NormalBaru #3

5363226252?profile=RESIZE_400xTidaklah mudah untuk merubah kebiasaan kita yang telah menjadi pola hidup sehari-hari. Bahkan saat melakukannya pun kita telah otomatis dengan tanpa berpikir. Dalam teori perilaku klasik yang dikembangkan oleh Pavlov mengatakan, bahwa suatu tindakan atau perbuatan itu menjadi kebiasaan karena dilakukan berulang-ulang. Sehingga bila perilaku buruk yang telah menjadi kebiasaan, jika tidak disadari maka perilaku tersebut akan sulit diubah. Demikian pula perilaku baik yang telah menjadi kebiasaan, bila lama kelamaan dilakukan tanpa disadari maka akan menetap kuat.  

Selama masa pandemik ini kita telah saksikan banyak orang sangat sulit diatur bahkan dengan berani melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Masyarakat nampaknya masih kesulitan untuk dapat menerapkan dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru yang perlu dilakukan. Jujur untuk sekali waktu untuk alasan tertentu saya pun pernah melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini adalah gambaran bahwa kita selama ini tanpa disadari telah memiliki kebiasaan yang telah menetap kuat sehingga ketika tiba-tiba muncul perubahan maka cenderung sukar untuk dapat menyesuaikan.     

Pilihan untuk berdisiplin menjaga kesehatan dan keselamatan bersama tentunya berada pada diri setiap individu. Seperti yang telah ditegaskan oleh Erich Fromm seorang psikologi sosial, bahwa sebagai manusia kita bertugas untuk menentukan pilihan terus-menerus. Pilihan pada yang baik hanya mungkin bila manusia menaruh minat pada kehidupan. Maka basis dari pilihan kita dalam menyesuaikan perilaku dengan tatanan kehidupan baru adalah terletak pada penghormatan akan kehidupan.

Apapun kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah akan tidak efektif berhasil bila masyarakat cenderung bersikap egois hanya fokus pada kepentingan pribadi. Petugas lelah, tenaga medis kerepotan, dan biaya semakin besar hanya karena perilaku kita yang tidak disiplin. Pada sisi yang sama bukan pilihan yang elok bila petugas harus terus-menerus mengontrol penerapan pola hidup normal yang baru. Begitu pula kekhawatiran yang berlebihan adalah bukan solusi sebab akan mengundang ketakutan yang membuat kehidupan tidak produktif. Semoga tumbuh kebiasaan hidup baru yang berdisplin tanpa diawasi.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.