kampus merdeka (3)

AES04 - Kehidupanku Sekarang.

Sudah cukup lama saya tidak menulis dalam forum ini, karena saya sedang dalam Program Kampus Mengajar yang mengharuskan saya pindah ke sisi lain Kota Bandung yang jauh dari rumah. Setelah sebulan saya ditempatkan pada salah satu sekolah negeri di daerah Gedebage, kehidupan saya mengalami perubahan cukup signifikan. Jauh dari rumah untuk pertama kali membuat saya menjadi lebih mandiri dari sebelumnya. Daerah yang cukup nyaman jauh dari hirup pikuk perkotaan, jauh dengan kendaraan umum, jauh dari mini market, ojek online tidak diperbolehkan masuk, lalu tukang ojek pangkalan yang membuat ada membuat saya berfikir "wahhh beda sekali dengan rumah". Beradaptasi dengan lingkungan baru yang asing memerlukan waktu yang cukup lama, karena berita dari mulut ke mulut menyebar sangat cepat yang membuat kami canggung.

Sekolah negeri ini sangat terkendala saat adanya pembelajaran PJJ, karena masyarakat di daerah sini merupakan kalangan menengah kebawah jadi tidak semuanya memiliki Handphone atau kuota. Peran kami sebagai mahasiswa untuk mendampingi masyarakat dan sekolah untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang efektif. Sangat berbeda jauh dengan pembelajaran di kota, tetapi guru dan siswa disini memiliki semangat untuk belajar kembali. Kami membantu guru-guru dalam mengembangkan media pembelajaran, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. 

Pernah suatu waktu saya sedang memberi ulangan harian pada kelas yang saya pengang, lalu ada orang tua murid yang mau ke sekolah karena tidak bisa melakukan ulangan melalui google form. Saat orang tua itu datang dan membawa Handphone yang dipakai saya jujur merasa malu kepada diri sendiri yang memiliki kecukupan untuk belajar tetapi masih saja mengeluh abcde saat melihat orang tua murid dan anaknya semangat melakukan pembelajaran dengan Handphone seadanya dengan keterbatasan tersebut tidak menjadi menyerah begitu saja. Saat saya membenarkan handphone tersebut, untuk membuka google form saya sudah  uyuhan karena baru browsing dan membuat email saja sudah panas sekali. Tetapi saat handphone sudah benar dan bisa terpakai kembali mereka sangat bahagia dan senang kata orang tua tersebut "Ini de udah bisa dipake belajar lagi, alhamdulillah" itu sangat berharga buat mereka, sedangkan saya yang membupai media yang memadai untuk belajar, tempat yang nyaman tetapi sudah banyak mengeluh saya pikir terlalu banyak melihat ke atas tanpa bersyukur dengan apa yang kita miliki sesekali kita harus melihat ke bawah lalu bersyukur. Pelajaran yang saya ambil setiap harinya merupakan hal-hal kecil yang berharga tapi sudah sering terlupakan.

 

Read more…

AES03 Pembekalan Hari Ke-2

Sebelum berangkat untuk di tempatkan pada daerah Kampus Mengajar atau KM kita diberi pembekalan selama satu minggu. Kemarin hari pertama saya menghabiskan banyak energi di depan monitor untuk melaksanakan UAS dan pembekalan. UAS selesai pada jam 9 malam, lalu dilanjut mengerjakan tugas yang sudah diberi pada saat pembekalan.

Kalo ditanya cape jawabannya pasti capeeeeeee bangettt, tapi rasa itu akan terbayarkan saat saya menjalankannya dengan ikhlas dan dengan memikirkan tujuan awal saya mengikuti ini apa jadi ga ada waktu untuk mengeluh dan leha-leha

Saya sempat mencari tahu tentang sekolah yang akan menjadi lokasi saya di tempatkan. Hmmm mungkin akan banyak hal yang di luar ekspetasi saya dan akan menjadi banyak pengalaman baru bagi saya. Tempat tersebut berada di kawasan yang sering banjir saya lihat di mbah google itu merupakan salah satu tantangan bagi kami kedepannya. 

Tim saya telah terbentuk dari 6 anggota dan 1 dosen pembimbing dari latar belakang yang berbeda tetapi lokasi daerah rumah kami ternyata berdekatan jadi komunikasi bisa cukup lancar.

Sekian untuk catatan hari ini, sampai bertemu lagi! 

 

Read more…

AES02 - Kampus Mengajar

Dini hari tadi saya melihat pengumuman Kampus Mengajar yang merupakan salah satu program Kampus Merdeka. Alhamdulillah saya lolos untuk terjun mengajar ke sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan selama satu semester. 

Sebenarnya saya sangat gugup dan sangat semangat untuk melaksanakan tugas ini. Karena saya masih belum terbayang dengan sistem yang akan dilalui.

Saya jujur tidak berharap untuk lolos karena semester minimal harus semester 5, sedangkan saya UAS semester 4 saja masih dalam proses. Tetapi alhamdulillah sekali lagi saya lolos, semoga sekolah-sekolah yang ditargetkan bisa terus berkembang dengan baik.

Dalam Kampus Mengajar Angkatan 2 ini banyak sekali peserta yang mengikuti. Karena peran pemuda sangat besar untuk membantu pendidikan. Anak-anak yang baru masuk SD banyak yang mengalami Learning loss kendala yang sangat besar.

Pak Dirjen juga menekankan untuk memperkuat literasi yaitu belajar dengan berfikir. Saya sampai sekarang belum tahu ditugaskan dimana, tetapi teman yang Dosen Pembimbingnya sama dengan saya masih satu daerah. Kami mahasiswa harus berkolaborasi dengan sekolah untuk meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah dasar pada masa pandemi.

Mungkin kedepannya saya akan menuliskan catatan tentang aktivitas saya sebagai mahasiswa.

Terimakasih 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa