atomicessaysmipa (571)

AES#12 Sains dan Peradaban (Part 1)

Tugas sains hanya membaca alam. Sains berusaha memahami bagaimana alam semesta bekerja. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apakah alam memiliki awal dan akhir—bila ada, bagaimana terjadinya?”, semua itu hanya bagian dari proses sains menelusuri cara kerja alam.

Hukum alam sejak miliaran tahun lalu hingga sekarang, ya, sama saja. Bahwa pemahaman kita terhadapnya berubah atau berkembang, itu karena keterbatasan kemampuan pikir kita dari waktu ke waktu. Gravitasi tidak sekonyong-konyong muncul ketika Isaac Newton dilahirkan.

Saat Great Plague melanda Eropa di abad ke-16 hingga ke-17, orang percaya penyebabnya adalah “miasma” (udara beracun). Kala itu para plague doctors melakukan insisi pada tubuh pasien guna “mengeluarkan darah kotor”, menempelkan lintah, dan berbagai praktik ganjil lainnya. Ganjil buat kita, karena sekarang kita sudah tahu penyebab Great Plague adalah bakteri Yersinia pestis.

Sains tidak berurusan dengan moralitas. Ia hanya melaporkan realitas. Harimau hewan karnivora. Mereka memangsa rusa, babi, sapi, dsb. Sains tidak menilai fakta diet harimau tersebut sebagai perilaku amoral. Bila kita ingin meng-judge harimau, sains ndak ikut-ikutan.

Nassim Nicholas Taleb baru-baru ini meng-cancel social sciences. Taleb mengatakan, “All fields using the word ‘science’ in their name are not science.” Menurut Taleb, the true sciences are physics, chemistry, biology, and mathematics.

Saya tidak sependapat dengan Taleb. Bagi saya, selama sebuah cabang keilmuan “murni membaca fenomena” menggunakan metodologi saintifik yang ketat—ia adalah sains.

Mungkin Taleb berkata demikian karena kesal oleh derasnya gelombang cancel culture yang berlangsung saat ini, yang ditengarai sudah mulai merambat ke dunia sains. Naval Ravikant bahkan mengatakan social sciences telah membajak natural sciences. (Beberapa konferensi sains dibatalkan gara-gara pertimbangan “ethic”.)

Data statistik tinggi badan rata-rata populasi dunia berdasarkan negara menyebutkan bahwa laki-laki Indonesia adalah yang terpendek (1,58 m). Apakah kalau ada yang bilang “Pria Indonesia pendek-pendek”, kita lantas menuduh orang itu rasis? Lha, kenyataannya memang begitu, kok.

 

"Imagine a world in which we are all enlightened by objective truths rather than offended by them." Neil deGrasse Tyson

 

Read more…

Ini dia cerita hasil pertemuan saya dengan Ka Lyn, yang ibarat cahaya masuk dari lubang kecil di kamar yang suram…

 

NB : Bacanya ga usah terlalu serius ya!!!

 

Ada tiga tahapan olah pikir dalam diri manusia, INPUT, PROSES, dan OUTPUT. Input terjadi ketika ada sebuah informasi yang masuk, ada fokus, diperkuat dengan daya ingat, inilah yang kita sebut LITERASI. Dalam proses, ada kemampuan mengaitkan informasi, kemampuan menganalisis, dan menyimpulkan, erat kaitannya dengan kemampuan logika Matematika ya… Ini yang kita sebut NUMERASI. Yang menjadi output adalah bagaimana kemampuan dalam pengungkapan dalam berbagai bentuk; gagasan, ide, maupun karya. Disini kita bisa melihat KARAKTER seseorang kan… Bisa dipahami, pilar pendidikan Indonesia sudah mengarah pada sesuatu yang tepat, kan?! Ada secercah harapan…

 

Hal penting lainnya, di dalam output, jika ada masalah kita harus melihatnya secara holistik. Apakah prosesnya belum tepat, atau inputnya yang kurang. Dan, ajaibnya… Semua aspek saling berkaitan. Saya ambil contoh, seorang yang kreatif itu seperti apa sih? Imajinatif? Yes! Apa dengan pandai berimajinasi saja sudah dikatakan dia kreatif? Belum tentu… Apakah dia mampu merepresentasikan hasil imajinasinya dalam bentuk karya? Apakah dia mampu berkreasi, menghasilkan, merealisasikan imajinasinya? Disini ada keterkaitan dengan karakter (bagaimana dia berusaha, mencoba jika gagal, tekun, dll), berkaitan juga dengan nalar (kemampuan mengolah bahan), dan tentu berkaitan dengan aspek jasmani (kesiapan motorik).

 

Keren ya… Jika pendidik mampu mengaitkan semua aspek dalam diri peserta didik, sehingga mendapatkan simpulan peserta didik secara utuh.

 

Saat ini, saya sedang dalam mendapat tantangan dan mengalami proses ini. Sama sekali tidak mudah… Bahkan untuk saya yang bertahun-tahun berkecimpung di dunia pendidikan, bertahun-tahun membuat raport untuk anak, masih perlu belajar!! Tapi, tidak menjadi mustahil… Semua pasti bisa!! Hanya butuh proses dan latihan yang konsisten.

 

Nah,,, Bicara latihan yang konsisten… Saya mulai paham kenapa Ka Andy dan Ka Ahkam menggagas “atomic essay” ini… Untuk melatih… (ganti ah,,, melatih udah terlalu biasa… saya pake bahasa 'merangsang'). Pertama, merangsang nalar untuk mengaitkan semua aspek dalam diri anak dan menuangkannya dalam bahasa tulisan secara utuh. Kedua, merangsang nurani untuk lebih peka pada “rasa bahasa”… Bahasa penulisan, bahasa penyampaian.

 

Jadi… Semangat ya nulisnya!!! Gaspoollllllll… Jangan sampai kendor!!!



Salam,

Read more…

AES #10 Supergreens

Ada sebuah tempat makan yang menyajikan chinese food yang saya sukai. Ini sebetulnya chain restaurant yang ada di mana-mana. Menu nya ya orange chicken, general Tso, Kung Pao chicken dan sebagainya. Biasanya pembeli harus memilih. Ada paket dengan 1 entree dan 1 starch, misalnya chow mien dengan orange chicken atau juga bisa memilih porsi lebih besar, starch dan 2 entree, dan sebagainya. Saya dulu biasa pesan 1/2 chow mien (mie) dan 1/2 nasi goreng (biar seolah-olah tambah entree) lalu memilih 2 entree. Namun sesudah didaulat dokter untuk menjaga asupan makanan beberapa tahun lalu, saya mulai mengganti karbohidrat dengan sayuran. Nah di restoran ini ada yang disebut dengan supergreens, yaitu tumis daun kale, kol, broccoli, kadang broccolini dan lainnya.

Sebetulnya Supergreens ini biasa saja, karena dimasak dengan cara sederhana. Tapi saya suka sekali karena teksturnya yang masih crunchy. Sulit untuk meniru memasaknya di rumah dengan kualitas serupa karena saya tidak mempunyai peralatan masak yang tepat. Memasak sayur ini harus menggunakan kompor dengan api sangat besar yang panasnya tidak bisa disamai dengan kompor domestik di rumah. Untuk memperoleh kualitas semacam supergreens ini, maka harus memasaknya dengan api besar dalam waktu sangat pendek. Kalau masak di rumah dengan panas yang tidak mencukupi maka waktu memasaknya harus lebih lama dan akhirnya sayuran jadi layu, kerenyahannya hilang dan warnanya sama sekali jauh dari cerah! Masak di rumah cenderung overcooked, karena kalau terlalu cepat, sayuran belum matang, tapi kalau dimasak hingga matang, sayuran kehilangan kerenyahannya! Susah! di sini yang dibutuhkan tidak hanya teknik memasak, tapi juga sekali lagi peralatan yang tepat.

Sama halnya dengan beli nasi goreng di chinese resto. Kita sangat sulit menyamai kualitasnya jika memasak di rumah. Kenapa? sekali lagi, karena kurang panas! Kita tidak akan pernah bisa menikmati masakan sendiri dengan bau khas "gosong" ala restoran! Betul khan?

Kenapa tiba-tiba saya membahas mengenai kale, broccoli dan sebagainya? karena ada banyak artikel yang mengatakan jenis sayuran ini, yang disebut dengan cruciferous vegetable, tidak baik untuk penyandang penyakit Hashimoto! Katanya jenis sayuran ini dianggap mengganggu thyroid dalam menggunakan yodium, sementara yodium dipercaya mempunyai peran dalam produksi hormon!

Selama beberapa minggu saya mencoba menghindari sayuran-sayuran kegemaran saya ini, dan sibuk membaca artikel sebanyak-banyaknya. Semakin banyak membaca semakin saya dilanda kebingungan karena banyak artikel tidak menganjurkan konsumsi sayuran ini, dan tak kalah banyaknya juga artikel yang justru mendorong para penyandang penyakit ini untuk tetap mengkonsumsinya. Kacau balau!!! Penyandang penyakit ini cenderung mengalami sembelit, nah mengkonsumsi serat akan membantu memecahkan masalah. Penyakit ini juga mengakibatkan pasien menghadapi masalah berat badan, nah fiber salah satu keuntungannya adalah membuat kenyang yang tahan lama, kalori jauh sangat rendah jika dibandingkan dengan karbohidrat yang tentu saja akan diubah menjadi gula yang sangat erat hubungannya dengan kelebihan berat badan!

Saya sempat bersedih karena harus menghindari kale, broccoli dan sejenis sayuran-sayuran hijau ini. Untung saja ternyata dokter saya mengatakan bahwa semuanya itu hanyalah mitos yang sama sekali belum didukung oleh penelitian ilmiah. Saya masih tetap dipersilakan mengkonsumsinya dalam jumlah yang wajar! Duh Bahagianya!

Di daerah saya ini saya sangat sulit menemukan daun pepaya atau daun singkong, nah sebagai pengganti yang teksturnya hampir mirip adalah kale! Kalau mau makan pecel yang banyak tanpa merasa berdosa karena takut terlalu banyak kalori yang dikonsumsi, maka dengan makan kale, dosa-dosa tersebut diampuni hahahaha... maksudnya, Kale itu enak disantap, sehat dan juga rendah kalori. Mangkanya di restoran tempat saya sering makan makanan ini menyebutnya supergreens! Karena warnanya green dan super sehat! Nah malam-malam nulis soal kale dan broccoli, saya jadi mulai menelan air liur karena membayangkan makan supergreens dengan kung pao chicken dan Shanghai angus steak. Ga perlu nasi atau mie goreng! Makan enak tapi tetap sehat! hihihihihi***

Read more…

 

Selasa lalu, tanggal 25 Mei, kak Ana dan kak Tema mengundang saya untuk berinteraksi dengan teman-teman kelompok Srikaya. Nama kegiatannya adalah Srikaya Bertanya. Bagian dari program Tanda Tanya Anak Smipa – yang tujuannya memfasilitasi dan membangun kebiasaan bertanya bagi anak-anak di Smipa.

Setelah berbincang sebentar, ternyata kakak2 sedang mengajak teman-teman Srikaya untuk membahas tentang lingkungan hidup, lewat tokoh tema Takala yang sedang menjelajah hutan dan gunung, dan menjaga alam yang ada di sana.

Tanda Tanya Anak Smipa sendiri bertujuan mendokumentasikan apa yang ada dalam benak anak-anak Smipa saat distimulai melalui berbagai kegiatan dan proses belajar. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, dan setelah waktu hening dan berdoa kakak mempersilakan saya untuk mulai berinteraksi dengan teman2 Srikaya. Mereka masih ingat di semester lalu, Srikaya bertanya sudah dilaksanakan juga. Menjadi menarik melihat pertanyaan apa yang akan muncul, saat teman-teman ini distimulasi rasa ingin tahunya. Bertanya adalah bagian penting dari proses belajar aktif.

Setelah melakukan persiapan, saya memutuskan untuk memutar filem One Earth. Filem pendek, tanpa narasi yang hanya menyajikan berbagai tampilan visual dari lautan, gunung, hutan, beberapa jenis fauna, bergeser ke perkebunan, perkotaan, pabrik, kendaraan, asap, gunungan sampah dan seterusnya. Teman-teman sudah bisa membayangkan apa yang ingin disampaikan pembuatnya.

 

Setelah selesai, bergantian teman-teman Srikaya mengungkapkan pertanyaannya… Dan muncul berbagai pertanyaan yang luar biasa. Ada dua yang ingin saya soroti di sini. Satu datang dari Jojo, yaitu : “Apakah orang-orang di bumi terlalu berlebihan menebangi pohon?” Pertanyaan kedua, dari Hikaru, dia menyoroti bagian lain dari filem dan bertanya, ”Apakah orang-orang terlalu berlebihan membangun bangunan?” Memang ada segmen tertentu yang menampilkan gedung-gedung tinggi di kota besar…

Ini catatan penting bagi kita orang dewasa, dari dua anak kelas 2 SD yang mempertanyakan tidakkah kita berlebihan dalam melakukan banyak hal – dan akibatnya merusak lingkungan. Dalam benak mereka bukan berarti kita tidak boleh menebang pohon atau membangun sesuatu, tapi jangan sampai berlebihan – apalagi kalau tidak dimanfaatkan… Begitu pesan mereka untuk kita…

Kalau dilihat, sebetulnya ini proses mereka yang sedang belajar – tapi sebaliknya, kita perlu belajar dari mereka juga… Mudah-mudahan kita bisa…

Read more…

AES#7 5200 Weeks

If you are reading this, then you are among the lucky few blessed with this thing called life. It can be beautiful, scary, sad, funny and a million other things, but what it is most of the time, is overwhelming. Most of us spend every day busy with work or studies that we simply do not have the time or energy to grasp the context, meaning and direction of our lives. And I think it’s important to evaluate your life sometimes, and doing so within the point of view of time can be very profound, so let me give you some perspective.

The average human being has a lifespan of around 72 years old globally, and very few people get to live to 100, but for the sake of this anecdote, let’s assume you’re one of the lucky ones. If you do get to live to 100, you have around 5.200 weeks of your life to spend, now that might sound like a lot to you, or maybe it sounds scarily low, but that’s the best case scenario any of us could hope for. 

I am now 20 years old, I’ve gone through childhood and my teenage years, in doing so I’ve used more than 1000 weeks of my life, and the scary thing is that it passed by so quickly, and it will go by even quicker each year. Our lives are precious and fleeting, we have to discover what’s truly important for us, because if we just keep blowing through each day without meaning and purpose, someday, we will run out of time. Don’t take anything for granted, because the things and people that are here today may not be tomorrow. Think about your dreams, your goals, the people that you love, and what you want out of this life, because in the end, it may be the only one that we get.

Read more…

Sulitnya menjalin hubungan…

 

Hubungan apa? Hubungan siapa? Hubungan kamu sama aku? 

Atau, ikatan cinta… Kaya sinetron aja!! (Kok sinetron ini bisa viral banget ya… Sampai ada yang jualan perhiasan yang dipakai pemain sinetron ikatan cinta… Laku, lagi!!!)

 

Bukan… 

 

Hubungan yang saya maksud, bukan cinta-cintaan ala anak muda jaman now… 

 

Tapi boleh lah, kita analogikan… Biar mudah diresapi...

 

Pertama mendengar "Pendidikan Holistik", reaksi saya, "Apaan sih…." 

 

Karena pengen tau, kenalan doong… Ya mirip-mirip kalo kamu ‘pdkt’ sama orang yang kamu suka… Prikitiww!!

 

Cari-cari… Baca-baca referensi… Ditambah dapat kesempatan ‘nyemplung’ langsung di sekolah yang landasannya Pendidikan Holistik… Lho… Lho… Kok saya jatuh cinta pada pandangan pertama… 

 

Gimana sih rasanya jatuh cinta,, berbunga-bunga… Semua begitu indah,, dunia hanya milik berdua…

 

Kenyataan tak seindah khayalan, kawan!! Menjalin hubungan itu… Sulit!

 

Kosakatanya ganti ah… "keterkaitan" (biar lebih berbobot).

 

Pendidikan Holistik bukan sekedar konsep keren yang viral di komunitasnya… Holistic Education is educated the whole person. Pendidikan Holistik membantu peserta didik menemukan versi terbaik dari dirinya, hal ini juga berlaku untuk manusia lain yang ada dalam lingkup Pendidikan Holistik itu. Adapun tujuan mulia dari Pendidikan Holistik adalah menciptakan manusia yang utuh dan menciptakan manusia pembelajar. 

 

Ternyata,,,, Tak sedangkal sebuah konsep belaka, kawan!! Dalam Pendidikan Holistik, semua saling terkait, itulah cara supaya kita bisa melihat peserta didik secara utuh.

 

Pertemuan siang yang singkat bersama Ka Lyn, memberi saya secercah ilmu baru. Bagai cahaya yang masuk melalui lubang kecil di sebuah kamar yang suram. (ga berlebihan kan hiperbolanya?) Hehe…

 

Mau tau kelanjutan ceritanya? Baca di edisi berikutnya ya…

Read more…

Cinta

Asalnya sebelum menulis ini aku tidak tahu tentang apa. Antara tentang cinta atau tentang buah nangka. Tapi ketika mengingat kembali kemarin setelah mengobrol bersama orang dengan nama singa, maka saya akhirnya memutuskan untuk menulis tentang cinta saja. Rasanya juga sesuai dengan jenis orang seperti aku (juga di profesi yang akan aku pilih sudah seharusnya aku memiliki pemahaman mengenai cinta).

Jadi, sebenarnya apa itu cinta? Mengapa perasaan ini betul-betul penting? Sederhananya cinta itu adalah ketertarikan emosional terhadap sesuatu. Mulai dari cinta orang tua, cinta kekasih, hingga cinta kepada benda mati. Seberapa besar dan signifikan cinta itu berasal dari nilai yang kita berikan terhadap sesuatu itu. Untuk orang yang serakah, uang bisa jadi ikatan emosional paling besar yang dimiliki, sehingga ia akan merasa hancur ketika hilang uangnya. Untuk petinju bisa jadi sepasang sarung tangan atau sepatunya merupakan barang paling penting dalam hidupnya. Apabila hal itu tidak terlalu penting maka yang ada hanyalah ‘ada’ saja atau jangan-jangan bisa jadi berubah menjadi ‘beban’.

Karena topik mengenai cinta ini betul-betul menarik, tentu saja ada orang yang menelitinya. Salah satunya adalah orang dengan nama Robert Sternberg. Ia membuat cinta itu segitiga (Bukan cinta segitiga, hal itu berbeda lagi). Terdapat rasa intim, gairah, dan komitmen. Rasa intim yang dimaksud merupakan perasaan yang mendekatkan diri dengan orang lain. Apakah kita nyaman bersamanya atau tidak. Kemudian gairah merupakan dorongan seperti hubungan seksual. Misalnya orangnya menarik/enak dipandang. Terakhir komitmen adalah, simpelnya keputusan untuk menetapkan diri terhadap seseorang/sesuatu. Kamu yakin dengan hal itu. Kamu ingin bersama hal itu dalam waktu yang lama. Seperti kalau di cerita-cerita itu “aku ingin tumbuh tua bersamamu” semacam itu lah.

Rumusnya (menurut Sternberg)

 

Intim + gairah = Cinta romantis (tanpa adanya komitmen)

Intim + komitmen = Cinta yang menemani

Gairah + Komitmen = Cinta bodo

Trisakti itu lengkap = cinta yang sempurna

Tentu saja selain jenis-jenis cinta yang tadi itu terdapat lebih banyak lagi. Ini kan dari satu orang saja. Ada jatuh cinta, head over heels, cinta pada pandangan pertama, kecanduan dengan rasa cinta, cinta segitiga, dll. Untuk sekarang aku ingin berbagi tentang Sternberg. Untuk banyak orang ini masih misteri, bagi beberapa mereka memahami apa itu cinta. Buatku? Masih teka-teki, karena itulah aku coba mempelajari banyak hal untuk memahaminya ). Untuk catatan jangan pernah samakan cinta dengan hubungan. Kedua hal itu berbeda, walupun serupa.

 

(Pelatih nggak ikutan main. Jangan tanya pacar aku berapa)

 

 

Read more…

AES 11 Minimalis

Selamat pagi. 

Hari ini adalah hari pertama sisa hidup kita.

Akan kita isi apa sisa hidup ini?

Pikiran sibuk dan gaya hidup tergesa-gesa menciptakan persepsi waktu yang memendek. Sisa hidup akan terasa jadi lebih singkat. Kalau enjoy walau terasa sebentar, mungkin tak mengapa. Tapi kalau waktu yang terasa berkurang itu ditempuh penuh kerisauan?

Apakah untuk mencari barang-barang?

Orang bijak berkata: "Not wanting something is as good as having it”.

Orang lebih bijak berkata: "No. It’s actually better". Dengan “not wanting something”, tak perlu ada "maintenance", tak akan ada "loss aversion".

Dahulu kala, primal drives kita cuma 4F. Tiga F (Feeding, Fighting, Fleeing) guna bertahan hidup. Dan F yang satu lagi guna berkembang biak.

Namun otak kita telah berevolusi sedemikian rupa. Cara hidup kolektif spesies manusia pun turut berubah.

4F membengkak jadi multi F. Dari Fulus, Fatsun, Fantasi, Filosofi, hingga Filateli. Malah bukan saja multi F, tapi sudah dari A sampai Z kebutuhan kita.

Padahal sebagai makhluk sosial, kebahagiaan kita selogisnya ditentukan oleh kualitas koneksi sosial. Sementara koneksi sosial paling utama adalah keluarga.

Pada hari terakhir sisa hidup kita, hanya keluarga yang akan kita peluk. Bukan segala barang atau jabatan atau pengakuan. Bila pada hari itu keluarga yang terpenting, tidakkah seharusnya dari sekarang mereka yang terpenting?

Semoga kita mampu jadi insan minimalis demi menemukan ketenteraman maksimal. Jadi orang woles, supaya satu jam serasa sehari.

Betapa beruntung kura-kura. Sudahlah jalannya tak bergegas, umurnya panjang-panjang pula. Double blessings.

 

"Om."Buddhist chant

 

Read more…

AES #09 Laugh!

 

 

Tertawa! Katanya tertawa itu menyehatkan tubuh. Sebuah study meng-klaim bahwa jika seseorang tertawa selama 10 hingga 15 menit maka tubuh membakar kurang lebih 40 kalori! Coba bandingkan dengan seseorang yang berlari selama 1 menit, jika memiliki berat badan 80 kg, maka tubuh membakar sekitar 17 kalori. Jadi kalori yang dibakar dengan tertawa selama 10-15 menit, hampir sama dengan berlari selama 2-3 menit tanpa perlu berkeringat dan napas ngos-ngosan hahaha...

 

Saya sedang menjalani terapi pengobatan karena masalah auto-immune tubuh yang entah mengapa jadi berantakan dan jika tidak ditangani maka akan dapat berakibat fatal bahkan berakhir dengan kematian, walau statistik menyatakan hal ini sangat kecil kemungkinannya apalagi jika penyakit ini terdeteksi sejak dini. Masalahnya, 50 persen pengidap "penyakit" ini tidak tahu bahwa diri mereka sedang menghadapi masalah dengan kelenjar thyroid. Untung saja saya cukup rajin check up, semata-mata karena ini sudah dicover oleh asurani. Bayangkan jika saya berada di Indonesia dan tidak mempunyai asuransi kesehatan! Saya dulu tidak terbiasa melakukan check up, karena memakan biaya tidak kecil. Jadi saya menganggap diri ini beruntung! (dasar! hahaha) Anyway,salah satu efek samping yang saya rasakan dari obat ini adalah mood swing! Saya bisa bangun dengan sangat bersemangat tapi tiba-tiba dapat berubah menjadi sedih ketika sedang diguyur air hangat di kamar mandi. Ini kondisi yang sangat tidak nyaman bagiku. Untungnya saya dulu sering belajar bermeditasi sehingga sekarang menjadi kesempatan baik untuk kembali menekuni kegiatan ini agar menikatkan awareness terhadap kondisi emosional yang sangat mudah berubah-ubah. Disamping itu sebisa mungkin saya mengusahakan diri untuk lebih banyak tertawa, menjauhkan dari perasaan negatif dan mendorong diri untuk selalu hidup serta berpikir positif dalam segala hal.

 

Kembali ke topik,yaitu tertawa, para ahli berkesimpulan bahwa banyak sekali efek positif dari tertawa selain dari membakar kalori tanpa harus berkeringat seperti yang saya ungkapkan tadi di atas. Ada beberapa contoh yang saya ambil dari sebuah artikel yang berjudul Laughing is the Best Medicine:

 

Pertama, tertawa itu membuat tubuh menjadi rileks. Tertawa melegakan ketegangan tubuh dan melepaskan stress yang membuat seluruh otot-otot rileks selama hampir 40 menit sesudahnya. Jadi kalau sehari dipotong waktu tidur 8 jam, kita memiliki 16 jam, kalau tertawa dapat membuat rileks selama 40 menit maka kita butuh tertawa 24 kali! Mudah khan?

 

Tertawa meningkatkan immune system! Katanya tertawa mengurangi hormon yang mengakibatkan stress dan menambah sel-sel imunitas sert antibodi yang memerangi penyakit, sehingga resistensi tubuh terhadap penyakit menguat!

 

Tertawa melepaskan hormon endorphine. Sudah tau kah anda bahwa endorphine itu sangat bertanggungjawab atas perasaan senang dan bahagia? Sama seperti ketika kita berolahraga, olahraga memberikan perasaan yang menyenangkan karena pada saat kita berolahraga, tubuh mengeluarkan endorphine! Nah jadi tertawa sama saja dengan olah raga!

 

Tertawa menyehatkan jantung karena dapat meningkatkan fungsi jalan darah dan aliran darah yang mampu melindungi jantung dari masalah kardiovaskular serta serangan jantung.

 

Tertawa meredakan amarah. Tidak dapat disangkal bahwa tertawa menghilangkan rasa marah dan konflik emosional. Memfokuskan perhatian pada sisi-sisi yang lucu dapat mengubah perspektif terhadap sebuah permasalahan dan membuat kita mampu move on dari suatu konfrontasi tanpa harus berlarut-larut dalam kepedihan dan perasaan yang tidak menyenangkan.

 

Tertawa membuat umur panjang! Sebuah penelitian di Norwegia menemukan bahwa orang-orang yang memiliki selera humor yang tinggi memiliki usia yang lebih panjang daripada mereka yang jarang tertawa! Perbedaan ini tercatat pada mereka-mereka yang mengidap kanker!

 

Nah secara umum dari keuntungan-keuntungan yang diperoleh dengan banyak tertawa adalah kita dapat mempertahankan kesehatan mental. Tertawa memberikan perasaan yang positif dan menyenangkan serta memberikan wacana optimis dalam menghadapi situasi yang sulit, kekecewaan dan kedukaan. Jadi ayo mari kita perbanyak tertawa! Hahahahaha...***

 

Read more…

AES#13 14D 13B 61E

Hari ini adalah hari ke 14 sejak posting pertama dituliskan untuk menginisiasi Atomic Essay Smipa. Angka dan huruf yang dituliskan sebagai judul di atas ini menggambarkan statistik dari proses 14 hari ini: 14 Days, 13 Bloggers, 61 Essays...

Menurut saya ini pencapaian luar biasa – setelah bertahun2 mencoba mengajak keluarga besar Semi Palar untuk membangun budaya menulis. Menulis kita pahami punya begitu banyak manfaat bagi penulisnya. Literasi adalah salah satu hal penting yang kita sadari betul di Semi Palar. Tapi kenyataannya, begitu banyak upaya kita cobakan untuk membangun budaya dan kebiasaan menulis di Semi Palar. Kita sempat punya lingkar blogger, saya sempat mengajak kakak2 melakukan freewriting setiap selesai koordinasi mingguan, kita menyiapkan platform menulis bersama di Ririungan, tapi ternyata ikhtiar-ikhtiar tersebut tidak membuahkan hasil.

Atomic Essay, sepertinya membuahkan hasil, ada beberapa indikator yang membuktikan hal itu. Sederhananya, blog-count di Ririungan – setelah satu tahun lebih menunjukkan angka sekitar 100 lebih. Sebagian besar daripadanya masih merupakan tugas menulis yang diberikan kakak-kakak bagi teman-teman di kelas. Jadi intinya, sebagian besar masih berupa penugasan – bukan tulisan dari inisiatif atau gagasan dan pemikiran murni penulisnya. Dalam waktu 14 hari, sudah muncul 61 posting dalam konteks Atomic Essay ini.

Lebih jauh, ada dua konsep penting di Semi Palar yang juga mendasari gerakan ini. Pertama adalah apa yang disampaikan Aki Muhidin, yang kedua adalah gerakan yang kita gaungkan di TP15 : Mulai dari Yang Kecil. Dua hal inilah yang menjadi dasar dari gagasan Atomic Essay. Atomic Essay sendiri muncul dari konsep Atomic Habits yang digagas oleh James Clear. Di tulisan berikutnya saya akan coba jabarkan lebih jauh mengenai dua konsep ini. Tapi di titik ini, saat saya menuliskan esai saya yang ke 13, saya sangat berbahagia mengamati penghitung Atomic Essay di Ririungan setiap hari bertambah sejalan dengan berjalannya hitungan hari. Jadi buat teman2 semua mari bergabung di gerakan ini.

 

Read more…

AES#6 Language Learning

Language defines how we perceive and interact with everything and everyone. The ability to form sentences that impart complex meanings is one of the reasons for our species’ success. When you want to travel or live abroad, language is one of the most important aspects to consider, since it can pose a significant challenge that will shape your experiences.

I remember when I was a kid where knowing English was a very impressive skill, but nowadays it’s almost a prerequisite to interact with the wider world, I’ve seen very young children speaking English to each other fluently and naturally, and it’s funny to me seeing them use fancy words and inflections. The world has definitely changed, it is now more open and interconnected as ever.

From when I was very little, most of the content and media I consume was in English, so in a way I’m more comfortable using it than my own mother tongue. Apparently when I was a kid my parents saw me laughing at a comic strip in a newspaper. It was a fairly complex joke in English and they were surprised that I could read and even understand it. Nowadays, I use English for 70% of my daily interactions, since most of my friends live abroad. 

Recently, I’ve been learning Dutch to further my education, and it has been a really interesting experience. It has lots of similar words to English and German since it’s in the same language family tree. Also, because of the Netherland’s long history with Indonesia, we share lots of words which are fun to discover and re-learn. Do you have any languages you’re interested in learning? Give it a try! It might be easier than you think, you can meet some amazing people doing it, and maybe even get life changing opportunities along the way.

Read more…

AES#008 TIGA NAPAS

Menerima saja tidak cukup, menempatkan yang memenuhi. Mendengarkan saja tidak cukup, merangkaikan lah yang memenuhi. Mencukupi adalah memenuhi, tidak pernah cukup bukan berarti tidak pernah penuh. Malahan terlalu giat memenuhi hingga melimpas melewati cukup. Jadi, tidak cukup. Karena, melebihi cukup. Nol koma sembilan bukan satu, satu koma nol satu bukan satu.

Melihat saja tidak cukup, memberikan tangan memenuhinya. Membahas saja tidak cukup, menawarkan pengambilan peran memenuhinya. Mengharapkan matahari sana tidak cukup, menempatkan awan memenuhinya. Bukan pada matahari lah fokus penerangan, malahan pada awan yang menghalangi pancarannya tindakan diperlukan. Bukan dengan menganga atau memonyongkan mulut menindaki awan itu, angkat pantat gerakan kaki dan pindah lokasi lah yang lebih efisien. Efektif mana, pindah posisi atau meniup awan.

Lebih mendasar lagi adalah kecerdasan waktu. Bahkan ruang adalah waktu. Minggu waktunya matahari yang meraja, senin waktunya bulan membawa kelembaman, selasa mars yang siap terjang, rabu merkuri yang cerdas gegas, kamis jupiter yang tegas, jumat venus yang berkeinginan senang, sabtu saturnus dengan kelamnya kesadaran. Pada waktu mana, ruang apa, untuk gerak yang bagaimana; siapa menyatakan kapan. Begitulah merespon kenyataan. Kalau bukan begitu, kenapa hanya jadi mainan bayangan di dalam dunia fantasi yang sibuk memperbaiki narasi dan mengupas diksi.

Lebih praktikal lagi, tercerahkan lah dengan tiga napas. Tarik napas hening, lepas napas menerima kenyataan seperti apa. Tarik napas hening, lepas napas menemukan alternatif kenapa bisa demikian. Tarik napas hening, lepas napas menawarkan keterlibatan dalam gerakan merespon keadaan. Awan tetap di langit & matahari tetap memancar, posisi diri tepat pada menerima cahaya & hangatnya sesuai porsi nada orkestra bersama.

Read more…

AES#08 Vaccine!

Sejak akhir tahun 2020 menjelang akhir pemerintahan presiden Trump, Amerika mulai mengijinkan penyebaran dan penggunaan vaksin untuk virus Covid-19, lalu secara gencar didistribusikan ke masyarakat. Di awal, memang sangat tersendat karena pemerintah tidak/belum memiliki plan yang jelas, terutama karena jenis vaksin tertentu membutuhkan freezer untuk penyimpanan, sebab vaksin yang pertama kali di setujui harus disimpan di tempat yang amat sangat dingin. Baru sesudah pergantian presiden, perencanaan jauh lebih matang dari mulai pengadaan, distribusi hingga proses vaksinasi pada masyarakat. Presiden baru mencanangkan target pemberian vaksin sebanyak 100 juta di 100 hari pertama pemerintahannya, ternyata belum 100 hari terget itu sudah dilampaui! jauh dibandingkan dengan presiden terdahulu yang hanya "omong"-nya saja!

Pekerjaanku menuntut banyak berhubungan dengan orang! Orang-orang yang berhadapan denganku di pekerjaan adalah front liners, alias mereka yang langsung berhubungan dengan mahasiswa yang ribuan banyaknya. Ini pekerjaan yang sangat berisiko karena kasus mahasiswa yang terekspos bahkan yang terjangkit virus Covid ini jumlahnya banyak. Aku mengetahui ini karena salah satu pekerjaanku adalah mensuplai bahan baku untuk diproses dan disajikan pada para mahasiswa yang dikarantina, jumlahnya bisa mencapai ratusan!

Universitas memang berupaya untuk memberikan banyak informasi untuk Safety dalam kaitannya dengan pandemi ini, hanya bagi kami yang bekerja di front depan, masih dirasakan kurang. Agak menjengkelkan bagiku ketika melihat bahwa justru para dosen yang nota bene bekerja dari rumah dan mengajar mahasiswa secara online memperoleh prioritas lebih dahulu, sementara kami yang secara langsung berhadapan dengan mahasiswa di dining centers seolah-olah tidak mendapatkan prioritas. Satu persatu kolega di tempat kerja mulai berjatuhan terjangkit virus mematikan ini. Beberapa bulan di awal pandemi, rekan satu gedungku tumbang, dia harus tinggal di rumah mengkarantina didirinya selama minimal 2 minggu. Anehnya, oleh pihak managemen, seolah-olah kondisi ini ditutup-tutupi, seolah-olah tidak pernah terjadi. Seperti misalnya ada karyawan mahasiswa yang terkena dan sudah dilaporkan, tapi berita itu tidak diinformasikan, bahkan para pekerja yang terkekspos tetap diharuskan masuk kerja! lalu apa gunanya digembar-gemborkan masalah keselamatan kerja, penanggulangan virus Covid ini dilakukan? omong kosong! Aku sebetulnya sangat marah, apalagi mau tidak mau memang beberapa hari seminggu aku harus ke kantor dan tidak bisa hanya bekerja secara remote dari rumah. Aku berisiko terjangkit! dan aku juga membahayakan anggota keluarga di rumah!

Menunggu hingga Universitas menggerakkan proyek vaksinasi akan memakan waktu yang sangat lama. Kebetulan pemerintah sudah secara gencar mengajak masyarakat untuk segera memperoleh vaksinasi dengan banyak cara. Aku berusaha mencari vaksin melalui Vaccine finder, semacam aplikasi di internet yang dapat memberikan informasi di mana saja vaksin ditawarkan, bahkan aplikasi itu memungkinkan aku membuat appoinment! Aku berusaha mencari setiap hari jika ada slot kosong di daerah sekitarku. setiap pagi begitu aku tiba di kantor, hal pertama yang aku lakukan adalah mencari vaksin. Anehnya setiap hari slot itu semua penuh dan tidak ada jadwal kosong!

Di samping mencari sendiri, aku juga aktif di media masa mencari informasi. kadang ada rekan kerja atau teman yang melihat ada jadwal kosong langsung disebarkan sehingga sangat menolong rekan-rekan yang belum memperoleh vaksinasi. Akhirnya aku berhasil memperoleh slot kosong, hari Jumat tanggal 1 April. Ternyata slot kosong ditambahkan tiap tengah malam. Jadi aku log in sekitar pukul 12 dan boom! 1 hari baru ditambahkan dan aku bisa pilih jam yang cocok. Aku buat appoinment, tapi kemudian aku diajak rekan kerja untuk mengisi slot kosong sehari sebelumnya. Jadi aku batalkan appoinmentku dan aku ambil slot kosong itu. Lalu sebulan sesudahnya aku dapat vaksin yang ke-2.

Kadang aku merasa aneh terhadap mereka yang menolak divaksinasi. Kalau melihat mereka yang terjangkit dan berjuang untuk sembuh, sungguh memprihatinkan dan ada jutaan yang ntidak berhasil! Di Amerika sendiri sudah lebih dari 600 juta yang meninggal. Tanpa berusaha terlibat dalam polemik yag mengangkat masalah "kebebasan", konspirasi teori, politik, dan lain-lain, masyarakat sebetulnya dapat memperoleh informasi yang lengkap tentang wabah pandemik ini. Tapi ya banyak masyarakat yang terjebak dalam polemik ini tanpa menyadari bahwa ancaman ada di sekitar kita setiap saat!

Sekarang pemerintah daerah tempat aku tinggal sudah melonggarkan prokes, tapi ini tidak menjamin bahwa masalah sudah diselesaikan. Contohnya, Victoria state di Australia beberapa saat yang lalu sudah tidak mewajibkan penggunaan masker, kemarin state itu kembali lockdown! Mari kita menjaga kesehatan dimulai dari diri sendiri untuk keselamatan bersama!***

Read more…

AES#1 It's complain!

 

Beberapa bulan lalu, dalam sebuah percakapan whatsapp,“buatkan konten yang bikin viral, gak apa-apa gak nyambung sama fotonya juga, hahahaha...”. Dalam hatiku, “Kok gitu?”. Mungkin sekarang jamannya memang begitu, semua bisa dibikin. Lalu saya riset beberapa konten serupa, menelaah bagaimana mereka membuatnya, dan saya berasumsi bahwa itu sebuah konten yang menyebalkan karena saya merasa tertipu dan membuang waktu.( Bingung kan tuh saya). Lalu saya bilang kepada atasan bahwa konten seperti itu nanti bisa jadi masalah, lalu beliau berkata tidak apa-apa karena biar menarik dan menjadi viral.

Di waktu yang lain ada pesan whatsapp, “bikin pengumuman tiktok challenge, yang simple aja tapi meriah, hahahahaha...”, lalu kubuatkan 7 baris caption untuk instagram yang berisi 1 baris judul pembuka (berupa kata-kata yang mengait perhatian pembaca, berupa gimmick atau hooker) , 1 baris topic utama(event utama), 3 baris berupa info syarat ketentuan, 2 baris terakhir adalah call to action (ajakan mengikuti event dan tanggal periode acara). Lalu direvisi, katanya “ini kurang WOW, aku tambahin aja ya”, tegasnya.

Kemudian pesan hasil revisi pun datang, berisi caption untuk dishare di grup agen reseller yang akan diposting pada medsos akun jualannya masing-masing. Hasil revisinya memang WOW bagi saya, berisi kurang lebih 24 baris berupa informasi yang tadi saya buat, dengan tambahan kata-kata bernuansa WOW. Dan atasan saya tersebut juga langsung menginstruksikan saya untuk share langsung ke grup whatsapp agen reseller. Langsung saya share, dan langsung dapet banyak respon, mereka bilang “apa ini gak ngerti”, “maksudnya gimana toh?”, dan beberapa bahasa daerah yang saya kurang paham artinya, yang intinya juga mengatakan mereka gak ngerti. Grup agen ini berisi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, dengan range usia 35-50 tahun, yang berdomisili di kabupaten(95%) yang tersebar di hampir seluruh Indonesia . Selanjutnya, yaaaa ….., agak repot menceritakannya, namun intinya saya merasa gagal melakukan pekerjaan saya untuk menyampaikan pesan dengan sesuai.

4 tahun lalu, dalam sebuah seminar berdurasi 3 jam yang saya liput ketika saya masih aktif di bidang broadcasting, saya menyimak setiap slide yang tampil di big screen, untuk dapat memahami dan selanjutnya bagaimana saya mengemasnya kembali dalam sebuah tayangan berdurasi 6-8 menit. Info penting yang akan saya sampaikan tentunya memiliki poin utama, what, when, who, why, how. Info yang akan saya sampaikan pada tayangan adalah tentang acara secara umum, acara apa, ngapain aja, dimana dilaksanakannya, sesi wawancara tentang penjelasan latarbelakang dan tujuan acara oleh narasumber terpercaya, dan bagaimana acara tersebut berlangsung, apakah seru, khidmat, rusuh atau hambar, dapat juga dihadirkan testimoni dari salah satu pesertanya. Saya tidak memaparkan tentang detail atau pemaknaan yang saya simak dari presentasi sang narasumber secara mendetail, meskipun saya memaknai apa yang saya simak.

Ilmu dan wawasan baru dari seminar saya dapat, dan pekerjaan saya pun saya lakukan. Dengan ikut menyimak, minimal saya mendapat pengalaman dan kesan yang kemudian akan saya tuangkan ke dalam narasi tayangan. Tidak sekedar bilang acara ini WOW.

Literasi, dalam pengalaman hidup saya adalah bagaimana ia menjadi sebuah penghubung, penerang, pemberi rasa, dan kunci untuk jendela-jendela yang masih tertutup. Tentunya dengan kesesuaian yang seharusnya.

Saat ini saya sering ribut sendiri di fikiran saya, “kok gitu?”.

Dengan kejadian yang saya alami di cerita pertama, seringkali saya merasa diri saya telah usang, karena kemampuan saya tidak dapat sesuai dengan ekspektasi atasan di kantor. Namun, rasanya saya tidak salah seratus persen. Rasanya tidak salah jika di jaman sekarang ini, dimana industri kreatif tengah benar-benar menjadi sebuah industri, saya tetap ingin berkarya dengan layak. Jika produk ini hanya berwarna merah, ya merah saja, saya tidak ingin menuliskan merah menyala emas. Majas memang sangat sah digunakan dalam penyampaian iklan atau karya lain di industri kreatif, namun bukan untuk membohongi.

Berkuliah di jurusan desain komunikasi visual, bekerja dan berkecimpung di media dan industri kreatif sejak semester akhir kuliah, rasanya tidak pernah cukup memberi saya pengetahuan. Di usia yang saya kira akan merasa cukup untuk memikirkan tentang perkembangan jaman, dan akan ikut saja arusnya, rupanya saya malah ingin kembali belajar lebih banyak lagi. Masih banyak perdebatan dalam benak saya yang membuat sakit kepala, dan tidur bukanlah obatnya. Mendengar, melihat, meresapi dan memaknai, semoga ruang ini berkenan berbagi banyak hal dengan saya selanjutnya.

Read more…

AES#10 Feynman Method

Richard Feynman percaya cara terbaik menguasai sebuah topik adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain. Ketika kita menjelaskan sesuatu kepada seseorang, sesungguhnya kita berdua sama-sama sedang belajar. Murid kita adalah guru kita.

Lebih jauh lagi kata Pak Feynman: ajarkan topik itu kepada anak-anak.

Mengajarkan sebuah subjek pada anak-anak bertujuan untuk memastikan kita benar-benar mengerti hingga esensi paling fundamentalnya. Selama kita belum sanggup menerangkan sebuah subjek dalam bentuk dan bahasa yang simpel, berarti kita belum menguasainya secara menyeluruh. Di balik jargon-jargon canggih, sering bersembunyi kedangkalan pemahaman.

Berkat metodenya, Feynman tak hanya dikenang sebagai seorang pemikir besar, namun juga pembelajar dan pengajar yang brilian.

Dia belajar banyak hal. Dan selalu memandang ilmu secara demokratis. Baginya, tak ada pengetahuan atau skill yang lebih tinggi derajatnya ketimbang yang lain. Dia belajar melukis, bermain bongo, hingga cara memijat orang.

Julukan “The Great Explainer” yang dilekatkan kepadanya sungguh tepat. The Feynman Lectures on Physics yang terdiri dari tiga volume masih dianggap sebagai materi ajar fisika dasar terbaik hingga hari ini. Feynman diagram masih dipakai untuk menjelaskan interaksi partikel subatomik dalam mekanika kuantum.

Menulis dapat kita pandang sebagai suatu sarana mengajar. Para pembaca adalah murid sekaligus guru kita juga. Setelah mempelajari sebuah topik dari berbagai sumber, kita tuliskan sari patinya.

Menurut Feynman, ketika menuliskan sebuah teori dari awal hingga akhir dengan bahasa yang bisa dimengerti anak-anak, kita mendorong otak untuk memahami konsep sampai ke level terdalam dan mampu melihat seluruh hubungan antara elemen-elemen teori tersebut.

 

"I was born not knowing, and have only had a little time to change that here and there."Richard P. Feynman

 

Read more…

AES#12 Hening itu Penting

Hmm, tulisan ini masih nyambung dengan tulisan saya sebelumnya (AES#11 Menulis Untuk Siapa (dan Untuk Apa)? Dalam tulisan itu saya menggambarkan bagaimana menulis adalah sarana untuk mengambil jarak dari segala kesemrawutan pemikiran kita. Tulisan ini juga akan bercabang ke dua esai yang berbeda. Yang pertama tentang pentingnya hening bagi kita semua manusia modern yang seakan tidak pernah punya waktu untuk berhenti… Orang yang punya banyak kesibukan ibarat orang yang sukses (businessman, julukannya). Banyak bisnis, banyak kesibukan… Pertanyaan lanjutnya, adalah apakah kesibukan adalah tujuan utama hidup manusia?

Cabang yang kedua terkait sesuatu yang saat ini jadi ruang virtual kehidupan kita: apa yang disebut-sebut sebagai Media Sosial. Diskusi pagi ini di Escape bersama Rico dan Ahkam, sempat mengulas tentang ini, bagaimana media sosial yang jadi bagian dari kesibukan manusia dan sangat membanjiri pikiran manusia dengan segala sesuatu (yang belum tentu berguna) sangat membuat pikiran kita keruh dan tambah semrawut. 

Lalu apa inti dari tulisan ini? Intinya sederhana, semakin gaduh, semakin hiruk-pikuk hidup kita, hening menjadi semakin penting… Kenapa penting, karena di dalam ruang keheningan itulah kita bisa berjumpa dengan diri kita yang terdalam… di sisi terdalam hidup kita. Walaupun tampak sederhana, sejauh saya menelusuri topik ini, memang semakin lama semakin membukakan tanda tanya2 baru. Sisi dalam hidup manusia memang sisi yang jarang sekali ditelaah manusia modern. Kita dididik untuk banyak melihat sisi luar hidup manusia. Jadi tulisan ini sekedar jadi pengantar dari tulisan-tulisan lain yang mengupas mengenai hal ini.Tulisan ini juga terkait dengan apa yang saya tuliskan di posting sebelum ini - yang bertajuk Happiness Inside (Atomic Essay #09). Mudah2an saya bisa.

Sebagai pemicu, saya titipkan video keren bertajuk The Stillness Is You, yang narasinya dibawakan oleh Deepak Chopra. Sedikit tips saat menonton video ini, gunakan earphone, saya anjurkan menggunakan laptop dan klik tombol fullscreen supaya filem luar biasa ini bisa dicerap sebanyak-banyaknya oleh kita... 

|
|

The Stillness is You

Relax your body...
Observe your breath as it goes in and out...
Now move your awareness into the area of your heart...
Allow your ego to move out of the way...
And you will get in touch with your spirit...

Be grateful...

You my friend are not your thoughts...
You are the thinker of the thoughts...
The thoughts come from you...
So where are you?
You are in the stillness, the silence between your thoughts...
That stillness, that stillness is you...

And that you is the window to the infinite mind...
The mistery we call God is whispering to you in the silent space between your thoughts...
It is for this reason that the great wisdom traditions say, be still and know that I’m God...

Between every inbreath and every outbreath, is the stillness...
Between every thought that arises and every thought that subsides is the stillness...

Watch the stillness between your breath, between your thought.
Just observe, and then watch the one who is watching and as you listen to me now,
turn your attention to the one who’s listening

You have found the secret to that part of you that transcend space and time.
You have found the secret to that part of you that is immortal.
That part of you that fire cannot burn, water cannot wet,
wind cannot dry, weapons cannot shatter.

That part of you which is beyond fear,
that part of you that is without beginning without ending,
that part of you which is the divine in you.
You have found the secret to that part of you
that will continue to evolve as the universe evolves.

Now relax into your body and remember,
anytime the stress and the worries overwhelm you,
comeback into the sacred space of your heart.
You are the stillness, you are the silence between your thoughts.
Return to your stillness, that stillness, that silence is you…

|
|
|

 

Read more…

AES#09 (Digital) Second Brain

 

Tiago Forte memperkenalkan konsep Second Brain guna membantu kita mengelola ide-ide. Saya menuliskan beberapa manfaat membangun second brain di sini sebagai bagian dari proses internalisasi teknik itu bagi saya. Semoga berguna juga bagi yang membaca tulisan ini.

Borrowed Creativity

Kata orang, “There’s nothing new under the sun.” Dunia ini sudah tua. Bahkan jika pun ada pemikiran yang benar-benar murni muncul dari benak kita, kemungkinan besar seseorang sudah pernah memikirkannya. Kita bisa meminjam ide-ide yang sudah ada, lalu menyampaikannya dengan cara kita sendiri. Akan lebih segar jika wujudnya "combinational creativity". Kita menggabungkan berbagai macam gagasan dari luar diri kita.

The Capture Habit

Otak kita bisa sangat baik dalam memproses ide-ide, tapi sering kali kesulitan menyimpannya. Maka itu, sepatutnya ada tempat yang terpusat dan sistematis untuk mengumpulkan ide-ide tersebut. Ketika ada ide yang terpikirkan, kita langsung menyimpannya. Demikian pula jika ada bagian yang rasanya menarik saat kita membaca buku atau mendengarkan podcast.

Projects over Categories (Active vs. Passive)

Catatan kita (dari informasi/pelajaran yang kita minati) biasanya dikelompokkan berdasarkan kategori. Lama-kelamaan isinya bertambah banyak. Sebagian besar catatan itu jadi tidak berguna karena kita tak akan pernah membacanya lagi. Kita hanya menimbun informasi.

Catatan sebaiknya dikelompokkan menjadi proyek-proyek. Proyek itu bisa berupa blog post atau dalam bentuk lainnya. Dengan demikian, informasi yang kita kumpulkan jadi lebih berguna. Hasilnya menjadi karya. Pemahaman kita lebih lengkap karena selalu berinteraksi dengan informasi yang menjadi topik proyek-proyek kita. Ketika hendak membuat sebuah karya, kita tidak memulainya dengan a blank page lagi. Sebetulnya Pak Jo dan Rico yang memiliki banyak draft di blog mereka, secara intuitif sudah membangun second brain.

Slow Burns

Proyek-proyek dalam second brain akan kita selesaikan satu demi satu. Tidak perlu terburu-buru. Selama ini kita cenderung membuat karya dari nol. Kebiasaan itu kerap mengakibatkan burn out. Dengan metode second brain, segala ide dan informasi pelan-pelan terbangun di background. Dimasak dalam proyek-proyek. Jika sudah ada yang matang, tinggal disajikan.

 

"The biggest lie I tell myself is, "I don't need to write that down, I'll remember it."Anonymous

 

Read more…

AES#5 Talent, Skill and Practice

“Talent is a pursued interest, anything you are willing to practice, you can do.” – Bob Ross

This is a good quote from the amazing Bob Ross, but I think there’s a difference between talent and skill. Talent is an innate gift that allows you to do better in something than other people from the start. Skill is something that you can develop, and in the long run, it’s the better, more reliable option. If you rely on talent every time, you won’t get too far. I often get discouraged if I try something new and do not immediately excel at it, and that sabotages my chances of developing a new skill through practice.

What we need to understand is that if you want to be good at something, accept that you’re probably going to suck at it in the beginning. And that’s okay, nobody will judge you for trying something new, in fact you’ll maybe find people willing to help you get better, because they’ve been where you are when they first started out too.

It’s said that it takes 10.000 hours to master a skill, that’s about 9 years if you practice it 5 days a week, 4 hours each day. Now that’s a lot of commitment, but it’s doable, and if you just want to be pretty good at something, it can only take several months depending on what you want to do. Another important thing to remember is to not let yourself get burnt out, cause if you’re not enjoying the process of learning it anymore, what's the point?

Right now, I’m trying to get better at guitar, and it’s hard to push through and keep practicing because it can be difficult sometimes, but now I can play things I never thought I could when I started, and that’s a great feeling. Do you have any hobbies that you want to pick up again? You’d be surprised about how far you can go, and maybe in the end you can even master it as well.

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa