Penulis: Janardana Anargha Syarief

 

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah tumbuhan yang memiliki khasiat untuk pengobatan Senyawa aktif sebagai produk sampingan dari aktivitas metabolisme tumbuhan (metabolit sekunder). Digunakan dalam kondisi stres, bentuk pertahanan terhadap pemangsa atau alelopati. Pengetahuan tentang tumbuhan obat merupakan hasil interaksi masyarakat dan tumbuhan selama ratusan tahun dan turun temurun. TOGA ini bisa digunakan untuk pertolongan obat yang paling mudah untuk dicari, karena kita tidak perlu untuk mencari obat, karena kita sudah memiliki tanaman tersebut. TOGA ini bisa dibilang tanaman obat karena tanaman tersebut memiliki kandungan yang bisa menyembuhkan suatu penyakit tertentu dalam tubuh manusia.

 

TOGA dan obat modern adalah hal yang berbeda. Sebagian besar obat-obatan modern bersumber dari tumbuhan obat.  Dosis tanaman obat sangat rendah dan campuran berbagai senyawa aktif. Selain itu, Tanaman obat juga masih belum terstandarisasi, dalam arti bisa terbukti menyembuhkan sebuah penyakit dengan cara yang langsung. Biasanya, obat-obatan modern memiliki campuran bahan kimia buatan, melainkan TOGA ini merupakan obat yang herbal seutuhnya, dari tanaman tanpa campuran kimia. Lalu, TOGA juga dapat difungsikan sebagai penguat tubuh, antioksidan, dan banyak fungsinya. Melainkan obat modern yang biasanya berfungsi untuk menyembuhkan dan menghilangkan penyakit dari tubuh manusia atau makhluk hidup. TOGA dan minuman herbal juga memiliki perbedaan. TOGA ini biasanya memiliki kandungan yang menyembuhkan, sedangkan kalau minuman herbal itu merupakan sebuah minuman untuk menangkal penyakit, walaupun ada yang bisa juga menyembuhkan.

 

Dari banyak pilihan TOGA, saya memilih  mint, karena mint adalah tanaman yang menurut saya sangat fungsional di masa pandemi ini. Mint memiliki zat antioksidan, yang dapat menaikkan daya tahan tubuh manusia dengan baik, sehingga resiko penularan virus ini semakin kecil. Selain itu, mint juga memiliki fungsi yang dapat membantu saya. Contohnya adalah fungsinya yang dapat menyegarkan pernapasan, dan saya adalah penderita asma, sehingga pernapasan terasa lebih lancar. Fungsinya sebagai penenang juga menjadi suatu alasan saya memilih mint. Saya seringkali membuat minuman teh peppermin yang rasanya sangat enak dan menyegarkan, ditambah bantuan aromanya yang membuat pernapasan lebih lancar dan merilekskan pikiran saya. Salah satu alasan saya menanam mint adalah kandungannya yang memiliki jumlah yang cukup untuk mengekstrak minyak atsiri tanaman yang berguna untuk banyak tujuan. Tanaman ini diminati tidak hanya sebagai penyedap masakan, tetapi juga sebagai bahan dari produk perawatan pribadi, seperti perawatan kulit, sabun, sampo dan pasta gigi. Mint juga pernah digunakan sebagai bahan parfum, namun tidak terlalu diminati banyak orang. Selain itu, mint juga dapat dijadikan aroma pengharum ruangan.

 

Mint atau mentha termasuk dalam famili Lamiaceae, yang mengandung sekitar 15 hingga 20 spesies tumbuhan, termasuk peppermint dan spearmint. Ini adalah ramuan populer yang bisa digunakan orang dengan cara langsung atau dikeringkan di banyak hidangan. Mint berbentuk seperti daun kecil berserat yang berbentuk lonjong. Mint tumbuh di tanah, dan berbatang lunak. 

 

Nama mint berasal dari mitologi Yunani merupakan karena terjadinya cinta segitiga. Seperti dalam kebanyakan mitologi Yunani, ada banyak sekali versi cerita yang berbeda. Salah satu cerita yang paling populer mengatakan bahwa Hades merayu nimfa, Minthe, dan istrinya, Persephone, yang marah karena cemburu kemudian mengubah mint menjadi tanaman yang terus dilangkahi orang. Marah karena gangguan istrinya, Hades memberi tanaman itu nama mint, jadi setiap kali tanaman itu dihancurkan di bawah kaki, mint akan mengeluarkan aroma yang indah. Hades berharap dengan melakukan ini, orang-orang akan mengingat Minthe dan mengingat betapa cantik dan penuh kehidupannya dulu. Persephone sangat marah atas perusakan suaminya, karena kehadiran mint akan selamanya berada di udara sebagai pengingat akan kehadirannya. 

Selain orang Yunani, orang Romawi juga menanam mint di kebun mereka, untuk tujuan pengobatan. Terutama sebagai alat bantu pencernaan. Mereka juga menggunakan mint sebagai penutup tanah, terutama di antara jalur batu loncatan. Mereka menggunakan aroma wangi yang dihasilkan mint, untuk menyambut tamu saat memasuki rumah atau halaman mereka.

 

Secara ilmiah, pertumbuhan komersial pertama peppermint (mentha piperita) di Amerika Serikat dimulai pada tahun 1790 di negara bagian Massachusetts. Mereka digunakan untuk mengatasi Gangguan Pencernaan dan Mual. Seiring jalannya waktu,  peppermint semakin populer dari sekadar alat bantu dan obat untuk menyembuhkan penyakit dalam sistem pencernaan manusia, meskipun masih digunakan dan diprioritaskan untuk tujuan itu. Teh peppermint adalah salah cara mengkonsumsi daun mint. Kegunaan lain dari peppermint adalah untuk menghasilkan penyedap rasa. Perasa peppermint digunakan dalam permen, obat-obatan, dan produk higienis. Seperti permen, permen karet, sirup batuk, liqueur, obat kumur, salep, sampo, sabun dan pasta gigi.  

Minyak peppermint mengandung mentol yang merupakan antiseptik dan anestesi. Mengunyah beberapa daun peppermint dianggap dapat meredakan sakit gigi. Penderita gangguan pencernaan, pilek, dan flu dapat meredakan sakitnya dengan minum teh peppermint. Namun, teh peppermint dapat menyebabkan insomnia dan oleh karena itu sebaiknya dihindari pada malam hari. Mint juga bisa digunakan untuk mengatasi bau mulut, perut kembung, sakit kepala, mulas dan cegukan. Selain itu, tanaman ini terkenal karena kemampuannya untuk mengendurkan otot, meredakan gangguan pencernaan, dan berfungsi dengan baik sebagai dekongestan ringan saat anda semua pengap dan tidak bisa bernapas.  

Tidak semua mint baik untuk digunakan.  Di taman, tanaman mint menarik serangga yang bermanfaat dan mengusir hama, termasuk kutu, nyamuk, dan tikus. Selain itu, mint juga di aromaterapi mint digunakan untuk menghilangkan stres dan meningkatkan kewaspadaan.  Beberapa penerbangan di sebuah maskapai penerbangan kecil, saat persiapan pendaratan dimulai, kabin diharumkan aroma mint yang menyegarkan.  Seperti sesama penumpang, orang akan merasa tenang.  Mint memiliki efek serupa di kebun, di mana tangkai yang hancur menjadi aromaterapi. Mint berfungsi untuk melonggarkan rongga hidung sehingga manusia dapat bernapas lebih mudah. Tanaman mint mengandung zat antioksidan dan anti-inflamasi yang disebut asam rosmarinic. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa asam rosmarinic mengurangi gejala asma jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menerima suplemen. Keluarga tanaman mint menyediakan berbagai senyawa tanaman yang memiliki efek anti-alergi, menurut ulasan 2019 yang diterbitkan di Frontiers in Farmakologi. Ada sangat sedikit penelitian tentang efek mint makanan pada gejala alergi.

Mint merupakan sebuah tanaman obat yang cukup mudah untuk ditanam. Pertama, kita siapkan pot untuk media tanamnya. Lalu, isikan pot dengan tanah yang cukup dan campurkan dengan sedikit pupuk agar tanaman mint tersebut tumbuh dengan baik. Kemudian, kita perlu buat sebuah lubang kecil di tanah, untuk memasukkan benih tanaman mint.  Setelah itu, taruh benih ke dalam lubang tersebut, lalu tutup lagi dengan tanah. Terakhir, siram pot tersebut dengan air yang cukup, agar benih dapat memicu untuk berkecambah. Mint akan lebih baik jika ditanam di  tanah yang subur yang dikeringkan dengan baik di tempat teduh di mana akarnya akan tetap lembab tetapi tidak pernah tergenang air. Kebanyakan tanaman mint bersifat invasif, jadi kita mungkin ingin membatasi akar mereka dengan menanam di ember tanpa dasar yang dibenamkan ke tanah. Cara lainnya bisa juga dengan tanam dalam pot dengan pengeringan bebas, kompos berbasis tanah.

Mint adalah suatu tanaman yang perlu perawatan yang baik dan intensif, dibanding beberapa tanaman obat lainnya. Kita perlu menyiram tanaman mint dengan air yang cukup: tidak seperti tanaman lain, mint membutuhkan banyak air. Kita tidak perlu menyirami sepanjang hari, namun melakukannya hanya sekali sehari atau dua kali jika perlu. Pastikan saja tanahnya selalu lembab, karena mint memerlukan air untuk bertumbuh, hidup, dan fotosintesis. Mint tidak perlu air yang banyak. Mint perlu tanah yang lembab, jangan sampai kita menyiramnya sampai menggenang. Mint juga tidak butuh disiram jika sudah dapat air hujan, hanya tanahnya tidak kering, bahkan berkerak. Selain air, tanaman mint juga memerlukan sinar matahari. Daun mint akan bertumbuh dengan baik di bawah sinar matahari penuh, selama tanah tetap lembab, tetapi juga tumbuh subur di tempat yang teduh. Akan sempurna jika mint tumbuh dengan terkena cahaya matahari, namun berada di suhu yang dingin, tepatnya dibawah 28 derajat celcius. 

Mint memiliki banyak cara untuk dipakai sebagai tanaman obat. Mint dapat dimasukkan ke dalam sebuah hidangan, yang berfungsi untuk menambah rasa dan pemberi nutrisi vitamin. Selain itu, mint juga dapat direbus, dan dikonsumsi rebusannya, jika ingin merasakan mint saja. Rebusan tersebut berfungsi untuk melegakan pikiran dan memiliki nutrisi untuk menjaga daya tahan tubuh. Mint juga bisa digunakan dengan cara diseduh ke dalam teh, yang berfungsi untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan. Namun, teh mint tidak baik jika diminum pada malam hari, karena dapat memicu sel kanker. 

 

Penting sekali kita memiliki tanaman obat sendiri di kebun kita. Tanaman obat dapat digunakan saat di suatu waktu, terjadi sebuah musibah terhadap anggota keluarga, mungkin salah satu tanaman obat yang kita miliki bisa menjadi pertolongan pertama dari penyakit yang dialami. Tanaman obat juga tidak terlalu sulit untuk ditanam, sehingga semua orang pasti bisa menanamnya, walaupun hanya 1 atau 2 jenis. Tanaman obat juga bisa menjadi konsumsi bagi pemiliknya, yang memiliki fungsi tertentu, mau itu penyedap, pewarna, kosmetik alami, bahkan obat. Itulah mengapa memiliki tanaman obat keluarga di rumah itu dianjurkan.

Karena penting, saya akan menanam tanaman TOGA di rumahku. Seperti tulisan saya, saya akan menanam mint sebagai jenis tanaman yang kutanam. Saya akan menanam mint, dari benih sampai menjadi mint yang pindah ke pot besar. Dari proses pembenihan sampai bisa dipanen, saya akan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Saya  harap 2 bulan ke depan proses penanaman saya bisa berjalan dengan baik. 

 

Demikian tulisan saya mengenai mint, semoga tulisan ini dapat bermanfaat kepada para pembaca. Tulisan ini saya tujukan agar pembaca bisa merasa bahwa menanam tanaman obat itu sangat dianjurkan, seperti yang sudah saya tulis pada tulisan di atas. Semoga, proyek kali ini juga berjalan dengan lancar, semoga juga para pembaca bisa menikmati tulisan saya.



Sumber dan daftar Pustaka:

-  David W. Lange. 2006. History Of The United States Mint and Its Coinage. Amerika

-  Pamela Donald. 1991. 501 gardening tips. Inggris: Piatkus Books.

-  lifestyle.kompas.com. 10 tanaman obat populer yang bisa ditanam sendiri. Dari https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/13/180658420/10-tanaman-obat-populer-yang-bisa-ditanam-sendiri?page=all

www.neliti.com. Isolasi dan karakterisasi terhadap minyak mint dari daun mentha arvensis segar. Dari

https://www.neliti.com/id/publications/246360/isolasi-dan-karakterisasi-terhadap-minyak-mint-dari-daun-mentha-arvensis-segar-h

Narasumber:

  • Ibu Reni
  • Pak Joey
  • Pak Angga Dwiartama