Film Bumi Manusia yang Membuat Air Mata Menetes

Film Bumi Manusia yang Membuat Air Mata Menetes
Ditulis oleh: Lakisha

Image result for bumi manusiaImage result for bumi manusiaSee the source image

Tahun Rilis Film : 9 Agustus 2019

Rating usia :17 tahun ke atas

Genre : Fiksi sejarah

Rumah Produksi :Falcon Pictures

Sutradara :Hanung Bramantyo

Pemeran :Iqbal Ramadhan  (Minke), Mawar Eva de Jongh (Annelies)

Durasi :3 jam 1 menit


Pembuka


Halo teman-teman perkenalkan nama saya Lakisha, minggu-minggu kemarin aku baru saja menyelesaikan film yang berjudul Bumi Manusia. Jujur dari aku ini film sangat bagus alur ceritanya. Di luar aktingnya yang kurang, ini sudah sangat bagus untuk sebuah film Indonesia, disini aku sudah menonton filmnya dan juga membaca bukunya.

 

Sinopsis Film

 

Film Bumi Manusia ini menceritakan tentang kisah cinta antara pribumi dan Indo, mereka bernama Minke si pribumi (Iqbal Ramadhan) dan Annelies Mellema si Indo (Mawar Eva de Jongh). Pada awalnya Minke bersama teman sekelasnya di HBS Robert Suurhof pergi ke tempat makan, setelah dari situ Suurhof mengajak Minke bermain ke rumah Tuan Mellema, di perjalanan mereka menceritakan tipe perempuan mereka. 

 

Sesampainya di sana Minke diperlakukan tidak adil dengan Robert Mellema anak pertama Tuan Mellema dari istrinya yang seorang pribumi. Saat itulah pertama kalinya Minke bertemu dengan Annelies untuk pertama kali, dari situ Annelies berkenalan dengan Minke, mereka mulai berkeliling perkebunan, sampai mereka benar benar saling kenal, Minke khilaf mencium Annelies. Di situ Annelies langsung berlari menuju Nyai, Sebelum Minke pulang Nyai menyuruh Minke mencium Annelies untuk kedua kalinya di depan dia. Annelies sangat ingin menjadi pribumi, dan  sebaliknya Minke sangat mengagumi orang Eropa. 

 

Sampai mereka saling mencintai dan mereka pun menikah. Saat itu lah masalah mulai banyak muncul salah satunya adalah tentang harta warisan yang turun pada anak Tuan Mellema dengan istri pertama. Nyai dan Minke berusaha agar hartanya tidak jatuh pada mereka. Di saat itu Annelies sedih dan kaget saat tau pernikahanya tidak sah dengan Minke, sehingga tiba-tiba Annelies terjatuh. Minke tidak tahu harus apa dan akhirnya Minke punya ide untuk menulis koran untuk menceritakan keadaan Annelies dan keluarganya, orang-orang pun jadi mendukung Minke, hingga suatu saat di persidangan, pernikahan mereka ternyata tetap dinyatakan tidak sah.




Ulasan Film

 

Menurutku kelebihan film sangat banyak ini adalah vibes jaman dulunya sangat terasa, pengambilan tempat yang pas, dan juga kostumnya . Adegan yang paling aku sukai saat Robert Mellema berkelahi dengan damsar. Aku menyukai adegan tersebut karena berkelahi dan aktingnya seperti asli. Pesan moral dari film ini adalah, semua makhluk memiliki hak untuk hidup, kita itu sama semuanya.. Adegan yang membuatku sedih adalah saat ending filmnya, pada awalnya aku kira akan happy ending ternyata tidak.
Tokoh yang paling aku sukai adalah Minke sendiri, karena tokoh Minke adalah orang yang berani mengambil resiko.

 

Selain kelebihan film yang telah aku sebutkan di atas, film ini juga memiliki kekurangan. Akting Iqbal mungkin terlalu ganteng untuk berperan sebagai Minke, karena juga dia belum terlalu banyak pengalaman di dunia perfilman apalagi saat itu dia masih muda dan harus bisa berbicara 3 bahasa dalam 1 film . Akting Minke harusnya diperbaiki cara berbicaranya, ia masih berbicara dengan bahasa Indonesia dan tidak ada medog orang Jawanya. Kekurangannya durasinya yang terlalu lama sehingga membuat di pertengahan film sedikit bosan

 

Penutup/Simpulan

Penasaran dengan filmnya?, Ayo nonton film Bumi Manusia, film nya sangat bermakna, dan bisa dapat pelajaran dari filmnya.

 

Rating/nilai Film Secara Keseluruhan:
9


E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Terima kasih banyak sinopsisnya lakisha bawana 
    Keren banget menurut ka Andy. Ka Andy sendiri belum sempat nonton filemnya. Mudah2an ada segera kesempatan. 

This reply was deleted.

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6, 2020

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.