HIDUP TANPA UANG

Diam di rumah (Ngajedog-English) mengingatkan saya pada kisah pemuda jomblo Mark Boyle. Lelaki dari Inggris yang menerapkan hidupnya tanpa uang. Gerakan hidup tanpa uang ini terinspirasi oleh Gandhi yang menjalankan hidup serba mandiri.Uang satu-satunya konsep yang berhasil menyatukan manusia di dunia. Sekaligus menjerumuskan manusia pada keserakahan. Bagi Mark, uang bukan tak penting. Ia menjadi alat yang memudahkan orang dalam berniaga. Namun, hidup tanpa uang juga menjadi pilihan logis. Dan Mark punya alasan untuk membuktikan itu.Ide ini dianggap gila dan ekstrem oleh teman-temannya. Sekalipun mereka mengapresiasi pilihannya. Tanpa ada nyinyir tentunya. Dan si bule gila itu pun berusaha keras membuktikan pilihannya selama satu tahun.Mark menjadi survivor perkotaan. Melawan godaan zona nyaman dan ketergantungan. Ibarat perang, dirinya menyiapkan banyak hal. Sekaligus belajar banyak hal. Mulai bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri. Memasang solar panel untuk memasok kebutuhan listriknya. Termasuk memperbaiki sepedanya agar bisa bergerak tanpa membeli bensin.Pengalaman hidup tanpa uang ini menjadi cerita yang menarik. Dan rasanya relevan dengan kondisi saat ini. Sekalipun skalanya tentu saja berbeda dengan apa yang dialami oleh Mark.Dalam kondisi bencana Corona seperti ini ada jutaan orang di Indonesia yang kehilangan pekerjaannya. Ada keluarga yang tak bisa makan karena tidak ada uang. Parahnya, hidup di sini pun tak ada jaminan. Satu-satunya cara adalah bagaimana kita membekali hidup secara mandiri. Dan juga kolaborasi dengan komunitas sekitar rumah.Hidup mandiri memang tak mudah. Tapi bukan tak mungkin untuk dijalankan. Setidaknya dalam kondisi darurat seperti ini kita bisa mengurangi ketergantungan. Sekaligus menjadi momen untuk mengubah gaya hidup kita.Dengan keterbatasan sumber daya yang ada kita bisa memulainya dari rumah. Manfaatkan segera lahan pekarangan di rumah. Tanami sayuran, tanaman obat, dan pelihara beberapa ayam untuk menyuplai kebutuhan proteinmu. Lakukan sesuatu yang bisa membuat hidupmu jauh lebih mandiri.Jangan menyerah. Jangan ragu untuk memulai. Pengalaman akan memberi pelajaran yang berharga dalam hidupmu. Sebarkan aktivitas positif kalian. Berikan contoh agar lingkungan sekitar juga bisa mengadopsi kegiatan positif ini.Mark berhasil melewati tantangan dirinya. Hidupnya tetap baik-baik saja. Ia tetap bisa hidup seperti orang kebanyakan. Setidaknya Mark mendapatkan kekayaan yang jauh lebih berharga dari sekedar uang ; makna hidupnya. Dan itu mengubah hidupnya hingga sekarang."Hidup tanpa uang" juga menjadi obrolan paling romantis saat keliling Indonesia. Badai tengah mengepung kami saat di Kepulauan Mentawai.Satu minggu kami hanya menikmati pesisir pantai. Kapal-kapal besar bersandar. Awan hitam menggantung di langit. Tak ada uang selain sisa rokok beberapa bungkus.Saat kondisi seperti itu kami belajar banyak hal. Menerima dan menyadari kondisi yang ada. Nikmati sesuatu yang mungkin tidak penting. Namun ternyata tidak terbeli oleh uang.Di tengah obrolan seperti itu rekan saya, Mas Farid Gaban juga semakin melankolis. Ia cerita soal pengalaman hidupnya. Dan nyaris menggadai cincin perkawinannya. Namun kemudian ia urungkan. Ia percaya kesulitan hidup masih bisa diselesaikan dengan cara lain.Saya mencoba merenungi. Sekali lagi. Mungkin ada banyak hal kecil yang patut kita syukuri. Dan sejauh ini kita tidak pernah menyadarinya. Hidup memang tak mudah. Tapi percayalah. Masih ada kebaikan yang bisa kita isi dengan hidup ini.
E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Wah, saya baru dengar nih tentang  Mark Boyle ini. Menarik banget. 

  • Suatu waktu, dua orang murid KPB mendekati saya selagi saya menikmati sepiring lotek bu Soem. Mereka sangat tak diduga bertanya: "kak Andy, bisa ga sih manusia hidup tanpa uang?". Pertanyaan yang sangat kritis sekaligus sangat fundamental bagi peradaban manusia hari ini... Dan tentunya juga sangat nyambung dengan apa yg dilakukan oleh Mark Boyle... 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa