Penulis: Dafi 

Tanaman obat merupakan tanaman yang sudah diidentifikasi dan diketahui oleh manusia yang memiliki senyawa bermanfaat baik mencegah atau menyembuhkan penyakit. Bagian dari tanaman obat yang bermanfaat tidak hanya dari buahnya saja namun juga bagian lainnya juga bisa dimanfaatkan, seperti bagian batang, daun, akar, biji, kulit batang, getah, dan umbi. Namun kebanyakan bagian yang dapat  dimanfaatkan dari tanaman obat adalah daun, buah, dan akar, karena hal ini sering sekali digunakan untuk membuat ramuan herbal.

Tanaman obat dan tanaman herbal memang mirip namun ada beberapa perbedaan dari penggunaan atau penyajian produk akhir tersebut. Karena tanaman obat lebih mengarah ke produk yang dikhususkan untuk menyembuhkan penyakit atau meredakan penyakit, sedangkan tanaman herbal lebih mengarah ke sistem kekebalan tubuh agar sehat dan terhindar dari penyakit.

Obat herbal atau obat tradisional lebih bagus mana dengan obat kimia? Tentunya hal ini pernah dibayangkan kira-kira bagusan mana. Namun nyatanya obat-obatan yang diberikan di apotek atau dokter berasal dari alam, dan obat tersebut sudah melewati banyak tahapan pengujian, hingga dapat takaran obatnya dan layak dikonsumsi. Sedangkan kebanyakan obat tradisional seperti jamu tidak melewati uji seperti itu dan juga tidak ada takarannya, sehingga jadi tidak tahu apakah ada efek sampingnya atau tidak, dan efektif atau tidak. Jadi tidak semua obat-obatan yang berasal dari dokter menggunakan bahan kimia, ada juga yang menggunakan bahan dari alam yang dimana jauh lebih aman dari obat tradisional yang sering dijumpai.

Saya juga memilih sebuah tanaman obat yang sudah saya riset sendiri, tanaman yang saya maksud adalah Ciplukan. Saya memilih tanaman ini karena Ciplukan merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat walaupun sering tumbuh di pinggir jalan. Selain itu tanaman juga dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk makanan seperti minuman dan kue, selain dari olahan saya memilih buah ini karena memiliki buah yang sangat unik yang sebelumnya belum pernah saya lihat.

Ceplukan atau Ciplukan atau Cecendet merupakan sebuah nama tanaman yang mempunyai buah kecil asam, yang dimana buah tersebut dibesarkan di dalam kelopak bunga. Nama latin dari buah Ciplukan ini adalah Physalis Angulata, buah ciplukan ini merupakan buah yang berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini memang berasal dari Amerika Selatan, namun dapat juga tumbuh subur di Indonesia, dengan bukti tanaman ini bisa kesebar di Indonesia. 

Tanaman Ciplukan ini memiliki beberapa nama dan jenis, jenis yang pertama ada ciplukan badak, atau dalam bahasa inggrisnya adalah gooseberry, lalu ada jenis tomatillo, kemudian ada physalis minima, bentuknya serupa namun lebih mirip ke gooseberry,  dan yang terakhir ada  physalis pruinosa. Jenis-jenis tadi masih menjadi 1 keluarga dengan Physalis Angulata atau lebih dikenal dengan nama Ciplukan. Dari setiap jenis tanaman memiliki warna dan ukuran buah yang berbeda-beda, seperti contohnya ciplukan badak berwarna kuning dan ukurannya kecil, sedangkan ciplukan jenis tomatillo memiliki warna pada umumnya ciplukan, yaitu hijau, namun ukurannya jauh lebih besar dari yang lainnya.

Ciplukan merupakan nama tanaman dalam bahasa Indonesia, ciplukan dalam bahasa Inggris adalah Ground Cherry. Setiap daerah memiliki nama yang beda-beda mengenai ciplukan ini, contohnya seperti di Jawa biasa dipanggil Ceplukan, di Sunda adalah Cecendet, Yor-yoran di Madura, Keceplokan di Bali, Lapinonat di Seram, Dedes di Sasak, dan Leletokan di Minahasa. Setiap daerah memang mempunyai sebutan yang berbeda-beda namun buah yang dimaksud sama.

Tanaman Ciplukan ini memiliki manfaat yang berasal dari akar, daun, dan buahnya. Pada buah Ciplukan memiliki manfaat seperti menjaga jaringan otot, menjaga kepadatan tulang, mencegah kencing batu, dan masih banyak lagi. Lalu pada bagian daunnya jika dihancurkan/ditumbuk dapat menyembuhkan bisul, busung air, dan bahkan dapat mengobati sayatan benda tajam, hal ini dapat dibuktikan pada buku yang berjudul Plantes Medicinalis, memberi tahu saat pertempuran Romawi melawan Kerajaan Iran (Roman Persian Wars) pihak Romawi mengalami cedera yang cukup parah, yaitu terkena sayatan senjata tajam lalu mereka menghancurkan/menumbuk daun Ciplukan lalu di tempel ke luka sayatan, kemudian buahnya juga dimakan karena dapat membuat cukup kenyang. Kemudian bagian akarnya dapat digunakan sebagai obat cacing, dan caranya adalah dengan dikeringkan lalu diseduh dengan air panas, dan diminum, sama saja halnya seperti teh. 

Dari manfaat tadi hal tersebut bisa terjadi karena adanya kandungan Vitamin C  dan Vitamin A pada buah. Bisa dikatakan Vitamin C pada buah ini cukup tinggi, karena magnesium buah Ciplukan lebih tinggi dari pada mangga dan jeruk namun lebih rendah dari jambu biji. Akar tanaman ciplukan ini mengandung Alkaloid,  sedangkan pada daunnya mengandung glikosida flavonoid. Dengan kandungan dan manfaat tadi, buah ciplukan menjadi memiliki harga yang cukup mahal, 100 gram nya saja bisa mencapai Rp30.000, sedangkan perkilogramnya bisa mencapai harga Rp 100.000 sampai Rp 500.000; tidak hanya buahnya saja namun benih dan bibitnya juga lumayan, untuk benih dari mulai Rp 10.000 sampai Rp 114.000, sedangkan untuk bibitnya mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 35.000.

Ciplukan Sendiri juga memiliki rasa yang bervariasi mulai dari asam dan juga ada yang manis. Contohnya saja buah dari tanaman Ciplukan badak yang memiliki rasa yang cukup manis dan buahnya memiliki warna kuning, sedangkan ciplukan yang sering kita jumpai memiliki buah yang berwarna hijau dan ada sedikit ungunya,  dengan memiliki rasa yang asam, namun asamnya tersebut membuat segar. Lalu ada juga Ciplukan yang ukurannya cukup besar dan memiliki warna ungu, Ciplukan berwarna ungu ini memiliki nama purple tomatillo. Untuk rasanya sendiri buah ini memiliki rasa asam dan sedikit manis.

 Cara mendapatkan benih atau bibit tanaman ciplukan ini adalah dengan membelinya di toko online, namun jika beruntung bisa ditemukan juga di sekitar rumah atau di pinggir jalan, karena buah ini biasanya tumbuh di dataran rendah, yaitu 1.500 mdpl (meter diatas permukaan laut). Tanaman Ciplukan ini juga dibudidayakan di Amerika Selatan dan Australia, kedua negara tersebut juga sering meng-impor benih atau bibitnya ke beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia.

Tanaman ini juga bisa dibeli dari benih ataupun bibit. Sedikit saja memberi informasi benih adalah semacam biji tanaman yang masih belum bertumbuh daun atau batang sama sekali. Sedangkan bibit adalah tanaman yang sudah tumbuh atau tanaman yang langsung siap tanam, tanpa harus menunggu lama agar bisa berbuah. 

Cara menanam Tanaman Ciplukan dari benih, caranya adalah dengan mempersiapkan benihnya sendiri, yaitu dengan menuangkan benih di atas air, lalu lihat yang terjadi jika benihnya tenggelam berarti benihnya bagus dan kemungkinan besar benih tersebut akan menghasilkan Tanaman Ciplukan yang berkualitas. Sedangkan pada benih yang mengapung atau tidak tenggelam berarti memiliki kualitas yang jelek, dan kemungkinan juga bisa tidak tumbuh. Hal ini merupakan opsional, jadinya bebas boleh mengikuti cara tersebut atau tidak karena resiko ditanggung yang menanamnya. Kemudian menyiapkan pot berdiameter 30 cm atau polybag, kemudian isi pot dengan campuran tanah subur, sekam bakar, dan kompos, dengan perbandingan 1:1:1. Setelah itu buat lubang dengan kedalaman 0,5 sampai 1 cm, lalu taruh benih secara terpisah lalu kubur benih, namun ingin saat mengubur jangan sampai tertutup tebal, karena jika tertutup tebal benih tidak akan mengeluarkan daun sementara tersebut karena beban tanahnya terlalu berat dan pada akhirnya daun sementara tersebut akan mati, jadi kubur namun benih masih terlihat. Kemudian siram tanah menggunakan semprotan air halus sampai basah namun tidak becek. Setelah itu tutup pot atau polybag dengan plastik wrap, agar menjaga tanah tetap lembab, walaupun begitu harus tetap dipastikan juga disiram agar tetap lembab. Dan langkah terakhir adalah menarus pot atau polybag ditempat yang gelap atau tidak terkena sinar matahari sama sekali.

Kemudian dari proses penyemaian tadi ada proses pertumbuhan daun sementara dan pertumbuhan 3 daun sejati. Daun sementara adalah daun pertama yang menembus permukaan tanah, namun pada akhirnya daun tersebut akan mati dan digantikan dengan 3 daun sejati. Kemudian 3 daun sejati adalah 3 daun yang tumbuh secara permanen dan tidak akan mati, hingga tanaman menjadi besar. Dengan munculnya 3 daun sejati ini kita bisa tahu kalau tanaman bisa dipindahkan ke tempat yang lebih besar, baik di pot atau di tanah luas.

Pertumbuhan daun sementara merupakan proses selanjutnya setelah penyemaian. Dalam tanaman ciplukan ini akan tumbuh daun sementara sampai 3 daun sejati pada jangka waktu sekitar 7-10 hari. Saat daun sementara muncul plastik wrap tadi harus langsung dibuka karena daun sementara tersebut memerlukan Co2, setelah dibuka daun sementara tersebut harus langsung dijemur di sinar matahari selama 2-3 jam perhari, lakukan ini terus sampai tumbuh 3 daun sejati, selama proses pertumbuhan menuju 3 daun sejati tanah harus tetap lembab.

Pertumbuhan 3 daun sejati adalah proses selanjutnya setelah tumbuhnya daun sementara. Jika daun sementara tersebut sudah hilang lalu akan tergantikan dengan daun sejati, 3 daun sejati ini tumbuh satu persatu tidak bersamaan. Umumnya tanaman yang sudah tumbuh minimal 3 daun sejati ini bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar atau ke lahan yang sudah disiapkan. Cara memindahkan dari polybag ke pot atau dari polybag ke lahan yang ada, 2 pemindahan ini juga memiliki caranya masing-masing. Untuk yang dari polybag ke pot, potnya bisa diisi dengan tanah biasa atau juga bisa dengan campuran tadi, yaitu tanah subur, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Langkah pertama adalah membuat sebuah lubang untuk mengubur tanaman ini, tanah campuran yang ada polybag harus tetap menyatu dengan akar, jadi hanya plastiknya saja yang dihilangkan. Kemudian jika ingin memindahkan dari polybag ke lahan adalah yang pertama dengan menyiapkan lahannya terlebih dahulu, lalu setelah itu sama seperti cara memindahkan dari polybag ke pot, namun hanya saja jika sudah selesai tanaman diberi batu di sekelilingnya agar tanaman liar tidak mudah masuk.

Jika tadi dari benih sekarang dari bibit.  Jika kita membeli sebuah bibit maka akan diberikan menggunakan polybag, dan cara memindahkannya juga sama seperti dua cara tadi, yaitu dengan melepaskan plastik polybagnya lalu ditanam ditempat yang kita mau baik di lahan luas/kebun atau di pot.

Jadi, intinya Tanaman Ciplukan ini merupakan tanaman yang bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Amerika Selatan. Ciplukan ini memang sering berada di pinggir jalan namun jika menemukannya mohon untuk tidak dirusak atau juga boleh dipindahkan ke pot. Dari rasanya memang ada yang asam dan juga ada yang rasanya asam dan juga manis, dari rasa tersebut menyimpan banyak manfaat. Dengan membudidayakan Buah Ciplukan ini juga bisa untung karena buah ini sedang naik daun. Tumbuh dari benih sampai bisa panen juga bisa dikatakan cepat, apalagi jika kita membelinya dari bibit, pasti bisa lebih untung. 

Mari, kita manfaatkan tanaman obat yang ada, dengan cara mengolahnya baik menjadi minuman atau makanan. Hasilnya juga bervariasi, ada yang menjadikannya sebagai teh ada juga yang menggantikan buah cherry di atas pie. Manfaatnya juga banyak, membuat kita menjadi sehat, terhindar dari berbagai macam penyakit, dan juga buahnya bisa menjadi berbagai macam topping makanan.