Penulis: Kimi

Sejak dulu, tumbuhan telah menjadi sumber kesehatan dan pengobatan bagi manusia. Sebelum hadirnya obat-obatan kimia, manusia menggunakan tanaman sebagai obat. Di era sekarang, tanaman-tanaman tersebut sering disebut sebagai tanaman obat keluarga (TOGA). Pengertian TOGA sendiri merupakan tanaman yang mengandung zat atau bahan aktif yang berkhasiat bagi kesehatan atau dapat menyembuhkan penyakit. Senyawa aktif pada tanaman obat merupakan produk sampingan dari aktivitas metabolisme tumbuhan (metabolit sekunder). TOGA biasanya ditanam oleh keluarga di halaman rumahnya, kebun, ataupun di pot.

Terdapat beberapa perbedaan antara tanaman obat dan obat modern. Sebenarnya, kebanyakan obat-obatan modern berasal dari tumbuhan obat, namun dikonsentrasikan sehingga efeknya terhadap tubuh lebih kuat. Namun, tanaman obat sendiri memiliki beberapa keunggulan dibanding obat-obatan modern. Walau dosis pada tanaman obat lebih kecil, namun tanaman obat biasanya mengandung campuran senyawa lain yang juga berguna bagi tubuh. Fungsi dari tanaman obat sendiri biasanya berbeda dengan obat modern. Obat modern biasanya bertujuan untuk mengatasi sebuah penyakit, sementara tanaman obat biasanya lebih bertujuan untuk menguatkan kekebalan tubuh dan stamina sehingga dapat melawan penyakit tersebut. Keunggulan yang dimiliki obat modern merupakan bahwa obat modern sudah terstandarisasi, sementara tanaman obat belum.

Tanaman adas merupakan tanaman yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Adas (Foeniculum  vulgare) merupakan tanaman obat yang telah dibudidayakan di Indonesia sebagai bumbu makanan-makanan tradisional. Tanaman ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut. Tanaman yang wangi ini berukuran 50 cm - 2 m, berwarna hijau terang, dan tumbuh tegak. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 – 5 batang. Bunga adas tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 – 40 gagang bunga. Panjang ibu gagang bunga berukuran 5 -5 10 cm sementara panjang gagang bunga 2 – 5 mm. Bunganya sendiri berwarna kuning. Daun tanaman adas berbentuk runcing dan seperti jarum. Letak daunnya berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit. Biji/buahnya sendiri lonjong, berusuk, dan berukuran cukup kecil, panjangnya sekitar 6 – 10 mm dan lebarnya 3 – 4 mm. Saat masih muda, buahnya berwarna hijau namun ketika sudah tua menjadi cokelat. Buahnya memiliki bau aromatik yang khas. Namun warna buahnya tak selalu sama, tergantung negara asalnya.

Foeniculum vulgare tentu saja masuk ke kingdom plantae, dan subkingdom-nya adalah tumbuhan berpembuluh (Tracheobiotan). Tanaman ini menghasilkan biji sehingga tergolong ke superdivisi Spermatophyta dan masuk divisi tumbuhan berbunga (Magnoliophyta). Adas tergolong ke dalam kelas tumbuhan biji berkeping dua (Magnoliopsida). Ordo tanaman ini merupalan Apiales dan familinya merupakan Apiaceae. Tanaman Foeniculumm vulgare ini berkerabat dengan berbagai tanaman lainnya seperti wortel, seledri, dan tanaman parsley.

Tanaman adas berasal dari daerah Laut Mediteranian. Karena manfaatnya banyak, adas pun menyebar ke seluruh dunia dan banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, dan Jepang. Adas dulu sangat dipuja oleh bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir karena kegunaannya bagi pengobatan, makanan, dan juga pengusir serangga. Saat Abad Pertengahan, adas biasanya digantung di pintu untuk mengusir roh jahat. Adas juga sering dikaitkan dengan sejarah perang marathon, karena dikatakan dibawa oleh Athenian Pheidippides saat berlari ke Sparta. Perangnya sendiri juga katanya dilaksanakan di padang adas.

Di budaya Indonesia, adas banyak digunakan sebagai bumbu makanan. Masyarakat Indonesia sering menggunakan adas untuk bumbu masakan berbahan dasar daging dan santan, seperti gulai atau opor. Adas juga dapat digunakan sebagai obat terapi. Selain itu, minyak yang dihasilkan oleh tanaman adas juga merupakan salah satu bahan dasar dari minyak telon yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Minyak adas, atau lebih spesifiknya, minyak atsiri, digunakan sebagai bahan dasar dari banyak produk kosmetik. Sisa buah setelah penyulingan minyak atsiri biasanya dijadikan makanan ternak.

Buah adas memiliki bau yang aromatik, rasa sedikit manis dan juga pedas. Buahnya berkhasiat menghilangkan dingin, penghilang nyeri (analgesik), menyehatkan lambung, meningkatkan nafsu makan (stomakik), peluruh dahak, dan merangsang produksi ASI. Daun adas juga berbau aromatik dan berkhasiat sebagai stimulan, diuretik, laktagoga, stomakik, dan juga dapat menerangkan penglihatan. Sementara minyak adas yang dapat diperoleh dari buahnya berkhasiat sebagai stimulan, karminatif, antibakterial, dan juga antelmintik. Namun, walau banyak khasiatnya, adas juga dapat memberi reaksi kepada mereka yang memiliki alergi terhadap wortel, seledri, dan lainnya. Tanaman adas sendiri mengandung minyak atsiri sebanyak 1 – 6%, mengandung anetol sebanyak 50 – 60%, fenkon sebanyak kurang lebih 20%, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anistat, dan 12% minyak lemak.

Hampir seluruh bagian dari adas dapat digunakan sebagai sesuatu. Dasar dari tanaman adasnya sendiri atau bulb-nya dapat digunakan sebagai bahan makanan. Bulb tersebut biasanya diiris tipis-tipis lalu dimasak, atau dimakan langsung. Irisan tipis tersebut juga dapat dipadukan dengan hidangan lain seperti salad, sup, dan lainnya sebagai penyedap rasa. Selain bulb-nya, batangnya juga dapat digunakan sebagai penyedap hidangan seperti seledri. Daun adas yang berbentuk seperti jarum halus dapat dipotong-potong dan digunakan di salad, saus, ataupun untuk marinasi daging. Dan tentu saja, buah/ bijinya memiliki banyak kegunaan. Buah adas yang dikeringkan sering digunakan sebagai bumbu makanan. Adas merupakan bahan esensial dari banyak bumbu di seluruh dunia. Buah adas merupakan salah satu bahan pokok dari Chinese five spice, dan juga bahan pokok dari berbagai hidangan India. Selain sebagai bumbu makanan, buah adas juga dapat menghasilkan minyak adas yang merupakan bahan dasar dari banyak produk kosmetik ataupun pengobatan, salah satunya merupakan minyak telon.

Proses menanam adas sebenarnya cukup mudah. Adas dapat ditanam dari benih maupun distek. Jika memilih untuk menanam dengan cara stek, batang yang digunakan harus batang yang kondisinya cukup tua. Petiklah batang tua dari tanaman induknya. Usahakan untuk memetik batangnya sampai ke bagian pangkalnya. Lalu, tanam lah batangnya di dalam pot yang sudah diisi dengan media tanam. Taruh pot tersebut di area yang cukup teduh. Dan tentu saja, siramlah tanaman ini rutin setiap hari, karena tanaman ini menyukai air yang cukup banyak.

Jika memilih untuk menanam dari benih, prosesnya akan lebih sulit. Pertama, benih yang ditanam perlu dipilih dulu. 2 jenis adas yang biasa ditanam adalah adas Florence dan adas rempah. Adas Florence biasanya ditanam untuk bulbnya yang dapat dimakan mentah ataupun dimasak dengan berbagai cara. Selain itu, batang dari adas Florence lebih tebal dan penggunaannya menyerupai seledri. Adas rempah tidak menghasilkan batang ataupun bulb yang serupa. Adas rempah ditanam untuk daunnya yang lembut, dan juga untuk buahnya yang digunakan untuk bumbu. Setelah benihnya sudah dipilih, tanam dulu benihnya di pot yang kecil yang diisi dengan media tanam. Siram tiap hari sampai sudah mulai bertunas. Ketika sudah cukup besar, pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar atau ke lahan. Siramlah tiap hari sampai bisa digunakan.

Terdapat beberapa opsi ketika memanen adas. Jika ingin bulb dan batang yang masih cukup manis dan lembut, panenlah adas saat masih muda. Saat bulb-nya terlihat sudah cukup besar untuk dikonsumsi, langsung panen tanamannya. Jika hanya ingin menggunakan sedikit dan tidak ingin mengambil semua tanamannya, batangnya dapat dikupas dari dasarnya, sehingga tak merusak tanamannya. Selain bulb dan batangnya, daunnya juga bisa dipetik dari tanamannya dan langsung digunakan untuk suatu masakan, khususnya salad. Untuk buah/ bijinya, harus ditunggu cukup lama sebelum bisa dipanen. Ketika buah mulai berubah dari warna hijau ke warna cokelat, buah-buah tersebut baru bisa dipanen. Potonglah tangkai yang menopang buahnya, lalu keringkan dulu sampai buahnya bisa lepas sendiri dari batangnya. Buah pun siap digunakan untuk masakan apapun.

Adas merupakan tanaman yang sangat bagus untuk dimiliki. Tak hanya dapat menyedapkan banyak hidangan, khasiat bagi tubuhnya juga sangat berlimpah. Namun, selain adas ada banyak sekali jenis TOGA yang dapat ditanam dengan sangat mudah seperti  jahe, sereh, dan lainnya. TOGA merupakan sesuatu yang harus dimiliki semua rumah. Dengan usaha yang tak terlalu besar, engkau bisa mendapatkan tanaman-tanaman yang tak hanya indah dan enak untuk dimakan, namun juga meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh.

 

Daftar Pustaka:

  • Atlas Tanaman Obat Indonesia
  • Wikipedia
  • com
  • id
  • google scholar: kata kunci = Foeniculum vulgare