NormalBaru #4

5482595087?profile=RESIZE_400xKita telah melihat bahwa pandemi kali ini telah memberi dampak di seluruh sektor kehidupan tidak hanya pada sektor kesehatan... Pada sektor ekonomi, ditandai dengan berkurangnya aktivitas bisnis sejalan dengan meluasnya penyebaran virus Corona... Pelaku usaha yang bergantung pada sektor pariwisata, perjalanan, dan hospitality mengalami gangguan signifikan... Hingga menuntut pemerintah untuk meningkatkan anggaran belanjanya untuk digunakan dalam menopang ekonomi domestik... Pada sektor sosial ditemukan potensi peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan... Situasi tersebut rentan untuk memunculkan tindakan-tindakan masyarakat yang bersifat negatif yang dekat dengan tindakan kriminal... Di samping itu kegiatan keagamaan menjadi tidak leluasa untuk diselenggarakan di tempat ibadah... Lalu sektor pendidikan juga sangat terasa dampaknya dengan dibatalkannya ujian nasional dan penerapan kegiatan belajar dari rumah untuk murid di setiap jenjang pendidikan.

Situasi pandemi yang tengah berlangsung ini juga berdampak pada kehidupan personal kita... Berapa banyak rencana yang sudah kita rangkai dengan penuh perhitungan namun tiba-tiba tertunda? Berapa banyak pula kesempatan dan peluang yang kita anggap menguntungkan menjadi terhambat? Berapa banyak juga aktivitas alam luar yang menantang perlu kita siasati agar tetap bisa dilakukan? Yaa, nampaknya saat ini banyak hal yang sebelumnya kita leluasa lakukan atau kita peroleh tapi mendadak kita kesulitan dalam melakukan dan memperolehnya... Pada akhirnya kita khawatir, mengeluh dan merasa terpaksa menjalani kehidupan yang penuh penyesuaian di sana-sini.

Namun pada kenyataanya apapun dampak yang hadir karena situasi pandemik ini, kita dipaksa untuk memberi jeda... Memberi jeda karena tidak bisa menjalankan rencana yang telah diperhitungkan, sebab terjebak di rumah... Memberi jeda karena kesempatan dan peluang yang mendatangkan keuntungan ternyata perlu dilepaskan dahulu... Memberi jeda karena aktivitas di luar yang semakin berkurang, sebab menjaga kesehatan diri dan orang lain itu lebih utama.

Nampaknya masa jeda memberi tantangan pada kita agar semakin bijaksana... Kita ditantang agar sesering mungkin mengunjungi diri sendiri... Jalannya adalah dengan mengembangkan kesadaran yang ada dalam diri untuk memperoleh kejernihan dalam memaknai segala yang teralami... Hingga memunculkan pemaknaan, bahwa hidup bukan lagi perihal berkompetisi namun berkarya demi menghadirkan manfaat bersama.

Selanjutnya di masa jeda, kita ditantang untuk memunculkan hal yang berbeda... Ini bisa berupa pilihan kita untuk merubah kebiasaan, rencana, atau cara hidup yang berbeda... Dalam kondisi biasa, bisa saja kita menghindari mempelajari teknik memasak masakan yang kita anggap sulit, namun dengan adanya masa jeda kita memiliki peluang untuk mengasah keterampilan dalam memasak hidangan yang dihindari sebelumnya... Hal lainnya dapat berupa rencana-rencana baru yang dirancang penuh kesadaran dan sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya... Kemudian pilihan untuk membiasakan diri memperhatikan kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Hidup dengan melibatkan jeda adalah suatu bentuk kehidupan alamiah manusia... Memang dengan melibatkan jeda tidak dapat menyelesaikan semua masalah... Tapi dengan melibatkan jeda dapat mengikis derita yang tidak bermakna... Dengan melibatkan jeda akan membantu kita sadar atas apa yang terjadi dalam diri... Dengan melibatkan jeda membantu kita sadar atas yang telah kita lakukan dan apa yang hendak dilakukan...

 

 

Ilustrasi oleh Melinda Matyas

 

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Semoga jeda ini tidak hanya untuk kita berpikir sendiri-sendiri, tapi juga untuk berdialog; merancang dan mempersiapkan cara hidup baru yang lebih berkeadilan, lebih sehat, lebih membahagiakan. Narasi Baru untuk Kehidupan Holistik.

  • Sepakat... jeda ini memang bisa jadi kesempatan luar biasa... kalau pertama2 kita menerima dan berdamai dengan situasi yang ada. Dalam suasana yg damai tenang, kita bisa lebih jernih melihat segala sesuatu termasuk kesempatan yang ada...
    Alam semesta itu selalu hadir dalam kesetimbangan... dalam suasana chaos ada kesempatan untuk membuat keteraturan. dalam kegelapan ada peluang untuk menyalakan pelita... Salam
    Ditunggu tulisan selanjutnya.

This reply was deleted.

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.