Membangun Tuman (habit / kebiasaan) Baru

Membangun Tuman (habit / kebiasaan) Baru

Beberapa waktu lalu, di tengah rutin saya bersepeda setiap hari Minggu, tanpa direncanakan kami kumpul di Escape, warung kopi kecil di Babakan Siliwangi. Escape ini didirikan oleh Lian (alumni KPB) dan di kelola olah seorang rekan (Budi) yang ternyata nyambung-nyambung juga dengan keluarga besar Smipa. Jadi pagi itu, saya Rico, Ahkam dan Budi - yang dipanggil Aco, kita berbincang bersama. Pagi itu, kebetulan Ahkam juga mampir - dalam perjalanan ke BEC untuk mereparasi hapenya yang rusak.

Obrolan pagi itu bergeser ke sesuatu yang sudah lama sekali kita upayakan, mengenai membangun kebiasan menulis - yang notabene sudah kita pahami betul kepentingan dan signifikansinya, tapi sangat sulit kita bangun kebiasaannya. Saya sendiri memulai blogging sudah sejak tahun 2006 (kalau saya tidak salah ingat). Sempat menulis di berbagai platform (blogspot, wordpress, medium dan di Ririungan ini) untuk mencoba berbagai ruang dan platform yang berbeda. Tapi toh belum berhasil juga. Dalam obrolan ini, muncul gagasan dari Ahkam tentang mencoba menerapkan Atomic Habit. Yang akhirnya digeser dalam konteks penulisan ke Atomic Essay. Intinya yang perlu dibangun terlebih dahulu adalah habitnya - kebiasaannya. Bukan isi tulisannya. Atomic Essay itu sendiri setau saya adalah pembiasaan menulis - tema apapun mulai dari jumlah sedikit, mulai dari 250 kata. Tapi hal ini harus dilakukan setiap hari setiap hari tanpa putus. Sering kali usaha kita menulis terputus karena kita terlalu fokus pada konten dan isi tulisan kita. Pola pikir ini yang perlu diperbaiki. Dengan kebiasaan menulis - kualitas tulisan bisa diperbaiki sejalan dengan waktu.   

Sampai satu batas waktu tertentu - setau saya 120 hari, habit atau kebiasaan itu baru mulai terbangun dalam diri kita. Kenapa begitu - ternyata fisiologi otak kita yang berpengaruh terhadap hal itu. Setiap hari badan kita meregenerasi jutaan sel baru, termasuk sel-sel otak kita. Otak kita terbangun dari miliaran Neuron yang saling terkoneksi. Bagaimana koneksi neuron inilah yang menentukan bagaimana kita berpikir dan bertingkah laku. Membangun kebiasaan baru tidak mudah karena kita perlu membangun jaringan otak baru di atas jaringan otak yang saat ini ada dan bekerja. Ada ungkapan Neurons that Fires together Wires Together. Di sinilah letak kuncinya. Kebiasaan baru perlu repetisi yang dilakukan terus menerus secara konsisten supaya jaringan otak yang baru bisa terbangun di atas habit / kebiasaan lama yang terprogram dalam otak kita.  

 

Dalam video di atas Dr. Joe Dispenza bagaimana mekanisme ini bekerja dalam tubuh kita. Memahami mekanisme ini membuat kita paham bagaimana bisa memprogram kembali mekanisme berpikir (cara bekerja otak kita) lewat hal2 baru yang kita ingin wujudkan dalam hidup kita.

Tanpa disadari (walaupun cukup diupayakan), ada 2 kebiasaan baru yang berhasil saya bangun di masa pandemi. Yang pertama adalah melakukan waktu hening setiap pagi - sebelum mulai kegiatan di hari itu. Praktik meditatif ini berhasil saya lakukan dengan cukup konsisten sudah lebih dari setahun. Yang kedua adalah olah raga rutin walaupun baru seminggu sekali - saya bersepeda bersama Rico. Sejauh ini selama lebih dari setahun bersepeda mingguan ini bisa rutin dilakukan dan bolong hanya dua kali - sepanjang ingatan kami. Kedua hal ini saya rasakan sangat berdampak untuk diri saya selama setahun ini - yang mudah2an bisa saya bisa saya kisahkan di tulisan berikutnya. 

Saya copas salah satu comment di bawah video youtube tersebut - menyimpulkan secara sederhana apa yang disampaikan Dr. Joe Dispenza.
 
    1st: Realise your bad habit
    2nd: Plan the action to take

    3rd: Be super determined to it everyday
    4th: Repeat the action until it becomes your new habit.

Sebagai penutup, mudah2an tulisan pendek ini bisa jadi awalan buat saya membangun Atomic Habit dalam menulis. Anggap saja ini Atomic Essay saya yang pertama. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Mudah2an tulisan ini bisa menjadi motivasi buat rekan-rekan lain untuk melakukan hal yang sama. Hatur nuhun sadayana.

cover image : Getty Images

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Wah keren Kak Andy Sutioso ! Lewat produk ini dengan komunikasi yg baik dan terbuka, semoga forum ini menjadi ruang bagi Keluarga Besar Semi Palar untuk dapat menjalin koneksi yg erat (harapan saya bahkan bisa membangun koneksi emosional yg positif). Selanjutnya, boleh ya saya tuangkan sedikit banyaknya curhatan disini?

  • Matheus Wahyu Aribowo Yanti suryani mumpung liburan hayu bergabung lagi menulis di Ririungan... 

     

  • Mantap banget, Kak Andy . Semoga bisa kita mulai kebiasaan menulis Atomic Essay bersama-sama di komunitas Smipa.

  • Sebastian Rico Sutioso Ahkam Nasution Budi Hermawan masih ingat obrolan kita di BakSil? Berhasil saya tuliskan di sini nih sedikit catatannya. Hayu dilanjut. 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa