By Nibrasakhi Almer

 

TOGA merupakan suatu tanaman yang dapat dibudidayakan di rumah dan mengandung senyawa aktif yang bermanfaat dan memiliki khasiat bagi tubuh kita. Kata TOGA sendiri merupakan singkatan dari Tanaman Obat Keluarga. TOGA dapat ditanam di tanah, seperti halaman rumah, pot, atau lahan lainnya. Beberapa contoh TOGA adalah Serai atau Cymbopogon Citratus, Jahe atau Zingiber Officinale, dan Lidah Buaya atau Aloe vera.

 

Perbedaan TOGA dan obat-obatan modern ada banyak. Yang pertama, efek samping dari penggunaan tanaman obat lebih sedikit dari obat-obatan modern. Kemudian, fungsi tanaman obat dan obat-obatan modern juga berbeda. Penggunaan tanaman obat lebih untuk pengobatan, menjaga kesehatan, serta pencegahan penyakit. Sedangkan, obat-obatan modern digunakan untuk pengobatan yang akurat, presisi, dan dengan sedikit margin of error. Obat-obatan dari tanaman obat juga sudah dipakai secara turun temurun. Persamaan dari obat yang berasal dari tanaman obat dan obat-obatan modern adalah keduanya harus terdaftar resmi di BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia) bila ingin dipasarkan, namun tak perlu untuk pemakaian sendiri.

 

Di kesempatan ini, penulis akan membahas salah satu tanaman obat yang penulis pilih, yaitu Aloe vera atau yang lebih sering dikenal sebagai Lidah Buaya. Penulis akan membahas tanaman itu mulai dari apa itu Lidah Buaya, penamaan ilmiah, sejarah tanaman Lidah Buaya, penyebaran tanaman Lidah Buaya, karakteristik fisik Lidah Buaya, manfaat tanaman ini bagi tubuh kita, cara konsumsi Lidah Buaya, dan juga cara menanamnya.

 

Lidah Buaya merupakan spesies Eukariotik dan merupakan sejenis spesies tanaman sukulen. Lidah buaya memiliki nama ilmiah Aloe vera dan termasuk kepada genus Aloe. Tanaman ini dikembang biakkan untuk digunakan sebagai obat-obatan, namun dapat digunakan juga sebagai tanaman hias. Penggunaan tanaman ini ada banyak, seperti sebagai minuman, untuk produk kecantikan, dan hal lainnya. Lidah Buaya berasal dari Semenanjung Arab, namun dapat berkembang di daerah tropis dan subtropis. 

 

Lidah Buaya merupakan salah satu tanaman paling tua yang pernah disebutkan karena kemampuan medisnya serta manfaatnya pada kesehatan tubuh. Tanaman Lidah Buaya sudah disebutkan di teks China Kuno pada sekitar tahun 3000 sebelum masehi.  Tanaman ini sudah digunakan sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu. Bangsa Mesir Kuno dan China dahulu sering menggunakan Lidah Buaya untuk mengobati luka, kulit yang terbakar, dan juga meredakan demam. Dalam kebudayaan Arab, tanaman ini disebut sebagai “Flower of the Desert” atau bunga yang berasal dari gurun. Mereka juga yang pertama kali menjual belikan tanaman ini di Timur Tengah. Orang Indian Jivaro juga menyebut tanaman ini sebagai “Doctor of the Sky” atau doktor dari langit dan “dan “Fountain of Youth” atau air mancur awet muda. Mereka juga menganggap tanaman ini sesuatu yang suci. Dikatakan juga bahwa dahulu Aristoteles sempat membujuk Aleksander Agung untuk menjajah dan mengambil alih kepulauan Socotra untuk tempat penanaman Lidah Buaya yang nantinya dapat mengobati para prajuritnya. Tanaman ini juga sempat digunakan pada akhir Perang Dunia 2 untuk mengobati korban luka bakar di Hiroshima dan Nagasaki akibat ledakan bom atom oleh Amerika Serikat. Pada tahun 1968, ditemukan cara untuk menstabilkan gel Lidah Buaya, yang memungkinkannya untuk didistribusikan ke seluruh dunia. Saat ini, Lidah Buaya banyak digunakan sebagai obat-obatan alami serta produk kecantikan dan perawatan kulit.

 

Lidah Buaya merupakan tanaman asli Jazirah Arab, namun tanaman ini telah dibudidayakan manusia di seluruh dunia. Tanaman ini dapat tumbuh di tempat yang sedikit kering, seperti benua Afrika, Asia, Australia, dan Amerika. Lidah Buaya juga mulai ditanam manusia di China dan Eropa bagian selatan sejak abad ke-17. Sekarang, tumbuhan ini banyak dibudidayakan di tempat dengan iklim tropis dan subtropis, serta kawasan kering lainnya. Tempat budidaya Lidah Buaya dalam skala besar terjadi di  Australia, Bangladesh, Kuba, Republik Dominika, Tiongkok, Meksiko, India, Jamaika, Spanyol, Kenya, Tanzania, Afrika Selatan, dan juga Amerika Serikat

 

Lidah Buaya merupakan tanaman yang memiliki daun tebal dan berdaging. Daun Lidah Buaya memiliki kulit luar yang berwarna hijau atau hijau keabuan dan daging yang bening. Lidah Buaya merupakan tanaman tanpa batang atau berbatang pendek. Beberapa Lidah Buaya juga memiliki bintik-bintik putih yang terletak di daunnya. Daunnya memiliki bentuk mirip segitiga yang memanjang dan pinggiran daunnya memiliki bentuk berupa serrata atau berbentuk seperti gergaji dengan gerigi kecil. Tanaman ini biasanya tumbuh hingga ketinggian 60 cm sampai 100 cm. Tanaman ini berkembang biak secara vegetatif, lebih spesifiknya dengan tunas. Tanaman Ini juga dikenal untuk melakukan simbiosis bersama jamur yang dapat meningkatkan jumlah mineral di tanah. Lidah Buaya dapat menutup stomata pada daunnya secara rapat saat musim kemarau berlangsung untuk mengurangi kehilangan air pada daunnya. Tanaman ini juga merupakan tanaman yang cukup efisien dalam penggunaan air karena Lidah Buaya termasuk tanaman dengan jenis metabolisme CAM (Crassulacean Acid Metabolism) yang biasanya ada pada tanaman yang tumbuh di daerah minim air seperti kaktus. Pada malam hari, Lidah Buaya akan membuka stomata yang terletak di daunnya agar uap air dapat masuk ke Lidah Buaya. Karena udara pada malam hari lebih dingin daripada udara di siang hari, maka air yang berada pada tumbuhan tidak akan menguap saat Lidah Buaya membuka stomatanya. Lidah Buaya juga menghirup CO2 pada malam hari saat stomata tanaman ini terbuka.

 

Lidah Buaya merupakan tanaman yang mengandung banyak nutrisi. Lidah Buaya mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, Choline, Inositol, serta Folic Acid. Kemudian, Lidah Buaya juga mengandung beberapa ragam mineral. Diantantaranya adalah Calcium, Magnesium, Potassium, Sodium, Iron, Seng, dan juga Chromium. Beberapa jenis enzim juga terdapat di tanaman Lidah Buaya, seperti  Amylase, Catalase, Cellulose, Carboxypeptidase, Carboxycellulose, dan Bradykinase. Terakhir, Lidah Buaya mengandung berbagai jenis asam amino seperti Arginin, Asparagin, Aspartat Acid, Alanine, Serine, Glutamate, Threonine, Glycine, Phenylalanine, Histidine, dan terakhir Isoleucine. Dalam 100 gram gel Lidah Buaya, hampir seluruhnya berupa air. Air membentuk sekitar 99.5% gel Lidah Buaya. Selain air, zat lainnya yang terdapat pada Gel Lidah Buaya adalah lemak sebesar 0,067%, karbohidrat sebesar 0,043%, dan total padatan terlarut sebesar 0,49%.

 

Lidah Buaya memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat Lidah Buaya untuk tubuh kita adalah Lidah Buaya dapat menyembuhkan luka bakar. Lidah Buaya mengandung zat yang berfungsi sebagai antiradang, antioksidan, dan juga antibakteri. Gel Lidah Buaya dapat merangsang penyembuhan luka serta melembabkan kulit. Gel Lidah Buaya dapat dioleskan ke atas area kulit yang terbakar. Tak hanya itu, Gel Lidah Buaya juga dapat mengobati iritasi kulit. Lidah Buaya juga mengandung senyawa anti inflamasi yang dapat menyembuhkan iritasi kulit. Cara mengatasi iritasi kulit dengan Lidah Buaya sama dengan cara menyembuhkan luka bakar dengan Lidah Buaya, yaitu dengan mengolesi gel ke atas bagian yang mengalami iritasi, namun sebelum mengoleskan gel cari tahu dahulu apakah kita memiliki alergi terhadap Lidah Buaya atau tidak.

Kemudian, Lidah Buaya juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Banyaknya jumlah vitamin dan mineral dapat membuat sistem kekebalan tubuh kita meningkat. Daging Lidah Buaya dapat kita makan/minum agar sistem kekebalan tubuh kita meningkat. 

 

Lidah Buaya juga merupakan tumbuhan yang bermanfaat untuk kecantikan tubuh. Pertama, Lidah Buaya dapat mengatasi rambut berminyak. Rambut berminyak terjadi karena produksi minyak berlebih pada kulit kepala. Kemudian, Lidah Buaya juga dapat menguatkan rambut. Vitamin A, C, dan E pada Lidah Buaya berperan dalam menguatkan sel rambut. Cara penggunaan Lidah Buaya untuk rambut cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan gel Lidah Buaya ke rambut, kemudian tunggu beberapa menit, dan terakhir bilas gel Lidah Buaya. Lidah Buaya juga dapat membuat kulit wajah menjadi lebih lembab. Tak hanya itu, enzim pada Lidah Buaya juga dapat mencerahkan kulit. Lidah Buaya juga baik untuk mengurangi jerawat karena Lidah Buaya mengandung antimikroba dan antibakteri, serta saponin dan astringent yang bisa menghilangkan lemak berlebih di wajah. Cara menggunakan Lidah Buaya untuk wajah cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan gel Lidah Buaya ke wajah, lalu diamkan selama 15 menit, dan terakhir bilas gel dengan air.

 

Cara menanam Lidah Buaya cukup mudah. Pertama, siapkan pot dengan lubang di bawahnya dan tanah untuk kaktus. Tanah untuk kaktus dapat dibuat dengan mencampur tanah dan pasir dengan rasio 1:1. Kemudian, cari anakan Lidah Buaya di sekitar tanaman Lidah Buaya yang sudah besar dan tanam di pot yang sudah disebutkan sebelumnya. Kemudian, siram pot dengan air namun tidak hingga menggenang. Lidah Buaya jangan terlalu sering disiram. Siram tanaman bila tanah sudah cukup kering. Kemudian, letakkan pot di tempat yang banyak terkena sinar matahari. Beri juga pupuk berbahan dasar air dan mengandung banyak fosfor setahun sekali. Pindahkan tanaman yang sudah besar atau anakan Lidah Buaya yang muncul ke pot yang lebih besar agar pot tidak terlalu sesak. Bila daun terlalu tipis dan keriting, maka siram tanaman secara lebih sering. Daun yang terkulai juga menandakan tanaman butuh lebih banyak sinar matahari.

 

Lidah Buaya dapat dimanfaatkan dengan mudah. Pertama, potong daun terluar Lidah Buaya. Bila daun terlalu besar, maka daun dapat dipotong lagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Kemudian, kupas daun dan keluarkan daging menggunakan sendok atau pisau. Lidah Buaya dapat disimpan dalam tempat penyimpanan dan dapat digunakan untuk gel. Gel tersebut juga dapat dicampurkan dengan pengawet alami agar tak cepat busuk. Bila ingin dimakan, daging Lidah Buaya dapat dipotong ke bagian yang lebih kecil, kemudian cuci hingga bebas dari lendir, setelah itu rendam dalam larutan kapur sirih dan garam atau air tawas selama satu jam, dan terakhir bilas dengan air matang hingga bersih dan tiriskan. 

 

Lidah Buaya juga bermanfaat disaat pandemi ini. Sifat antiinflamasi dan antibakteri Lidah Buaya baik untuk membersihkan permukaan kulit baik dari bakteri maupun virus. Untuk membuat 1 cangkir hand sanitizer Lidah Buaya, diperlukan ¼ cangkir Lidah Buaya, ¾ cangkir isopropil alkohol, minyak esensial, serta tempat penampungan berupa botol atau semprotan. Pertama, pastikan tangan dan peralatan yang digunakan bersih. Kemudian, blender gel Lidah Buaya selama 30 agar gel menjadi cukup cair dan pastikan juga alkohol tak terlalu encer. Kemudian, campur kedua bahan dengan rata. Kedua bahan bisa dicampur pakai blender selama 15 detik. Setelah itu, pindahkan campuran tersebut ke dalam botol dan tambahkan 10-15 tetes minyak esensial. Kocok botol dan hand sanitizer pun siap dipakai. 

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Lidah Buaya merupakan tanaman obat berjenis sukulen. Lidah Buaya juga merupakan tanaman yang minim perawatan. Tanaman ini memiliki sejarah yang panjang, dimulai dari 5000 tahun yang lalu hingga sekarang. Tak hanya itu, Lidah Buaya juga memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan maupun kecantikan serta kebersihan.

 

Daftar pustaka

 

https://www.merdeka.com/sehat/30-manfaat-lidah-buaya-untuk-kesehatan-dan-kecantikan-kln.html

 

https://tuntasmaag.com/blog/tips/mengenal-perbedaan-antara-obat-tradisional-dengan-obat-modern/

 

https://www.alodokter.com/45-masyarakat-indonesia-masih-lebih-percaya-obat-herbal-dibanding-obat-modern#:~:text=Obat%20tradisional%20adalah%20bahan%20atau,sampingnya%20secara%20farmakologis%20dan%20klinis.

 

https://www.kompasiana.com/onlinetravelagencies/55207a518133114e7419f83e/membandingkan-obat-tradisional-vs-obat-modern

 

https://www.kompasiana.com/albertandi/5d7fd35d0d82305259237c42/tanaman-lidah-buaya-khatulistiwa-dengan-berbagai-mamfaat?page=all#:~:text=SEJARAH%20LIDAH%20BUAYA.,berabad%2Dabad%20dengan%20berbagai%20keperluan.&text=Pada%20tahun%201500%20SM%20bang

 

https://hot.liputan6.com/read/4212469/cara-menanam-lidah-buaya-di-rumah-dan-merawatnya-yang-benar

https://food.detik.com/info-sehat/d-2732607/olah-lidah-buaya-dengan-3-cara-ini-untuk-minuman-segar

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/cara-membuat-hand-sanitizer-dari-lidah-buaya/

 

https://plus.kapanlagi.com/manfaat-lidah-buaya-cegah-virus-corona-covid-19-bahan-hand-sanitizer-alami-dan-jaga-daya-tahan-tubuh-c9c739.html