people (1)

AES031 Connecting People

Generasi saya pasti tau slogan di atas, Connecting People, marketing tagline yang digunakan salah satu brand Hape terkenal di dunia... Merek itu namanya NOKIA. Mereka sejaman dengan hape merek Ericsonn, Motorola, Alcatel dan lainnya. Merek-merek yang sudah hilang terhapus oleh jaman - padahal mereka itu dulu inovator dan pemimpin inovasi teknologi komunikasi pada jamannya... 

Hmm, tapi saya ga mau bahas itu, saya mau bahas apa yang saya lihat terjadi, alami dan rasakan langsung di ruang interaksi di Ririungan ini, Salah satunya terjadi karena beberapa dari kita mulai mencoba menuliskan esai-esai pendek, apapun topiknya dan mempostingkannya di sini. Ini bagian dari gerakan Atomic Essay Smipa. 

Ceritanya begini... kepingan-kepingannya ada tersimpan di antara Seratus Tujuh puluh Esai yang berhasil dituliskan dan disharingkan di ruang koneksi ini. Kenapa saya bilang ruang koneksi ya karena begitulah kenyataannya. Kita coba telusuri ya... Awalnya, Rico menulis tentang Talent, Skill and Practice. berkisah tentang prosesnya belajar bermain gitar elektrik selama masa pandemi ini. Tidak lama, Ahkam merespon lewat tulisannya tentang DU.68.Tempat favorit Ahkam untuk menemukan koleksi kaset dan CD dari lagu2 kesukaannya. 

9094954267?profile=RESIZE_400xTidak lama kemudian, entah di esainya yang keberapa, Rico menulis tentang Bohemian Rhapsody... Nah dari sini bola salju mulai bergulir, karena tulisan Rico ini lagi-lagi memantik respon Ahkam yang menuliskan tentang Progres Musik. Tulisannya menarik, saya langsung komen di bawahnya, "nantikan tulisan saya tentang musik". Begitu respon spontan saya selepas membaca posting Ahkam. Belum sempat saya menulis, Ahkam sudah memposting lagi tulisan pendek tentang Jimi Hendrix. Di esai saya yang ke 27, akhirnya saya menulis tentang inspirasi keren dari bassist Victor Wooten yang punya pandangan keren : Music as a Language. Dalam tulisan itu saya menyebut beberapa musisi dan vokalis favorit saya, yang ternyata juga musisi favorit dari Ahkam dan Jo juga... Membaca tentang ini membangkitkan perasaan bahagia, karena tulisan-tulisan ini ternyata mengoneksikan kita satu sama lain... Hal yang tidak kita ketahui sebelumnya... 

Dalam situasi pandemi, dalam kondisi kita berjauhan, ternyata hal ini sangat mungkin terjadi. Dalam salah satu komentar saya di salah satu posting, saya menulis:" Ini nih media sosial yang sesungguhnya" Media ini mengoneksikan kita satu sama lain. Di sisi lain kita melihat bahwa Twitter, Instagram, Facebook dan lain2nya malahan membuat manusia jadi anti sosial. Saling menghujat, membandingkan, menuding satu sama lain atau media ini jadi ajang pamer kepemilikan atau status mereka. Belum lagi hoax yang dilontarkan terus dan membuat manusia saling curiga bahkan membenci satu sama lain... 

Kita semua, manusia pada dasarnya saling terkoneksi dan di sini kita bisa mengalaminya secara nyata...   

 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa