enerji (2)

AES043 Sinkronisitas

Okay, wah ini bakalan seru nih, karena tak dinyana, rencana saya menuliskan esai ini nyararambung. 

Pertama, ini esai saya yang ke 43 - yang jumlah angkanya adalah 7. Kemarin malam saya bekerja sambil mendengarkan lagu di bawah ini yang dibawakan oleh musisi favorit saya STING, yang judulnya SEVEN DAYS... Musiknya keren banget... I really, really love the sound of it... Permainan drumnya, woaah keren abiss... Ijin bicara sedikit tentang musiknya... Setau saya itu ketukan (drum beat) nya salah satu yang paling sulit dimainkan... dibawakan oleh Vinnie Colauita. Sting sendiri memainkan Bass Guitar... yang seperti biasa, menakjubkan...  


Lanjut lagi... Yang... tanpa direncanakan, saya menuliskannya segera setelah kak Fifin selesai menuliskan esainya tentang Keajaiban Angka 7 (Miracles of Seven) yang temanya MUSIK... Nah ini juga keren banget kan - 7 esai kak Fifin tentang Keajaiban Angka 7.  

Whoaa, keren banget kan... Jadi saya bisa numpang di atas segala hal yang nyambung di atas ini dan menuliskan esai pendek tentang coincidences (peristiwa-peristiwa kebetulan)... Sejak saya pertama membaca novelnya James Redfield, yang berjudul The Celestin Prophecy, saya jadi meyakini segala sesuatu terjadi atas sebuah alasan. Dari buku ini, saya menemukan hal penting yang bagi saya pribadi sangat berdampak. 

There are No Coincidence. Everything Happens for A Reason 

Tulisan ini sampai saya jadikan teks di profil WhatsApp saya. Seperti contoh di atas tadi... apakah itu sebuah kebetulan? Saya ga berpikir begitu. Saat kita meyakini hal di atas tadi, segala sesuatu menjadi berbeda. karena kita jadi selalu berusaha memaknai segala peristiwa yang terjadi. Kenapa? Karena tidak ada peristiwa kebetulan.Segala sesuatu, ada maknanya. Lebih jauh lagi, saat semua kita pandang dalam sudut pandang seperti ini, tidak ada peristiwa baik atau buruk, karena semua punya makna dan saling melengkapi... Akhirnya kita lebih peka juga terhadap semua peristiwa yang terjadi, orang-orang yang saya jumpai, karena semua ini akan jadi rangkaian utuh yang membuat hidup kita punya makna... 

Dari sudut pandang Mekanika Kuantum, ceritanya begini... Segala sesuatu di alam semesta ini adalah enerji. Pikiran, intensi, tindakan, ucapan... material maupun non material adalah enerji yang termanifestasikan dalam berbagai bentuk. Enerji sendiri muncul dalam berbagai bentuk, bisa dalam bentuk partikel atau gelombang atau getaran. Karena semua enerji, segala sesuatu bisa saling mempengaruhi. Saat ada gelombang-gelombang yang selaras, terjadilah yang namanya sinkronisitas... 

Jadi... terima kasih banyak kak Fifin, posting sebelumnya telah menjadikan tulisan ini lengkap karena ada contoh nyata-nya dari esai saya hari ini... Bukan kebetulan... sinkronisitas... 
  

 

Read more…

AES#05 Antara Habit Building dan Enerji

Sekian lama saya berpikir bahwa Hukum Kekekalan Enerji yang dirumuskan oleh eyang Albert Einstein adalah rumus fisika. Bekerja saat kita berbicara di ranah saintifik secara khusus bagaimana atom2 dan segala turunan enerji apakah itu suara, kalor dan lain sebagainya di alam kehidupan ini.

Ternyata lewat pandangan itu saya terjebak dalam paradigma yang dibangun sekian lama sejak dua tokoh besar, seorang filsuf Descartes dan Isaac Newton (fisikawan) – pada jamannya memilah dinamika kehidupan manusia yang begitu kompleks ke dalam dua ranah yang berbeda : sains dan spiritualitas. Peristiwa ini terjadi sekitar 300 tahun saat ada konflik cukup besar antara para ilmuwan dan agamawan. Sejak itulah pola pikir ini terbawa terus sampai hari ini di mana segala sesuatu dipandang dari 2 sudut pandang berbeda. Hal ini dikenal sebagai duality.

8945816489?profile=RESIZE_400xSekitar tahun 2009, saya berkenalan dengan apa yang disebut fisika kuantum – melalui sebuah DVD yang berjudul What The Bleep Do We Know. Satu dekade lebih sejak saya mengenal quantum physics. Bidang yang sudah sangat berkembang – dan saat ini banyak tokoh yang melihat ini sebagai titik temu antara sains dan spiritualitas. Menarik banget – setidaknya buat saya.

Hari ini saya melihat bahwa Hukum Kekekalan Enerji berlaku dalam hidup kita. Karena pada dasarnya segala sesuatu di alam semesta ini pada dasarnya adalan enerji yang termanifestasikan dalam berbagai bentuk – sebagai partikel ataupun gelombang. Emosi kita adalah gelombang, karenanya kita bisa merasakan orang lain yang sedang sedih atau sebaliknya sedang sangat bersemangat…

Bagaimana dengan habit building. Beberapa waktu lalu saya belajar bahwa untuk memanifestasikan sesuatu perlu enerji… Untuk mewujudkan sesuatu menjadi kenyataan, enerji perlu dimunculkan dalam 3 komponen : Intensi, Atensi dan Aksi… Sederhananya, ini adalah kombinasi dari Niat, Fokus dan Tindakan. Kalau satu saja ga lengkap, gagasan dan imajinasi tinggal gagasan atau imajinasi belaka. Dalam hal kebiasaan, satu lagi perlu ditambahkan : Repetisi.

Mudah2an semua yang mencoba ini juga belajar mengelola enerji dan mewujudkan sesuatu… resepnya sudah ada… mari mewujudkannya…

----

Di bawah ini saya simpan trailer filem What The Bleep Do We Know. Bisi ada yang penasaran. 

 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa