budaya (1)

AES#18 Miracle of 7 [Budaya]

Hari ke-5 menulis tentang angka 7… Masih berusaha konsisten...

Kali ini saya mau mencoba menuliskan kembali tentang angka 7 ini dari segi budaya. Menurut referensi yang saya baca, angka 7 dikaitkan dengan upacara adat yang mistis pada budaya Jawa.

Pertama, “Tingkepan” atau “Tingkeban” di sunda biasa disebut tujuh bulanan, yaitu acara selamatan pada wanita hamil yang kandungannya sudah berusia 7 bulan. Tingkeban bermakna bahwa pendidikan sang anak telah dimulai sejak dia dalam kandungan. Ibu dimandikan dengan air kembang dengan tujuan agar bayi lahir dengan sehat dan selamat. Bentuk acara 7 bulanan sendiri bisa berbeda dari adat Jawa dengan adat Sunda. Namun, hingga kini di keluarga saya hanya melakukan pengajian 4 bulanan dimana dipercaya dalam Islam 4 bulan adalah waktunya ruh ditiupkan kedalam rahim.

Kedua, bayi yang sudah berusia 7 bulan diadakan prosesi yang disebut “Turun Tanah” atau “Tedak Sinten”. Tedak Sinten diambil dari kata “Tedak” yang berarti turun dan “Sinten” yang berarti tanah. Anak mulai belajar berjalan dan menginjak tanah pada usia 7 bulan dalam kalender Jawa atau 8 bulan kalender masehi, oleh karena itu upacara Tedak Sinten bertujuan agar anak tumbuh menjadi anak yang mandiri.

Ketiga, prosesi “Kirab Ngabumi” sebagai ucapan rasa syukur pada nikmat Tuhan atas apa yang ada di bumi, serta untuk melestarikan budaya lokal. Mulai dari Kirab Jamasan Tujuh Pusaka Majeti (yang berhasil saya temukan hanya Pundihiang, Dwi Sula, Kujang, dan Tombak), Penyiraman Tujuh Air Kahuripan, Dondang Tujuh yang masing-masing menunjukkan tujuh lapisan langit, tujuh lapisan bumi, dan tujuh siklus waktu kehidupan. Ada yang mengungkapkan bahwa manusia itu hidup dalam tujuh kurunan waktu, saya masih belum dapat menemukan maksud dari pernyataan ini. Jika yang dimaksud adalah 7 alam yang akan dilewati manusia memang dijelaskan dalam al-Quran;

  1. Alam ruh (QS al-Araf: 173)
  2. Alam rahim (QS as-Sajadah: 9)
  3. Alam dunia (QS al-Mukmin: 11)
  4. Alam kubur
  5. Hari kiamat (hari kebangkitan) (QS az-Zumar: 68)
  6. Hari penghisaban (QS al- Insyiqaq: 7-12)
  7. Hari pembalasan (QS Maryam: 68-72)

Nah, angka 7 bukan hanya terkenal di budaya Indonesia. Di China angka 7 dihubungkan dengan kehidupan perempuan. Konon katanya, perempuan itu mulai tumbuh gigi susu di usia 7 bulan dan tanggal pada usia 7 tahun. Dalam usia 2 x 7 tahun “roda yin” terbuka dan dimulailah masa puber, usia pada 7 x 7 tahun = 49 tahun datanglah menopause.

 

Sakral ya kalau sudah bicara tentang budaya…



Salam,

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa