Featured Posts (4)

Sort by

AES026 Mari Bergabung

Tulisan saya hari ini saya tujukan untuk mengajak teman-teman semua untuk bergabung di gerakan menulis Atomic Essay Smipa. Sebuah inisiatif yang sampai hari ini sudah menghasilkan 138 buah tulisan pendek, esai-esai singkat dari berbagai topik… Dituliskan oleh, sejauh ini 14 penulis, orangtua, kakak2, alumni…

Gerakan ini kami mulai dari obrolan kecil di sekitar pertengahan bulan Mei 2021. Di tempat ngopi kecil di Babakan Siliwangi yang namanya Escape. Ceritanya ada di tautan ini. Gerakan menulis ini digagas oleh Ahkam, orangtua Smipa yang sudah lama punya kegemaran menulis juga, blogging. Saya juga sama, punya blog dari sejak tahun 2006, yang setelah sekian lama sulit sekali terisi… Gagasan banyak, tapi nyatanya toh sulit juga menuangkannya ke dalam tulisan. Ternyata banyak teman-teman punya pengalaman yang sama. Sampai suatu waktu di Escape itu muncul gagasan tentang Atomic Essay ini. Cerita tentang gagasan ini sendiri saya tuliskan di esai pertama yang berjudul Membangun Tuman (habit/kebiasaan baru). Ahkam sendiri sempat menuliskan apa yang seringkali jadi kendala saat kita menulis di esainya yang ketiga dengan tulisan yang berjudul Perfeksionisme.

Di Esai yang ke delapan, saya membuat posting berjudul Kerennya Atomic Essay – muncul karena sedang terkagum-kagum sendiri karena sejak esai yang kedua, saya berhasil mempostingkan tujuh esai berturut-turut tanpa terputus. Kemudian di esai saya yang ke empat belas, saya menuliskan esai dengan judul 14D 13B 61E – yang sebetulnya singkatan dari 14 hari, 13 blogger dan 61 esai…

Di postingan yang ke 21 saya menulis tentang bagaimana proses ini memberikan saya satu tambahan waktu untuk merefleksikan diri… Tulisan yang ini berjudul 15 Minutes of Me-Time. Betul, memang hanya perlu waktu 15 menit untuk membuat tulisan-tulisan ini. Waktu ini kemudian jadi sangat berharga karena ini waktu yang betul-betul reflektif buat si penulisnya. Oh iya jadi ingat, sebelumnya saya sempat juga menulis satu esai tentang Menulis, Untuk Siapa? (dan Untuk Apa) – di tulisan saya yang ke sebelas.

Tulisan saya yang ke dua puluh lima ini bisa dibilang semacam perayaan – karena apa yang saya rasakan selama ini, bahwa ternyata menulis seperti ini sangat membahagiakan. Ada perasaan menyenangkan setiap saat tangan mengarahkan mouse untuk mengklik publish. Jadi tulisan ini adalah ajakan, undangan buat teman-teman yang saya tahu suka menulis atau pernah menulis. Semoga ajakan ini bersambut – supaya kepingan esai-esai ini bisa jadi tempat cerita kita bersama… tempat pengalaman, gagasan, perasaan bahkan impian bisa kita tuangkan bersama. Dalam situasi pandemi, saat kita berjarak, kita bisa tetap terkoneksi melalui rangkaian kata-kata yang kita bagikan setiap hari… Selamat mencoba…

 

Read more…

Tanda Tanya Anak Smipa

 

Pengantar

Dalam semangat belajar Kontekstual Sederhana Mendalam, kakak2 Smipa berusaha mengajak anak-anak Smipa untuk belajar lebih banyak lewat cara yang paling kontekstual (dekat dengan diri sendiri) dan cara yang paling sederhana yaitu dengan Bertanya. Bertanya adalah langkah paling awal, paling mendasar dalam proses belajar. Pertanyaan2 kita tentunya jadi pertanyaan yang paling kontekstual bagi diri kita masing-masing. 

Di bawah ini adalah mindmap - dari proses yang sedang berjalan dan sedang difasilitasi. Silakan mencermatinya - untuk melihat sejauh mana rasa ingin tahu dan kedalaman pemikiran anak-anak Smipa - mulai dari jenjang terkecil sampai yang terbesar. Selamat mengikuti melalui mindmap yang ada di bawah ini. Jangan lupa klik tombol full-screen di pojok kanan atas untuk bisa melihat mindmap secara leluasa. Tombol2 lingkaran kecil di ujung setiap cabang MindMap bisa diklik untuk membuka dan melihat cabang2 MindMap yang masih tertutup. 

 

 
Teman2 KPB juga sudah mulai mengolah berbagai pertanyaan yang ada di pemikiran mereka - dan mencoba menemukan jawaban-jawabannya... Diskusi mereka bisa dilihat di tautan berikut ini : Karena Hidup Ada Banyak Tanya?
 

Terima kasih dan Salam Smipa.

Read more…

Menghidupi Ririungan

Bagi warga yang mengikuti pertumbuhan Ririungan sejak awalnya dilahirkan di 30032020 - mestinya bisa mengamati sesuatu yang menarik. Awalnya rumah ini sepi... kosong tidak ada aktivitas, tidak ada kehidupan. Beberapa anggota yang awal bergabung masuk ke rumah ini dan pergi lagi... Belum ada yang menarik rupanya - karena sepertinya tidak ada kehidupan. 

5653715283?profile=RESIZE_400x

Gagasan tentang Ririungan muncul sudah lama dari obrolan saya dengan Ahkam (ayah Yori) saat memperbincangkan aktivitas Lingkar Blogger. Lingkar Blogger seperti halnya kelompok aktivitas lainnya di Semi Palar digulirkan melalui grup WA. Tujuannya mendorong agar kita semua semangat menulis. Gagasannya adalah semacam writing platform - seperti Medium.com, di mana tulisan (blogposts) yang dibuat bisa muncul di satu ruang. Supaya kita semua belajar dari tulisan teman-teman penulis lainnya. 

Masuk periode Pandemi, gagasan tersebut muncul lagi - dan atas saran Ahkam, kita mulai mencoba platform ini (ning.com). Hasilnya apa yang kita lihat sekarang ini. Dalam hal blogposts, dalam waktu 2 bulan sudah muncul 60 lebih blogposts yang dihasilkan kakak, orangtua dan teman-teman KPB. Sangat aktif dan interaksinya juga semakin terlihat... pendek kata Ririungan ini semakin hidup. Setiap hari selalu ada yang baru, pertanda Ririungan ini terus berdetak dan semakin aktif.  

Ternyata di samping itu Ririungan bisa mewadahi jauh lebih banyak aktivitas kita dari sekedar tulisan-tulisan / blogposts, seperti yang kita coba di minggu depan kita melaksanakan Gelaran Karya Virtual menggantikan kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah. Sebuah inovasi baru, yang membuktikan bahwa keluarga besar Semi Palar tetap kreatif dan produktif di masa pandemi ini...   

Di sebelah kiri adalah gambar kehidupan Ririungan di seminggu terakhir - sebelum Gelaran Karya - saya ambil dari Dashboard Ririungan Semi Palar... semacam gambaran statistik kehidupan dari Ririungan Semi Palar. 

Kenapa bisa sampai di titik ini, beberapa orangtua murid punya peran khusus, tanpa menyebutkan namanya satu per satu, Semi Palar sangat berterima kasih atas apa yang sudah dikontribusikan.  

Semoga para warga yang baru bergabung, orangtua murid, alumni bahkan relasi dekat kita bisa memahami apa dan bagaimana Ririungan ini, lebih jauh lagi berkontribusi menghidupi, menyumbang enerji untuk rumah kita bersama ini. 

Mari hidupi, mari ramaikan, mari bercerita. 

Di salah satu bahan perbincangan (forum) saya pernah menyampaikan pertanyaan : "Apa bedanya platform ini dengan media sosial lainnya?"
Mudah2an teman-teman bisa berpendapat di sana nanti, tapi salah satu pandangan saya, Ririungan bukan sekedar media sosial, ririungan adalah media untuk berjejaring. 
Kalau kita hayati dari konten yang sudah ada banyak sekali dimensi yang bisa dibagikan di sini - termasuk pemikiran, opini, pengalaman atau bahkan impian atau angan-angan. Dan semua yang kita tuangkan bersama di sini adalah milik kita, milik bersama... 

Jadi saya ingin mengajak teman-teman untuk menuliskan cerita... karena dari salah satu video yang saya tonton selama pandemi ini, saya menemukan kata-kata bagus di bawah ini... 

People are creatures of naratives. Stories are the means by which we navigate the world...

 

Yang mudah-mudahan mengingatkan kita tentang beberapa video pendek yang bertajuk New Story of the People oleh dan New Story of Humanity.

|||

5682267094?profile=RESIZE_400x


Blogpost saya sebelum ini berkisah tentang ini
... yang intinya menyampaikan bahwa saya tidak terlalu tertarik tentang New Normal...

Kalau kita mau, bersama-sama kita bisa mulai menuliskan narasi baru... sebuah New Story...
dan hal itu bisa kita mulai bersama di sini, di Ririungan ini
...

 Setidaknya itulah yang saya maknai tentang kesempatan yang dibukakan bagi kita dengan kehadiran pandemi COVID ini... 

 

|||

Karena seperti apa yang dituliskan Pramoedya - dan dipostingkan Alry - salah satu alumni Smipa di Instagram KPB : 

5682175455?profile=RESIZE_584x 
Mari... 

 

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa