(Resume Film) Le Petit Nicolas

(Resume Film) Le Petit Nicolas

humor1/hu·mor/ n 1 sesuatu yang lucu: ia mempunyai rasa --; 2 keadaan (dalam cerita dan sebagainya) yang menggelikan hati; kejenakaan; kelucuan.(Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI))

Saya suka sekali dengan humor dan kagum dengan orang yang bisa melontarkan humor dengan apik. Menurut saya, itu suatu kepandaian tersendiri. Humor tak hanya mampu membangkitkan tawa, tapi punya kekuatan mengubah suasana hati, mencairkan ketegangan dan bahkan secara halus bisa mengubah persepsi atau pandangan orang lain. Humor tentunya ada bermacam jenis, dan terkadang bisa menyinggung orang lain. Tapi itu cerita untuk di lain waktu.

Salah seorang sahabat saya, yang tahu bahwa saya suka sekali film humor, suatu hari memberikan film ini ke saya untuk ditonton. "Tonton deh mbak, mbak pasti suka", katanya. Hmm film anak, pasti humornya begitu-begitu saja, pikir saya.  Tapi ternyata saya salah, (menurut saya) film ini lucu sekali dan kemudian jadi salah satu film komedi favorit saya.

Film Le Petit Nicolas ini diadaptasi dari seri buku anak Perancis dengan judul yang sama, menggunakan setting cerita Perancis di tahun 1950an. Tokoh utamanya adalah si Nicolas, bocah (sedikit) bandel nan polos (tapi lucu). Tapi tokoh-tokoh pendamping sebagai teman Nicolaspun tak kalah menariknya (dan tak kalah bandelnya juga).

Filmnya diceritakan dari sudut pandang dan suara si Nicolas. Cerita dan kelucuan yang bergulir di film ini bermula dari kesalahpahaman Nicolas bahwa dia akan memiliki adik. Nicolas dan teman-temannyapun berusaha agar..... (Hihi, rahasia)

Beberapa tahun yang lalu saya kehilangan file film ini, ketika saya berpindah laptop. Sudah saya cari-cari di hardisk lama, tapi tak jua ketemu. Akhirnya, kalau rindu menonton film ini, saya hanya bisa menonton teaser dan fragmen-fragmen filmnya di youtube saja. Itupun sudah mampu membuat saya tertawa.




E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Thank u reviewnya anug. Nanti aku nonton ah bareng anak2. 🤭

  • hahahhaha kayanya lucu yaa 😂😂💕

This reply was deleted.

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.