mulaidariyangkecil (3)

AES#15 COVID dan Lingkungan Hidup Kita.

Salah satu hal yang paling mengganggu bagi saya sejak pandemi berlangsung adalah perkara sampah. Mestinya kita langsung terbayang kenapa. Sebelum pandemi, Semi Palar belum lama menggulirkan fasilitas pilah sampah sekaligus juga gerakan MDK (Mulai Dari Yang Kecil). Di awal TP15 kami mencoba lebih membangun kesadaran tentang bagaimana masalah lingkungan perlu jadi perhatian kita bersama… Saat itu kami menyaksikan gerakan global bertajuk #wedon’thavetime – yang intinya kita tidak punya banyak lagi waktu untuk melakukan sesuatu untuk memperlambat dan kemudian mencegah dampak buruk dari krisis iklim.

Ada satu hal nyata yang bisa dilakukan bersama untuk membangun kesadaran bersama bahwa kita bisa melakukan hal kecil untuk bumi kita ini. Pandemi menghentikan semuanya. Bulan Maret 2020, saat kita harus #dirumahaja, lockdown membuat kita semua semakin banyak menghasilkan sampah. Karena kita semua di rumah, aktivitas belanja dilakukan online. Tas belanja yang kita gunakan untuk berbelanja rutin hanya dilipat di rumah. Karena COVID, semua serba dibungkus semakin tebal, lapis demi lapis… Kita tidak lagi berani memakai ulang banyak hal. Sekarang kita juga harus belanja masker, ada yang memilih memakai face-shield ke mana-mana, jutaan botol desinfektan dipakai, belum lagi APD dan lain sebagainya.

Di rumah dengan cepat sampah plastik menggunung. Di awal-awal pandemi saya masih berusaha membuat EcoBricks – dan tidak lama menyerah – karena sampah plastik yang dihasilkan begitu banyak – sejauh-jauhnya kita berusaha mengurangi. Di rumah kami masih berusaha mengolah sampah. Kami masih memilah. Sampah plastik yang kami hasilkan kami upayakan dalam keadaan bersih. Di rumah kami juga sempat belajar membuat EcoEnzyme – untuk sisa-sisa sayuran dan buah. Tapi hanya sedikit yang bisa lakukan.  

Sampai di titik ini, belum tau juga apa yang bisa kita lakukan – dan apa yang akan terjadi ke depan. Situasi masih sangat tidak menentu, dan saya sendiri masih terus cari solusi. Tapi yang saya yakin kita tidak boleh berhenti. Karena setelah pandemi bisa teratasi, ada situasi lain yang bisa segera melanda setelahnya

 

Read more…

AES#08 Kerennya Atomic Essay

8956063062?profile=RESIZE_400xKemarin saya menambahkan sesuatu di Beranda Ririungan, terkait Atomic Essay ini - yang notabene di luar dugaan, sepertinya bekerja juga. Menggunakan Google Sheets, saya menempatkan counter (penghitung sederhana) – yang mencatatkan berapa total esai yang sudah berhasil dituliskan oleh berapa orang penulis yang berpartisipasi dalam gerakan ini).

Ada beberapa indikator keberhasilan – setidaknya di tahapan awal ini, sebagai berikut :

Saya sendiri berhasil menulis 8 esai (tepatnya 7 esai) berturut-turut dan mempostingkan sebuah tulisan pendek setiap harinya. Ahkam yang awalnya menggagas gerakan ini juga sama, hari ini Ahkam mempostingkan tulisannya yang ke enam. Jojo Felus yang diajak mulai menulis beberapa hari yang lalu – juga sejauh ini sudah mempostingkan postingnya yang ke tiga. Sebelumnya dia bercerita bahwa dia menyimpan sangat banyak draft di blognya. Hal yang sama juga terjadi pada Rico – yang di suatu titik pernah menyimpan sampai 40 judul draft di akun Wordpressnya.

Rico sendiri setelah dimotivasi sekian waktu melihat bahwa ternyata ada sesuatu yang berbeda dengan Atomic Essay ini dan hari ini – setelah sekian lama berhenti membuat posting apapun di blognya – membuat posting pertamanya hari ini dengan judul Starting Over.

Sepertinya kekuatan Atomic Essay ini terletak pada kesederhanaannya. Sebetulnya ini mirip-mirip dengan jargon yang sering kita sebut di Semi Palar dengan MDK (Mulai Dari yang Kecil). Problemnya, di jaman sekarang, manusia terjebak dalam budaya instan yang membuat manusia ingin serba cepat. Di sisi lain, dia juga ingin mendapatkan hasil hebat – dalam waktu cepat juga. Inilah yang sepertinya ga nyambung dengan proses-proses yang bekerja di alam semesta ini. Pada dasarnya semua butuh proses. Kembali ke tulisan saya sebelumnya tentang bagaimana pikiran manusia bekerja, selain butuh Intensi, Atensi dan Aksi, membangun kebiasaan menulis perlu Repetisi… Melihat apa yang sekarang berjalan – Gerakan Atomic Essay Smipa ini punya harapan besar untuk berhasil.

Silakan sering-sering mampir ke Ririungan dan melirik penghitung Atomic Essay di Beranda Ririungan. Di sana kita akan lihat perkembangannya. Salam Smipa.

Read more…
Berada di rumah selama masa pandemi tentu tidak mudah bagi sebagian orang, terutama anak-anak yang sedang masanya senang bermain dengan teman-temannya. Begitu juga dengan putri semata wayang kami, Tiwi, yang sudah beberapa kali mengungkapkan keinginannya kembali ke sekolah untuk bertemu teman-temannya. Tidak mudah menjadi anak tunggal di rumah tanpa saudara untuk bermain dan bertengkar. 
 
Kami berusaha menyemangatinya agar tetap bermain dan belajar meskipun hanya di rumah. Selain berkarya dengan barang-barang yang ada di rumah dan menggunakan mainan yang kami miliki semaksimal mungkin, kami tetap berusaha sesekali memfasilitasi Tiwi dengan buku dan mainan baru. 
 
Untungnya, tidak hanya saya yang berjibaku dengan anak tunggal yang sudah mulai bosan luar biasa. Ibu Ani (mama dari Aze tkA) yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah kami, juga mengalami kesulitan yang sama. Buku-buku di rumah sama-sama habis sudah terbaca. 
 
Akhirnya terpetik ide untuk saling bertukar (pinjam) buku dan mainan. Selain supaya kami dapat berhemat, buku dan mainan milik Tiwi dan Aze juga dapat dimanfaatkan lebih lama. Kami berharap bisa sedikit berkontribusi mengurangi sampah. 
 
Tiwi juga nampaknya senang sekali dengan mainan puzzle dan buku karya pak Raden dari Aze. Kami tentunya harus siap menjaga mainan dan buku pinjaman ini, meskipun kami  menyadari, 'kecelakaan' bisa saja terjadi. Selain tetap harus mengajarkan ke anak-anak untuk menjaga barang pinjamannya, kita juga harus lebih memaklumi apabila terjadi kerusakan, bagaimanapun yang memainkannya adalah anak-anak. Apabila kerusakan benar terjadi, kita harus siap mengganti dan (atau) legowo apabila mainan dan buku yang dipinjam tak sesempurna ketika dipinjamkan .
 
Semoga usaha kecil ini bisa bermanfaat buat kami dan bumi. Doa kami agar anak-anak bisa bertemu kembali dalam keadaan sehat dan bahagia di sekolah. 
 
Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa