happiness (5)

AES070 Ngopi Sore Smipa

Sebelum pandemi, kakak2 smipa punya semacam tradisi yang namanya Ngopi Sore Smipa. Saat koordinasi mingguan, kami mengundi sebuah voucher untuk seorang kakak mengajak (traktir) kakak2 lainnya ngopi sore di suatu tempat. Syaratnya hanya satu, ngajak teman ngopinya harus kakak2 yang jarang ketemu atau berinteraksi. Bisa jadi kakak dari jenjang lain, atau teman-teman dari Tim Mujaer atau dari Tim LingKung.

Tujuannya apa ya membangun koneksi. Ngobrolin apa aja di luar urusan pekerjaan / sekolah. Berjalan beberapa tahun, ngopi sore memang jadi sesuatu yang penting di Semi Palar. Koneksi - memang sesuatu yang penting di Smipa. Bagaimanapun, Semi Palar adalah Rumah - bukan sekedar sekolah atau tempat kerja seperti tempat lainnya, selain ada tanggung jawab formal sebagai tim Smipa, tapi juga secara relasi satu sama lain secara personal. Di luar itu, kakak2 punya peluang untuk berinteraksi juga saat jalan bareng di Klab Jelajah Bandung, kadang juga gowes bareng atau lainnya. 

Sejak pandemi, hal-hal ini memang hilang. Kita juga sulit sekali bertemu secara langsung. Sudah setahun lebih situasi ini berlangsung - dan entah akan berlangsung sampai kapan. Mungkin ada yang bertanya, kok ga ketemuan aja Online? Ya itulah, mungkin terasa juga kita cukup lelah berada di depan layar. Sejak pagi, koordinasi dan lainnya dilaksanakan di depan layar. Kumpul nyantai apakah mesti di depan layar juga? 

Tapi sepertinya kita mesti berdamai dengan situasi. Apapun situasinya koneksi antar kita sebagai tim tetap penting. Di evaluasi kemarin, muncul lagi usulan untuk kumpul2 ngobrol informal, bincang santai, ngomongin yang receh walaupun secara online. Sore tadi, di awal TP17, seusai menggulirkan hari-hari pertama pembelajaran kita kumpul lagi di depan layar... Judulnya tetap Ngopi Sore. Silakan seduh kopi sendiri2 di rumah. Kitapun tadi kumpul dan saling menyapa dan berbagi cerita - seperti lewat esai-esai ini juga. Lewat hal-hal ini kita jadinya lebih terkoneksi. Terima kasih teknologi. Bayangkan kalau kita masuk situasi pandemi dalam situasi Internet belum ditemukan. Lalu apa jadinya? 

Jadi toh ada hal-hal yang harus disyukuri. Walaupun di balik layar, senyum dan tawa teman-teman kita adalah tetap rasa bahagia... Dan sore tadi kita menemukannya lagi. Terima kasih kakak2 smipa. Buat yang tadi belum bisa bergabung, ditunggu di kesempatan berikutnya. Salam.   

Read more…

AES051 Tentang Kebahagiaan

Ada pertanyaan menarik dilontarkan oleh Sadhguru kepada pewawancaranya - terkait kebahagiaan manusia. Kurang lebih pertanyaannya begini, "Tentang kebahagiaan dalam hidup. kamu memilih mana? Mengejar kebahagiaan (in pursue of happiness) atau hidup kamu adalah ekspresi kebahagiaan (expression of joy)?" Jawaban pewawancaranya ga penting, tapi pertanyaan ini penting buat kita semua. 

9201579692?profile=RESIZE_400xBagi kebanyakan orang, mungkin apa yang dijalani dalam hidupnya adalah jawaban pertama. Karena memang manusia tidak pernah dihadapkan kepada pertanyaan penting tadi. Sejak kecil, duduk di bangku sekolah dan menjadi dewasa, kebahagiaan adalah sesuatu yang perlu dikejar, perlu diusahakan, lewat belajar, kerja, keberhasilan, sukses, dan lain sebagainya. Kebahagiaan ada di luar sana

Tapi pertanyaan Sadhguru menyadarkan kita sebaliknya, bahwa kebahagiaan ada di dalam diri kita. Kitalah yang jadi sumber kebahagiaan itu. Kehidupan kita adalah ekspresi kebahagiaan yang bersumber dari dalam diri kita. Hal yang penting, tapi kita tidak pernah dibawa dalam kesadaran bahwa kebahagiaan bermula dari diri kita.

Inilah kenapa manusia disebut human being. We, human being have the capacity to be... Untuk menjadi bahagia, kita bahkan tidak perlu melakukan apapun, karena kebahagiaan adalah sebuah situasi menjadi bukan sesuatu yang harus dikerjakan... We just need to be happy, and for that we don't really need to do anything...

Tapi ternyata dengan segala sesuatu yang kita hadapi dalam kehidupan kita, hal ini bukan hal yang mudah juga. Hmm, entah kenapa saya lagi-lagi menulis tentang ini, walaupun sudah sempat menuliskan posting serupa dengan judul Happiness Inside. Sepertinya memang saya sedang dalam proses memahami hal ini, tentang dimensi dalam dan dimensi luar. Sudah lama kita tahu (nyaho) tentang ini dari Konsep Pembelajaran di Semi Palar. Tapi rupanya kita belum cukup paham (ngarti) tentang itu... Apapun, mudah2an apa yang dituliskan di sini bermanfaat - bagi yang sempat membacanya. Salam bahagia...  

 

  

 

Read more…

AES #39 My Take On Happiness

 

 

Saya ingin bertanya, apa yang membuat anda bahagia? Ini pertanyaan yang sederhana, tapi sulit dijawab. Ya khan?

 

Nah sebelum dijawab, kita ngobrol dulu sedikit agak scientific mengenai kebahagiaan. Di dalam tubuh ada 4 hormon yang bertanggung jawab atas perasaan senang/bahagia yaitu serotonin, dopamine, oxytocin dan endorphine. Keempat hormon ini dikenal sebagai happy hormones yang membuat perasaan positif, seperti rasa senang, bahagia bahkan cinta. Hormon dan neurotransmiter ini terlibat dalam banyak proses esensial seperti detak jantung, pencernaan, mood dan perasaan.

 

Saya berikan satu contoh mengenai hormon-hormon tadi. Pernah berolahraga hingga bercucuran air mata? Saya pernah! Saat itu saya melakukan HIIT (High Intensity Interval Training) di gym selama 90 menit. Olah raga dengan intensitas tinggi ini memang luar biasa dari berlari di treadmills dengan kecepatan dan inklinasi yang bervariasi, kemudian rowing juga dengan kecepatan dan jarak bervariasi, reps dan sebagainya. Pada saat itu saya membakar lebih dari 1400 kalori dengan splat point 74. Ketika berolahraga atau ketika tubuh melakukan kegiatan atau hobby yang aktif, hormon-hormon itu dilepaskan dan menjadi emosional sehingga mengeluarkan air mata. Setelah selesai berolahraga saya merasa puas dan sangat bahagia.

 

Ada banyak cara untuk meningkatkan produksi hormon-hormon itu. Seperti contoh yang saya berikan tadi, melakukan kegiatan aktifitas seperti berolahraga, keluar rumah dan menikmati matahari juga sangat baik karena disinyalir menurut beberapa penelitian sinar matahari meningkatkan produski serotonin dan endorphine.

 

Ada yang bilang bahwa laughter is the best medicine! Nah, berkumpul dengan teman-teman dan tertawa dapat mengurangi stress dan juga meningkatkan produksi dopamine dan endorphine.

 

Lalu apa lagi contohnya? Kegiatan yang saya sukai, yaitu masak! Masak meningkatkan 4 hormon di atas! Lengkap! Dan jangan lupa juga memasak makanan yang dapat meningkatkan ke-4 hormon tersebut, silahkan cari referensi di internet makanan apa saja yang baik untuk meningkatkan kebahagiaan. Masih banyak kegiatan-kegiatan yang membahagiakan, silahkan anda mencari kegiatan apa saja yang dapat membuat anda lebih bahagia, tapi yang terpenting adalah jadikan kegiatan itu sebagai aktifitas yang kita lakukan setiap hari yang membentuk menjadi sebuah kebiasaan yang sehat dan dapat meningkatkan kualitas hidup, karena happiness comes from all the small things and habits you do every day. If you want to start living a happy life, practice happy things and fit them into your daily routine!***

 

Catatan tambahan: Menulis juga meningkatkan produksi Oxytocin! Jadi rajin-rajinlah menulis agar selalu bahagia! hahaha***

 

Read more…

AES045 A Small Dose of Happiness, Every Day

Hmm ini esai saya yang ke 45. Wow, wow, wow, wow... sudah satu setengah bulan saya konsisten menulis di ruang ini. Sekarang bukan hanya membiasakan menulis, tapi juga sudah mulai masuk menikmati menulis... Dulu menulis adalah sesuatu yang harus diupayakan. Perlu enerji besar untuk mendorong diri menulis. Sekarang saya mulai senang saat selesai makan malam, sambil menuntaskan sisa-sisa pekerjaan2 saya, saya sangat menanti-nanti momen di mana saya membuka laman Ririungan, mengintip sudah berapa angka counter AES. Dan dalam waktu beberapa waktu ke depan saya mulai menebak bahwa beberapa tulisan baru, teman-teman saya menulis akan mulai bermunculan... Tidak lama biasanya muncul gagasan apa yang akan dituliskan, saya mengklik tombol Add Blog Post dan mulai menarikan jemari saya di atas papan kunci... 

Ruang menulis ini mulai terisi dengan kehidupan. Berbagai gambar, dan pemikiran disimpan teman-teman saya di sana. Saya biasa mengamati gambar-gambarnya, membaca judulnya dan memilih beberapa di antaranya untuk saya baca... Tentunya tidak lupa meninggalkan tanda like dan meninggalkan comment. 

Dua hari yang lalu, saya dan Ahkam - walaupun sudah larut malam, ternyata menulis dan memposting di saat yang nyaris bersamaan. Saya buka aplikasi WA saya di desktop dan mengetik pendek, "Selamat malam, Ahkam". Tidak lama pesan sayapun berbalas, "Met malam kak Andy, wah masih belum tidur". Dan akhirnya sayapun ngobrol singkat dengan Ahkam di kesempatan itu. 

Di momen itu, saya menyadari bahwa saya melakukan hal itu sambil tersenyum. Dan itu selalu saya dapatkan setiap malam saat saya menulis... Saya bilang sama Ahkam, sekarang ini, setiap menulis dan memeriksa Ririungan, kok saya jadi tersenyum-senyum sendiri. Tak diduga, Ahkam bilang, "wah sama kak Andy..."

Menarik ya. Buat saya di situasi yang serba tidak menentu, kita ga bisa ke mana-mana, di rumah aja, pandemi sedang melonjak, banyak orang ketularan dan lain sebagainya, saya masih punya waktu, setiap malam, untuk merasakan kebahagiaan kecil. A Small Dose of Happiness...  Konon kabarnya kebahagiaan diri akan meningkatkan imunitas kita... Wah jadi luar biasa ya benefit dari AES ini. Oh iya, saya jadi menemukan topik tulisan baru, terkait hal di atas ini. Badan manusia adalah pabrik kimiawi (a chemical factory). Setiap emosi yang kita rasakan akan memicu aktifnya kelenjar-kelenjar yang menghasilkan hormon-hormon tertentu juga. Ada yang disebut dengan happiness hormones... Nanti kita coba bahas ya...  

Oh iya, hari ini saya buat akun di unsplash.com untuk menemukan ilustrasi yang cocok (gratis) untuk tulisan-tulisan saya. Semoga lebih menambah semangat saya menulis, dan teman-teman di sini untuk menikmatinya. 

Photo credit : Photo by Alejandro Escamilla on Unsplash  

Read more…

AES#12 Hening itu Penting

Hmm, tulisan ini masih nyambung dengan tulisan saya sebelumnya (AES#11 Menulis Untuk Siapa (dan Untuk Apa)? Dalam tulisan itu saya menggambarkan bagaimana menulis adalah sarana untuk mengambil jarak dari segala kesemrawutan pemikiran kita. Tulisan ini juga akan bercabang ke dua esai yang berbeda. Yang pertama tentang pentingnya hening bagi kita semua manusia modern yang seakan tidak pernah punya waktu untuk berhenti… Orang yang punya banyak kesibukan ibarat orang yang sukses (businessman, julukannya). Banyak bisnis, banyak kesibukan… Pertanyaan lanjutnya, adalah apakah kesibukan adalah tujuan utama hidup manusia?

Cabang yang kedua terkait sesuatu yang saat ini jadi ruang virtual kehidupan kita: apa yang disebut-sebut sebagai Media Sosial. Diskusi pagi ini di Escape bersama Rico dan Ahkam, sempat mengulas tentang ini, bagaimana media sosial yang jadi bagian dari kesibukan manusia dan sangat membanjiri pikiran manusia dengan segala sesuatu (yang belum tentu berguna) sangat membuat pikiran kita keruh dan tambah semrawut. 

Lalu apa inti dari tulisan ini? Intinya sederhana, semakin gaduh, semakin hiruk-pikuk hidup kita, hening menjadi semakin penting… Kenapa penting, karena di dalam ruang keheningan itulah kita bisa berjumpa dengan diri kita yang terdalam… di sisi terdalam hidup kita. Walaupun tampak sederhana, sejauh saya menelusuri topik ini, memang semakin lama semakin membukakan tanda tanya2 baru. Sisi dalam hidup manusia memang sisi yang jarang sekali ditelaah manusia modern. Kita dididik untuk banyak melihat sisi luar hidup manusia. Jadi tulisan ini sekedar jadi pengantar dari tulisan-tulisan lain yang mengupas mengenai hal ini.Tulisan ini juga terkait dengan apa yang saya tuliskan di posting sebelum ini - yang bertajuk Happiness Inside (Atomic Essay #09). Mudah2an saya bisa.

Sebagai pemicu, saya titipkan video keren bertajuk The Stillness Is You, yang narasinya dibawakan oleh Deepak Chopra. Sedikit tips saat menonton video ini, gunakan earphone, saya anjurkan menggunakan laptop dan klik tombol fullscreen supaya filem luar biasa ini bisa dicerap sebanyak-banyaknya oleh kita... 

|
|

The Stillness is You

Relax your body...
Observe your breath as it goes in and out...
Now move your awareness into the area of your heart...
Allow your ego to move out of the way...
And you will get in touch with your spirit...

Be grateful...

You my friend are not your thoughts...
You are the thinker of the thoughts...
The thoughts come from you...
So where are you?
You are in the stillness, the silence between your thoughts...
That stillness, that stillness is you...

And that you is the window to the infinite mind...
The mistery we call God is whispering to you in the silent space between your thoughts...
It is for this reason that the great wisdom traditions say, be still and know that I’m God...

Between every inbreath and every outbreath, is the stillness...
Between every thought that arises and every thought that subsides is the stillness...

Watch the stillness between your breath, between your thought.
Just observe, and then watch the one who is watching and as you listen to me now,
turn your attention to the one who’s listening

You have found the secret to that part of you that transcend space and time.
You have found the secret to that part of you that is immortal.
That part of you that fire cannot burn, water cannot wet,
wind cannot dry, weapons cannot shatter.

That part of you which is beyond fear,
that part of you that is without beginning without ending,
that part of you which is the divine in you.
You have found the secret to that part of you
that will continue to evolve as the universe evolves.

Now relax into your body and remember,
anytime the stress and the worries overwhelm you,
comeback into the sacred space of your heart.
You are the stillness, you are the silence between your thoughts.
Return to your stillness, that stillness, that silence is you…

|
|
|

 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa