Penulis: R.Nasywa Thalia Luvena 

 

Tanaman TOGA adalah Tanaman Obat Keluarga yang biasanya ditanam di rumah-rumah dan memiliki khasiat yang tinggi. Biasanya di rumah-rumah terdapat sebidang tanah yang ditanam tanaman TOGA untuk keluarga. Tanaman ini kemudian dapat disalurkan ke masyarakat sekitar atau dijual sebagai penghasilan. Budidaya Tanaman obat ini sudah dilakukan sejak lama. Dilakukan pertama kali oleh bangsa Mesir Kuno pada tahun 2500 sebelum masehi. Tanaman tersebut dipakai untuk menyembuhkan penyakit demam dan infeksi umum yang terjadi pada saat itu. Setelah itu, barulah negara-negara lain ikut membudidayakan tanaman obat ini, seperti Yunani Kuno, Cina, Inggris, dan Indonesia. 

 

Di zaman sekarang, obat tentunya sudah berkembang. Sudah ada obat kimia, vaksin, dan berbagai macam obat lainnya. Tetapi apakah kalian tahu bahwa tanaman obat masih dipakai sampai sekarang? Dan jika sudah ada obat kimia mengapa masih dipakai? Tanaman Obat salah satu komposisi obat kimia juga. Tidak semua obat kimia mengandung bahan-bahan kimia tentunya, pasti memiliki komposisi tanaman obatnya juga. Selain itu, masih banyak orang-orang yang lebih mempercayai tanaman obat dibanding obat kimia. Tanaman obat pun lebih murah, mudah untuk dibudidayakannya dan memiliki khasiat yang banyak. 

 

Salah satu contoh tanaman obat adalah Kumis Kucing. Kumis Kucing adalah sebuah tanaman cantik yang memiliki banyak khasiat. Selain Kumis Kucing masih banyak lagi tanaman obat lainnya. Ada Jahe, kunyit, serai, daun sirih, saffron, lengkuas, temulawak sebagai jamu dan masih banyak lagi. Tetapi kali ini, Saya akan mengulas Kumis Kucing lebih dalam. 

 

Kumis Kucing atau orthosiphon aristatus adalah tanaman obat yang memiliki batang basah dan tegak yang  berasal dari Afrika Tropis yang menyebar ke  Asia Tenggara dan wilayah tropis Australia. Tanaman ini juga dapat ditemukan di India, Tiongkok dan daerah kepulauan pasifik. Di Indonesia, tanaman kumis kucing sendiri sudah dikenal sebagai komoditas ekspor sebelum perang dunia ke II (1933-1936). Negara sasaran ekspor tanaman kumis kucing pada perang dunia ke II antara lain Belgia, Belanda, Jepang, Amerika, Spanyol, Prancis, dan Singapura. 

 

Dan tanaman ini di klasifikasikan menjadi: 

Kingdom: Plantae

Subkingdom: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

Super divisi: Spermatophyta

Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (dikotil)

Subkelas: Asteridae 

Ordo: Lamiales

Famili: Lamiaceae

Genus: Orthosiphon

Spesies: Orthosiphon Stamineus

 

Kumis Kucing ini memiliki banyak khasiat, yaitu 

Membantu mengurangi masalah pernapasan: dapat menyembuhkan penyakit asma dan batuk

Tekanan darah tinggi: Bahan kimia yang ada di dalam tanaman kumis kucing dapat membantu mengurangi tingkat tekanan darah. Beberapa orang percaya bahwa kumis kucing memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Mengatasi asma dan masalah syaraf:  Tanaman kumis kucing merupakan salah satu ramuan terbaik yang dapat mengobati napas pendek dan masalah syaraf. 

Sebagai anti jamur: kumis kucing memiliki senyawa yang dapat membantu mencegah pertumbuhan parasit dan inang asing yang hidup di tubuh. 

Menyembuhkan masalah kantung kemih: Tanaman ini dapat membersihkan traktat dan memudahkan sistem kerja kemih. 

Mengatur gula darah: Mengobati gula darah karena secara efektif mengatur kadar glukosa dan mengendalikan diabetes dengan lebih efisien.

Anti bakteri: Daun kumis kucing memiliki beberapa senyawa, seperti fenol dan asam caffeic yang dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan membunuh bakteri. Maka dari itu, obat herbal ini dapat diterapkan untuk menyembuhkan luka dan memar akibat infeksi. 

Seperti obat pada umumnya, kumis kucing juga memiliki efek samping jika dikonsumsi berkepanjangan. Mengkonsumsi kumis kucing jangka panjang dapat mengurangi kadar natrium dalam tubuh. Selain itu, wanita hamil juga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi ramuan herbal ini. 

 

Di dalam tumbuhan ini pun memiliki beberapa senyawa kimia aktif ( Orthosiphon aristatus ) seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. 

Flavonoid adalah, “golongan terbesar dari senyawa fenol yang mempunyai sifat menghambat pertumbuhan virus, bakteri dan jamur” Khunaifi (2010) menyatakan bahwa senyawa-senyawa flavonoid umumnya bersifat antioksidan. Senyawa flavonoid dan senyawa turunanya memiliki dua fungsi fisiologis yaitu sebagai bahan kimia untuk mengatasi serangan penyakit (sebagai antibakteri) dan anti virus bagi tanaman.” (https://sinta.unud.ac.id/

Alkaloid adalah, “metabolit terbanyak pada tumbuhan. Alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen sebagai gabungan dalam sistem siklik. Alkaloid bersifat racun bagi manusia dan mempunyai aktivitas fisiologis dalam bidang pengobatan. Alkaloid memiliki kemampuan sebagai anti bakteri, dengan cara mengganggu komponen penyusun peptidoglikan pada sel bakteri tersebut (Robinson, 1995). (https://sinta.unud.ac.id/

Terpenoid adalah, “Terpenoid digunakan oleh tumbuhan sebagai pelindung untuk menolak serangga dan serangan bakteri. Terpenoid juga terdapat dalam damar, kulit batang dan getah. Triterpenoid tertentu dikenal karena rasa pahitnya” (Milyasari, 2010). (https://sinta.unud.ac.id/

Saponin adalah, “Beberapa saponin bekerja sebagai antibakteri dan digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis hormon steroid. Saponin merupakan glikosida yang larut dalam air dan etanol, tetapi tidak larut dalam eter. Saponin bekerja sebagai antibakteri dengan mengganggu stabilitas membran sel bakteri sehingga menyebabkan sel bakteri lisis” (Ganiswara, 1995). (https://sinta.unud.ac.id/

 

Cara menanam dan pemeliharaan 

  • Syarat tumbuhnya kumis kucing 

Tanaman kumis biasa tumbuh dengan curah hujan yang lebih dari 3.000 mm/tahun. Dengan mendapatkan sinar matahari penuh tanpa ruangan. Jika diberi naungan maka kadar ekstrak daun akan menurun. Sedangkan untuk suhu ideal adalah panas sampai sedang. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 500-1200 mdpl. 

Tanaman kumis kucing ini dapat tumbuh dengan mudah pada tanah yang gembur, subur, banyak mengandung bahan organik dan dengan tata kelola air dan udara yang baik. Tanah latosol dan andosol sangat baik untuk budidaya dan penanaman kumis kucing. 

 

  • Teknis menanam kumis kucing 

Cara mudah dan biasa digunakan untuk budidaya atau penanaman tanaman ini adalah dengan menggunakan bibit dari perbanyakan vegetatif dan stek batang.  Bahan stek yang digunakan adalah dari tumbuhan yang normal, suur dan sehat. Cara steknya adalah dengan memilih batang yang tidak terlalu tua atau mudah dan sudah berkayu. Potonglah batang dengan menggunakan pisau tajam dan pangkas bersih. Potong batang menjadi stek dengan ukuran 15-20 cm dan berbuku 2-3. Buang sebagian daun agar penguapan air berkurang. 

 

Stek dapat langsung ditanam di lahan produksi atau ditanam terlebih dahulu di persemaian. Untuk perawatannya dengan melakukan penyiraman sebanyak 1-2 kali sehari penyiraman tergantung pada cuaca dan hujan terjadi. Beri sedikit naungan pada stek dengan menggunakan plastik transparan, jerami atau dedaunan kering. Setelah menjadi tunas muncul maka bibit bisa dipindahkan ke kebun produksi. 

 

  • Memelihara kumis kucing 

Lakukan penjarangan dan penyulaman antara 1-15 hari setelah tanam. Lakukan juga penyiangan gulma secara berkelanjutan. Untuk pemberian pupuk dosisnya dianjurkan adalah 75 kg/ha pupuk urea yang bisa diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. Pemberian pupuk disebar dalam larikan dangkal diantara baris tanaman dan segera ditutup dengan menggunakan tanah. 

 

Seperti yang sudah tadi disebutkan untuk penyiraman cukup 1-2 kali sehari. Tetapi setelah batang terlihat kokoh dan tanamannya rimbun penyiraman dapat dilakukan dengan menyiram  langsung ke tanamannya atau menggenangi saluran. 



  • Proses panen dan pasca panen 

Ciri tanaman kumis kucing yang siap panen adalah tanaman telah berusia 1 bulan, tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman 50 cm. Panen pertama yang anda lakukan jangan sampai terlambat, karena akan mempengaruhi produk yang berdaun 3-5 helai. Kemudian daun-daun yang telah tua di bawahnya sampai pada helai ke 10. Panen bisa anda lakukan pada periode 2-3 sekali. Dengan pemeliharaan yang intensif maka akan dihasilkannya panen daun basah sekitar 6-9 ton/ha atau setara dengan 1-2 ton/ha daun kering. 

 

Setelah selesai melakukan panen maka daun dapat disimpan di dalam karung atau wadah dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil atau langsung diolah menjadi berbagai macam obat, minuman, dan makanan.

 

  •  Menanam kumis kucing di pot

Sebenarnya cara penanamannya sama saja seperti di lahan, tetapi yang satu ini menggunakan pot. Pertama-tama siapkan pot tanam dan ukurannya disesuaikan dengan bibit yang akan ditanam. Siapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 atau bisa juga pupuk kandang diganti dengan arang sekam. 

 

Setelah semua siap, masukkan media tanah yang sudah dicampur pupuk kandang atau arang sekam ke pot kira-kira ⅓ bagian dari pangkal batang stek, lalu padatkan tanah di sekitar bibit. Setelah itu lakukan penyiraman sampai tanah sedikit basah, tujuannya adalah memadatkan celah-celah tanah. 

 

Kumis kucing bisa diolah menjadi beberapa makanan dan minuman. Seperti rebusan kumis kucing untuk mengobati rematik. Kumis kucing dapat mengobati gatal akibat infeksi, cara mengolahnya adalah 

  1. Siapkan setengah genggam kumis kucing dengan meniran dan sambiloto serta 4 gelas air dan 2 jari temulawak.
  2. Rebus semua bahan di atas hingga mendidih.
  3. Saring ampasnya 

Minumlah rebusan ini dua kali sehari untuk mengurangi gatal akibat alergi.

Jika kumis kucing ini akan diolah untuk menyembuhkan rematik, bisa mencoba mengolahnya seperti ini, 

  1. Siapkan 5 lembar daun kumis kucing.
  2. Rebus dengan air sebanyak 3 gelas.
  3. Minum ramuan ini ketika sudah dingin.

Untuk hasil yang maksimal, minum setengah gelas air rebusan tersebut 3 kali kali dalam sehari.

Sebenarnya rebusan kumis kucing ini dapat dimanfaatkan jadi berbagai macam obat untuk tubuh seperti, meredakan batuk, gusi bengkak, masuk angin, mencegah tumbuhnya jamur di kulit, baik untuk detoks tubuh, menurunkan berat badan, tekanan darah tinggi, mengobati gangguan ginjal, dan  mengatasi batu empedu. Untuk pengolahannya sendiri rata-rata hanya dengan rebusan kumis kucing saja. Tetapi, jika kalian ingin menambahkan madu boleh-boleh saja. 

Kumis kucing ini tanaman cantik yang memiliki puluhan manfaat. Dan ternyata khasiatnya pun sangat beragam. Dengan cara penanaman yang cukup mudah bisa kalian lakukan dirumah. Kalian pun bisa membelinya dari benihnya ataupun dari bibitnya langsung dan menggunakan teknik stek jika kalian membeli bibitnya. Dengan semakin majunya perkembangan zaman, kalian bisa membelinya melalui online shop ataupun langsung dari tokonya. Terima kasih semuanya, semoga bermanfaat!




Sumber: 

https://www.99.co/

https://id.wikipedia.org/wiki/Kumis_kucing

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/obat/manfaat-daun-kumis-kucing/

https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/353fd726b99e7d78936d153260d530d2.pdf

https://www.infoagribisnis.com/2018/02/tanaman-kumis-kucing/

https://www.pertanianku.com/cara-menanam-kumis-kucing-dalam-pot/#:~:text=Pilih%20tanaman%20induk%20yang%20normal,cm%20dan%20berbuku%202%E2%80%943.&text=Bibit%20setek%20tanaman%20kumis%20kucing%20dapat%20langsung%20ditanam%20ataupun%20disemai%20terlebih%20dahulu