komunitas (3)

AES042 Makna Keluarga

Hari ini saya keluarkan satu quotes lagi dari kumpulan tulisan-tulisan bagus yang saya temukan dari berbagai sumber. Tulisan2 ini, quotes yang saya kumpulkan tentunya memanggil saya untuk menyimpannya.

Kumpulan quotes saya jadi menarik saat saya menemukan berbagai momen atau pengalaman yang betul2 terkait dengan quotes tersebut. Artinya kata-kata itu jadi hidup karena saya mengalaminya sendiri. Hari ini kakak2 melaksanakan pembagian rapor kepada rekan-rekan orangtua, buku kecil yang kita sebut buku Cahaya Bintangku. Kali ini untuk ketiga kalinya, kami menyiapkannya dalam bentuk versi digital karena situasi pandemi menjadi kendala buat kita untuk berkumpul. 

Tidak hanya itu, kali ini kita juga dikondisikan untuk melaksanakan perpisahan / pelepasan teman-teman di penghujung jenjang SD dan SMP. Biasanya kita kumpul dalam satu sebentuk perayaan bersama Musik Sore. Semi Palar memang tidak mengenal kata wisuda atau graduation. Momen ini hanya sebentuk pernyataan bahwa kita semua mensyukuri proses pembelajaran yang sudah kita jalani bersama, anak, orangtua dan para kakak di sekolah. Satu tahapan pembelajaran yang selesai kita jalani bersama. Hanya itu... sesederhana itu. Di sisi lain maknanya juga justru sedalam itu. 

Hari ini di ruang digital yang difasilitasi teknologi kami berkumpul untuk pelepasan teman2 kelompok Sisik Naga dan Saffron. Saat setting dipindah ke ruang digital, jujur saya bingung bagaimana menyampaikan pesan dan hal-hal lain yang ingin disampaikan kepada teman-teman yang menuntaskan jenjang belajar dan juga rekan-rekan orangtua yang menjalankan peran pendidikan di rumah sebagai partner para kakak di sekolah. 

Mengalir aja saya pikir, sampaikan apa yang saya rasa perlu sampaikan... Speak from the heart. Di luar dugaan, saya jadi sangat terbawa emosi... Air mata saya menetes, kata-kata saya sulit saya ucapkan, beberapa kali saya harus berhenti... Di kelompok Saffron berbeda lagi, kali ini apa yang disampaikan rekan-rekan orangtua dan apa yang disampaikan Saskia, juga kakak, membuat saya kembali meneteskan air mata haru... 

Saya merasakan betul bahwa kita di Semi Palar adalah bukan hanya sekolah, di mana ada guru, murid dan kepala sekolah, tapi sebuah keluarga. Mungkin belum semua warga Semi Palar sampai di titik yang sama, tapi hal ini nyata terwujud di Semi Palar. Sebagai sekolah yang berpijak pada Pendidikan Holistik, memang kita yang berani masuk dan meleburkan diri dalam proses dan koneksi antar manusianya yang akan bisa merasakannya secara utuh... 

9144599664?profile=RESIZE_584x

9144627284?profile=RESIZE_584xSeperti yang sering kita istilahkan bersama, pelepasan di Semi Palar adalah titik Persimpangan, ada yang masih beproses bersama dan ada yang memilih jalan pembelajaran yang lain, di luar Semi Palar. Tapi ikatan kita sebagai keluarga mudah2an tidak pernah pupus oleh waktu. Pesan itu yang ingin kami sampaikan, mudah2an walaupun sangat sederhana seremonialnya, hal itulah yang bisa ditangkap pesan dan maknanya. Terima kasih sudah menjadi bagian dari proses dan perjalanan di Rumah Belajar Semi Palar. Salam Smipa. Salam kekeluargaan. 

Read more…

AES#13 14D 13B 61E

Hari ini adalah hari ke 14 sejak posting pertama dituliskan untuk menginisiasi Atomic Essay Smipa. Angka dan huruf yang dituliskan sebagai judul di atas ini menggambarkan statistik dari proses 14 hari ini: 14 Days, 13 Bloggers, 61 Essays...

Menurut saya ini pencapaian luar biasa – setelah bertahun2 mencoba mengajak keluarga besar Semi Palar untuk membangun budaya menulis. Menulis kita pahami punya begitu banyak manfaat bagi penulisnya. Literasi adalah salah satu hal penting yang kita sadari betul di Semi Palar. Tapi kenyataannya, begitu banyak upaya kita cobakan untuk membangun budaya dan kebiasaan menulis di Semi Palar. Kita sempat punya lingkar blogger, saya sempat mengajak kakak2 melakukan freewriting setiap selesai koordinasi mingguan, kita menyiapkan platform menulis bersama di Ririungan, tapi ternyata ikhtiar-ikhtiar tersebut tidak membuahkan hasil.

Atomic Essay, sepertinya membuahkan hasil, ada beberapa indikator yang membuktikan hal itu. Sederhananya, blog-count di Ririungan – setelah satu tahun lebih menunjukkan angka sekitar 100 lebih. Sebagian besar daripadanya masih merupakan tugas menulis yang diberikan kakak-kakak bagi teman-teman di kelas. Jadi intinya, sebagian besar masih berupa penugasan – bukan tulisan dari inisiatif atau gagasan dan pemikiran murni penulisnya. Dalam waktu 14 hari, sudah muncul 61 posting dalam konteks Atomic Essay ini.

Lebih jauh, ada dua konsep penting di Semi Palar yang juga mendasari gerakan ini. Pertama adalah apa yang disampaikan Aki Muhidin, yang kedua adalah gerakan yang kita gaungkan di TP15 : Mulai dari Yang Kecil. Dua hal inilah yang menjadi dasar dari gagasan Atomic Essay. Atomic Essay sendiri muncul dari konsep Atomic Habits yang digagas oleh James Clear. Di tulisan berikutnya saya akan coba jabarkan lebih jauh mengenai dua konsep ini. Tapi di titik ini, saat saya menuliskan esai saya yang ke 13, saya sangat berbahagia mengamati penghitung Atomic Essay di Ririungan setiap hari bertambah sejalan dengan berjalannya hitungan hari. Jadi buat teman2 semua mari bergabung di gerakan ini.

 

Read more…

Menghidupi Ririungan

Bagi warga yang mengikuti pertumbuhan Ririungan sejak awalnya dilahirkan di 30032020 - mestinya bisa mengamati sesuatu yang menarik. Awalnya rumah ini sepi... kosong tidak ada aktivitas, tidak ada kehidupan. Beberapa anggota yang awal bergabung masuk ke rumah ini dan pergi lagi... Belum ada yang menarik rupanya - karena sepertinya tidak ada kehidupan. 

5653715283?profile=RESIZE_400x

Gagasan tentang Ririungan muncul sudah lama dari obrolan saya dengan Ahkam (ayah Yori) saat memperbincangkan aktivitas Lingkar Blogger. Lingkar Blogger seperti halnya kelompok aktivitas lainnya di Semi Palar digulirkan melalui grup WA. Tujuannya mendorong agar kita semua semangat menulis. Gagasannya adalah semacam writing platform - seperti Medium.com, di mana tulisan (blogposts) yang dibuat bisa muncul di satu ruang. Supaya kita semua belajar dari tulisan teman-teman penulis lainnya. 

Masuk periode Pandemi, gagasan tersebut muncul lagi - dan atas saran Ahkam, kita mulai mencoba platform ini (ning.com). Hasilnya apa yang kita lihat sekarang ini. Dalam hal blogposts, dalam waktu 2 bulan sudah muncul 60 lebih blogposts yang dihasilkan kakak, orangtua dan teman-teman KPB. Sangat aktif dan interaksinya juga semakin terlihat... pendek kata Ririungan ini semakin hidup. Setiap hari selalu ada yang baru, pertanda Ririungan ini terus berdetak dan semakin aktif.  

Ternyata di samping itu Ririungan bisa mewadahi jauh lebih banyak aktivitas kita dari sekedar tulisan-tulisan / blogposts, seperti yang kita coba di minggu depan kita melaksanakan Gelaran Karya Virtual menggantikan kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah. Sebuah inovasi baru, yang membuktikan bahwa keluarga besar Semi Palar tetap kreatif dan produktif di masa pandemi ini...   

Di sebelah kiri adalah gambar kehidupan Ririungan di seminggu terakhir - sebelum Gelaran Karya - saya ambil dari Dashboard Ririungan Semi Palar... semacam gambaran statistik kehidupan dari Ririungan Semi Palar. 

Kenapa bisa sampai di titik ini, beberapa orangtua murid punya peran khusus, tanpa menyebutkan namanya satu per satu, Semi Palar sangat berterima kasih atas apa yang sudah dikontribusikan.  

Semoga para warga yang baru bergabung, orangtua murid, alumni bahkan relasi dekat kita bisa memahami apa dan bagaimana Ririungan ini, lebih jauh lagi berkontribusi menghidupi, menyumbang enerji untuk rumah kita bersama ini. 

Mari hidupi, mari ramaikan, mari bercerita. 

Di salah satu bahan perbincangan (forum) saya pernah menyampaikan pertanyaan : "Apa bedanya platform ini dengan media sosial lainnya?"
Mudah2an teman-teman bisa berpendapat di sana nanti, tapi salah satu pandangan saya, Ririungan bukan sekedar media sosial, ririungan adalah media untuk berjejaring. 
Kalau kita hayati dari konten yang sudah ada banyak sekali dimensi yang bisa dibagikan di sini - termasuk pemikiran, opini, pengalaman atau bahkan impian atau angan-angan. Dan semua yang kita tuangkan bersama di sini adalah milik kita, milik bersama... 

Jadi saya ingin mengajak teman-teman untuk menuliskan cerita... karena dari salah satu video yang saya tonton selama pandemi ini, saya menemukan kata-kata bagus di bawah ini... 

People are creatures of naratives. Stories are the means by which we navigate the world...

 

Yang mudah-mudahan mengingatkan kita tentang beberapa video pendek yang bertajuk New Story of the People oleh dan New Story of Humanity.

|||

5682267094?profile=RESIZE_400x


Blogpost saya sebelum ini berkisah tentang ini
... yang intinya menyampaikan bahwa saya tidak terlalu tertarik tentang New Normal...

Kalau kita mau, bersama-sama kita bisa mulai menuliskan narasi baru... sebuah New Story...
dan hal itu bisa kita mulai bersama di sini, di Ririungan ini
...

 Setidaknya itulah yang saya maknai tentang kesempatan yang dibukakan bagi kita dengan kehadiran pandemi COVID ini... 

 

|||

Karena seperti apa yang dituliskan Pramoedya - dan dipostingkan Alry - salah satu alumni Smipa di Instagram KPB : 

5682175455?profile=RESIZE_584x 
Mari... 

 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa