PROYEK MANDIRI | Farah | Telang

 

Awal semester ini kami merencanakan untuk membuat proyek kolaborasi, yakni curated marketplace dalam bentuk koperasi. Sekarang, kami, k12 Telang merencanakan untuk membuat proyek mandiri. Berhubung tahun pelajaran ini merupakan tahun terakhir saya belajar sebagai siswa menengah atas, saya selalu mencoba menghubungkan proyek yang saya kerjakan dengan persiapan jenjang kuliah. Saya tertarik untuk mengambil Fakultas Seni Rupa dan Desain, sehingga proyek yang saya ambil tidak akan jauh dari topik tersebut. Ada banyak proyek yang sempat saya konsiderasikan, namun pada akhirnya yang saya pilih adalah proyek yang cukup familiar tapi di lain sisi tetap membuka ruang untuk saya belajar. Proyek yang tidak jauh dari zona nyaman, tapi menantang, antara lain komik.

Komik adalah medium yang menarasikan sebuah cerita, kumpulan gambar dan kata. Seringkali diasumsikan bahwa komik ditujukan untuk anak-anak dengan cerita ringan. Bahkan KBBI sendiri mendefinisikan komik sebagai cerita bergambar (dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Definisi dari KBBI hanya menjelaskan salah satu bentuk genre dan medium yang digunakan. Bukan definisi dari konten komik itu sendiri.

Saya memilih komik sebagai proyek mandiri karena proyek ini dapat membantu meningkatkan strength saya, yakni berkarya. Dari berbagai bentuk seni visual, komik adalah satu-satunya medium yang belum pernah saya sentuh, atau lebih tepatnya belum pernah berhasil dituntaskan. Sehingga komik merupakan ruang belajar untuk lebih bertanggung jawab, time management, dan stress management.

Weakness yang ingin saya perbaiki adalah perihal interaksi sosial, yang saya akali dalam proses pembentukan cerita. Saya tidak suka memperlihatkan hasil karya saya, dan untuk proyek mandiri kali ini saya akan merilis komik yang saya buat dalam platform komik web yang lebih besar. Dengan eksposur yang lebih tinggi, memungkinkan komik saya dibaca oleh lebih banyak orang. Komik juga merupakan lahan yang ideal untuk belajar. Saya akan lebih sering menggambar hal yang saya hindari, seperti latar belakang, bangunan, karakter, emosi, dan perspektif. Hingga gambar suasana yang menjadi tugas langganan test masuk kuliah FSRD. Membuat komik juga memaksa saya untuk berpikir lebih kritis dan dan terstruktur. 

Saya ingin membuat cerita yang kebetulan bergambar, agar cerita tersebut dapat dieksekusikan dalam berbagai seri dengan alur yang mudah dibaca, saya harus lebih kritis dalam menentukan topik dan terstruktur dalam menyampaikannya. Mulai dari konseptualisasi ide, mengembangkan cerita, menulis narasi, membuat thumbnail atau papan cerita. Menggambar, mewarnai, menambahkan detail, revisi, hingga akhirnya dipublikasi. Lalu lanjut membuat seri selanjutnya. Kemampuan saya dalam mengelola waktu akan diuji, saya harus mulai bekerja secara terstruktur, dan memanfaatkan waktu lebih kritis.

Komik bisa ditemukan dengan mudah, mulai dari pajangan di toko buku, internet, dan di media sosial. Mengangkat topik yang beragam dari humor slapstick hingga cerita berat yang filosofis. Komik dirilis dalam bentuk kumpulan cerita dari potongan-potongan konflik atau isu cerita. Untuk proyek mandiri ini saya ingin membuat komik web yang berasal dari kisah di sekitar saya. Visi dari komik ini adalah menceritakan potongan hidup orang lain. Dengan misi membuat cerita bergambar untuk mengekspresikan dan menterjemahkan suasana dan emosi. Agar pembaca terinformasi atau merasa bahwa dirinya tidak sendirian Bisa berupa curhatan orang terdekat atau wawancara dengan orang-orang baru, tentunya cerita disebarkan sesuai consent mereka.

Komik yang saya buat based on true stories tentang potongan kehidupan orang urban atau pelajar. Mengangkat kecemasan dan permasalahan sehari-hari. Ditujukan untuk young adult (SMA-kuliah), yang memiliki jangkauan internet, ingin mengekspresikan diri, dan ingin bercerita. Umumnya, di usia tersebut banyak yang sedang mengalami kesulitan dengan diri sendiri. Seperti tidak percaya diri, merasa seperti outsider, atau tidak punya tempat berbagi.

Dengan membuat komik ini saya harap dapat menampung kecemasan orang lain yang serupa dengan target audiens. Isu yang dibahas relatable dan mudah diakses. Format komik juga membuat cerita lebih ringan dan harapnnya menyenangkan untuk bicara. Yang membuat komik ini berbeda dari komik yang lain adalah saya mencoba meng-highlight kompleksitas kehidupan sehari-hari, menceritakan sisi lain dari hal-hal yang dianggap remeh. Dengan cerita yang intim dan pembawaan yang efektif. Di man audiens menjadi subjek cerita. Proses pembuatan proyek kali ini akan sangat menyenangkan dan mendebarkan.

 Sekian, terima kasih

Untuk selengkapnya, klik di sini


<iframe src="https://drive.google.com/file/d/1RN7muaUSRd4e9UCECnYKSHl04FB8mD4M/preview" width="640" height="480"></iframe>

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa