NormalBaru #1

5119318088?profile=RESIZE_400xHampir setiap situasi baru tidak sepenuhnya memberi kenyamanan karena kita terbisa dengan pola yang lama. Begitu pula lika-liku situasi pandemik yang bersama kita alami memang bukan hal yang mudah dilalui. Kita belum terbiasa sepenuhnya dengan segala protokol cara hidup yang adaptif dalam masa pandemik kali ini.

.

Tapi ada suatu hal baik yang muncul pada saat pandemik kali ini. Banyak sekali dari masyarakat baik perorangan atau kelompok yang kemudian menggalang dana bersama-sama untuk membantu sesama yang membutuhkan apapun, mulai dari masker, APD, sembako, uang, pakaian, apa saja yang bisa dibagikan. Terdapat kesadaran yang diam-diam tertanam di hampir banyak orang untuk memanifestasikan niatnya untuk berbagi dengan sesama.

.
Keberadaan pandemi ini seakan-akan mengajarkan kepada banyak orang untuk bermurah hati kepada sesamanya. Nampaknya, kita diajarkan bahwa inilah sebenarnya cara hidup yang benar, berbagilah dengan sesamamu. Manifestasikanlah niat-niat baik di hati untuk mampu dirasakan oleh sesama.
.
Untuk sesaat, banyak yang mulai berpikir apa yang bisa kubagikan kepada orang lain dan mulai melupakan apa yang bisa kuambil dari orang lain. Bila situasi ini berlangsung terus, dan tidak berhenti ketika pandemi ini berakhir, tentunya kehidupan manusia akan berubah menjadi semakin indah. Setiap orang terdorong untuk berkontribusi dan menyampingkan sikap konsumtif.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Amin... memang waktu jadi faktor penentunya... kalau pandemi ini hanya sebentar manusia akan segera kembali ke pola lama. Waktu pandemi yg lebih panjang sebetulnya lebih menjanjikan perbaikan-perbaikan yang memang menuju kebaikan... Sekilas paradoksikal tapi ya memang begitulah adanya... mengubah  pola yang sudah sekian lama berjalan perlu momentum besar dan waktu yg tidak sebentar... 

     

    • Eksistensi waktu menjadi variable yang melekat ya Kak dalam membentuk pola baru untuk menggantikan pola lama atau setidaknya menyamarkan pola lama yang sudah kadung menetap kuat secara, masif, terstruktur, dan sistematis...hehehe

  • Semoga hal-hal yang baik akan tetap berlanjut bahkan setelah pandemi ini berlalu 😄🙏🏼

    Keakraban Keluarga, Semangat Belajar, Kepekaan dalam kemanusiaan, Self awareness, Rasa Bersyukur  dan banyak hal lainnya 😄🙏🏼

     

    • Betuul betul betul...banyak hal baik yang menetap saat kondisi pandemik mulai beranjak  😄

This reply was deleted.

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.