Kesepakatan Dan Aturan

 

Penulis: Arysad

Halo semua, disini kalian akan membaca artikel mengenai kesepakatan di Sekolah Smipa, atau Semi Palar. Pada saat ini, Semi Palar sudah melakukan dan memegang kegiatan yang sudah menjadi kearifan lokal selama beberapa tahun silam dan dari beberapa generasi. Seperti kesepakatan pembagian waktu bermain di salah satu tempat bermain yang paling digemari teman-teman yaitu Pendopo, kesepakatan kelas sendiri-sendiri, dan juga kesepakatan sekolah biasanya dijadikan peraturan. Selain itu, beberapa alumni kelas yang dulu pernah membuat kesepakatan kelas, bisa membuat kelas lain atau kelompok lain tertarik dengan kesepakatan tersebut, dan bisa juga diterapkan dengan kelas lain. Tidak hanya itu, kesepakatan dan peraturan itu berbeda, dan dengan kesepakatan yang diterapkan oleh Smipa ini juga membuat kita unik dan berbeda dari sekolah lain.

 

Aku melakukan wawancara dan mendalami lagi mengenai kesepakatan menurut dua peran orang ini yaitu  Kak Fitri sebagai pandangan guru dan sebagai orangtua, dan Aliyah sebagai alumni yang pernah mengalami dan menerapkan salah satu kesepakatan yang pernah dipakai beberapa waktu silam. Disini aku mewawancarai kedua orang tersebut melalui Whatsapp karena kalau dalam bentuk suara atau telepon dikhawatirkan tidak jelas.  

Jadi, kesepakatan itu sebuah ajuan seperti aturan namun ini disepakati oleh anggota yang akan melakukannya. Dengan ini, kesepakatan dapat menyelesaikan masalah dengan kebersamaan. Tidak hanya teman-teman smipa. Namun beberapa kakak dan orangtua menerapkan juga apabila terlibat. Kesepakatan yang  dilakukan dari dulu sampai sekarang itu kurang lebih hening, lepas alas kaki saat mau masuk kelas, dan beberapa hal lainnya. yang membuat smipa berbeda dari sekolah lain yaitu emang dari kesepakatan, karena di Smipa, guru dan teman temannya bersatu dalam kebersamaan dan di usahakan seerat mungkin. Oleh karena itu mereka mengusulkan kegiatan yang harus dilakukan, lalu disepakati oleh semua anggotanya. Kalau melanggar dapat konsekuensi. Kalau di sekolah lebih cenderung pihak sekolah membuat aturan tertentu dan mau tidak mau harus dilaksanakan dan dipatuhi.

Kesepakatan ini berbeda tergantung tingkatan dan siapa yang melakukan. Kalau kesepakatan sekolah biasanya mayoritas murid, guru, dan seluruh sekolah yang sepakat dan bila murid baru biasanya sudah dijadikan peraturan, kalau di ulang lagi dan disepakati masih tetap bisa dikatakan kesepakatan. Kalau kesepakatan tertentu juga ada seperti kesepakatan kelas sendiri, jadi hanya disepakati oleh teman-teman dan Kakak.

 

Jadi itu adalah sekilas mengenai kesepakatan di smipa yang dijadikan kearifan lokal.