saling pinjam (1)

Berada di rumah selama masa pandemi tentu tidak mudah bagi sebagian orang, terutama anak-anak yang sedang masanya senang bermain dengan teman-temannya. Begitu juga dengan putri semata wayang kami, Tiwi, yang sudah beberapa kali mengungkapkan keinginannya kembali ke sekolah untuk bertemu teman-temannya. Tidak mudah menjadi anak tunggal di rumah tanpa saudara untuk bermain dan bertengkar. 
 
Kami berusaha menyemangatinya agar tetap bermain dan belajar meskipun hanya di rumah. Selain berkarya dengan barang-barang yang ada di rumah dan menggunakan mainan yang kami miliki semaksimal mungkin, kami tetap berusaha sesekali memfasilitasi Tiwi dengan buku dan mainan baru. 
 
Untungnya, tidak hanya saya yang berjibaku dengan anak tunggal yang sudah mulai bosan luar biasa. Ibu Ani (mama dari Aze tkA) yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah kami, juga mengalami kesulitan yang sama. Buku-buku di rumah sama-sama habis sudah terbaca. 
 
Akhirnya terpetik ide untuk saling bertukar (pinjam) buku dan mainan. Selain supaya kami dapat berhemat, buku dan mainan milik Tiwi dan Aze juga dapat dimanfaatkan lebih lama. Kami berharap bisa sedikit berkontribusi mengurangi sampah. 
 
Tiwi juga nampaknya senang sekali dengan mainan puzzle dan buku karya pak Raden dari Aze. Kami tentunya harus siap menjaga mainan dan buku pinjaman ini, meskipun kami  menyadari, 'kecelakaan' bisa saja terjadi. Selain tetap harus mengajarkan ke anak-anak untuk menjaga barang pinjamannya, kita juga harus lebih memaklumi apabila terjadi kerusakan, bagaimanapun yang memainkannya adalah anak-anak. Apabila kerusakan benar terjadi, kita harus siap mengganti dan (atau) legowo apabila mainan dan buku yang dipinjam tak sesempurna ketika dipinjamkan .
 
Semoga usaha kecil ini bisa bermanfaat buat kami dan bumi. Doa kami agar anak-anak bisa bertemu kembali dalam keadaan sehat dan bahagia di sekolah. 
 
Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa