Sebuah Kasta Belanda

Sebuah Kasta Belanda

 

8537469463?profile=RESIZE_710x8537468300?profile=RESIZE_710x

 

 

Ditulis oleh: Flavius Marigratia De Jesu



Tahun Rilis Film   :15 Agustus 2019

Rating usia   :17+

Genre   :Fiksi Sejarah

Rumah Produksi   :Falcon Pictures

Sutradara :Hanung Bramantyo

Pemeran :Iqbaal Ramadhan 

Mawar Eva de Jongh 

Sha Ine Febriyanti 

Ayu Laksmi 

Donny Damara 

Bryan Domani 

Giorgino Abraham 

Jerome Kurniawan

Durasi   :181 Menit



Pembuka

Bumi Manusia merupakan salah satu film yang sukses besar, ide film itu sendiri dapat mudah dibilang genius, dimana mengangkat buku Bumi Manusia menjadi film. Aku sangat terkesan bagaimana film ini membuat jiwa nasionalisme ku berkobar-kobar. 

 

Sinopsis Film

Pada hari penobatan ratu, Minke yang pribumi diajak oleh temannya Suurhof pergi ke rumah temannya Robert Mellema dengan tujuan mempermalukannya karena pribumi. Namun tidak menyangka, Annelise menyelamatkan Minke dari situasi tersebut. Dan ia menjadi teman baik hingga ia menikah dengannya, banyak masalah dilalui, Minke mengejar satu tujuan dimana semua manusia berhak mendapatkannya, yaitu keadilan.

Minke adalah orang yang mandiri, bahkan ia sudah tinggal sendiri di Wonokromo. Ia dengan bebasnya dapat melakukan hal-hal sesuka hatinya, hingga ia memutuskan untuk hidup bersama Annelise dan Nyai di Boerderij Buitenzorg. Namun ayah dari Minke kebetulan seorang bupati, tidak setuju meninggalkan budayanya dan tinggal bersama Nyai yang tingkatnya sama dengan anjing. Untungnya, ibunya dapat menerima hal tersebut karena Minke menyampaikan bahwa ia hanya ingin keadilan. dengan semua tenaga, Minke berusaha yang terbaik untuk menyampaikan keadilan bagi bangsa Indonesia. Ia melihat bahwa ada celah dimana ia dapat menyampaikan hal ini untuk pertama kalinya, saat ia dipilih sebagai penerjemah, ia tidak menerjemahkan ayahnya namun ia menyampaikan bagaimana Indonesia memerlukan keadilan dan berakhir diapresiasi semua orang karena kepintarannya.





Ulasan Film



Sinopsis diatas adalah hanya sebagian adegan dari film ini, dan sudah sangat menarik perhatianku. Jadi untuk bagian cerita, aku sangat menyukai alurnya namun masih ada beberapa adegan dimana alurnya kurang jelas yang berakhir membuat bingung, salah satu adegannya yaitu dimana Ah Tjong membunuh Herman Mellema tanpa alasan jelas. Aku suka bagaimana film ini berjalan dengan gaya modern namun latarnya pada tahun 1990-an, properti yang kurang banyak untuk menggambarkan suasana juga menjadi salah satu masalah. Namun selain itu aku sangat suka cara pengambilan gambar  yang sangat berbeda dengan film lain, dan mungkin hal ini menjadi kelemahan di mata beberapa orang. Contoh kekurangan dari film ini, yaitu tidak ada adegan lucu dan membuat membosankan jika tidak tertarik kepada ceritanya, kurang menegangkan, dan ada beberapa bagian yang kurang masuk akal seperti Minke yang berhalusinasi tentang nyai di sekolahnya, musik yang kurang pas seperti lagu ibu pertiwi di tengah film, dan beberapa efek suara yang tidak muncul membuat adegan kurang nyata.

 

Di tengah film juga ada beberapa adegan yang kurang nyaman dilihat, dan harus ditutupi, atau dihapus sebab alur dapat berlanjut lancar tanpa adegan tersebut. Bahkan jika harus sekali memakai adegan tersebut, bisa diganti dengan adegan yang dapat menjelaskan hal tersebut. Hanya untuk lebih bagus, beberapa adegan yang kurang nyaman ditampilkan, menurutku hal tersebut kurang tepat. Dan membuat anak remaja harus didampingi orang tua untuk menonton, film tersebut.

Penutup/Simpulan

Jadi, kesimpulannya adalah film yang bagus, alur yang bagus, dan latar yang bagus. Namun hanya perlu sedikit tambahan edit agar film tampak lebih bagus jika dilihat detail, tapi siapa yang akan melihat detail sekali saat sedang menonton dan menikmati film. Dan ada beberapa bagian yang perlu dampingan orang tua, dan sebetulnya film ini cocok dan sangat bagus untuk remaja SMP namun karena beberapa adegan yang kurang nyaman dilihat, diperlukan dampingan orang tua. Namun karena film ini memiliki makna tersirat yang sangat bagus dan menyadarkan penonton akan keadilan, maka dapat menjadi satu alasan kenapa aku sarankan untuk sisihkan 3 jam untuk menonton film ini.

Jadi bagi remaja, sangat boleh menonton film ini, namun jangan lupa bimbingan orangtua!

 

Rating/nilai Film Secara Keseluruhan: [Skala 1 - 10] 

Dari seluruh ulasan dan simpulan, dapat aku putuskan film ini pantas mendapatkan nilai:

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

8/10

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa