Pengantar : 
Atas seijin penulis, saya menambahkan sedikit pengantar untuk tulisan di bawah ini. 
Rangkaian kata di bawah ini disampaikan pak Andri dalam acara sederhana pelepasan kelompok Kebat. 
Sebuah acara singkat dan sederhana dengan peserta yang sangat terbatas - sekedar menyampaikan kenang-kenangan untuk teman-teman yang sudah menuntaskan pembelajarannya di 

Seperti diketahui di Semi Palar tidak pernah ada acara wisuda (graduation) - karena kami yakin Belajar itu Tidak Pernah Tamat. 
Saya minta pak Andri untuk memposting kata-kata yang disampaikan karena ada beberapa hal yang menurut saya penting untuk menjadi catatan bersama. Terima kasih banyak pak Andri. 

kak Andy

 

 

---------

Pertama-tama saya mengucapkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, Salam Sejahtera bagi Kita Semua, Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Wei De Dong Thian, Rahayu..

 6340988687?profile=RESIZE_400x

Kepada Kak Andy selaku pimpinan rumah belajar Semipalar ysh

terutama Kak Robert, Ka Agni, Ka Lyn, Ka MJ yang menjadi wali kelas Kebat ysh,  

Kepada semua Kakak, mohon maaf saya tidak bisa saya sebutkan satu persatu, ysh

dan juga semua orang tua siswa yang saya banggakan,

 

Pada kesempatan ini saya diminta untuk mewakili orang tua kelas Kebat, untuk memberikan sepatah dua patah kata pada acara kegiatan pelepasan siswa kelas 9 rumah belajar semipalar.

Bapak Ibu semuanya,

Rasanya baru kemarin anak-anak kita dari kecil tumbuh hingga mau menjadi remaja berproses di rumah belajar semipalar ini. Dari yang tidak kenal menjadi kenal, dari yang awalnya pemalu menjadi berani, dari awalnya tidak bisa menjadi bisa, apapun adanya itulah anak kita. Itu karena anak kita sedang berproses menuju tahap perkembangan dalam kehidupan menjadi pribadi yang unik dengan berbekal talenta dan pengetahuan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, Itulah anak kita dengan segala keunikannya.

Tentu saja proses perkembangan itu tidak serta merta dengan sendirinya, kalau tidak ada orang-orang yang penuh kesabaran dengan dedikasi tinggi untuk mendampingi anak-anak kami di sekolah. Terima kasih Ka Robert, terima kasih Ka Agni, Ka Andi, dan seluruh kakak yang luar biasa memberikan perhatian kepada anak-anak kita. Saya melihat bahwa sekolah Semipalar itu adalah merupakan “sekolahnya manusia” bukan sekolahnya robot. Anak-anak kita didorong untuk belajar tentang kehidupan nyata. Dimana saya pernah terkesan pada saat anak-anak kita dibawa ke pasar tradisional, perjalanan ke masyarakat adat Cihanjawar, perjalanan besar ke Jepara, Demak dan Kudus berinteraksi dengan banyak orang sehingga dapat menjadi cerita dalam perjalanan hidupnya. Artinya proses belajar bukan hanya di kelas saja tetapi di luar kelas dan hal ini menjadikan suasana belajar menjadi mengasyikan.

Bapak Ibu dan kakak sekalian, saya merasakan betul ada suasana yang hangat dalam kehidupan spiritual anak terutama dalam hal hubungan antar sesamanya dalam ragam budaya dan agama serta kepercayaan yang berbeda. Alangkah bahagianya saya juga sebagai orang tua ketika merasakan kesamaan rasa tanpa memandang rupa dan atribut untuk mendorong dan mempercayakan putra putri kita tumbuh dan berproses di sekolah ini. Bagi saya ini penting untuk memberikan rasa percaya diri pada anak sehingga merasakan sebagai bagian dari warga negara yang punya hak dan kewajiban yang sama.

Bapak Ibu dan Kakak sekalian, kondisi Pandemi Covid-19 ini memang awalnya berat rasanya kami melihat anak-anak belajar di rumah layaknya tidak seperti kebiasaan sekolah pada awalnya. Keraguan dan ketidakpercayaan dalam sistem daring dan virtual sempat menghantui kami, terutama hubungan dan aktivitas di sekolah, semua kegiatan di sekolah seakan-akan kita dibawa dalam suasana yang sangat berbeda dan berpusat di rumah. Rumah menjadi tumpuan segenap aktivitas luar dibawa semua ke rumah. Tentunya ini menjadi tantangan berat bagi kami. Baik tantangan kesehatan, ekonomi, sosial, dan juga secara psikis karena terjadi secara mendadak. kami melihat anak-anak tertawa dan curhat tanpa berpelukan. berolahraga tanpa teman, social dan physical distance, menggunakan masker, dan lain-lain harus beradaptasi dengan kebiasaan yang baru. Namun kami menyadari, itulah hidup. Tuhan Maha Adil telah memberikan baik dan buruk, senang dan sedih, ada dan tidak ada, dll secara berpasangan. Kalau kata mengutip lirik sebuah lagi dari the Massive “Syukuri apa yang ada, Hidup adalah anugrah, Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik”. Lirik lagu ini yang kadang membawa kami untuk semangat berjuang dalam kehidupan. (bukan Baperan yah)

Kakak-kakak sekalian dan petugas tendik serta tim mujair yang saya banggakan, saya atas nama orang tua siswa mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras untuk membantu anak kami dalam berproses di rumah belajar semipalar. Tentunya dalam proses belajar, anak kami dan kami sebagai orang tua ada tutur kata dan tindakan yang kurang berkenan dihati kakak-kakak, kami mohon maaf denga hati yang mendalam. Kami yakin bahwa rumah belajar semipalar akan mendapat tempat di hati masyarakat untuk mengantarkan anak-anaknya berproses di sekolah ini. Dan kami yakin juga bahwa semipalar merupakan salah satu sekolah yang mempunyai banyak keunikan dan keunggulan yang dapat menjadi catatan sejarah dalam perjalanan pendidikan di Indonesia.

Bapak Ibu, saya rasa lebih baik hari ini bukan merupakan acara pelepasan, tetapi awal dari semangat baru dengan kebiasaan baru. Hari ini adalah rasa mengobati kerinduan untuk berkumpul bersama walaupun berbatas, mengungkap rasa yang hilang. Anak-anak kita saling menyapa langsung tanpa batas kotak layar handphone, kita bisa berbagi cerita dan rumpi, dan segenap rasa kerinduan yang ada. Semoga hari ini menjadi hari yang bermakna dan penuh dengan cerita dan narasi yang indah. Narasi tentang anak kita, kita, dan kakak.

Tak terasa saya terlalu bersemangat untuk bercerita, sekali lagi terima kasih Tuhan. Terima kasih Bapak Ibu, dan Kakak semua. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kebahagiaan lahir dan batin.

Salam sehat dan bahagia buat kita semua, terima kasih..

 

Andri Hernandi

Wakil Orang Tua Kebat

Rumah Belajar Semipalar

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Terima kasih Andri untuk rangkaian kata dan rasa yang diungkapkan. Sudah dituliskan di sini semoga menjadi catatan perjalanan kita bersama. Salam hormat. 

This reply was deleted.

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.