8537462292?profile=RESIZE_400x&width=389


Tahun Rilis Film :15 Agustus 2019

Rating usia :17 tahun

Genre : drama, fiksi sejarah, romance

Rumah Produksi : Falcon Pictures

Sutradara : Hanung Bramantyo

Pemeran :Mawar Eva the Jongh, Iqbaal Ramadhan, Ine Febriyanti

Durasi :3 jam


Pembuka

 

Film ini berjudul Bumi manusia, film ini menceritakan kisah Minke di sekolah belanda di indonesia belajar untuk mendapatkan pengalaman.


Sinopsis Film

 

Ini sebuah kisah orang remaja yang menceritakan penjajahan Belanda di Indonesia, cerita tentang kaum Jawa dan Belanda, cerita di mana sebuah cinta yang didapatkan dan di ambil, cerita tentang bumi manusia. 


Ulasan Film

 

Film ini memiliki alur cerita yang lumayan rumit menurutku karena cerita banyak y bagian dan bahasa yang tidak aku mengerti. Film ini memiliki bahasa yang berbeda-beda dan menurutku sutradaranya sangat pintar, menurutku Bumi Manusia adalah film yang karakternya bicara dalam bahasa lain yang dipelajari para pemainnya terutama Minke karena dia mempelajari bahasa Belanda. Jalan ceritanya sangat seru dan berbeda, aku lebih suka filmnya daripada bukunya, lebih terlihat percakapannya dan setting backgroundnya, bahasanya juga jadi lebih bagus. Aku tertarik dengan latar belakang Minke karena dia dari keluarga bupati tanpa campuran darah Eropa.

 

Setelah aku menonton filmnya, perasaanku sedih dan tegang, aku tidak suka film yang begitu tegang dan sedih tapi film ini sangat membuat penasaran seperti bagian endingnya karena ceritanya tiba-tiba ending tragis . Salah satu kekurangan film ini itu durasinya sangat lama, aku menonton ini film 2 part karena tidak cukup waktu. 


Penutup/Simpulan

 

Film ini memiliki makna dan pesan yang bagus untuk anak-anak zaman sekarang, banyak part-part yang bisa dipelajari di film Bumi Manusia, kita bisa gagal tapi terus berusaha dari kegagalan itu.


Rating/nilai Film Secara Keseluruhan: [Skala 1 - 10] 

 

8


Menurutku film ini sangat bagus, aku suka drama dan tema masa-masa Indonesia dulu, banyak romansa dan beberapa bagian-bagian yang tegang.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6, 2020

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.