community (3)

AES062 Menjelang Tengah Malam

Sejak sekitar 2 bulan yang lalu, ada satu waktu yang tanpa disadari jadi sangat saya nantikan. Setiap hari, tanpa terputus. Waktunya ya sekitar jam segini ini - menjelang tengah malam... Biasanya saya sudah mulai mengantuk, tapi sekarang ada yang sangat saya tunggu. Menunggu tulisan teman2 muncul. 

Saya sangat menikmati apa yang dituliskan teman-teman membagikan kisahnya lewat kata-kata di ruang penulisan ini. Kantuk saya hilang, saya menanti-nanti posting demi posting muncul di layar, dengan penuh tanda tanya apa yang akan disampaikan. Dulu saya lebih sibuk dengan apa yang saya tuliskan, tapi sekarang agak berbeda, karena setelah sekian lama membaca kepingan-kepingan kisah, kita jadi semakin kenal teman kita tersebut. Di esai saya yang ke 31, saya menulis tentang Connecting People. Tidak lama setelahnya Jo juga menulis tentang hal yang sama : Connecting People (esai Jo ke 49). Jadi kita punya kesimpulan yang sama. 

Kalau dipikir ini luar biasa ya, bahwa ruang virtual - digital ini bisa jadi tempat kita berbagi rasa, dan mengoneksikan kehidupan kita satu sama lain - dalam situasi kita semua berjarak dan tidak berjumpa karena pandemi. 

Apa yang dialami buat saya jadi sangat berharga. Sangat berbeda dari sekedar saling menyapa atau memforward info-info yang setiap hari terus keluar masuk lewat WhatsApp atau media lainnya. Saya yakin ini satu kekuatan lain dari Atomic Essay. 250 kata ini mendorong kita untuk mengungkap sesuatu yang tidak sekedar basa-basi atau omong kosong belaka - bahkan pada saat kita tidak punya ide menuliskan apa... 

Jadi ya begitulah, menjelang tengah malam, selalu menjadi happy hour-nya saya. Dan selalu setiap malam, saya bisa menutup hari saya dengan rasa bahagia karena terkoneksi dengan teman-teman yang membagikan kisahnya lewat tulisan-tulisan pendek di sini. Secara khusus malam ini juga saya bahagia membaca tulisan Rico, No More Zero Days

Terima kasih buat yang selalu setia menulis dan berbagi di sini, semoga bahagia yang sama juga ada di hati teman2 semua. Selamat malam, selamat beristirahat...  

Read more…

Masih ada yang harus disiapkan untuk esok hari... Tapi saya memilih untuk menulis esai saya lebih dahulu. Hari ini satu pencapaian besar buat saya pribadi. Ini esai saya yang ke 60, jadi saya berhasil menulis konsisten selama dua bulan penuh. Sejak 13 Mei hingga hari ini 13 Juli. Jujur saya merasa bangga pada diri saya sendiri. Sesuatu yang tidak pernah saya duga sebelumnya - sejak saya mulai menulis di blog saya yang pertama di tahun 2007. Alamat blog saya yang pertama adalah create-n-live.blogspot.com sebelum pindah ke wordpress di andysutioso.com

9240663471?profile=RESIZE_400xPosting pertama saya tuliskan pada tanggal 5 Mei 2007. Judulnya sederhana : My First Post.

Hari ini saya buka lagi blog saya yang lama sambil tersenyum-senyum sendiri. Perjalanan saya menulis sudah cukup panjang juga. Dan saya senang membacanya - karena semua itu adalah jejak kehidupan saya - setidaknya sejak tahun 2007. 

Di antara periode 2007 s/d 2016 sebelum saya berpindah ke wordpress, tahun saya paling produktif menulis adalah pada tahun 2010. Tahun itu saya menuliskan 32 blogpost. Hari ini selama 2 bulan penuh saya menghasilkan 60 buah tulisan pendek. Bahagia sekali rasanya. Itu sedikit cerita tentang proses tulis menulis saya. 

Tadi setelah makan malam, saya membaca-baca tulisan sahabat-sahabat menulis saya di sini. Pernahkan teman-teman melakukannya? Luar biasa lho apa yan dituangkan dalam esai-esai pendek yang ada di sini. Sebelum saya mulai menulis, angka menunjukkan Atomic Essay Smipa telah mencatatkan 418 buah esai - hasil kontribusi 22 penulis. Meminjam kata-kata kang Wawan Husin : TE O PE BE GE TE! TOP Banget! Tadi Ahkam bilang hitung-hitung kumpulan esai ini telah mencatatkan sekitar 18.000 kata. Juara! 

Secara kuantitas keren ya... Tapi tidak berhenti di situ, coba teman-teman cermati apa yang dituangkan dalam esai-esai ini... Kata-kata yang datang dari hati... Duh isinya menurut saya begitu jujur, tulus, apa adanya. Esai dituliskan bukan sekedar untuk cari sensasi, untuk cari like seperti di media sosial lainnya tapi karena ruang ini adalah ruang penulisan di mana kita bisa menampilkan diri apa adanya - menjadi diri kita sendiri, menuangkannya dalam kata-kata agar kita satu sama lain bisa terkoneksi melalui kemanusiaan kita... Sesederhana, sekaligus seluhur itu juga... 

Buat saya ini adalah satu hal yang membahagiakan, sekaligus membanggakan juga, karena ini ruang kolektif penulisan yang saling terkoneksi. Ini juga yang membedakan dengan platform lain seperti blogger, wordpress dan lainnya. Mudah-mudahan lebih banyak warga Smipa yang mau bergabung di sini... Jujur, selama 2 bulan terakhir ini ini jadi ruang kebahagiaan bagi saya. Hari demi hari menulis esai di sini adalah dosis kecil kebahagiaan buat saya. Mari sisihkan 15-20 menit dari 24 jam waktu kita dalam sehari untuk membagikan hati kita bagi kita satu sama lain di sini, lewat kata-kata... Dalam situasi kita berjarak karena pandemi, ruang ini jadi ruang koneksi yang sangat berharga.

Kalian luar biasa! Merayakan esai saya yang ke 60, tulisan ini saya dedikasikan buat semua sahabat penulis di sini... Hatur nuhun sadayana...

Read more…

AES031 Connecting People

Generasi saya pasti tau slogan di atas, Connecting People, marketing tagline yang digunakan salah satu brand Hape terkenal di dunia... Merek itu namanya NOKIA. Mereka sejaman dengan hape merek Ericsonn, Motorola, Alcatel dan lainnya. Merek-merek yang sudah hilang terhapus oleh jaman - padahal mereka itu dulu inovator dan pemimpin inovasi teknologi komunikasi pada jamannya... 

Hmm, tapi saya ga mau bahas itu, saya mau bahas apa yang saya lihat terjadi, alami dan rasakan langsung di ruang interaksi di Ririungan ini, Salah satunya terjadi karena beberapa dari kita mulai mencoba menuliskan esai-esai pendek, apapun topiknya dan mempostingkannya di sini. Ini bagian dari gerakan Atomic Essay Smipa. 

Ceritanya begini... kepingan-kepingannya ada tersimpan di antara Seratus Tujuh puluh Esai yang berhasil dituliskan dan disharingkan di ruang koneksi ini. Kenapa saya bilang ruang koneksi ya karena begitulah kenyataannya. Kita coba telusuri ya... Awalnya, Rico menulis tentang Talent, Skill and Practice. berkisah tentang prosesnya belajar bermain gitar elektrik selama masa pandemi ini. Tidak lama, Ahkam merespon lewat tulisannya tentang DU.68.Tempat favorit Ahkam untuk menemukan koleksi kaset dan CD dari lagu2 kesukaannya. 

9094954267?profile=RESIZE_400xTidak lama kemudian, entah di esainya yang keberapa, Rico menulis tentang Bohemian Rhapsody... Nah dari sini bola salju mulai bergulir, karena tulisan Rico ini lagi-lagi memantik respon Ahkam yang menuliskan tentang Progres Musik. Tulisannya menarik, saya langsung komen di bawahnya, "nantikan tulisan saya tentang musik". Begitu respon spontan saya selepas membaca posting Ahkam. Belum sempat saya menulis, Ahkam sudah memposting lagi tulisan pendek tentang Jimi Hendrix. Di esai saya yang ke 27, akhirnya saya menulis tentang inspirasi keren dari bassist Victor Wooten yang punya pandangan keren : Music as a Language. Dalam tulisan itu saya menyebut beberapa musisi dan vokalis favorit saya, yang ternyata juga musisi favorit dari Ahkam dan Jo juga... Membaca tentang ini membangkitkan perasaan bahagia, karena tulisan-tulisan ini ternyata mengoneksikan kita satu sama lain... Hal yang tidak kita ketahui sebelumnya... 

Dalam situasi pandemi, dalam kondisi kita berjauhan, ternyata hal ini sangat mungkin terjadi. Dalam salah satu komentar saya di salah satu posting, saya menulis:" Ini nih media sosial yang sesungguhnya" Media ini mengoneksikan kita satu sama lain. Di sisi lain kita melihat bahwa Twitter, Instagram, Facebook dan lain2nya malahan membuat manusia jadi anti sosial. Saling menghujat, membandingkan, menuding satu sama lain atau media ini jadi ajang pamer kepemilikan atau status mereka. Belum lagi hoax yang dilontarkan terus dan membuat manusia saling curiga bahkan membenci satu sama lain... 

Kita semua, manusia pada dasarnya saling terkoneksi dan di sini kita bisa mengalaminya secara nyata...   

 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa