TOGA atau biasa dikenal sebagai tanaman obat keluarga adalah sebuah tanaman yang salah satu, atau beberapa bagiannya bermanfaat atau memiliki khasiat untuk melakukan penyembuhan. Indonesia, dengan iklimnya yang tropis ini, mempunyai ikatan yang cukup kuat dengan TOGA, sejak para leluhur kita. Sekarang, keberadaannya sedikit demi sedikit mulai tergantikan karena maraknya produk luar negeri yang masuk, juga maraknya obat modern yang ada di apotek-apotek terdekat.

Berbicara mengenai TOGA, tentu saja kita tidak asing dengan tanaman bernama serai (biasa disebut sereh). Tanaman berbentuk stick dan memiliki aroma yang unik ini kerap kita temukan dalam berbagai olahan makanan, atau minuman. Bentuknya yang unik menjadi ciri khas tersendiri serai di antara tanaman obat lainnya. Tetapi selain kita mengetahui bentuk dari serai itu sendiri,  kita juga perlu tahu mengenai sejarah dari tanaman ini. Apa aja sih kandungan yang ada di dalam tanaman ini, dan apa saja khasiatnya?

Serai, atau tanaman dengan nama ilmiah Cymbopogon citratus ini adalah tanaman yang dipercaya berasal dari Sri Lanka. Di Indonesia, seringkali kita menemukan serai dalam dunia kuliner, dan sekarang kita bisa menemukannya dalam bentuk minyak. Dari berbagai bentuk olahan tersebut, serai sendiri memiliki khasiat antara lain: 

  1.  Dapat meringankan radang tenggorokan dan sakit tenggorokan.
  2. Dapat mengurangi demam tinggi.
  3. Dapat menyembuhkan luka luar dari bakteri dan jamur.
  4. Kaya antioksidan, untuk detoks.
  5. Mengobati sembelit dan gastroenteritis.
  6. Mengandung zat bersifat antidepresan, sehingga dapat meningkatkan suasana hati. 
  7. Mengandung vitamin A untuk mencerahkan kulit

Dari khasiat-khasiat tersebut, maka sudah jelas bahwa serai dapat dikategorikan sebagai tanaman obat.

Dari khasiat-khasiat yang sudah disebutkan di atas,  dapat disimpulkan bahwa tanaman serai ini dapat berguna untuk mencegah berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah penyakit  yang sedang hangat diperbincangkan akhir- akhir ini, Covid-19. Sedang hangat juga diperbincangkan campuran dari serai dan jahe yang direbus, dapat menangkal virus corona. Tetapi, tanaman ini tentunya bukanlah obat penangkal virus corona, tetapi serai dengan antioksidan dan sifat anti jamurnya, dapat meminimalisir risiko kita dari terinfeksi virus corona. Tak hanya serai, rempah rempah lain seperti jahe, kencur, dan temulawak juga dapat menguatkan imun tubuh kita. Akan tetapi, air rebusan jahe dan serai ini tidak aman dikonsumsi semua orang, berikut adalah daftar orang yang tidak aman meminum air rebusan serai dan jahe:

 

  1. Orang dengan gangguan darah
    Jahe mencegah pembekuan darah, sehingga bagi orang yang memiliki gangguan darah, akan terasa cukup sulit.
  2. Orang dengan batu empedu
    Jahe merangsang produksi empedu, sehingga tidak dianjurkan bagi yang memiliki batu empedu
  3. Orang dengan Ulkus atau IBD
    Jahe segar dapat berpotensi untuk menyumbat usus, sehingga bagi para penderita Ulkus atau IBD, tidak dianjurkan.
  4. Orang yang akan melakukan operasi
    Jika dikonsumsi sebelum operasi, jahe berpotensi mengakibatkan pendarahan internal. Tetapi biasanya, para ahli menyarankan kita untuk meminum ramuan jahe kira kira 2 minggu sebelum operasi.
  5. Wanita hamil
    Ramuan ini cukup berbahaya bagi para wanita hamil karena dapat menyerap zat zat yang ada di dalam tubuh, selain itu, ramuan ini juga dapat menyebabkan kontraksi uterus.

    Beralih kembali menuju keberadaan serai di Indonesia. Dengan kondisi negara yang tropis, kita dapat menemukan serai dengan mudah. Dalam berbagai jenis, seperti serai pada sambal matah, serai pada teh serai, hingga minyak serai yang biasa digunakan masyarakat untuk mengusir nyamuk. Itu menunjukan bahwa tanah Indonesia cukup ideal untuk menumbuhkan tanaman yang berbentuk panjang ini. Karena, untuk menumbuhkan tanaman ini dengan baik diperlukan kondisi geologis yang ideal dan tidak dimiliki oleh semua negara. Apa saja syarat untuk serai bisa tumbuh dengan baik? Berikut adalah kondisi geologis yang ideal untuk serai tumbuh.

 

  1. Suhu yang lembab
    Iklim yang lembab mempermudah daun dari serai untuk tumbuh optimal
  2. Lahan yang subur
    Seperti tanaman pada umumnya, diperlukan tanah yang subur agar tanaman bisa berfotosintesis dengan baik.
  3. Cuaca yang mendukung

Serai tidak bisa bertahan dalam kondisi cuaca ekstrim yang berkepanjangan. Oleh sebab itulah negara tropis menjadi ideal bagi pertumbuhan serai.

  1. Suhu yang ideal
    22-32 derajat celcius adalah suhu yang ideal bagi pertumbuhan serai. Terlebih dari itu, serai masih bisa tumbuh namun tidak optimal.
  2. Tanah tidak terlalu tinggi di atas permukaan laut
    Tanah untuk menanam serai ada di kisaran 200 - 1000 mdpl. 250 mdpl merupakan titik ideal untuk serai tumbuh.

 

Nah, hal - hal tersebutlah yang dapat membuat serai tumbuh optimal. Di luar syarat syarat tersebut, kemungkinan untuk serai tumbuh masih ada, akan tetapi tidak akan optimal.

 

Lalu, apa sih yang bisa kita lakukan jika ingin memperoleh serai, tapi malas ke pasar? Tentu saja kita bisa menanamnya. Metode ini memang cukup panjang, namun mudah. Ada dua kondisi, jika kita memiliki batang serai yang sudah tumbuh akar, kita bisa saja langsung menanamnya di media tanah. Akan tetapi, jika serai yang kita miliki tidak memiliki akar, maka kita harus menumbuhkannya terlebih dahulu. Langkah menumbuhkan akar ini sebenarnya cukup penting, namun bisa dilewat. Akan tetapi, kemungkinan keberhasilan dari serai yang tidak memiliki akar jauh lebih kecil dan berpotensi gagal.

 

Mari kita langsung menuju metode penumbuhan akar. Penanaman pada media ini akan membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu. Untuk memulainya, silakan ikuti langkah langkah berikut ini: 

 

  1. Tuangkan air ke dalam gelas sebanyak ¼ gelas.
  2. Masukkan batang serai ke dalam gelas. Pastikan batang serai tegak lurus atau tidak terlalu miring
  3. Pastikan bagian yang terendam adalah bagian bawah yang keras. Jangan sampai terbalik karena tidak akan ada gunanya.
  4. Pastikan bagian bongkol terendam semua oleh air.
  5. Jangan biarkan air terlalu banyak agar pertumbuhan bisa lebih sempurna
  6. Letakkan serai di tempat yang terkena sinar matahari, seperti di jendela rumah
  7. Jika daunnya sudah mulai panjang, artinya akar maupun tunas serai sudah mulai tumbuh.

 

Setelah akar tumbuh, kita bisa langsung memindahkannya ke media tanam lain yaitu media tanam tanah. Ini akan menjadi media tanam serai dengan jangka waktu yang lebih lama, sekitar 8 bulan. Untuk memulainya, mari kita ikuti cara berikut ini: 

 

  1. Siapkan media tanam
  2. Ambil serai yang sudah memiliki akar. 
  3. Campurkan dalam suatu wadah terpisah tanah, pupuk, dan sekam padi. Perbandingan ketiganya adalah 2:1:1.
  4. Setelah diaduk merata, masukan tanah tersebut ke dalam pot
  5. Buat lubang di bagian tengahnya dengan kedalaman +/- 10 cm
  6. Tancapkan bibit serai ke dalam lubang tersebut. Posisikan akar di bawah. 
  7. Setelah ditancapkan, atur posisi batang serai agar tidak miring, bengkok, apalagi terbalik. Usahakan serai ditancapkan tegak lurus.
  8. Tutupi bagian yang kosong dengan tanah, lalu padatkan. 
  9. Siram air secukupnya.

 

Setelah semua siap, tahap paling penting dari menanam serai  adalah merawatnya. Tanaman ini memerlukan perawatannya yang “susah susah gampang”. Idealnya, tanaman ini perlu disiram dua kali dalam sehari dan ditaruh di tempat yang memiliki sinar matahari cukup. Selain air, untuk menunjang pertumbuhan tanaman ini diperlukan pupuk yang cukup. Pemupukan ini dapat dilakukan pada minggu 4,8, dan 16. Nah, jika kedua langkah tersebut sudah dilakukan, kita tinggal menunggu hingga waktu panen. Sambil juga memastikan apakah ada parasit, atau daun daun yang sudah tua.

Jika waktu panen sudah tiba (kurang lebih 8-10 bulan), cabutlah beberapa rimpang umbi sampai batangnya. Lalu, pada bagian yang tersisa, ikatlah dengan tali bambu atau karet. Teruslah mengecek parasit secara berkala, jika ada daun yang tumbuh terlalu panjang juga bisa digunting, namun jangan sampai mencabut serai secara keseluruhan. Pencabutan rimpang umbi ini bisa dilakukan secara berkala agar bisa meningkatkan produksi umbi.

Setelah kita panen, maka kita harus mengolahnya. Akan percuma jika kita sudah merawat dan menanamnya secara susah payah, namun tidak digunakan dengan baik, apalagi jika tidak digunakan sama sekali. Maka, berikut adalah beberapa alternatif jika kamu ingin mengolah serai di rumah.

 

  1. Dibuat minuman

Minuman adalah salah satu olahan serai yang paling populer, selain karena wanginya yang khas, rasa yang dihasilkan oleh rebusan serai juga memiliki kesan tersendiri. Ada beberapa jenis minuman seperti teh serai, limun serai, wedang serai, dan lain sebagainya.

 

  1. Diolah menjadi komponen makanan

Ada banyak sekali makanan yang menggunakan serai sebagai bahannya. Ada makanan yang hanya menggunakan serai sebagai pelengkap seperti rawon, gulai, dan lain lain. Namun, ada juga  yang men-highlight serai sebagai ciri khas utama seperti nasi goreng serai, sambal serai, dan beberapa masakan lainnya.

 

  1. Minyak

Untuk membuat minyak serai, diperlukan waktu yang lebih banyak dibandingkan olahan lainnya. Awalnya, daun serai perlu dijemur kurang lebih sekitar 3-4 jam. Setelah itu daun harus disuling menggunakan alat suling. Untuk satu ton daun, maka diperlukan waktu sekitar 5 jam untuk penyulingannya. Walaupun metode yang digunakan cukup rumit, namun kegunaan dari minyak serai ini juga cukup banyak. Kita bisa mengolesi di tubuh agar terhindar  dari berbagai serangga, atau kita bisa menghirupnya melalui diffuser, atau juga menelannya secara langsung maupun dengan campuran lainnya.

 

  1. Dijadikan obat modern
    Untuk opsi yang terakhir ini, sebenarnya jarang sekali ditemui. Menurut riset yang saya lakukan pun sangat sedikit bahkan hampir tidak ada obat modern dengan kandungan serai di dalamnya. Namun, dapat ditemukan ada yang menjual pil yang mengandung serai di dalamnya. Menurut penjualnya, pil ini dapat menyembuhkan luka dan mencegah bakteri. Tetapi belum ada studi lebih lanjut mengenai obat modern yang mengandung serai.

Yap, begitulah perjalanan serai yang biasanya kita lihat hingga akhirnya kita konsumsi. Tidak mudah, namun tidak rumit juga untuk menanam tanaman obat keluarga ini. Diperlukan konsistensi dan ketekunan dalam merawat tanaman ini hingga tumbuh besar. Tetapi, menanam ini memiliki cukup banyak keunggulan. Jika kita menanam sendiri bahan - bahan yang ada di rumah, maka kualitasnya pun lebih terjamin karena kita ikut ‘mengawasi’ pertumbuhan tanaman tersebut. Dengan menanam sendiri juga, kita juga bisa lebih menghargai kerja para petani yang selama ini menanamkan tanaman ini untuk kita. 


___________________________________________________________________________

Daftar Pustaka:

https://www.neliti.com/id/publications/151652/pemanfaatan-minyak-sereh-menjadi-bermacam-macam-produk

 

https://www.neliti.com/id/publications/286686/uji-efektivitas-ekstrak-serai-dapur-cymbopogon-citratus-sebagai-larvasida-larva

 

https://www.neliti.com/id/publications/151652/pemanfaatan-minyak-sereh-menjadi-bermacam-macam-produk

https://www.99.co/blog/indonesia/cara-menanam-serai/#:~:text=Waktu%20tumbuhnya%20serai%20akan%20memakan,akar%20pun%20akan%20semakin%20tumbuh



http://bppp.kemendag.go.id/media_content/2017/12/Isi_BRIK_Tanaman_Obat.pdf

 

https://www.99.co/blog/indonesia/cara-membuat-minyak-sereh/






 

Ignatius Evan