#awareness (1)

Dibalik Disrupsi Pandemi

 

Sejak beberapa waktu lalu saya banyak berpikir bagaimana umat manusia bisa mengubah arah perkembangan peradabannya. Sebuah sistem besar yang dibangun sejak ratusan tahun lalu, bermula dari era Revolusi Industri. Sistem peradaban yang terus berakselerasi hingga hari ini, tampaknya tidak terhentikan oleh apapun juga - walaupun tampak betul bahwa kemajuan peradaban ini berdampak buruk terhadap alam lingkungan dan juga kemanusiaan kita. Beberapa waktu lalu saya menuliskan sebuah blogpost untuk keluarga dan teman berusaha bercerita bahwa kerusakan iklim sudah sedemikian parah, dan kita tidak punya banyak waktu untuk memperbaikinya... Posting berikutnya yang bertajuk Betulkah Terjadi Krisis Iklim adalah lanjutannya. 

4282552037?profile=RESIZE_710x

klik di sini untuk melihat blogpost

Tidak diduga virus corona bermula di Wuhan, Cina, dalam waktu singkat mewabah ke seluruh penjuru dunia. Di dunia yang sudah serba terkoneksi seperti sekarang ini, tidak ada negara yang berdaya mencegah virus ini masuk ke negaranya - kecuali mungkin Korea Utara :). Hari ini, tiga bulan lebih sejak awal COVID-19 terdeteksi, ratusan ribu terinfeksi, korban jiwa segera berjatuhan, tanpa memandang siapa bagaimana... tua, muda, kaya miskin, terkenal ataupun tidak, semua jadi korban.

Disrupsi global terjadi - ibarat kereta api kecepatan tinggi yang dipaksa berhenti mendadak, semua berantakan... Penumpang terjungkal, barang-barang berantakan. Dalam situasi sekarang negara-negara harus berhadapan dengan satu pilihan untuk menghentikan semua kegiatan, memaksa warganya tinggal di rumah dan tidak berkegiatan - dengan resiko kegiatan ekonomi berhenti... Sementara saat ini, kapan situasi bisa kembali normal tidak ada yang bisa memprediksi... chaos... 

Tapi apa yang terjadi di balik itu semua, berhentinya laju peradaban ini membuka mata kita terhadap hal-hal lain yang selama ini nyaris kita tinggalkan atau tidak kita pedulikan... Kenapa? karena kita semua berkejaran dengan waktu, selalu tergesa, selalu bergegas hari demi hari... Saat segala sesuatu berhenti ada banyak hal yang ternyata bisa kita amati... hal-hal yang sebetulnya berharga dan selama ini kita tinggalkan. 

 

 

Planet bumi, sepertinya punya cara sendiri untuk menyembuhkan diri - untuk menemukan kesetimbangannya kembali... Yang jauh lebih penting bagi kita adalah sejauh mana umat manusia bisa menemukan kembali kesadarannya bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki kalau hal-hal seperti pandemi Covid-19 ini ingin kita hindari di masa depan. Kita perlu mengubah banyak hal dan melakukan segala sesuatunya dengan kesadaran penuh untuk menjaga keseimbangan. Seperti yang diungkap oleh pakar kesehatan dunia Alanna Shaikh di dalam TED Talknya, bahwa pandemi global ini muncul karena krisis iklim - karena rusaknya keaneka-ragaman hayati - karena bagaimana manusia berinteraksi dengan planetnya (menit 4:50). Hal-hal yang rusak dan sudah ada di titik kritis karena peradaban manusia yang melakukan segalanya tanpa kesadaran... 

Di bawah ini satu video yang bisa membawa kita belajar dari pandemi COVID-19 dan bagaimana keterkaitannya dengan Krisis Iklim yang juga menjadi penyebabnya. Satu dekade lalu, Al Gore dalam dokumenternya Inconvenient Truth juga sudah menggambarkan bagaimana pemanasan global akan memicu munculnya berbagai jenis penyakit baru, sebagai dampak dari memanasnya rata-rata suhu bumi. 


 

Tentunya kita berharap pandemi ini segera berakhir - dan semua kembali ke normal, tapi semestinya bukan normal seperti kondisi sebelumnya karena kondisi peradaban sebelumnya inilah yang memicu pandemi ini terjadi. Sampai sejauh ini yang teramati, semua orang hanya berusaha sabar menunggu kapan bisa kembali ke aktivitas seperti biasa. Hampir semua media bicara tentang menurunnya aktivitas ekonomi dan produksi - sementara hal-hal itulah yang menjadi penyebab dari ketidak-setimbangan ini. Lebih berbahaya lagi kalau nanti kita semua berusaha mengejar target atau ketertinggalan. Video-video di atas mestinya menyadarkan kita tentang hal ini.  

Jeda ini mestinya jadi peluang kita semua untuk merefleksikan diri kenapa ini terjadi dan apa yang perlu kita ubah agar ke depan hal-hal ini tidak terulang kembali. Bagaimana kita mengelola sistem ekonomi yang punya perspektif lingkungan - supaya kesetimbangan lebih terjaga. Kesadaran bahwa manusia adalah bagian dari sistem planetari yang utuh perlu dibangun. Segala sesuatu yang kita lakukan perlu dilandasi kesadaran akan dampaknya terhadap alam lingkungan...  

Kita perlu mendefinsikan kembali apa yang baik disebut normal. Kalau umat manusia gagal merefleksikan kenapa pandemi ini terjadi - dan menemukan hal-hal apa yang memicu terjadinya pandemi ini, kita akan segera dengan pandemi berikutnya - yang bukan tidak mungkin akan jauh lebih mengerikan - karena kembali lagi, planet bumi akan mencari cara untuk menemukan kembali kesetimbangannya. 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa