keistimewaanangka7 (7)

AES#20 Miracle of 7 [Musik]

Ini dia, tulisan penutup tentang keistimewaan angka 7. Setelah pada tulisan sebelumnya saya garap dengan serius, kali ini agak bersenang-senang nulisnya. Pokoknya nulis!!!

Di hari ketujuh, untuk tujuh tulisan tentang keistimewaan angka 7 akan saya kisahkan dalam dunia musik. 

Do - re - mi - fa - sol - la - si … Mari kita mulai … 

Mari kita mengawali dengan dunia musik klasik Hindustan. Mereka percaya bahwa tiada tarian tanpa musik, tarian lahir dari musik. Apakah ada yang pernah mendengar “Nirtan”? Nirtan dikenal dengan istilah The Dance of the Soul, bukan sekedar tarian biasa, tetapi “Tarian Jiwa” atau Tarian Rohani. Untuk dapat mempelajari tarian ini, ada 7 langkah yang harus dipelajari:

  1. Alankara: Ornamentasi. Hiasan. Sebuah ide yang diungkapkan dengan indah.
  2. Sura: Sebuah not. Tuhan berbicara lewat jiwa yang tercerahkan.
  3. Tana: Getaran (suara). Dialog jiwa dengan alam semesta.
  4. Gamaka: Sesuatu yang berasal dari hati penyair dan disampaikan lewat musik.
  5. Boula: Lirik. Sesuatu yang disampaikan lewat kata-kata dalam sebuah lagu.
  6. Tala: Ritme. Perpaduan suara, penyelarasan.
  7. Chala: Tema. Sesuatu yang mencerahkan.

Berikut beberapa kutipan yang saya suka dari buku Nirtan, The Dance of the Soul karya Hazrat Inayat Khan yang diterjemahkan oleh Anand Krishna:

“The essence of reason is the knowledge of God.” (Akal budi dimaksudkan untuk mengenal Tuhan) - Boula

“Befool not, O night, the morn will break; beware, O darkness, the sun will shine; be not vain, O mist, it will once more be clear; my sorrow, forget not, once again joy will rise.” (Jangan sombong, wahai Kegelapan Malam, sesaat lagi Matahari akan terbit dan kau lenyap tak berbekas. Jangan angkuh, wahai Kabut, kau tak akan bertahan lama. Jangan lupa, wahai Duka, tak lama lagi Suka akan menggusurmu) - Tala

Angka 7 berikutnya datang dari Indonesia, siapa yang tak kenal God Bless? Pada tahun 2016 lalu band beranggotakan Ahmad Albar, Ian Antono, dkk merilis album bertajuk “Cermin 7”. Angka 7 mewarnai rilisan album ini, menandakan album ketujuh mereka setelah tujuh tahun jarak melakukan rekaman dari album sebelumnya. Tahun 2016 ini juga God Bless tepat berusia 43 tahun (4 + 3 = 7), dan tepat dengan usia Ahmad Albar yang ke-70 tahun (ada angka 7 nya).

Angka 7 juga mewarnai album boyband asal Korea yang sedang viral, siapa yang tak tahu BTS alias Bangtan Boys. BTS merilis album bertajuk “Map of The Soul: 7” pada 21 Februari 2020 lalu. Angka 7 memiliki makna penting dalam perilisan album ini, disamping karena mereka beranggotakan 7 personil, album ini juga menandakan bahwa mereka sudah 7 tahun bersama. Nah, siapa yang bisa menyebutkan personil BTS? Silahkan tulis di kolom komentar. (^.^)d

Untuk kalian penyuka britpop, pasti kenal dengan band asal Inggris, Shed Seven. Debut single mereka dirilis pada tanggal 7 Maret 1994 silam, kemudian single ke-7 mereka “ Going for Gold” menduduki chart tertinggi pada tahun yang sama.

Yup, itulah angka 7 yang mewarnai dunia musik. Mungkin masih banyak yang lainnya jika ingin dicari. (^.^)'

Sebagai teman bermalam minggu, saya hadirkan video musik “Going for Gold” dari Shed Seven nih... 

https://www.youtube.com/watch?v=IzkPadoNnzU


Salam,

Read more…

AES#19 Miracle of 7 [Pendidikan]

Seharusnya saya merampungkan tulisan ini kemarin, tetapi karena ‘tepar’ setelah vaksin tulisannya jadi tidak tuntas. (Tepar antara abis vaksin sama ‘kebluk’ beda tipis yaaa…. Hahahahhaha…)

Pada tulisan kali ini saya ingin menyinggung keistimewaan angka 7 dalam pendidikan.

Pertama kali mendengar konsep 7 tahunan, ya dari Semi Palar. Unik ya… dari beberapa sekolah yang saya pernah bekerja disana, rata-rata menggunakan milestone perkembangan per tahun. Setelah ditelusuri dan dicari referensi, saya malah menemukan banyak hal mengenai konsep mendidik ala 7 tahunan. Salah satunya dalam Islam, yang cukup terkenal adalah cara mendidik anak dengan rumus 7x3 ala Ali bin Abi Thalib. Lainnya yang saya pelajari adalah konsep mendidik 7 tahunan ala Ki Hadjar Dewantara.

Menjadi guru hampir mirip seperti menjadi Ibu, tidak pernah ada yang siap kecuali kita menyiapkan diri, dengan selalu membuka diri untuk belajar. Anak-anak tentu membutuhkan contoh teladan dari orang dewasa disekitarnya, dan kunci utama keteladanan ada pada orangtua di rumah dan guru di sekolah. Dalam cara mendidik dalam Islam disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib, beliau seorang khalifah sekaligus sahabat Rasulullah SAW. Ali bin Abi Thalib membagi usia kelompok anak ke dalam 7 tahunan.

Ki Hadjar Dewantara juga menyampaikan konsep tersebut, saya kutip dari buku “Belajar Dari Ki Hadjar”,

“Untuk keperluan pendidikan, maka umur anak-anak didik itu dibagi menjadi 3 masa, masing-masing dari 7-8 tahun (1 windu): waktu pertama (1-7 tahun) dinamakan masa kanak-kanak; waktu ke-2 (7-14 tahun) yakni masa pertumbuhan jiwa pikiran; masa ke-3 (14-21 tahun) dinamakan masa terbentuknya budi pekerti.”

Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai ‘raja’. Melayani anak di bawah usia 7 tahun dengan tulus dan sepenuh hati merupakan hal terbaik. Karena anak-anak akan meniru hal-hal kecil yang kita lakukan pada mereka, ini akan berdampak besar pada perkembangannya perilakunya. Kita percaya bahwa jika kita berusaha untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, penuh kasih sayang, perhatian, dan bertanggung jawab.

Di usia ini juga anak sedang bereksplorasi, terutama mereka senang bermain. Orangtua/guru sebaiknya mendampingi proses belajar mereka melalui eksplorasi panca indra dengan metode bermain yang cocok diterapkan.

Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai ‘tawanan’. Di periode ini anak sudah bisa diberikan hak dan kewajiban tertentu. Rasulullah SAW mulai memerintahkan anak untuk sholat wajib mulai usia 7 tahun, dan memperbolehkan orangtua untuk menghukumnya ketika anak melalaikan sholat setelah usianya 10 tahun. Karena anak-anak sudah mulai mengerti tanggung jawab, di kelompok usia ini sudah bisa diberikan konsep apresiasi positif maupun konsekuensi logis. Saya tidak berbicara tentang reward and punishment, karena saya sendiri meyakini bahwa kedua hal itu tidak membuat anak berkesadaran, mereka hanya akan melakukan kebaikan jika diberi hadiah, atau tidak melakukan karena takut pada hukuman. Mengutip perkataan Dr H Abdul Majid Khon dalam bukunya “Hadis Tarbawi. Hadis-Hadis Pendidikan”, 

"Karena pada usia inilah anak sudah mampu menerima perintah atau sudah paham menerima perintah yang disebut dengan istilah mumayyiz. Karena di usia ini kritis dan cerdas."

Kelompok usia 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai ‘sahabat’. Di usia 15 tahun umumnya anak menginjak akil baligh, orangtua atau guru lebih baik memposisikan sebagai sahabat yang memberi contoh baik, maupun sebagai teman bicara. Di kelompok usia ini anak bukan hanya mengalami perubahan fisik, tapi juga perubahan emosi, mental, spiritual, sosial, dan lingkungan. Sangat mungkin anak diusia ini menemukan banyak masalah dalam perjalanan hidupnya. Orangtua/guru harus memberi ruang agar tidak merasa terkekang, namun masih tetap dalam pengawasan. Diharapkan anak akan merasa penting, diakui, dicintai, dihargai, dan disayangi.

Itu dia penjelasannya! Sama dengan 7 tahunan di Semi Palar ya… Saya sepakat!



Salam,

Read more…

AES#18 Miracle of 7 [Budaya]

Hari ke-5 menulis tentang angka 7… Masih berusaha konsisten...

Kali ini saya mau mencoba menuliskan kembali tentang angka 7 ini dari segi budaya. Menurut referensi yang saya baca, angka 7 dikaitkan dengan upacara adat yang mistis pada budaya Jawa.

Pertama, “Tingkepan” atau “Tingkeban” di sunda biasa disebut tujuh bulanan, yaitu acara selamatan pada wanita hamil yang kandungannya sudah berusia 7 bulan. Tingkeban bermakna bahwa pendidikan sang anak telah dimulai sejak dia dalam kandungan. Ibu dimandikan dengan air kembang dengan tujuan agar bayi lahir dengan sehat dan selamat. Bentuk acara 7 bulanan sendiri bisa berbeda dari adat Jawa dengan adat Sunda. Namun, hingga kini di keluarga saya hanya melakukan pengajian 4 bulanan dimana dipercaya dalam Islam 4 bulan adalah waktunya ruh ditiupkan kedalam rahim.

Kedua, bayi yang sudah berusia 7 bulan diadakan prosesi yang disebut “Turun Tanah” atau “Tedak Sinten”. Tedak Sinten diambil dari kata “Tedak” yang berarti turun dan “Sinten” yang berarti tanah. Anak mulai belajar berjalan dan menginjak tanah pada usia 7 bulan dalam kalender Jawa atau 8 bulan kalender masehi, oleh karena itu upacara Tedak Sinten bertujuan agar anak tumbuh menjadi anak yang mandiri.

Ketiga, prosesi “Kirab Ngabumi” sebagai ucapan rasa syukur pada nikmat Tuhan atas apa yang ada di bumi, serta untuk melestarikan budaya lokal. Mulai dari Kirab Jamasan Tujuh Pusaka Majeti (yang berhasil saya temukan hanya Pundihiang, Dwi Sula, Kujang, dan Tombak), Penyiraman Tujuh Air Kahuripan, Dondang Tujuh yang masing-masing menunjukkan tujuh lapisan langit, tujuh lapisan bumi, dan tujuh siklus waktu kehidupan. Ada yang mengungkapkan bahwa manusia itu hidup dalam tujuh kurunan waktu, saya masih belum dapat menemukan maksud dari pernyataan ini. Jika yang dimaksud adalah 7 alam yang akan dilewati manusia memang dijelaskan dalam al-Quran;

  1. Alam ruh (QS al-Araf: 173)
  2. Alam rahim (QS as-Sajadah: 9)
  3. Alam dunia (QS al-Mukmin: 11)
  4. Alam kubur
  5. Hari kiamat (hari kebangkitan) (QS az-Zumar: 68)
  6. Hari penghisaban (QS al- Insyiqaq: 7-12)
  7. Hari pembalasan (QS Maryam: 68-72)

Nah, angka 7 bukan hanya terkenal di budaya Indonesia. Di China angka 7 dihubungkan dengan kehidupan perempuan. Konon katanya, perempuan itu mulai tumbuh gigi susu di usia 7 bulan dan tanggal pada usia 7 tahun. Dalam usia 2 x 7 tahun “roda yin” terbuka dan dimulailah masa puber, usia pada 7 x 7 tahun = 49 tahun datanglah menopause.

 

Sakral ya kalau sudah bicara tentang budaya…



Salam,

Read more…

AES#17 Miracle of 7 [Alam Semesta]

Kembali lagi di Miracle of 7.

Kali ini saya mau mengajak untuk melihat sekitar, apa yang bisa kita temukan dengan angka 7?

Di depan saya, ada sebuah kalender meja, dalam satu minggu ada 7 hari ya… Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Setelah hujan reda, biasanya muncul pelangi. Coba sebutkan warna pada pelangi! Konon katanya setiap warna memiliki artinya masing-masing.

  1. Merah → berani atau cinta yang membara
  2. Jingga → kekuatan dan kesehatan
  3. Kuning → keceriaan dan kesenangan
  4. Hijau → sumber kehidupan
  5. Biru → kedamaian
  6. Nila → kesederhanaan
  7. Ungu → kemewahan dan kebijaksanaan

Ada berapa benua yang kamu tahu? Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Australia, dan Eropa. Ada 7... 

Itu daratannya, bagaimana dengan perairan di dunia? Kita mengenal 7 perairan samudra: Arktik, Atlantik Utara, Atlantik Selatan, Hindia, Pasifik Utara, Pasifik Selatan, dan Antartika.

Masih ingat tentang keajaiban dunia? Coba kita sebutkan;

  1. Candi Borobudur, Indonesia
  2. Ka’bah, Arab Saudi
  3. Menara Eiffel, Prancis
  4. Piramida, Mesir
  5. Menara Pisa, Italia
  6. Taj Mahal, India
  7. Tembok Besar, Cina

Itu 7 keajaiban dunia versi lama, bagaimana dengan versi baru? 

  1. Tembok Besar, Cina
  2. Chichén Itzà, Meksiko (sebuah kota yang dibangun oleh Suku Maya)
  3. Petra, Yordania
  4. Machu Picchu, Peru
  5. Christ The Redeemer, Rio de Janeiro
  6. Colosseum, Roma
  7. Taj Mahal, India

Angka 7 juga memiliki keistimewaan dalam ilmu Fisika maupun Kimia. Diantaranya, angka 7 digunakan untuk menunjukkan PH netral pada konsep asam dan basa. Terdapat 7 satuan dasar S.I : Satuan panjang, massa, waktu, suhu, arus listrik, intensitas cahaya, dan jumlah zat.

9124992867?profile=RESIZE_710x

Tuhan menjadikan angka 7 istimewa pada rangka manusia dan banyak hewan mamalia; 

  1. 14 tengkorak wajah
  2. 7 ruas tulang leher (Cervical vertebrae)
  3. 28 ruas tulang jari tangan
  4. 14 tulang pergelangan kaki
  5. 28 ruas tulang jari kaki
  6. Manusia memiliki 14 tulang rusuk sejati (tulang rusuk yang melekat langsung ke tulang dada)

Terdapat 7 atom karbon dalam Heptana, yaitu senyawa hidrokarbon alkana yang digunakan sebagai campuran bahan bakar.

Sepertinya masih banyak misteri keistimewaan angka 7 di sekitar kita, tentu saja butuh waktu untuk mencari dan mempelajarinya. Kita percaya bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu tidak sia-sia, kita hanya butuh percaya dalam iman.



Salam,

Read more…

Selain dalam firman Allah SWT, Rasulullah SAW juga banyak menyebutkan angka 7 dalam hadits. Berikut beberapa hadits yang memuat angka 7 di dalamnya.

Ketika Rasulullah SAW menerangkan hal-hal yang merusak, beliau membatasinya pada 7 hal. Beliau bersabda: “Jauhilah tujuh hal yang merusak”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tentang malam lailatul qadar, beliau bersabda: “Aku datang untuk menjelaskan lailatul qadar kepada kalian, namun fulan dan fulan saling berdebat sehingga akhirnya diangkat (lailatul qadar), dan semoga menjadi lebih baik buat kalian, maka dapatkanlah (lailatul qadar) pada hari ketujuh, enam, dan lima”. (HR. Bukhari)

Begitu juga dalam hal ibadah, Rasul mengulang angka tujuh dalam surat al-Fatihah sebagai surat wajib yang dibaca dalam sholat. Selain itu Allah SWT telah menjadikan 7 anggota sujud dalam sholat; 2 kaki, 2 lutut, 2 telapak tangan, dan 1 dahi. Rasul bersabda: “Aku diperintah untuk bersujud dengan tujuh tulang”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah SWT dengan bayangan-Nya pada saat tiada naungan kecuali dari bayangan-Nya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketika menerangkan kezaliman dan mengambil tanah orang lain tanpa alasan, beliau menjadikan angka 7 sebagai simbol azab pada hari Kiamat. Beliau bersabda, “Orang yang menzalimi orang lain walau hanya beberapa jengkal tanah, akan dikalungkan azab dari tujuh bumi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk membaca doa berikut 7 kali untuk meminta kesembuhan. Rasul bersabda: “Aku berlindung kepada Allah SWT dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang kudapatkan dan kutakutkan.” (HR. Muslim)

Makan kurma sebanyak 7 biji. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa makan 7 kurma ajwa di pagi hari setiap hari, maka pada hari itu, dia tidak akan terkena racun dan sihir”. (HR. Bukhari dan Muslim)

9121572054?profile=RESIZE_710x

Hadits Rasulullah SAW tentang puasa di jalan Allah SWT menjelaskan pahala yang besar yang disiapkan Allah SWT bagi pelakunya. Nabi bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah SWT, kecuali Allah SWT menjauhkannya berkat puasa sehari itu dari neraka sejauh 70 musim gugur”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketika seorang sahabat meminta beliau menjelaskan rentang waktu untuk mengkhatamkan al-Quran, Rasulullah bersabda: “Khatamkan al-Quran setiap 7 hari dan jangan lebih cepat dari itu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW membaca istighfar 70 kali sehari, Beliau menerangkan kelipatan pahala dalam sabdanya, “Setiap perbuatan manusia menggandakan kebaikan dengan 10 kali lipat, sampai 700 kelipatan”. (HR. Muslim)

Ketika mengajarkan cara berlindung kepada Allah SWT untuk menghilangkan kegelisahan, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengulang-ulang pembacaan ayat berikut sebanyak 7 kali, Firman-Nya: “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Ia. Kepada-Nya aku berserah diri. Dia adalah Tuhan Arsy yang agung”. (QS at-Taubah: 129)

Berkaitan dengan ibadah Haji, tawaf berkeliling ka’bah sebanyak 7 putaran, sa’i antara shafa dan marwa sebanyak 7 kali, serta melempar jumrah 7 kali.

Itulah beberapa hadits Rasulullah SAW yang memuat angka 7 dari referensi yang saya baca. Sebetulnya masih banyak lagi, tapi itulah contoh-contoh yang utama.

Pertanyaan terbesar yang kemudian muncul adalah, “Mengapa harus angka 7?” Sebuah rahasia Tuhan, kita hanya perlu meyakini dalam Iman.

 


Salam,

 

NB : Foto susu kurma yang saya temukan di warung kelontong dekat rumah, entah kebetulan namanya “Tujuh Kurma” atau memang si pembuat terinspirasi dari keistimewaan angka 7 ini. Susu kurma nya enak kok!! Hahaha...

Read more…

AES#15 Miracle of 7 [Al-Quran]

Setelah sebelumnya saya membahas keistimewaan angka 7 dalam prinsip dasar Bushido para samurai Jepang, sekarang ijinkan saya untuk membahas keistimewaan angka 7 dalam kajian Islam.

Menurut referensi yang saya baca, ada sebuah sistem integral dalam Al-Quran yang terkait dengan angka 7. Angka 7 ini diulang secara sistematis dalam Al-Quran maupun hadits. Jika kita melihat lingkungan sekitar, angka 7 menjadi sebuah petunjuk untuk alam dan kehidupan.

Pada tulisan ini saya akan memaparkan keistimewaan angka 7 dalam Firman Allah SWT, Al-Quran.

Mari kita mulai dengan jumlah bilangan huruf abjad hijaiyah dalam bahasa Arab ada 28 huruf, ini merupakan kelipatan angka 7.

9117454093?profile=RESIZE_710x

 

Al-Quran diawali dengan surat Al-Fatihah yang merupakan surat paling mulia, jumlah ayatnya ada tujuh ayat. Surat ini merupakan surat yang wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat.

Yang paling utama, mengenai penciptaan langit dan bumi dalam tujuh tingkatan dijelaskan dalam tujuh ayat Al-Quran. 

  1. "Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah: 29)
  2. "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS Ath-Thalaq: 12)
  3. “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS Al-Isra: 44)
  4. “Katakanlah. Siapakah yang memiliki tujuh langit dan ‘arasy yang besar”. (QS Al-Muminun: 84)
  5. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Fussilat: 12)
  6. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS Al-Mulk: 3)
  7. “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” (QS Nuh: 15)

Allah SWT mengulang tentang proses penciptaan langit dalam tujuh ayat al-Quran.

  1. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS al-A’raf: 54)
  2. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS Yunus: 3)
  3. Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (QS Hud: 7)
  4. Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.” (QS al-Furqan: 59)
  5. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS as-Sajadah: 4)
  6. “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” (QS Qaf: 38)
  7. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hadid: 4)

Dalam QS al-Haqqah: 6-7, menjelaskan tentang siksaan yang ditimpakan kepada kaum Nabi Hud, kaum Ad. “Kaum Ad telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus.”

Selain dalam firman Allah, Rasulullah juga banyak menyebutkan angka 7. Simak pada tulisan saya selanjutnya ya…

Silahkan buka ayat Al-Quran diatas pada tautan berikut: https://tafsirq.com/ (tafsir online)

Pertanyaan terbesar yang kemudian muncul adalah, “Mengapa harus angka 7?” Sebuah rahasia Tuhan, kita hanya perlu meyakini dalam Iman.



Salam,

Read more…

AES#14 Miracle of 7 [7 Prinsip Bushido]

Saya belum begitu familiar dengan tahapan perkembangan 7 tahun ala Semi Palar, saat pembekalan saya baru sebatas ‘nyaho’. Sejak saat itu saya terus mencari referensi tentang hal ini, dan ajaibnya saya menemukan banyak hal yang menunjukkan jika angka 7 ini memiliki keistimewaan. 

Sebagai penggemar novel bertema samurai, saya malah baru menemukan bahwa prinsip Bushido para Samurai Jepang ternyata ada tujuh. Dalam budaya Jawa, bahkan dalam ajaran Islam, angka 7 ini merupakan angka yang istimewa. Dan, di dunia musik pun, angka 7 ini spesial. (^.^)

Penjelasan pertama ingin saya mulai dari negeri sakura, Jepang. Salah satunya prinsip Bushido yang digunakan oleh golongan samurai.

"Bushido" berarti "jalan kesatria" yang merupakan prinsip yang harus dipegang teguh oleh golongan samurai pada zaman feodal Jepang. Golongan samurai pada masa itu merupakan golongan paling elit dalam strata sosial, berdasarkan keturunan bukan samurai seorang ahli pedang seperti pikiran kebanyakan orang.

Walaupun kini penggolongan tersebut sudah tak lagi relevan, namun 7 prinsip dasar Bushido masih dipakai hingga sekarang, sebagai prinsip dasar bela diri maupun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, 義 (gi) yang berarti Keadilan. Gi merupakan kemampuan untuk membuat keputusan yang benar, kebenaran disini adalah karena keyakinan diri sendiri bahwa itu hal yang benar, bukan karena menurut orang lain benar. Dalam hal kejujuran dan keadilan, konon seorang samurai hanya ada ‘benar’ atau ‘salah’ mereka tidak mengenal ‘abu-abu’.

Kedua, 勇 (yuu) yang berarti Keberanian. Yuu adalah kemampuan untuk menangani setiap situasi dengan gagah berani dan percaya diri. Seorang samurai tidak pernah takut untuk menunjukkan dirinya pada orang-orang sekitar.

Ketiga, 仁 (jin) yang berarti Kemurahan hati. Jin merupakan kombinasi dari kasih sayang dan welas asih. Jika Jin diterapkan bersama Gi, ini akan meredam seorang samurai menggunakan kemampuannya secara arogan atau mendominasi orang lain.

Keempat, 真 (makoto) yang berarti Kejujuran. Jujur yang ditekankan disini adalah kepada diri sendiri, selain bersikap jujur kepada orang lain.

Kelima, 礼 (rei) yang berarti Penghormatan. Rei berarti harus memiliki sikap santun dan menghormati orang lain, termasuk kepada musuh. Seorang samurai dihormati bukan hanya karena kemampuan dan tingkat sosial, tetapi bagaimana dia menghormati orang lain.

Keenam, 名誉 (meiyou) yang berarti Martabat. Meiyou dapat dicapai dengan selalu berpikir positif, dan ditunjukkan dalam tindakan. Martabat seorang samurai dinilai dari bagaimana dia bertindak untuk mewujudkan cita-citanya.

Ketujuh, 忠義 (chuugi) yang berarti Kesetiaan. Chuugi merupakan fondasi dari semua prinsip moral. Tanpa dedikasi dan kesetiaan terhadap suatu tujuan atau kepada sesama, seseorang tidak bisa berharap untuk bisa mencapai hasil yang diinginkan.

“The true science of martial arts means practicing them in such a way that they will be useful at any time, and to teach them in such a way that they will be useful in all things.” - Miyamoto Musashi

Menurut saya, ketujuh prinsip ini masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kita di masa sekarang. Apalagi jika saya kaitkan dengan proses fasilitasi seorang Kakak (guru) di kelas; komitmen menjalankan guliran pembelajaran minimal satu tahun ajaran, memiliki harga diri, memiliki sikap hormat, jujur, welas asih, berani mengambil resiko atau mencoba ide baru, percaya diri, dan adil memfasilitasi setiap anak didik. Walaupun saya sendiri belum tentu memiliki itu semua, tapi sepanjang prosesnya saya sangat yakin semua hal yang baik itu akan tumbuh dan tertanam dalam diri saya.

Satu hal lagi, motto ini sangat menginspirasi saya : 七転び八起き (nanakorobi yaoki) yang berarti “Tujuh kali jatuh, delapan kali bangun.” intinya, berapa kalipun kita jatuh atau gagal, kita harus punya energi yang lebih besar untuk tetap bersemangat dan mencoba kembali.

9113971863?profile=RESIZE_584x



Salam,

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa