#perubahan (2)

Memaknai Jeda - Waktu Hening ini

Buat saya pribadi, disrupsi pandemi ini menjadi kesempatan luar biasa. Sebuah jeda, waktu hening yang diberikan kepada kita untuk merenungkan banyak hal terutama segala hal yang selama ini kita jalankan - mungkin nyaris tanpa berpikir, tanpa kesadaran.. Setelah kita semua selesai dengan periode adaptasi - di mana kita mulai terbiasa dengan ritme, suasana dan rutinitas yang baru, mudah2an kita juga sudah bisa bangkit dan berpikir lebih jauh apa yang bisa dilakukan dalam kesempatan jeda ini. 

Harus diakui, waktu yang bergulir cepat dan terasa semakin cepat membuat kita sulit menyadari apa yang kita jalani. Selama ini hidup kita - mungkin tanpa disadari begitu sibuk, begitu gaduh... Kita setiap hari bikin rencana ini, bikin rencana itu, ngumpul di sini, pergi ke sana, beli ini beli itu, hal yang sebagian besar dipengaruhi apa yang kita konsumsi melalui Media Sosial. Kesibukan yang jangan2 sebetulnya tidak betul-betul kita penting untuk kehidupan kita. 

Menganalogikan saat kita berjalan kaki dibandingkan dengan berkendaraan, di dalam kendaraan kita tidak menyadari hal-hal apa yang kita lewati di sepanjang jalur perjalanan kita. Hal yang sama terjadi dalam apa yang kita kerjakan sehari-hari, apa yang kita lakukan melalui profesi/pekerjaan kita - aktivitas kita sehari-hari... Dalam skala yang lebih besar, ini berlaku juga untuk kehidupan kita, hari demi hari yang kita lalui, detik demi detik kehidupan kita. Apakah kita sempat merefleksikan, memahami, menghayati bagaimana perjalanan kehidupan kita jalani selama ini saat kita merasa terburu-buru dan kehabisan waktu. Saat ini di dalam jeda - waktu hening yang dihadirkan oleh Covid-19, kita punya kesempatan luar biasa untuk itu. 

Posting saya sebelum ini (dibalik disrupsi pandemi) bicara tentang itu... pesan apa yang dibawa pandemi ini kepada kita. Kalau proses ini tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya, kita akan kembali ke proses yang sama dan jatuh ke situasi yang sama... Peristiwa sebesar ini, sesignifikan ini yang dihadirkan oleh semesta untuk peradaban manusia hari ini, tentu ada maksudnya... Memahami, memaknai hal ini jadi gambaran seberapa jauh kita melihat ini sebagai sebuah kesempatan yang sangat berharga dan perlu dijadikan ruang bertumbuh - seperti apa yang disampaikan Sadhguru di bawah ini... 

Qz7dB-Gx7m1U7bHgFsDuBoZkEJSvztpi1-r9bF_4Val4nvla6S_7odYWFJkpVNl2L3eq8UGs6pHa=s800-c-fcrop64=1,00000000ffffffff-nd?profile=RESIZE_400x

Lalu apa yang banyak saya lakukan dalam kesempatan jeda ini? Sesuai judul di atas, ini waktu hening buat saya... Seperti apa yang sehari-hari kita lakukan di Semi Palar. Saat hening, kita memang lebih mendengarkan batin kita, memahami nurani kita... 

Di suatu obrolan makan siang ada obrolan yang memantik pemikiran saya. Awalnya muncul dari obrolan Rico yang sempat kecewa karena Bernie Sanders mundur dari kampanye pemilihan presiden Amerika. Singkatnya Rico bilang, sulit sekali ya membuat perubahan... Saya dan Lyn merespon dan Rico sempat menyebut Nelson Mandela - yang harus mendekam selama 27 tahun. Walaupun demikian Mandela tidak sedikitpun bergeming idealisme dan pemikirannya - dan lewat kepemimpinannya merevolusi Afrika Selatan setelah ia dibebaskan. 

Bagi saya, yang menarik dari sosok Nelson Mandela adalah apa yang terjadi dalam benaknya, sikap mentalnya, hari demi hari di dalam penjara...  Salah satu filem favorit saya, INVICTUS bisa memberikan gambaran... 

"I am the master of my faith, I am the captain of my soul"

Saat ini kita semua dikondisikan harus berada di rumah masing-masing - sampai waktu yang belum bisa dipastikan... Dalam situasi kita hari ini, di rumah masing-masing, ini jadi kesempatan kita untuk justru menembus batas-batas diri, membangun mimpi, belajar dan belajar lagi. Mungkin bukan dengan cara yang biasanya kita lakukan, mungkin dengan hening... dengan mendengarkan suara hati kita masing-masing, mengenali diri dan apa peran kita di alam semesta ini... Bukan melihat ke luar tapi melihat ke dalam diri... 

Ada pesan yang dibisikkan semesta untuk umat manusia lewat situasi hari ini, yang perlu kita masing-masing dengarkan lewat keheningan yang kita miliki sekarang ini, supaya kita bisa menemukannya... Dulu keheningan adalah sesuatu yang mahal dan langka, begitu sulit kita menemukan keheningan dan ruang untuk mendengarkan diri kita sendiri...   

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa