Filipina

Filipina

Perjalanan berikutnya kita menuju negara sebelah utara Indonesia, di atas pulau Sulawesi, Filipina.

Seperti Indonesia, Filipina juga merupakan negara kepulauan tetapi lebih kecil dan hanya memiliki sedikit lebih dari 170 suku dan budaya. Dari beberapa suku itu saya kebetulan banyak mempunyai teman dari suku Ilocano dan Visayan ketika mendapat kesempatan selama bertahun-tahun bekerja bersama mereka. Ada penelitian mengatakan dalam sejarah mereka bahwa nenek moyang mereka berasal dari berbagai tempat seperti daratan China, Austronesia termasuk Indonesia. Tidak heran banyak kata-kata dalam Bahasa Ilocano yang mirip bahkan sama dengan Bahasa Indonesia.

Kuliner Filipina sangat dipengaruhi budaya Spanyol yang pernah menjajah mereka, Austronesia (Malaysia dan Indonesia), India dan China bagian selatan.

Makanan yang populer misalnya Adobo yaitu daging yang dimasak dengan kecap, bawang putih dan cuka hingga agak mengering, Longganisa (sosis Filipina), Dinuguan yang mirip dengan tinorangsak ala manado (daging dimasak dengan darah), Sinigang (seafood dengan kuah asam, juga mirip dengan di manado, Ikang kuah Asam) dan sebagainya.

Teman-teman pernah menyicipi makanan Filipina? Jika pernah, bagi bagi pengalaman ya biar seru!

Selama berinteraksi dengan teman-teman dari Filipina, saya berusaha mencoba makanan mereka dari mulai Lechon, Kare-kare, Sinigang, Dinuguan, dinarderaan, bahkan pinapaitan. Yang terakhir adalah sup atau soto yang isinya jerohan sapi seperti babat, daging tetelan, limpa dan sebagainya, uniknya soto ini ditambah dengan cairan empedu sehingga baunya sangat khas dan ada rasa pahit. Bagi mereka yang mudah mual dan perutnya tidak tahan, sebaiknya jangan pernah mencoba sebab baunya seperti bau  err… kotoran! Atau berminat mencoba balut? Ini adalah telur ayam yang sudah ada embrionya, terus terang, saya tidak pernah tertarik untuk mencoba! Ha ha ha.

Resep yang akan ditampilkan kali ini adalah yang termudah, yaitu Chicken Adobo! Makanan ini memiliki nama yang mirip dengan makanan Spanyol/Mexico dengan nama yang sama tetapi bumbu dan cara memasaknya jauh berbeda. Adobo gaya Filipina lebih mirip dengan masak kecap tetapi memiliki cita rasa asin, beraroma bawang putih dan lada hitam serta ditambah rasa asam dari cuka. Ini enak sekali dan bisa dijadikan salah satu pilihan seandainya bosan dengan semur ayam atau ayam kecap yang manis.

 

Selamat mencoba!

 6325174871?profile=RESIZE_584x

Bahan-bahan:

 

1 kg Paha ayam

4 Sdm cuka masak

4 Sdm Kecap asin

2 Bawang putih

½ sdt Lada hitam utuh

2 daun salam atau bay Leaves

 

Cara membuat:

 

  1. Campurkan semua bahan dalam sebuah panci, aduk rata dan diamkan selama 1 hingga 3 jam.
  2. Masak dengan api besar hingga ayam mulai pucat sambil diaduk-aduk, lalu kecilkan api dan masak terus selama 30 menit, tutup . Aduk aduk sesekali.
  3. Buka tutup panci dan masak sambil sesekali diaduk hingga kuah mengental dan ayam empuk, sekitar 20 menit.
  4. Sajikan.

 

 

 

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Email me when people reply –

Replies

  • Ini resepnya tanpa kecap manis, Jo? Warnanya kok bisa coklat begitu ya? 

    • Pake kecap asin Ti, cuma memang kecap asin Indonesia encer ya. Biasa pake kecap asin yang "premium" seperti Kikoman yang lebih gelap dan tidak terlalu encer seperti kecap asinnya ABC. Adobo ini memang asin dan agak asam dengan aroma bawang putih. Kadang ada yang pake jahe juga. Warna memang mirip ayam kecap/semurnya Indoensia yang pake kecap manis. Enak kok buat variasi kalo suka makanan yang asin.

This reply was deleted.