Menurut KBBI argumen adalah alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Cara penyampaian dan pertimbangan kritis diperlukan untuk membuat argumen yang meyakinkan dan logis. Bukan hanya meninggikan suara atau memutar balikan kata dengan cerdas, seperti yang seringkali orang-orang lakukan saat berdebat mempertahankan atau menolak alasan masing-masing. Pernyataan atau alasan yang kita sampaikan terdiri dari premis, yang didukung juga oleh premis, dan ditutup oleh kesimpulan, yaitu opini yang kita percayai. 

Premis merupakan landasan kesimpulan, dasar pemikiran, atau asumsi.  Asumsi yang dibuat harus didukung oleh bukti, fakta, dan juga alasan yang memperkuat klaim, inilah yang menentukan validitas dari argumen. Argumen sederhana hanya terdiri dari beberapa premis dan ditutup oleh konklusi, yaitu kesimpulan, atau keputusan akhir. Kesimpulan dapat ditarik dari diskusi yang dibuat bersama lawan bicara selama berbagi premis dan sudut pandang. Proses diskusi ini dapat disebut juga sebagai persuasi, upaya mengajak orang dengan memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan.


Reinforcement Learning, Intuition, and Abductive Reasoning | by Florian  Douetteau | AI Musings | Medium

Argumen terdiri dari lima jenis; deduktif, induktif, abduktif, analogi, dan reduction ad absurdu. Deduktif  dimulai dari premis dan ditutup dengan kesimpulan. Premis yang benar pasti memiliki kesimpulan yang valid, berbeda dengan argumen induktif. Meski premis yang dibuat benar, kesimpulan yang dibuat belum tentu valid. Karena argumen induktif justru dimulai dari kesimpulan dan ditutup dengan bukti dari premis yang tersedia. Berasal dari observasi yang spesifik untuk mencapai kesimpulan umum. Argumen deduktif menggeneralisasi ide yang sudah ada, induktif mengerucutkan pilihan yang tersedia, dan abduktif menggabungkan beberapa penjelasan dan hipotesis yang menghasilkan ide baru. Argumen abductive dibuat dari observasi yang belum selesai untuk membuat prediksi paling tepat.Bahkan kadang bisa tidak mengikuti premis awal.

Dari namanya; analogi, argumen satu ini menggunakan kiasan. Membuat perbandingan dari sesuatu yang tidak berhubungan, persamaan antara dua hal yang berlainan. Untuk argument terakhir, reduction ad absurdu, yang artinya “mengurangi kemustahilan” bentuk argumen yang mencoba membantah pernyataan dengan mengarah ke hal yang konyol, mustahil, tidak praktis, atau tidak berhubungan. Argumen ini juga dikenal dengan pembuktian melalui kontradiksi, kadang disebut juga sebagai slippery slope fallacy, yang merupakan persimpangan nalar.

Logical fallacy merupakan cara berpikir yang salah atau sesat berpikir yang dikategorikan menjadi 24 jenis. Berikut adalah jenisnya, pengertian, dan contoh:

STRAWMAN (Salah mengartikan argumen seseorang  untuk memudahkan dalam menyerang; salaj interpretasi)

Contoh: Ani berkomentar bahwa sebaiknya pembangunan infrastruktur tidak berpusat di pulau Jawa, dan Bunga menyahut bahwa Ani tidak ingin melihat Indonesia maju. 

FALSE CAUSE (Mengasumsikan bahwa hubungan yg ada antara suatu hal menciptakan hubungan sebab akibat yang berkaitan)

Contoh: Andre membuat kesimpulan bahwa semenjak dia minum teh dia dapat berpikir lebih tenang, berarti minum teh dengan rutin dapat meningkatkan IQ. 

RED HERRING (Memperkenalkan topic yang tidak relevan untuk mengalihkan perhatian pendengar dari isu utama)

Contoh: Aji bertanya untuk apa mengkhawatirkan hewan-hewan di jalanan jika masih banyak anak muda yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar.

APPEAL TO EMOTION (Memanipulasi topik yang valid atau meyakinkan dengan pendekatan emosional)

Contoh: Adi tidak menyukai sekolahnya dan ingin memberikan kritik, dan menurut temannya Adi sebaiknya melupakan kritiknya dan  bersyukur karena banyak orang yang tidak dapat sekolah.

THE TEXAS SHARPSHOOTER (Memilih-milih data yang tersedia dan menyesuaikannya dengan  pola yang ada untuk memperkuat asumsi yang ada)

Contoh: Ani berasumsi bahwa semua orang dari negara tertentu pasti memiliki paras menarik dan berbakat, karena semua idola Ani berasal dari negara tersebut.

SPECIAL PLEADING (Mengubah tujuan awal atau membuat pengecualian ketika klaim yang disampaikan terbukti salah)

Contoh: Bunga setuju bahwa semua orang harus sabar mengantri dalam restoran, tapi Bunga harus maju di depan antrian karena kali ini ia lapar dan belum makan sama sekali.

ANECDOTAL (Menggunakan pengalaman pribadi atau pengalaman terisolir sebagai bukti dibandingkan argumen yang masuk akal atau bukti yang meyakinkan)

Contoh: Budi tidak percaya kasus pelecehan seksual yang terjadi di berita karena ia satu memiliki kenalan yang pernah dituduh secara salah.

THE FALLACY FALLACY (Mengasumsikan bahwa klaim yang diperdebatkan dengan buruk memiliki kekeliriuan, sehingga klaim yang dibuat sudah pasti salah)

Contoh: Ani mengatakan bahwa merkuri tidak baik digunakan untuk kulit karena itu merupakan bahan kimia. Bunga mengatakan bahwa air juga bahaya karena air merupakan bahan kimia

BURDEN OF PROOF (Tidak bisa membuktikan klaim yang dibuat karena belum adanya orang yang dapat memberikan bukti untuk membantah)

Contoh: Ani berargumen bahwa dunia sihir itu nyata, Bunga tidak bisa memberikan bukti bahwa itu salah, berarti argumen Ani benar. 

GENETIC (Menilai baik atau buruknya sesuatu berdasarkan asalnya atau siapa yang mengatakannya)

Contoh: Aji tidak mempercayai Budi karena ia memiliki zodiak yang tidak cocok dengannya.

COMPOSITION/DIVISION (Asumsi bahwa satu bagian dari sesuatu harus diterapkan pada semuanya secara keseluruhan, karena setiap bagian adalah kesatuan yang sama)

Contoh: Daging kambing memiliki rasa yang aneh, berarti kari kambing yang disajikan rasanya pasti aneh. 

LOADED QUESTION (Mengajukan pertanyaan dengan praduga, sehingga tidak mungkin menjawab tanpa terlihat bersalah)

Contoh: Adi bertanya apakah Beni akhirnya bersikap jujur.

PERSONAL INCREDULITY (Menemukan sesuatu yang sulit untuk dimengerti, atau tidak paham cara kerjanya, sehingga disimpulkan sebagai tidak benar)

Contoh: Aji mengejek pekerjaan Budi mudah karena Aji tidak mengerti apa yang sebetulnya Budi kerjakan.  

NO TRUE SCOTSMAN (Membahas kemurniaan dari suatu kebiasan atau budaya sebagai upaya mengabaikan kritikan dan kelemahan pada argumen)

Contoh: Beni senang karena setelah belajar ia dapat  mengerjakan test dengan baik. Adi mengatakan bahwa Beni pintar karena rasnya.

THE GAMBLER’S FALLACY (Percaya bahwa sesuatu terjadi secara independen tanpa ada pengaruh dari luar layaknya roulette spin.)

Contoh: Budi selalu gagal dalam mengikuti test mengemudi, jika ia ikut test sekali lagi, ia akan gagal juga.

AMBIGUITY (Menggunakan arti ganda atau ambiguitas bahasa untuk mensalah artikan suatu pernyataan)

Contoh: Bunga mengatakan hal buruk yang merendahkan dengan alibi kebebasa berpendapat 

SLIPPERY SLOPE (Mengatakan bahwa jika kita kita membiarkan A untuk terjadi, z pasti akan terjadi, karena itu A tidak boleh terjadi)

Contoh: Melegalkan prostitusi berarti membiarkan tersebarnya penyakit kelamin. 

BEGGING THE QUESTION (Mempresentasikan argumen yang memutar, di mana kesimpulan sudah dinyatakan bersamaan dengan premis)

Contoh: Pembunuhan itu tidak benar, berarti kita tidak boleh memberikan hukuman mati.

BANDWAGON (Menggunakan kekuatan popularitas atau banyaknya jumlah orang yang memiliki kesamaan opini sebagai bukti validitas argumen.)

Contoh: Aji setuju bahwa Budi adalah orang yang licik karena perkataan temannya.

BANDWAGON (Mempresentasikan dua alternatif sebagai satu-satunya kemungkinan, meskipun pada kenyataannnya terdapat  lebih banyak kemungkinan yang ada)

Contoh: Beni memberi tahu Adi jika Ia tidak mendapat pekerjaan yang bagus Adi akan terlilit hutang dan tidak dapat hidup nyaman

APPEAL TO AUTHORITY (Mengatakan bahwa sesuatu yang diutarakan oleh orang  berwenang sudah pasti benar)

Contoh: Adi percaya janji yang diberikan DPR akan terjadi.

APPEAL TO NATURE (Memperdebatkan bahwa sesuatu yang ‘natural’ itu valid, dibenarkan, tak terhindar, baik atau ideal.)

Contoh: Aji percaya bahwa orang dengan penyakit kejiwaan tidak memerlukan obat karena itu tidak natural dan bisa sembuh sendirinya dengan berdoa.

AD HOMINEM  (Menyerang karakter atau sifat pribadi lawan dalam upaya merusak argumen mereka.) 

Contoh: Adi mengatakan bahwa idola Beni itu problematis karena sikapnya, Beni mengatakan Adi tidak berhak mengejek idolanya dengan wajah Adi yang seperti itu. 

MIDDLE GROUND (Membuat kompromi atau jalan tengah diantara dua poin yang ekstrim sebagai kesimpulan.)

Contoh: Ani percaya climate change, Budi tidak, sehingga menurut Bunga perubahan iklim terjadi tidak dipengaruhi oleh manusia. 

 

JQTm6gI3XgHP-65yePzZaVurtecTjOp-wJpy6qYa_i6M0t-_lUU1TSbAhjTDer20pF36-zeJtHjSH4aS0OslvTHwv7yiUs5yJm4J6GNbZs_m2JN7RULVHkNfhZjnABL8LzfgBGo

Dalam berargumen kita harus membuat pernyataan yang berdasarkan fakta dan data, namun kadang kita membuat bias, atau menyimpang pada suatu opini. Ini disebut cognitive bias, atau bias kognitif yang mempengaruhi proses kita berpikir, dan mengambil keputusan. Berikut ada penjelasan dan contoh dari bias tersebut;

Anchoring bias (percaya dengan informasi yang pertama diterima, sebelum membuat keputusan); Ani merasa tidak enak badan dan mencari simptom penyakitnya lewat internet, dan saat ke Rumah sakit Ani ragu akan diagnosa dokter karena berbeda dengan yang Ani temukan di Internet.

Availability Bias (Fokus pada apa yang sudah ditampilkan atau diketahui); Ani percaya bahwa semua laki-laki itu bajingan karena drama yang ia tonton.

Bandwagon effect (pemikiran kelompok, mengikuti suara mayoritas, tekanan sosial); semua orang tidak menyukai Budi sehingga Aji selalu menjauh saat Budi berbicara

Choice supportive bias (percaya bahwa yang sudah dipilih lebih baik dari pilihan lain yang sama); Menurut Adi mobil bekas yang baru Ia beli bagus meski beberapa kali mogok dan AC nya tidak berjalan dengan baik

Confirmation bias (hanya mencari bukti dan fakta terkait pilihan yang sudah dibuat, tidak melihat dengan lensa objektif); Bunga mendengar bahwa minuman kolagen memiliki banyak dampak positif dan terus membaca artikel serupa. 

Ostrich bias (merasionalisasi atau membiarkan informasi negatif); Beni mengabaikan saran temannya tentang tidur secukupnya karena Beni merasa paling produktif saat lelah

Outcome bias (menilai baik buruknya sesuatu berdasarkan dampak yang diterima, bukan dari berbagai factor); Budi percaya bahwa dia dapat mengemudi dengan baik meski mabuk karena kemarin ia dapat pulang dengan aman

Overconfidence (berhenti membuat keputusan berdasarkan fakta karena keberhasilan yang sudah dibuat); Ani selalu mendapat nilai paling tinggi di ujian sehingga ia berhenti belajar karena yakin dengan kemampuannya. 

Placebo effect (percaya bahwa hal keyakinan dapat meningkatkan keberhasilan, melakukan sesuatu dapat mendorong hal lain terjadi ?); Adi menerima kabar bahwa makanan kantin rasanya enak, sehingga saat makan di kantin Adi otomatis berpikir bahwa makanan di kantin enak

Survivorship bias (hanya menilai sesuatu berdasarkan hasil positif yang ada, hingga kadang ada korelasi yang tidak sesuai); Aji memutuskan berhenti bekerja di kantornya dan mengejar mimpinya menjadi penari mengikuti idolanya

Selective perception (mencari dan memilah informasi yang hanya ingin didengar ostrich+confirmation bias); Bunga ingin membeli skincare dari brand tertentu sehingga ia sibuk meriset bahan dan testimoni dari brand itu saja.

Blindspot bias (merasa bahwa lebih objektif/tidak memiliki bias dibanding yang lain); Beni melihat temannya bias memilih kelompok, tanpa disadari Beni menjadi bias memilih teman kelompoknya dalam upaya membuktikan dirinya objektif

 

Kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan!

 

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Votes: 0
Email me when people reply –