All Posts (810)

Sort by

Ingat tidak, misalnya, 10 tahun lalu, kalian berada di mana saja? Ingat tidak, dari beberapa tahun berlalu, memori apa saja yang bisa terkenang dan melekat di hati? Pasti semuanya ada, semuanya nyata, semua itu terbayang di pikiran. Seolah-olah, itu baru terjadi hari kemarin. Terasa cepat, tidakkah? 

Terasa. Sebuah kata, yang mungkin selama ini bisa jadi menipu dan menggeserkanmu, dari hal yang sebenarnya. Terasa, ketika kita tidak sepenuhnya 'sadar' dan tiba-tiba, di ujung, baru kembali dan membuat kita berpikir. Selama ini banyak lho, orang di sekitarku yang sering berkata 'Waktu itu terasa cepat' dan baru kali ini saya menyadarinya. Bukan tentang waktu yang terasa cepat, tetapi banyaknya orang-orang yang berpikir seperti itu.

Misalnya, anda sedang menunggu di stasiun kereta, 6 jam lamanya; di tengah malam gelap. Tidak bisa tidur, tidak bisa ngapain, hanya bisa menunggu waktu berjalan. Atau juga, pengalamanku contohnya, menunggu waktu 2 jam saat mengerjakan review/ujian nasional. Kira-kira nih, apa waktu di saat itu akan terasa cepat? Ataupun lambat? Kalau ku di posisi itu, udah pasti tidak sabaran menunggu satu per satu jam berlalu, hanya bisa menatap jam yang berdetak detik. Disanalah sebenarnya, kita benar-benar sadar dalam menunggu, benar-benar merasakan betapa lamanya waktu itu, kalau kita memang sedang tidak ngapa-ngapain dan hanya fokus ke waktu.

Waktu bukanlah masalah konteks, waktu itu benar-benar hanyalah saat dimana kita sedang sadar, dan saat dimana kita sedang tidak. Apakah mungkin, memori yang bertahun-tahun lamanya dan masa sekarang, perbedaannya terasa cepat karena memang kita tidak sadari? Atau mungkin, terasa cepat karena kita memang benar-benar mengingat memori tersebut secara utuh, saking utuhnya memang melekat terus, berasa baru kemarin?

Aku memiliki sebuah opini, opini ini yang menghasilkan kesimpulan secara subjektif dalam diriku sendiri. Menurutku, mengenai kejadian di masa lalu, itu memang benar, sangat tidak berasa sudah berlalu segitu lamanya. Tetapi, kalau dipikirkan lagi; kira-kira berapa lama sih, kita benar-benar sadar kalau waktu itu lama? Nyaris tidak ada, semua itu lewat begitu saja. Sehingga saat kita sadar, kita kaget, kalau kita sudah di titik sini dalam kehidupan, segitu lamanya dengan memori tertentu. Menurutku sih, itu juga 'terasa' lama karena sudah berada di masa lalu. Kita sudah berada di masa 'kini' dimana sekarang itu benar-benar terus berjalan. Mau beberapa tahun ke depan, masa kini tetaplah masa kini, masa lalu terasa cepat karena telah dilalui, entah berapa lama waktu lalu, kita hanya masih saja menyimpan suatu kenangan dan ingatan disana. 

Janganlah membuang waktu, tanpa sadar kita mengira waktu terasa sebentar. Dalam jutaan detik dalam 1 bulan, lakukanlah apa yang perlu dilakukan, secara sadar tentunya, pakailah secara sebaik-baiknya. Karena waktu akan terasa sebentar, kesadaran akan membuatnya menjadi lama.

Read more…

AES02 Kucing (1)

Aku memiliki 4 kucing di rumah saat ini. Bertahun-tahun memiliki kucing membuatku merasa mereka menjadi bagian dari keluarga. Bertahun-tahun memiliki kucing, entah mengapa seakan ada aturan tak tertulis mengenai kucing di rumahku. Setiap kali kami akan memiliki 5 kucing, selalu ada satu yang pergi. 

Beberapa kali kami merasakan keberadaan aturan itu, menyisakan rasa sakit yang mendalam. Hingga akhirnya, kami hanya bisa mengenang kenangan-kenangan yang berlalu antara kami dan mereka.

Di masa pandemi seperti ini, hubungan antara aku dan kucingku semakin dekat. Banyak hal-hal atau kebiasaan baru yang aku temukan dari kucingku. Misalnya tempat-tempat yang mereka sukai, atau betapa lamanya mereka tidur dalam sehari. Pandemi ini juga membuatku menyadari hobi salah satu kucingku, Charles.

Charles adalah yang terkecil dari tiga bersaudara. Tiga bersaudara itu kami sebut keluarga X-Men, karena nama-nama mereka terinspirasi dari karakter film tersebut, Logan, Eric, Charles. Hal yang menarik dari mereka adalah panjang ekornya yang berbeda-beda. Eric memiliki ekor yang panjang (tetapi agak bengkok), Logan memiliki ekor yang pendek, dan Charles memiliki ekor yang benar-benar sangat pendek. Panjang ekor tersebut kami anggap sebagai patokan siapa yang paling tua. Eric menjadi yang tertua karena ekornya yang terpanjang. Sayangnya, Eric sudah meninggalkan kami karena penyakit bawaan yang dimilikinya. 

Sejak saat itu, Logan dan Charles hanya berdua saja di keluarga X-Men. Seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat. Mereka tidur bersama dan bermain kejar-kejaran setiap malam. Karena sudah lama mengamati mereka, aku bisa melihat aura seorang kakak terpancarkan dari Logan setiap kali bersama Charles. 

Read more…

AES02 - Rape Culture

tw: rape, sexual assault 

Today Im going to talk about rape culture, so what is rape culture? Rape culture is a sociological theory of a setting in which rape is pervasive and normalized due to societal attitudes about gender and sexuality. In rape culture maybe not everyone participates in rape, but sometimes we participate in this culture that makes rape happens. 

So for example, if we’re looking at a woman in a sexual way, were objectifying her, making sexual comments, etc, and not caring about what she thinks or feels seeing her as a thing over a being/human that means were contributing to rape culture. So we might not be raping someone but were actually making the first step which is that you think you can look at someone in a sexual way either they like it or not. 

Victim blaming is a big part of rape culture, somehow now victims of rape are blamed for the way they dress, the way they talk, the times they go out, etc. Victims that are often women are told to cover up, to not walk alone, to not go out at night, and some people see this as the right solution. In my opinion, it’s just crazy how some people think this is the solution and the fact that so many people defend the rapist saying that “boys will be boys” “she was asking for it”, etc. 

So what can we do to end rape culture? There are many things that we can do, including supporting, listening, and fighting for victims. We can also spread awareness about rape culture and sexism to our friends and family. Also, we need to start calling out friends and families when they make inappropriate rape or sexist jokes. The more people know about this I hope, we can unite to end this toxic culture and make a better and safer world for everyone, especially for women and girls. 

Read more…

AES02 Sunscreen

Topik kecantikan ataupun perawatan kulit selalu menjadi topik yang menarik bagi ku. Ada banyak sekali hal yang bisa aku pelajari dari topik ini, rasanya seperti tidak akan ada habisnya. Ditambah lagi banyaknya opini yang berbeda-beda mengenai perawatan kulit. Mulai dari kondisi-kondisi kulit yang perlu diketahui, jenis-jenis produk, tahapan penggunaan, bahan-bahan yang ada dalam sebuah produk, kegunaan, efek samping dan pastinya masih banyak lagi. Salah satu topik yang saat ini sedang banyak dibahas oleh orang-orang adalah sunscreen.

 

Topik sunscreen ini menjadi perbincangan bagi banyak orang karena banyak fungsinya yang dianggap sangat penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Dengan penggunaan sunscreen yang baik dapat mencegah terjadinya flek hitam, penuaan dini, hingga kanker kulit. Tapi apakah sudah banyak orang tahu bahwa ada dua jenis sunscreen yaitu physical dan chemical sunscreen? Ada beberapa hal yang membedakan keduanya mulai dari kandungan, tekstur dan cara kerja. 

 

Physical sunscreen atau yang biasa dikenal sebagai sunblock biasanya memiliki tekstur yang lebih kental, cenderung lebih lengket setelah diaplikasikan, dan akan meninggalkan whitecast pada kulit setelah diaplikasikan. Physical sunscreen bekerja dengan menghalau sinar UV yang ada. Physical sunscreen akan langsung aktif untuk melindungi kulit dari sinar UV setelah diaplikasikan. Physical sunscreen juga lebih aman untuk digunakan oleh bayi atau ibu hamil

 

Berbeda dengan physical sunscreen, chemical sunscreen memiliki tekstur yang jauh lebih ringan, dan mudah untuk diserap dengan kulit, kemudian tidak akan meninggalkan whitecast. Cara kerja chemical sunscreen adalah dengan menyerap sinar sebelum sinar akan masuk kedalam kulit dan merusak kulit. Kemudian dalam menggunakan chemical sunscreen dibutuhkan waktu selama 20 hingga 30 menit untuk chemical sunscreen aktif dan kita bisa terpapar sinar matahari, dan chemical sunscreen harus digunakan kembali selama 2 hingga 3 jam sekali. Selain itu chemical sunscreen juga lebih rentan untuk menyumbat pori-pori dan menyebabkan beberapa masalah kulit seperti komedo, jerawat dan iritasi. 

 

Lalu mana yang lebih baik diantara keduanya? 

Sebenarnya tidak ada yang lebih baik karena keduanya sama-sama dapat melindungi kulit, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing.

Read more…

AE S02 Perjalananku

   Memang pastinya bagi orang-orang yang menekuni dunia kompetitif pastinya merasakan hal yang sama sepertiku. Misalnya dalam dunia Wushu, Sejak Sd aku mengikuti dan berlatih Wushu. Disana banyak sekali teman-teman yang sepantaran umurnya denganku. Oleh karena itu aku lebih cepat beradaptasinya disana, dari aku yang pemalu hingga menjadi orang yang sangat aktif disana. Pada saat itu aku belum terfikir akan fokus dalam menekuni olahraga ini. Namun seiring berjalannya waktu aku pun entah mengapa sangat antusias dan menekuni olahraga ini apa lagi dengan banyaknya teman disana membuat aku lebih semangat lagi untuk terus berlatih hingga saat ini.

   Hari demi hari aku lewati, hingga pada saat ini. Aku dan teman-teman sering mengikuti pertandingan dalam kota maupun luar kota. Sebagai atlet pastinya ada pemikiran ingin menang. Bagiku perihal menang atau kalah itu belakangan. Bahwa aku mempunya pola pikir bahwa pada saat bertanding yang harus dipikirkan hanya satu yaitu fokus kepada diri sendiri. Tidak usah dipikirkan siapa musuh terberat, ada atlet pro, pesimis karena melihat lawan lebih berat dari pada aku pasti sudah biasa.Apa lagi jika pertandingan kelas yang lebih luas lagi bahkan tingkat Nasional. Porsi latihan pun bahkan lebih berat jika mendekati pertandingan. Pernah beberapa kali aku dan beberapa temanku tak kuasa menahan rasa lelah pada saat program fisik berlangsung.

   Pengalaman terpahit pada saat pertandingan berlangsung aku tampil kurang maksimal pasti sagat kecewa sekali dan pastinya merasa bersalah kepada pelatih, teman, dan khususnya Orangtua karena bermain kurang maksimal. Banyak sisi positif yang aku bisa dapat bahwa dari kekalahan tersebut membuat aku lebih termotivasi untuk berlatih lebih giat, lebih keras, dan kerja sama dalam tim nomor satu. Makna dari cerita diatas bahwa sesungguhnya jika melakukan kegagalan coba lagi terus berusaha dan jika menyerah semua akan berakhir.

Sekian dari Zacky mohon maaf jika ada kesalahan kata dalam tulisan ini :)

Read more…

AES02 ceritatadipagi

Salah satu pertanyaanya yaitu, apakah kalian tersadarkan bahwa mengapa setiap malam menjelang pagi udara semakin dingin dan pagi menjelang siang hari tambah panas. Jawaban simplenya adalah aku jujur lebih suka udara dingin meskipun aku mempunyai alergi yaitu jika berada di tempat dingin hidungku terasa mampet dan pilek.

Mengenai pembahasan berkaitan dengan cerita ini aku ingin memberi sedikit pengalaman tadi pagi selama kegiatan kpb dimulai, hari senin itu memang udara dipagi hari sekitar rumahku sangat dingin dan turun kabut 2 hari berturut-turut. Sangat beruntung sekali karena itulah yang membuatku semangat untuk memulai kegiatan hari itu. Tetapi dengan adanya udara dingin itu aku susah sekali untuk membuka mata saat tertidur pulas, karena memang udaranya beda sekali dengan biasanya, akan tetapi aku paksakan bangun karena memang pada saat itu alarm sudah berdering dan menunjukan pukul 6 pagi. Saat aku buka itu mata, ku melihat kabut di luar jendelaku yang lumayan tebal. Langsung lah  aku bergeas menyalakan laptop dan menyeduh secangkir energen untuk sarapan dadakanku pada hari itu. Semoga dengan adanya datangnya kabut dan udara dingin ini yang akan menjadikan aku sebagai motivasi kedepannya untuk semangat dalam memulai sebuah kegiatan entah di sekolah maupun diluar sekolah. 

 

Read more…

AES#28 Malas

Malas itu pasti ada, tapi hal itu bisa jadi merupakan indikator, bahwa kita kurang menyukai hal yang sedang dikerjakan.

------------------------------------------

Kata-kata Maudy Ayunda ini membuka cukup banyak perspektif baru untuk diriku. Aku sendiri bukan orang yang sering malas, aku merasa cukup produktif dalam mengerjakan berbagai hal, baik dari sekolah maupun kegiatan luar sekolahku. Aku selalu bersemangat mengerjakan tugas apalagi yang berkaitan dengan menulis (yang seringkali menjadi pekerjaan yang harus aku lakukan). Walaupun begitu, rasa malas pasti pernah menghampiriku, mungkin karena jenuh dengan rutinitas sehari-hari menulis. Namun aku bisa dengan cepat menangani kemalasan itu dan kembali kepada jalurku.

Video yang aku tonton selama kurang dari 1 menit itu membuatku berpikir, apakah selama ini aku sudah mengerjakan sesuatu yang menjadi passionku? mengerjakan sesuatu yang memang sudah menjadi kesukaanku? sehingga akhirnya aku tidak terpaksa mengerjakannya dan tidak timbul rasa malas?

Selama ini, aku sering melakukan eksplorasi minat dan passion, mulai dari nonton video, mengikuti webinar, kelas-kelas dan berdiskusi dengan banyak orang dengan harapan menemukan passionku yang mungkin belum aku temukan. Namun setelah mendengar kata-kata itu aku kembali merenung. Selama ini aku berdiskusi, ikut kelas dan webinar, namun tidak pernah menemukan sesuatu yang baru yang aku sukai. Selalu kembali kepada menulis dan memasak.

Apakah mungkin aku sudah menemukan passionku sampai akhirnya tidak pernah merasa malas? Hmm, nampaknya bisa direnungkan kembali...

Read more…

AES02 Skateboard

Sejak dahulu aku mempunyai skateboard. Sejak aku kelas 4, aku ingin sekali mempunyai skateboard, oleh sebab itu aku dapat. Tetapi ternyata skateboard itu cukup susah dan juga permukaan dirumahku tidak mendukung. Jadi aku tidak pakai skateboard tersebut sampai kelas 8 terakhir. Ada proyek minat, aku mendesain ulang skateboardku agar lebih menarik. Oleh sebab itu, aku ingin menekuni bermain skateboard ini. Tetapi aku sadar lagi, skateboard itu susah, akupun meninggalinya lagi.

Tetapi saat ini, di KPB aku ingin mendalami dengan benar-benar. Hampir setiap 2 hari, aku latihan skateboard minimal 20 menit. Hanya mencoba untuk melakukan 1 skill gampang menurut para pemain skateboard lain. Tetapi bagiku, tetap saja susah. Aku selalu melihat orang bermain skateboard di sosial media dan selalu mempelajarinya.

 

Jadi semoga saja, bermain skateboard ini bisa terus berjalan sampai lancar memainkannya. Selain itu, karena PPKM, aku jarang olahraga, jadi bermain skateboard bisa membantunya.

Read more…

AES02 Kedua

Sebenarnya aku tidak begitu suka menulis. Bisa dibilang aku kurang jago mengutarakan emosi, menulis apa yang aku rasakan, menulis apa yang ada di kepalaku. Setiap kali ada kegiatan tulis menulis atau membuat tulisan pendek seperti ini aku pasti diam dulu untuk mengumpulkan energi untuk apa yang akan aku tulis. Lalu yang pastinya aku akan banyak melamun saat mencari kata dan kalmat yang akan aku tulis. Oleh karena itu tentu saja tulisan tangan ku tidak begitu bagus, asal bisa di baca saja.

Aku lebih jago bicara atau mengutarakan apa yang ada di kepalaku langsung dengan berbicara. Walaupun begitu menurutku menulis lebih aman karena bisa memikirkan terlebih dahulu apa yang ingin diutarakan, kosakatanya bisa di perbaiki, dan menurutku bisa lebih tenang saat mengutarakannnya dari pada berbicara. Kalau saat bicara atau mengobrol waktu untuk berpikir lebih sedikit karena percakapan harus terus mengalir dan berlanjut agar tidak canggung, dan kalau berpikir kelamaan akan canggung dan keburu kepotong oleh lawan bicaranya.

Tetapi setelah sering menulis dan mengetik, aku jadi tahu kelebihan dan kekurangannya dalam menulis atau berbicara dan enak digunakan di beberapa hal saja. Seperti mengobrol tentu saja lebih enak kalau bicara langsung dan bertemu dari pada saling kirim pesan, karena emosi saat mengobrol tidak terlihat dan sering kali malah jadi salah paham. Lalu curhat atau mengutarakan perasaan, menurutku lebih enak ditulis ata tertulis, karena lebih terlihat rapi, dan karena bukan untuk diutarakan kebanyak orang seperti membuat diary jadi rasa yang ada di dalam tulisannya bisa dikenang lama. Tetapi setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda, dan bisa saja kebalikan dari ku.

Read more…

 

Halo semuanya, aku Bimo. Hari kedua dimasa PPKM tingkat 4 ini, tentunya sangat bosan bukan?, tapi kita tetap harus produktif dan menjalani aktifitas positif dirumah saja yaa. Semangat, semangat dan semangat satu kata yang selalu aku sebutkan didalam pikiran aku, WFH kaya gini enaknya tiduran dan selimutan sih, tapi lebih baik kita berprogress dan menggapai mimpi kita masing-masing. Hari ini aku Kembali menemukan progressku, dimana ada satu kegiatan yang ingin aku dalami, yaitu dalam membuat web, yang nantinya web ini akan aku pakai berbisnis di kemudian hari. Selain itu aku juga ingin menguasai bagaimana caranya membuat web, siapa tau bisa bantu para UMKM yang kesulitan dimasa sekarang kan?, produktif dan berguna bagi sesame itu asik loh, yakin deh pasti banyak manfaatnya.

 

Oke Langkah pertama yang aku jalani saat ingin membuat website untuk berjualan adalah menginstalasi engine-engine dari web tersebut, dimulai dari aku mendownload XAMPP untuk menjalankan web yang aku mau buat serta mendownload platformnya, yaitu dari wordpress, ternyata gampang-gampang susah. Jujur aku tidak berpengalaman di bidang IT namun jika kita mau belajar dan berprogress tidak ada yang tidak mungkin untuk kita kuasai, pasti ada jalan kok, jadi yang terpenting. Semangat, semangat dan semangat. Setelah itu aku juga mencoba untuk mengeksplore mengenai website yang masih berbentuk polos, karena perjalanan untuk membuat website jualan itu tidak mudah banyak step yang aku masih harus jalani. Bagi aku itu sebuah tantangan besar, karena aku sendiri sekarang menanamkan sifat haus akan belajar. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya, kelak dimasa depan pasti akan sangat-sangat terpakai.

Selain membuat website untuk jualan, aku juga masih belajar mengenai mental Berbisnis. Ada satu hal yang aku tangkap dan aku paham mengenai salah satu Langkah penting menjadi pebisnis, yaitu adalah paham dan kuasai traffic atau pasar. Saat melakukan pemetaan terhadap bisnis apa yang mau dibuat kita harus mengerti betul, kira-kira barang yang kita jual ini marketnya dimana, umur berapa aja yang mau beli dan kita juga harus mencari platform yang tepat untuk memasarkan produk yang kita buat, tentunya agar lebih mudah terjual dan dikenal lebih banyak orang. Mungkin itu intinya dari pembelajaran hari ini yang aku pelajari. Aku harus lebih banyak belajar lagi tentang apapun, untuk menggali pengetahuan yang aku punya. Tetap semangat yaa teman-teman menjalani situasi seperti ini, semuanya pasti ada jalan kok.

 

#atomicessaysmipa

Read more…

AES 02 Bisnis Pertamaku

AES 02 Bisnis Pertamaku

9316652094?profile=RESIZE_180x180

               EcoGarden adalah bisnis pertama serius yang aku jalani, aku menemukan ide untuk membuat toko EcoGarden ini tanpa disengaja. Awalnya bermula dari kegabutan karena adanya pandemi saat ini yang kian semakin semarak. Di suatu hari waktu libur kenaikan kelas dan kondisi pandemi semakin parah, aku tidak tahu mau ngapain dan lalu aku nonton youtube. Ditengah keasikan menonton youtube ada sebuah iklan yang menurutku sangat menarik. Iklan tersebut adalah iklan mengenai buat website online gratis.

               Dari situlah muncul ide untuk membuat website yang peruntukannya saja aku masih kebingungan. Bisnis dan ekonomi adalah salah satu hobi yang aku miliki, aku juga sudah memiliki target untuk memperluas pengetahuanku akan ekonomi dan bisnis di jenjang selanjutnya (kuliah). Namun aku belum punya banyak pengalaman mengenai hal tersebut. Sehingga aku memutuskan untuk membuat bisnis yang menggunakan website sebagai platform untuk jualannya.

               Namun permasalahan selanjutnya aku sendiri belum tahu mau bisnis apa, sampai pada akhirnya aku teringat bahwa keluarga besarku memiliki kebun yang cukup besar di daerah Lembang. Pada saat itu juga aku langsung menghubungi Om ku yang tinggal disana, ia pun bersedia untuk melakukan kolaborasi denganku. Selain kolaborasi dengan Om, kami juga berkolaborasi bersama para petani disana karena kami tidak bisa menyediakan jenis sayuran yang banyak.

               Pandemi kian memburuk, pada saat itulah aku menyadari bahwa bisnis ini bisa menjadi besar karena dari situ kami menyadari dengan adanya jasa kami disaat pandemi seperti ini. Bisa aku bilang bahwa bisnis ini merupakan “Win Win Solution”.

               Namun apa saja kendala dalam bisnis ini? Bagaimana buka Pre Order? Bagaimana promosinya?

 

Ditunggu ya ceritanya di AES selanjutnya 😊

Read more…

AES02 Sisi positif dari Pandemi Covid-19

Tidak terasa sudah 1 tahun lebih kita semua harus berada di dalam rumah terus. Diawal pandemi ini, saya berpikir bahwa saya terjebak dan tidak bisa apa-apa seperti dalam penjara. Saya terus mengeluh ke anggota keluarga dan tidak bisa mengontrol emosi karena semua kegiatan saya hancur karena adanya pandemi ini. Jujur saja ini membuat saya dan semua orang merasa down banget. Setelah 1 bulan lebih di dalam rumah terus, saya akhirnya bisa berdamai dengan diri sendiri.

Kita tidak bisa mengubah keadaan di sekitar kita tapi kita bisa mengubah diri sendiri dulu. Jadi selama ini saya terus mencoba memikirkan hal-hal positif apa saja yang bisa saya dapatkan dalam kesempatan seperti ini. Karena di dalam rumah terus saya jadi bisa lebih sering berolahraga karena punya lebih banyak waktu. Dengan berolahraga saya jadi bisa lebih sehat dan tetap menjaga kebugaran tubuh. Selain itu, dengan adanya bantuan teknologi, saya bisa bertemu dengan teman lama dan baru. Ini membuka peluang bagi saya untuk memperluas pergaulan, yang tadinya jarang bertemu jadi sering bertemu karena bisa lewat Zoom. Orang-orang diluar kota pun saya bisa temui dengan mudah karena adanya Zoom ini. Sebelum pandemi, saya justru jarang bertemu teman secara offline karena memiliki kesibukan masing-masing. Ini adalah salah satu sisi positif yang saya amat syukuri. 

Selain itu, ada berbagai hobi baru yang muncul selama ini. Saya jadi hobi memasak karena melihat video-video di Youtube. Karena tidak bisa jalan-jalan untuk makan makanan tertentu saya akhirnya memutuskan untuk belajar membuat makanan itu sendiri di rumah. Ternyata hobi ini bisa ditemukan selama saya di rumah saja saat pandemi berlangsung. Ada beberapa hobi baru lain salah satunya adalah obsesi saya terhadap mechanical keyboard. Saya jadi mendalami itu dan menghabiskan waktu saya dengan memodifikasi mechanical keyboard ini. 

Di setiap hal pasti ada sisi positif dan negatifnya. Tapi saya belajar untuk melihat sisi positifnya dari adanya pandemi corona ini. Kalau saya tidak melihat sisi positifnya, mungkin saya akan bosan, jenuh, bahkan bisa-bisa jadi melanggar protokol kesehatan. Belajar menerima keadaan dan coba beradaptasi dengan kebiasaan baru ini adalah hal yang bagus untuk diterapkan.

Read more…

AES02 Pertama

“Selalu ada waktu untuk yang pertama,” kata salah seorang teman, ketika saya bilang saya tidak suka pergi ke bengkel. Kata-katanya ini cukup bermakna sehingga masuk ke dalam memori jangka panjang. Setiap saya merasa tidak bisa, atau ragu untuk melakukan sesuatu, saya selalu mengucap “mantra” tersebut.

Setelah menutup karir sebagai seorang jurnalis, saya memantapkan diri untuk menjadi seorang pendidik. Salah satu teman merekomendasikan saya untuk mengajar di Semi Palar. Saat itu saya memantapkan diri untuk menjadi pendidik di jenjang usia dini. Akan tetapi, nasib berkata lain. Dari hasil sudoku, saya malah ditempatkan di jenjang menengah atas, alias SMA. Kalau di Semi Palar, Kelompok Petualang Belajar.

Ini jauh dari ekspektasi saya. Alih-alih bertemu dengan anak kecil yang menggemaskan, saya malah bertemu dengan anak remaja. Saya belum pernah sama sekali bersinggungan dengan anak remaja. Saya pun kembali mengucap mantra, “selalu ada waktu untuk yang pertama.” Saya saat itu berasumsi, mungkin mengajar remaja akan  jauh lebih mudah, karena perkembangan kognitif mereka sudah cukup baik.

Saat menjalankannya, ternyata saya terjebak oleh asumsi saya sendiri. Mengajar remaja tidak semudah yang dibayangkan. Saya tidak bisa menyamakan cara mengajar anak remaja dengan pengalaman saya saat mengajar anak di jenjang usia dini atau jenjang sekolah dasar. Saya juga tidak bisa menyamakan cara mengajar saya di pelosok dengan di kota besar. Banyak faktor lain yang harus saya perhatikan, dari mulai mood, karakter, pola pikir, sudut pandang, pergaulan, latar belakang, kapasitas, peran, dan masih banyak lagi.

9316458255?profile=RESIZE_710x9316461101?profile=RESIZE_710xSemester pertama saya mengajar penuh dengan konflik. Baik antara saya dengan anak, anak dengan murid, anak dengan orangtua. Cukup membuat saya harus pergi ke tukang pijat karena sakit kepala memikirkan apa yang sedang saya hadapi. Saya pun sering membuka ruang-ruang diskusi dengan berbagai macam pihak, untuk membicarakan bagaimana cara menghadapi remaja. Selain itu saya juga rutin membaca artikel dan jurnal ilmiah sebagai panduan untuk saya mengajar.

Hingga pada akhirnya, setelah satu semester berlalu, saya pun mulai menemukan formula yang tepat. Saya juga mulai mengetahui bagaimana harus bersikap. Semester pertama saya di Semi Palar cukup memberikan pengalaman pertama yang cukup menguatkan saya agar bisa bertahan dan belajar lebih banyak lagi terkait remaja. Satu petualangan baru yang akan menambah referensi saya dalam kehidupan.

Saya akan coba bagikan pengalaman saya menghadapi remaja di rangkaian atomic essay ini..

Read more…

AES 063 Mangga

Sore kemarin berisik dari pohon mangga depan rumah sebelah selokan. Biasanya berisiknya dari dalam selokan, anak-anak ngambil ikan. Berisik dari pohon mangga ini berisik tupai dan burung, sepertinya lagi pada rebutan mangga. Berjatuhan pula, jadi semakin berisik. Kelihatannya mangga-mangga itu memang belum tua, hanya koq sudah karatan ya. Maksudnya banyak bercak cokelat dan pecah-pecah padahal masih bergantung di dahan.

Jadi teringat, beberapa hari lalu sempat membabat beberapa pohon pisang yang sakit. Daunnya menguning dan buahnya busuk di dalam. Saat ditebang pun batangnya mengeluarkan cairan kecoklatan dengan bau tidak sedap. Mana cipratannya kena muka dan masuk mulut pula. Bah..! Jangan-jangan, mangga juga mengalami hal yang serupa. Memang cuaca lagi tidak bersahabat, banyak terjadi badai di beberapa area dunia dan suhu pun beberapa kali melewati batas normal. Global warming is real.

Akhirnya memutuskan untuk memetik saja lah, sekalian membersihkan pohon dengan ekspektasi buah selanjutnya bisa lebih baik. Di hari pertama sekolah di jeda siang, saya memanjat. Semacam olahraga persiapan agar nanti makannya lebih lahap.

Yak, seperti biasa bagian terberat selalu bagian awalan. Batang lurus tanpa dahan, semut berkeliaran, dan kulit keras yang jadi pegangan. Hanya untuk naik ke dahan terdekat yang tingginya dua meter saja rasanya seperti lari keliling sabuga, sekali. Iya, sekali lari keliling sabuga udah pusing soalnya. Jarang latihan kardio seringnya latihan karbo, alias makan melulu.

Sampai di dahan pertama, istirahat lumayan lama. Memang, langkah pertama selalu jadi paling susah. Setelah segar, dari sini semuanya lebih mudah. Dengan bantuan bambu berkait,  petik sana-sini. Selesai. Sekarung beras terkumpul, mangga muda yang karatan. Langkah selanjutnya sortir mana yang masih layak makan.

Namun sebelum sortir, perlu turun dahulu dari pohon. Ternyata "selalu ada yang lebih dari yang paling" pun benar. Langkah pertama adalah yang paling susah dan ada yang lebih susah dari yang paling susah ini, yaitu langkah penuntasan. Sesusah-susahnya memanjat di awalan, lebih susah turunnya. Sudah gemetar kaki tangan, rasanya menakutkan melihat ke bawah dari tempat yang tinggi. Mungkin seperti ini kali ya rasanya jadi pejabat, makanya enggan turun kursi jabatan.

Read more…

AES66 The Humanism of Star Trek

My absolute favorite television series of all time is Star Trek: The Next Generation. It’s a very important show because it’s not mindless entertainment, in most of the episodes there’s something special, a lesson to be learned. Now not all of the episodes that exist are good, but it definitely improves immensely as it goes along. For me, I find that the best episodes are not the bombastic action-packed episodes with high stakes, but the more personal and small-scale stories that build on characters and have a good message to go along with it. 

“It is possible to commit no mistakes and still lose. That is not weakness, that is life.”

Star Trek is 50 years of philosophical and metaphysical messaging that gives us an ideal to strive for, a glowing representation of humanity, a shining example of what we all could be in the far future, if only we can cast aside our petty differences of the present and work together. I’ll be sprinkling some great quotes from the show throughout this writing, but there’s so many good ones that I can’t possibly fit all of them here. 

 

“Villains who twirl their mustaches are easy to spot. Those who clothe themselves in good deeds are well camouflaged... spreading fear in the name of righteousness.”

Star Trek often deals with heavy social and political issues, which is very brave especially for it’s time. Star Trek explores the terrible consequences of war and violence, the realities of racism and discrimination of all sorts, it deals with complex topics such as religion, morality, death and loss, the meaning of life, the struggles and beauty of existence.

"The claim "I was only following orders." has been used to justify too many tragedies in our history."

 

"The first duty of every Starfleet officer is to the truth. Whether it is scientific truth, historical truth, or personal truth. It is the guiding principle on which Starfleet is based."

The Federation is what humanity should strive to become. There are no more wars and internal strife, no more hate and discrimination for petty differences on ethnicity, gender, sexuality or religion. There is no more economic inequality since there is no longer a concept of money and artificial scarcity, everyone’s needs are met. The accumulation of wealth is no longer the driving force in our lives. What you do with your life is a matter of self determination, personal fulfillment and your sense of duty to the community, to contribute in a positive way to the world in which we live. Humanity is united under a banner of peace, and our reach extends far across the stars.

“The uncertainty, self discovery, the unknown. These are many of the qualities that make life worth living. I wouldn’t want to live my life knowing that my future was written, that my boundaries had already been set.”

 

“It is the unknown that defines our existence. We are constantly searching, not just for answers to our questions, but for new questions. We are explorers, we explore our lives, day by day. And we explore the galaxy trying to expand the boundaries of our knowledge.”

My absolute favorite character on the show is Captain Jean-Luc Picard, he is the ideal of humanity, a shining beacon of morality and integrity. Instead of relying on battle prowess and direct confrontation to solve problems, he is at heart a diplomat and an envoy of peace. He solves issues by building bridges and understanding so that conflicts can be solved without the need for violence. Captain Picard also has some brilliant Shakesperian speeches that are rousing and inspirational, I often come back to the episodes just to hear them again.

“Our time in this universe is finite, that is one of the truths that all humans must learn.”
That’s what’s missing from the newer Star Trek movies and television series. They fail to understand that it’s not about the cool ships and phasers and space battles, the core of Star Trek is the philosophy and introspection. It’s about exploring and making discoveries, out in the universe, and also in ourselves. To boldly go where no-one has ever gone before.

Read more…

AES073 Siapa (apa) kah Kamu?

Kembali ke pertanyaan yang sebetulnya sudah sering kita dengar. Pertanyaan sederhana yang sama sekali jauh dari sederhana untuk menjawabnya. Kenapa pertanyaan ini muncul terus sepanjang peradaban manusia - sepertinya ini pertanyaan yang belum ditemukan jawabannya secara meyakinkan. 

Dalam pemahaman Pendidikan Holistik, setidaknya di Semi Palar, proses pembelajaran adalah proses panjang untuk menemukan diri sendiri. Harapannya dalam proses pembelajaran ini, tahapan demi tahapan, teman-teman yang belajar secara holistik mampu mulai mengenali diri mereka sendiri - dan menjawab pertanyaan Siapakah Aku? Saat manusia kenal dirinya, kenal lingkungannya, dia berpotensi mengenali tujuan hidupnya. Dan dengan begitulah ia akan menemukan makna hidupnya - eksistensi dirinya. 

Mengenali diri sendiri kita pahami adalah proses yang bekerja di sisi dalam diri manusia. Karenanya kegiatan2 reflektif (bercermin) dan waktu hening jadi hal-hal penting. Proses ini jadi proses yang sangat personal, sangat individual. Manusia berpeluang menemukan (mengenal) diri sendiri saat dia banyak menelaah sisi dalam dirinya. 

Tapi pertanyaan tentang apa dan bagaimana sisi dalam diri manusia tetap sulit dijawab. Video di bawah ini adalah salah satu video yang menarik untuk dicermati. Karena kalau kita tahu atau setidaknya punya gambaran apa yang sesungguhnya ada di sisi dalam diri manusia, menemukannya akan jadi lebih mudah. Mudah-mudahan... 

Photo by Alexander Jawfox on Unsplash

Read more…

AES28 DUA PULUH DELAPAN

AES28 yang berarti sudah ada 28 tulisan di sini, sebenarnya tepatnya sudah 31 hari saya bersama di ruang ini untuk menulis. Tapi karena satu, dua, dan tiga hal hahahahaha 28 tulisanlah yang tertulis disini. Ternyata memang benar, menulis bisa menjadi terapi yang baik. Meski masih sering kebingungan untuk menuliskan setiap harinya, tapi dengan menulis setiap hari, justru memberi rasa nyaman. Menulis di sini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Tak ada paksaan, hanya perlu pembiasaan. Maka tulisan-tulisan selalu lahir dengan apa adanya, lahir dengan bebas, dan tak terikat. Walaupun tulisannya masih jauh dari kaidah penulisan yang baik dan benar, yang terpenting happy banget melakukannya hahaha

Selain menulis di sini, membaca cerita-cerita yang lain juga jadi hal yang menyenangkan. Ternyata sudah 1 bulan ini juga, saya punya kegiatan tambahan sebelum tidur, yaitu membaca cerita-cerita di ruang ini. Memang selalu ada "ruang" untuk hal-hal ajaib itu. Maka, terima kasih teman-teman semua sudah menjadi "ruang" masing-masing yang dibagikan untuk sebuah keajaiban dalam cerita-ceritanya. Saya senang sekali mendengarkan cerita, menurut saya berbagi cerita sama dengan berbagi hidup. Dari mendengarkan cerita juga kita bisa belajar banyak sudut pandang. Terima kasih sudah berbagi kisan dan terima kasih sudah berbagi hidup :)

Read more…

AES #65 Impulsive Buying

Saya duduk di kedai kopi seperti biasa yang menjadi kegiatan di akhir pekan. Kali ini saya dapat tempat duduk jauh lebih ke dalam sehingga saya bisa ikut memperhatikan pastry chef yang sedang berkreasi dengan kue-kue, roti dan pastry. Menyaksikan kegiatan semacam ini memang asyik sekali. Saya jadi ingat bahwa dulu mendiang Ibu mertua senang "ngegossipi" saya. Ini kata Nina, ibu mertua sering bilang dalam bahasa Belanda ke Nina jika sedang membeli nasi goreng yang lewat depan rumah. "Tuh lihat, si Jo pasti berdiri dekat si emang memperhatikan dia masak sampai selesai!" Hahaha

Suatu kali saya membeli martabak dan meminta ke si penjual untuk diperbolehkan mengerjakan kulit martabak membanting-banting adonan untuk membuat kulitnya hingga tipis, Sayangnya si emang tidak memperbolehkan dengan alasan, "Jangan Pak, nanti tangannya penuh minyak!" Ya memang adonan untuk martabak direndam dengan minyak agar tetap liat dan ketika dibentuk dan tidak mudah sobek. Saya kecewa walau akhirnya terobati karena martabak telurnya enak sekali hahaha... Ini akan masuk ke dalam Bucket list saya bikin kulit martabak! Orang aneh ya? hahahaha

Nah pagi ini saya memperhatikan dapur pastry. Asyik sekali apalagi ketika saya membayangkan jika suatu waktu diberi kesempatan memiliki peralatan dapur yang lengkap. Kemarin saya seharian sibuk di dapur milik seorang sahabat, dapurnya keren dan sedikit membuat saya iri. Ya, bucket list yang ke dua adalah dapur yang lengkap, bahkan kalau bisa saya mau punya stone oven di halaman belakang dengan sebuah grill dan kalau bisa ada tiki bar! hmmm... Membayangkan jika saya bisa mengundang teman-teman hampir setiap weekend untuk dijadikan korban eksperimen makanan, bakal menjadi kegiatan seru di masa pensiun nanti hahaha.. Ini cuma mimpi! Halaman belakang saya di Pasir Impun tidak cukup besar untuk itu semua, dan musuh di Indonesia, tikus, akan punya tempat sembunyi yang nyaman kalau saya punya peralatan masak di halaman belakang! Tikus sudah sempat menghancurkan kompor dan oven milik saya yang secara khusus saya pesan dari suplier yang tidak ada di toko! Grrrr...

Saya tidak tertarik pergi ke mall dan sight seeing dari etalase ke etalase melihat-lihat pakaian dan sepatu, misalnya, tapi kalau saya pergi ke toko yang menjual segala macam peralatan masak, saya akan seperti anak kecil yang masuk toko Lego! Dada saya berdebar-debar seperti orang jatuh cinta, lupa tempat berpijak dan saya merasa berada di dunia sendiri! No other place is better than that! saya akan melototi pisau berlama-lama atau pernak-pernik alat dapur! Nah kalau urusan ini, belanja impulsif akan jadi ancaman karena saya lupa diri. Bulan lalu karena iseng waktu duduk melamun di kendai kopi ini, tanpa sadar saya memesan Leather Chef Knife roll bag, tidak tanggung-tanggung dari Ukraina! Membayangkan saya punya tas kulit untuk koleksi pisau dapur saya membuat lupa diri, tanpa sadar tiba-tiba ada notifikasi di HP saya yang bilang, "transaction has been made online on your credit card!" Saya memang set up di HP untuk memberi notifikasi jika saya belanja dengan kartu kredit melebihi angka nominal tertentu. Barang itu akan tiba beberapa minggu lagi, karena custom made dengan nama saya terukir di sana heheheh, jadi butuh waktu total sekitar 2 bulan! tapi jujur, saya sangat excited!

Untungnya, saya paling parah jika harus menghapal angka. Jangankan nomor kartu kredit yang ada 16 plus 3 angka security code, nomor telepon sendiri saja saya tidak hapal! Saya punya folder khusus tersembunyi di suatu tempat yang isinya semua nomor pin, nomor password, dan lain-lain. Tanpa itu saya mati kutu! Nah untuk menghindari belanja impulsif yang tidak penting salah satu trik saya adalah taruh kartu-kartu itu di rumah. Bawa 1 kartu yang limitnya paling rendah atau yang sudah hampir max out jadi walaupun tergoda, saya tidak bisa apa-apa! Oh ya, sudah hampir 5 tahun saya tidak menggunakan cash. Kalaupun ada cuma receh "duwit lanang" untuk hal-hal tidak penting! Hahahah***

 

Read more…

AES070 Terapi Musik

Di malam kelabu; di saat kita sedih, merasa tak berguna, ditolak, terhinakan—berpalinglah pada musik rock. Rock itu adalah seorang abang, yang walaupun tak pintar seperti jazz dan musik klasik namun selalu loyal dan dapat diandalkan.

Cobalah mengadu kepadanya. Dalam volume maksimum.

Tapi bukan, …bukan nyanyian rock jenis medium itu. Yang liriknya merayu-rayu penanda gejolak darah muda. Yang dilantunkan sekawanan cowok jantan bersubang, gondrong sebahu, dan ganteng-ganteng.

Melainkan jenis musik cadas paling keras, paling cepat, paling bertenaga. Yang dimainkan lelaki-lelaki murka berambut sepinggang dan bercambang, yang sudah melampaui kategori jantan. Mereka binatang: liar dan buas.

Musik yang keji. Hantaman double-bass pedal drumnya rapat menderu-deru, ditingkahi dentum bas yang bulat dan padat. Ritem gitar meraung dalam distorsi besar, mengiringi solo gitar berkecepatan tinggi yang melengking-lengking di register atas. Liriknya tidak merayu-rayu, tapi memuntahkan sumpah-serapah dalam teriakan-teriakan parau.

Bukan, …bukan dendang penanda gejolak darah muda. Tapi dendang yang berdarah-darah, yang bercerita tentang perang, api, dan setan-setan. Gelap, namun perkasa. Tegar dalam kesendirian.

Hingar-bingar dan carut-marut itu mampu menggedor-gedor kesadaran yang nyaris padam. Mengusap dada yang sesak, mengeringkan mata yang sebak. Meneguhkan lutut yang goyah, menengadahkan dagu yang lemah.

Tapi, setelah segalanya pulih dan siaga, perasaan yang telanjur meletup-letup itu perlu dikendalikan. Ia perlu dikembalikan ke level normal, ke posisi moderat, agar tak bersemai benih-benih dendam.

Tiba saatnya menyimak lagu-lagu tenang dan intelek. Tembang dalam beat pelan yang dibawakan bapak-bapak kalem, arif dan berkaca mata. Debur halus pada snare-drum oleh stik serupa kuas. Dentam bas akustik yang bening. Ritem gitar yang juga akustik dan bening. Suara synthesizer lamat-lamat melatari. Tak ada kata-kata. Hanya dentingan lirih tuts-tuts piano menjadi melodi.

Not-not sejuk dalam tempo lambat itu mampu mengendorkan otot-otot yang marah. Memijat-mijat pundak yang menegak, menepuk-nepuk punggung yang mengencang. Membelai tangan yang mengepal, mengelus paras yang mengeras.

Ia menjadi filter yang memisahkan kebencian dan kebengisan dari harapan dan rasa percaya diri yang telah berdiri kembali. Yang tersisa di hati hanya semangat nan damai. Yang tertinggal di kepala hanya optimisme nan adem. Rencana-rencana baru.

 

"Without music, life would be a mistake."Friedrich Nietzsche

 

Read more…

AES26 beres-beres

 

Outer order contributes to inner calm. Salah satu quote terkenalnya Gretchen Rubin (Happiness Project). Tulisan kak Yanti mengingatkan aku pada hal ini. Tepatnya, mengingatkan pada spirit beberes yang pernah ada, karena keharusan beberes sih selalu muncul ketika melihat tumpukan barang. Selalu menjadi agenda untuk dikerjakan saat libur yang cukup panjang. Meski bukan hal mudah mengalahkan rasa enggan memulai, atau melanjutkan proses yang sudah dimulai.

Sempat ada masa ketika aku gandrung sekali dengan berbagai hal yang berbau beres-beres ini. Banyak metode yang aku ikuti dan coba. Haha, mulai dari Kon Mari dan The Minimalist yang beken banget, declutter berkait feng shui, Danshari, Live More with Less-nya Dominique Loreau, Zen Habits-nya Leo Babauta, dll. Sepertinya memang berkaitan dengan kebutuhan menata kembali diri yang sudah overload. Bukan hanya benda-benda fisik, tapi juga yang tak kasat mata, seperti inbox dan arsip-arsip pada laptop, waktu dan energi untuk kegiatan keseharian, kontak dalam buku alamat dan lingkar pertemanan, dll.

Seperti yang dikatakan Leo Babauta: "The complications creep up on us, one insignificant step at a time.

Today I order something online, tomorrow someone gives me a gift, then I get a free giveaway, then I decide I need some new tools. One item at a time, the clutter accumulates, because I’m not constantly purging the old.
Today I say yes to an email request, tomorrow I say yes to a party invitation, then I get asked to a quick cup of coffee, then I decide to be a part of a project. One yes at a time, and soon my life is full and I don’t know how I got so busy.
I look at a news site, then a social media site, then my email, then read an interesting article, then watch an online video someone sent me… and soon my day is gone, and I didn’t get much done, and my life gets eaten away in minuscule bites.

How do we protect against this feature creep, this complication creep? We have to take a step back, regularly."

Akumulasi akan selalu terjadi. Tidak membeli apa-apapun tumpukan selalu terjadi. Karenanya perlu mengeluarkan berkala. Benda yang pernah jadi kesayangan mungkin sudah habis waktu pakainya, atau sudah tergantikan dengan yang lebih sesuai. Bila tidak digunakan, tapi juga tidak dikeluarkan, tentunya menumpuk, dan dengan tak eloknya menyita ruang secara fisik maupun mental dalam hidup sehari-hari. Ruang yang bersih dan rapi sangat membantuku mengurangi distraksi dan rasa tidak nyaman. Memilah dan mengeluarkan, mengajak diri untuk berpikir dan fokus pada apa yang penting untuk aku.

 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa