari kami untuk showcase karya untuk membuat buku semakin personal.

    Rencana awalnya (sangat awal) adalah buku ini akan tuntas di Bulan Mei. Buku sudah memasuki proses  edit dan revisi, di-review, bahkan sudah di cetak. Di Bulan Juninya buku di launching. Realitanya tidak seperti itu, banyak perubahan tenggat waktu. Untuk timeline saat ini, pada tanggal delapan sudah 2000 kata perbab dengan target 4000 kata untuk setiap bab. Minggu depannya, sebetulnya tanggal 14, masing- masing bab sudah mencapai 3000 kata.

    Selain itu draft untuk layout dan sampul buku sudah selesai. Di tanggal ini juga kami akan mempresentasikan progres buku ini. Sedangkan untuk ‘art piece’ bagian ‘art book’ dapat diajadikan ruang memperlihatkan karya atau menggambarkan suatu peristiwa. Karena bagian ini personal masing- masing dapat berbagi apa yang mereka inginkan. Untuk tanggal pastinya, kami belum menentukan, yang pasti sebelum naik kelas buku ini sebaiknya selesai.

    Selanjutnya pembagian tugas. Layout buku akan menjadi tugas Toby, cover tugas Khalid, Tyogo yang mencari editor, Carenza sebagai sekretaris, Lia yang bertugas dibagian percetakan, dan Farah sebagai PIC.

    Kurang lebih seperti itulah proyek Buku ini. Buku ini ada sebagai sarana dokumentasi pengalaman kami dua tahun di KPB. Selain untuk berbagi pengalaman, kami juga menjadikan buku ini sebagai platform showcase hasil karya kami. Ada sekitar sembilan bab, dengan masing- masing bab bertotal 4000 kata. Merealisasikan ide ini cukup sulit, ditambah dengan situasi saat ini. Kami mencoba mengakalinya dengan menetapkan target sendiri- sendiri sesuai kemampuan masing-masing. Semoga buku ini berakhir sesuai harapan, kalau bisa lebih baik dari ekspektasi.

     

    • UPDATE

      Setelah setiap bab buku mengikuti ketentuan kata dan sudah cukup matang membahas poin-poin pendukung, kami mengadakan presentasi. Salah satu panelis yang hadir adalah Pak Yunus, beliau merupakan orang tua murid dan penulis. Pada sesi tanya jawab, kami membuka forum tersebut layaknya kelas semesta dengan Pak Yunus sebagai mentor. Kami bealajar banyak tentang cara meningkatkan kualitas dan produktivitas dalam penulisan buku. Kami ucapkan terima kasih untuk Pak Yunus yang sudah berbagi informasi dan meluangkan waktu.

      Selanjtunya kami mengumpul setiap bab buku dan mengontak Krisna (alumni KPB) untuk menjadi editor kami. Setelah diskusi tawaran kami diterima dan proses revisi dimulai. Bab-bab awal dikumpul di drive google dan Krisna dapat memberikan komentar dan memperbaiki kalimat-kalimat kami yang tidak mengikuti standar SPOK dan tidak efektif. Proses revisi berjalan dengan lancar, begitu bab yang ditulis masing-masing mendapat komentar, penulis originalnya dapat memulai memperbaiki.

      Proses editing berjalan lancar dengan cara menambahkan komentar pada teks yang kami tulis. Mulai dari menambahkan tanda seru atau asterisk. Meminta kami untuk menjelaskan konteks yang lebih luas, karena seringkali lupa buku ditujukan untuk umum. Hingga mempertanyakan pernyataan yang kami buat. Setelah seluruh halaman penuh dengan tulisan, tugas kami adalah memperbaiki setiap kalimat bermaslah dan menekan tulisan resolve. Jika ada yang tidak paham kami dapat mengontak Krisna secara pribadi.

      5719384692?profile=RESIZE_930x

      Selain itu jika ada topik yang sulit untuk dibahas atau membutuhkan lebih dari satu sudt pandang, kami akan mengadakan diskusi menggunakan google meet. Terima kasih untuk Krisna yang sudah memberikan waktunya untuk membaca tulisan kami secara seksama dan menjadikan buku ini lebih baik dari sebelumnya.

      Buku diperkirakan selesai direvisi pada pertengahan Juni. Sembari itu tugas kami adalah menuntaskan tugas sekolah, memutuskan judul yang tepat, membuat layout, riset tempat percetakan, memperbaiki tulisan-tulisan sebelumnya, juga membuat karya (dan mengkurasi karya) untuk bagian art book. Mendekati akhir Juni kami dapat memutuskan layout final, ilustrasi, dan tentunya  showcase art book. Buku sudah dapat dicetak, dan sekiranya membutuhkan waktu dua minggu. Selama buku dicetak kami sudak mulai mempromosikan buku. Dan pada pertengahan Juli buku sudah di-launching dan siap dijual entah secara digital atau fisik, kondisi yang akan menentukan. Kami tidak bisa launching buku bersamaan dengan K10, karena buku kami belum tuntas untuk saat ini. Tapi itu bukan berarti kamu tidak mengerahkan seluruh kemampuan kami. Harapannya buku ini dapat menjadi sesuatu yang kami banggakan dan dapat memotret hari-hari selama kelas 10 dan kelas 11 dengan jujur dan berkarakter. Semoga buku yang saat ini masih diproses dapat dinikmati para pembaca kelak.

This reply was deleted.