semi palar (4)

AES058 Menuju Tujuh Belas

Setelah berjeda beberapa waktu, besok kakak2 Smipa mulai lagi berproses untuk satu tahun mendatang. Tahun ini adalah tahun perjalanan ke 17 Rumah Belajar Semi Palar. Bukan waktu yang panjang, tapi bukan juga waktu yang singkat. Mudah2an dalam prosesnya di tahun ini Semi Palar juga belajar banyak hal - dan nyambung dengan tulisan sebelumnya Menemukan Esensi Pendidikan Holistik, tahun ini jadi tahun yang baik untuk perjalanan Semi Palar. 

Dalam Tahapan Tumbuh Kembang Tujuh Tahunan, Semi Palar sedang berada di pertengahan tujuh tahun ke tiga. Kalau di tahapan jenjang, kurang lebih sudah ada di akhir jenjang KPB. Sudah mau lulus KPB, kira-kira begitu. Sudah punya konsep diri, rasanya begitu, karena perjalanan tujuh belas tahun Semi Palar adalah juga sebuah pencarian diri. Tahun tahun terakhir - bahkan tahun terakhir adalah tahun yang sangat reflektif. Karena di saat pandemi, ritme melambat dan kami punya lebih banyak waktu untuk melihat ke dalam - dan berusaha menemukan esensi dari pendidikan Holistik. 

9232841100?profile=RESIZE_584xTapi bagaimanapun perjalanan ke depan masih tidak menentu - apalagi dalam situasi yang penuh ketidak-pastian seperti dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Tapi toh Pendidikan Holistik harus mampu berpijak dan melangkah dalam situasi apapun. Semua harus mampu membaca situasi, bisa menganalisis kemungkinan dan mengambil keputusan - lebih jauh lagi meyakini apa yang dibisikkan nurani kita. Kalau berhadapan dengan kendala ya kita perlu berpikir kreatif juga. Jadi memang situasi sulit ini menantang kita semua untuk menerapkan secara nyata konsep-konsep pembelajaran holistik yang kita usung dalam situasi dan konteks yang ada. Tidak perlu juga mengeluh atau mengutuk situasi, karena kita juga yakin bahwa segala peristiwa membawa maknanya sendiri. Mudah2an perjalanan tahun ini membawa kita ke tempat-tempat yang tidak kita duga sebelumnya. 

Jadi ya. mari melangkah, menuju Tujuh Belas. Petualangan menanti.

Photo by Patrick Fore on Unsplash

Read more…

AES057 Menemukan Esensi Pendidikan Holistik

Tulisan ini dipicu salah satu chat WA saya dengan Ahkam - saya lupa persisnya kapan. Tapi intinya Ahkam bilang, ka Andy perlu suatu saat menulis buku tentang perjalanan Semi Palar. Wah sebetulnya ini sudah jadi cita-cita sejak lama. Tapi memang belum sempat terlaksana karena segala kesibukan yang ada. Tapi sebetulnya banyak hal yang jadi pemikiran saya juga jejak pengalaman-pengalaman di Semi Palar yang saya coba tuangkan di dalam esai-esai pendek di AES ini. Walaupun dalam bentuk kepingan-kepingan kecil, setidaknya sedikit demi sedikit kepingan-kepingan tersebut terkumpul di sini. Selain di Ririungan ini, banyak kepingan juga terserak di blog saya maupun di blognya Semi Palar. Siapapun suatu saat nanti bisa merangkainya. Lagi pula belum banyak juga karena di titik ini saya baru menginjak esai saya yang ke 57 di AES ini.

Untuk esai ini saya coba mulai dari sini. Pendidikan Holistik itu kompleks - ini bukan mitos, sudah kami buktikan sendiri di sepanjang perjalanan 16 tahun di Rumah Belajar Semi Palar. Kompleks karena kita berusaha melihat manusia (anak-anak) secara utuh dari segala aspek kediriannya dan memfasilitasi proses mereka menjadi manusia seutuhnya - dari waktu ke waktu - sepanjang mereka belajar dan berproses di Semi Palar. Setiap individu dengan segala keunikannya yang hadir dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda-beda pula. Yang jadi tantangan berikutnya adalah bagaimana para kakak (fasilitator pembelajarannya) juga hadir dengan berbagai perbedaan latar belakang dan keunikannya juga. Mulai terbayang ya kompleksitasnya... 

Dalam perjalanannya, kami juga belajar bahwa kompleks tidak berarti harus rumit juga (complex doesn't mean it has to be complicated). Dengan catatan kita bisa memahami apa dan bagaimana kompleksitas itu sesungguhnya. Melihat dengan jernih dan memahami esensinya. Saat kita belum betul-betul paham, tentunya banyak hal akan jadi rumit. Contoh yang paling jitu saya pikir adalah bagaimana Albert Einstein yang bisa merumuskan bagaimana keterkaitan antara massa dan enerji di dalam alam semesta ini dengan hanya 5 karakter saja. Luar biasa ya. 

9229222699?profile=RESIZE_400x

Einstein juga bilang, kalau kamu belum bisa menjelaskan sesuatu dengan cukup sederhana, berarti kamu belum cukup memahaminya. 

Hal ini juga kami alami betul dalam proses menggulirkan Semi Palar. Di suatu titik kami menyadari bahwa kompleksitas ini muncul karena semata-mata kami masih terjebak di hal-hal yang tidak esensial. Mungkin hal-hal tersebut benar adanya, tapi tidak esensial. Analoginya yang sering saya gunakan adalah saat seseorang mau pergi travelling. Di perjalanan pertama atau kedua, bawaannya pasti banyak. Segala sesuatu dibawa - siapa tahu dibutuhkan. Saat sudah beberapa kali perjalanan, kita mulai tau barang-barang apa saja yang dibutuhkan / esensial untuk dibawa. Kurang lebih semacam itu. 

Sekitar perjalanan Semi Palar di tahun ke 13-14, kami mulai menyadari bahwa untuk mengelola kompleksitas yang ada, kita harus menemukan esensinya. Apa esensi, apa hal-hal mendasar dari Pendidikan Holistik. Di titik ini, kami mulai meyakini bahwa esensi pendidikan Holistik ada di kalimat terakhir yang diungkapkan John Dewey. Education is Life Itself. Bahwa untuk memahami bagaimana pendidikan, kita perlu memahami Life - hidup itu sendiri. 

9229245677?profile=RESIZE_584x

Esensinya sudah ketemu. Sesederhana, sekaligus sekompleks itu juga. Pertanyaan lanjutnya adalah Apa itu Hidup? Mengenai ini kita coba jawab di esai selanjutnya. Salam...   

 

Read more…

Sore tadi menutup seluruh rangkaian proses pembelajaran di Tahun ke 16 ini dengan penuh rasa syukur. Satu tahun pembelajaran dalam masa pandemi telah berhasil dilewati melalui segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh tim Smipa. 

Hari ini, dari jenjang ke jenjang evaluasi dilakukan, mencatatkan poin2 perbaikan untuk tahun mendatang. Kemarin penutupan dilakukan bersama kakak2. Sore ini, sebelum Musik Sore dimulai, saya kumpul bersama tim LingKung. Bersama kak Lyn dan kak Ine yang sudah menggulirkan 16 tahun perjalanan Rumah Belajar Semi Palar. Di tahun ini, kami dibantu kak Wiwit dan kak Anzell. Memimpin tim TK ada kak Tesa, di SD Kecil ada kak Novi bersama kak Diki memimpin SD Besar. Kak MJ menahkodai jenjang SMP dan kak Leo mengawal jenjang KPB. 

Tahun ini bagi saya tahun istimewa bagi Semi Palar. Di TP ke 16 ini, jenjang SD meluluskan 16 muridnya, begitu juga dengan jenjang SMP, ada 16 orang murid yang menuntaskan jenjang SMP. Saat saya, kak Ine dan kak Lyn memulai Semi Palar, anak-anak kamilah yang jadi motivasi, jadi pendorong terbesar untuk mewujudkan Semi Palar. Beberapa tahun lalu, Rico dan Gio sudah lebih dulu menuntaskan pembelajaran mereka. Di tahun ini, Toby yang menuntaskan pembelajarannya di KPB. Tapi di tahun mendatang akan bergabung Ayra, putrinya kak Novi, Naynay putrinya kak Mpit dan Gia, putrinya kak Ana. Selama 16 tahun perjalanan, orang-orangnya datang dan pergi, tapi kepingan puzzlenya tetap menjadi bagian dari perjalanan Rumah Belajar Semi Palar.  

9180890655?profile=RESIZE_584xSaya semakin meyakini, bahwa dari tahun ke tahun, individu yang hadir di Semi Palar adalah orang-orang yang tepat. Kita meyakini bahwa yang menuntun kita semua untuk berkumpul bersama di Semi Palar. Anak-anak, kakak-kakak, orangtua... sebagai kepingan puzzle, semua hadir untuk saling melengkapi, menemukan tempatnya dalam gambar besar Semi Palar. Kalau ada yang tidak nyaman atau kurang pas, itu adalah bagian dari kekurangan atau keterbatasan kita sebagai manusia dalam menempatkan diri atau menemukan koneksi satu sama lain.    

Dalam catatan evaluasinya, kak Diki menuliskan kata-kata ini. Saya ingin mengutip kata-kata kak sebagai berikut : 

Hatur nuhun kak Andy, kak Lyn, dan kak Ine yang terus berusaha menghidupkan ruang baik ini bertahun2 meskipun dengan jalan masing2. Ratusan keluarga menaruh harapan dan meyakini apa yang ditumbuhkan dalam ruang ini begitu indah, dari mulai orangtua, kakak2, dan tim mujaer. Saya tidak terbayang apabila ruang ini bertumbuh semakin besar serta spiritnya hidup diantara individu2 di dalamnya di tengah2 masyarakat, pasti sangat luar biasa. Insya Allah semua ini akan jadi keberkahan dan juga catatan kebaikan yang terus mengalir selama spiritnya masih dihidupkan oleh siapa pun yang terlibat di dalamnya.

Waktu mengawali Semi Palar, jauh dari pemikiran saya bahwa kita akan sampai di titik ini. Seperti yang dikatakan kak Diki, tidak ada niatan lain selain tujuan kebaikan yang selalu ditanamkan di sini, di Rumah Belajar ini. 

Hari ini, TP16 kami tutup dengan berbagi rasa di antara tim Lingkung. Berbagi rasa, karena berbagi pikiran sudah selesai kami lakukan di berbagai sesi di rangkaian evaluasi kami. Foto di atas ini saya pilihkan dari berbagai ekspresi yang sempat muncul tadi sore. Mudah2an menggambarkan semangat kami untuk TP mendatang. Tentunya saya mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan saya dan tim Smipa selama perjalanan di tahun ini. Terima kasih atas segala proses dan kebersamaannya.  

Photo by Mel Poole on Unsplash

 

Read more…

AES042 Makna Keluarga

Hari ini saya keluarkan satu quotes lagi dari kumpulan tulisan-tulisan bagus yang saya temukan dari berbagai sumber. Tulisan2 ini, quotes yang saya kumpulkan tentunya memanggil saya untuk menyimpannya.

Kumpulan quotes saya jadi menarik saat saya menemukan berbagai momen atau pengalaman yang betul2 terkait dengan quotes tersebut. Artinya kata-kata itu jadi hidup karena saya mengalaminya sendiri. Hari ini kakak2 melaksanakan pembagian rapor kepada rekan-rekan orangtua, buku kecil yang kita sebut buku Cahaya Bintangku. Kali ini untuk ketiga kalinya, kami menyiapkannya dalam bentuk versi digital karena situasi pandemi menjadi kendala buat kita untuk berkumpul. 

Tidak hanya itu, kali ini kita juga dikondisikan untuk melaksanakan perpisahan / pelepasan teman-teman di penghujung jenjang SD dan SMP. Biasanya kita kumpul dalam satu sebentuk perayaan bersama Musik Sore. Semi Palar memang tidak mengenal kata wisuda atau graduation. Momen ini hanya sebentuk pernyataan bahwa kita semua mensyukuri proses pembelajaran yang sudah kita jalani bersama, anak, orangtua dan para kakak di sekolah. Satu tahapan pembelajaran yang selesai kita jalani bersama. Hanya itu... sesederhana itu. Di sisi lain maknanya juga justru sedalam itu. 

Hari ini di ruang digital yang difasilitasi teknologi kami berkumpul untuk pelepasan teman2 kelompok Sisik Naga dan Saffron. Saat setting dipindah ke ruang digital, jujur saya bingung bagaimana menyampaikan pesan dan hal-hal lain yang ingin disampaikan kepada teman-teman yang menuntaskan jenjang belajar dan juga rekan-rekan orangtua yang menjalankan peran pendidikan di rumah sebagai partner para kakak di sekolah. 

Mengalir aja saya pikir, sampaikan apa yang saya rasa perlu sampaikan... Speak from the heart. Di luar dugaan, saya jadi sangat terbawa emosi... Air mata saya menetes, kata-kata saya sulit saya ucapkan, beberapa kali saya harus berhenti... Di kelompok Saffron berbeda lagi, kali ini apa yang disampaikan rekan-rekan orangtua dan apa yang disampaikan Saskia, juga kakak, membuat saya kembali meneteskan air mata haru... 

Saya merasakan betul bahwa kita di Semi Palar adalah bukan hanya sekolah, di mana ada guru, murid dan kepala sekolah, tapi sebuah keluarga. Mungkin belum semua warga Semi Palar sampai di titik yang sama, tapi hal ini nyata terwujud di Semi Palar. Sebagai sekolah yang berpijak pada Pendidikan Holistik, memang kita yang berani masuk dan meleburkan diri dalam proses dan koneksi antar manusianya yang akan bisa merasakannya secara utuh... 

9144599664?profile=RESIZE_584x

9144627284?profile=RESIZE_584xSeperti yang sering kita istilahkan bersama, pelepasan di Semi Palar adalah titik Persimpangan, ada yang masih beproses bersama dan ada yang memilih jalan pembelajaran yang lain, di luar Semi Palar. Tapi ikatan kita sebagai keluarga mudah2an tidak pernah pupus oleh waktu. Pesan itu yang ingin kami sampaikan, mudah2an walaupun sangat sederhana seremonialnya, hal itulah yang bisa ditangkap pesan dan maknanya. Terima kasih sudah menjadi bagian dari proses dan perjalanan di Rumah Belajar Semi Palar. Salam Smipa. Salam kekeluargaan. 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa