Selamat pagi/siang/malam warga ririungan, perkenalkan nama saya Bimo salah satu anggota kelas 12 KPB saat ini. Gimana kalian disana? aman aman saja kan?. Kondisi Indonesia terutama kota yang kita tinggali, yaitu Kota Bandung memberlakukan PPKM tingkat 4, dimana sedang berlangsung dari mulai hari ini sampai tanggal 2 Agustus 2021, bosan bukan hehehe, yapp walaupun bosan kita tetap harus semangat yaa untuk menjalani kehidupan kita masing-masing, tentunya menjalankan aktivitas yang berguna dan positif bagi kita semua. Di blog singkat kali ini aku ingin berbagi mengenai hal-hal yang aku pelajari mengenai bisnis. Aku melakukan beberapa riset kecil dimulai dari youtube sampai ke web-web yang membahas tentang bisnis. Topik yang aku angkat kali ini adalah, mental apa yang kita perlukan untuk jadi pebisnis dan contoh panutan yang bisa kita ikuti dari salah satu sahabat nabi. Berikut ringkasan dari beberapa riset yang aku lakukan, enjoy.

Di video pertama aku menonton satu video yang harus aku dalami saat ingin bermental kuat menjadi seorang pebisnis, poinnya adalah selalu haus dengan kata belajar. Aku harus bisa belajar apapun untuk menambah ilmu dan pengetahuan aku. Lawan rasa malas belajar dengan berpikir dan berbicara positif terhadap diri, karena dua hal tersebut secara tidak langsung menghipnotis diri kita sendiri, yang ahkirnya tertanamkan dengan apa yang kita ucapkan dan lakukan. Jadi selalu berucap yang baik-baik dan selalu berbuat baik kepada lingkungan sekitar. Hal ini sangat bisa menambah motivasi dan semangatku untuk terus explore dan belajar.

Berbicara masalah belajar, ada beberapa tingkatkan belajar yang harus aku mengerti. Tingkatan pertama dari belajar adalah, TAU (what) kalau tau ini aku hanya sekedar tahu aja, oh yasudah aku tau. Ditingkatan yang kedua adalah PAHAM (why), dimana kita tau dan mengerti dengan apa yang kita pelajari, tingkatan selanjutnya adalah BISA (how to), ditahap ini kita harus tau, paham dan bisa untuk mengaplikasikan pelajaran itu kedalam kehidupan kita. Tingkatan yang terahkir adalah JAGO (what if) kita sudah menguasai semuanya dan berpengalaman atas hal tersebut.

Yang terahkir jangan lupa yaa minta ke Allah untuk diberi rezeki dalam bentuk pemahaman dan diberikan kemudahan dalam belajar.

Di video yang kedua aku belajar mengenai karakter yang ditumbuhkan Sahabat Nabi Muhammad SAW dalam berbisnis, yang pertama adalah jangan pelit sedekah. Pada suatu hari ada salah satu sobat Nabi bernama Abdurrahman Bin Auf yang memiliki komoditas berupa kurma busuk yang sebenernya itu bisa dijual dengan mata uang, banyak orang yang meminati korma busuk tersebut untuk dijadikan obat, namun karena kebaikannya dia, dan pada saat itu warga disekitarnya butuh, ia memberi gratis korma busuknya. Ia tidak menerima uang sepeserpun. Kebesokannya ada orang datang dari daerah yang jauh, ia membutuhkan sebuah korma busuk, karena di wilayahnya terjadi pandemik penyakit, dan orang ini butuh kormanya untuk dijadikan obat. Kemudian saat ia datang ke daerahnya sobat nabi ini, orang-orang didaerahnya pun menyarankan untuk datang ke rumah Abdurrahman Bin Auf, ahkirnya orang ini pun datang dan berniat membeli kormanya, namun Abdurrahman Bin Auf ini bilang bahwa, “ambil saja gratis”. Namun orang ini bilang, “tidak, saya kesini berniat untuk membelinya”. Ahkirnya orang ini pun memborong korma busuk yang ia punya dan Abdurrahman Bin Auf mendapatkan rezeki yang melimpah karena kebaikannya berbagi dengan sesama.

Dari hal ini aku belajar bahwa, materi bukan segalanya, berbagi adalah kebahagiaan dunia, selalu membantu orang dan berbuat baik bagi siapapun, selalu percaya, apa yang kita tanamkan pasti akan menuai, dan itu harus positif. Jangan takut untuk berbagi, karena dari berbagi itulah kita mendapatkan rezeki yang berlimpah.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Selamat untuk atomic essay pertamanya, Bimo. Ditunggu postingan-postingan berikutnya. 🤓👌

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa