Film Bumi Manusia: Teman Baik untuk Pembaca Bumi Manusia

Pembuka

 

Hai semuanya, beberapa minggu kemarin aku berkesempatan untuk menonton film yang berjudul “Bumi Manusia”. aku menonton film tersebut bersama teman-teman dengan tujuan untuk mengetahui/memahami alur cerita dari Bumi Manusia lebih dalam. bagi kalian yang masih pusing dengan alur cerita film tersebut setelah menonton, coba untuk menonton kembali dengan teman ataupun keluarga karena saat menonton kalian bisa berdiskusi tentang berbagai hal.



Sinopsis Film

 

Bumi Manusia merupakan film yang diadaptasi dari buku Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan pada tahun 1980. Film ini memfokuskan ceritanya kedua orang yang menjalin cinta di masa kolonial Belanda yang bernama Minke yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Annelies yang diperankan oleh Mawar Eva de Jongh. 

Minke merupakan anak pribumi yang selalu dipandang rendah oleh teman-teman sekelasnya yang berada di HBS. Namun Minke merupakan sosok yang mempunyai pemikiran yang luas dan sangat kagum dengan teknologi/kemajuan di dunia.

Perjalanan cinta Minke dan Annelies dimulai dari pertama kali mereka bertemu di sebuah tempat yang bernama Wonokromo rumahnya Nyai Ontosoroh yang diperankan oleh Ine Febriyanti. Annelies merupakan seorang anak perempuan Nyai Ontosoroh. Banyak kejadian yang membuat Minke jatuh cinta kepada Annelies di Wonokromo. Namun hal tersebut tidak berjalan dengan baik, banyak hal-hal yang menghalangi hubungan mereka seperti kakaknya Annelies yang bernama Robert Mellema yang diperankan oleh Giorgino Abraham dan ayahnya, Herman Mellema. Kedua orang tersebut sangat membenci ras pribumi (rasis). Namun Minke selalu tegar terkait hal tersebut. Sikap Nyai Ontosoroh yang hanya seorang pribumi yang sangat berwibawa dan mempunyai pemikiran yang luas membuat Minke mengaguminya. Film ini mulai menarik di saat hubungan dan hak asuh Nyai Ontosoroh dan Annelies yang ditentang beberapa pihak.





Ulasan Film

Menurutku film ini sangatlah menarik, penceritaan tentang sejarah di masa kolonial tersebut sangat tergambarkan di film tersebut. Yang membuat menarik dalam film ini adalah para kaum/ras Eropa yang seperti membuat aturannya sendiri dan memainkannya sendiri. Sangat banyak poin-poin sejarah yang bisa kita pelajari dari film tersebut. Selain itu akting emosional dari pemeran di Bumi Manusia sangat hebat dan menjadi salah satu poin penting dalam film tersebut. Akting yang membuatku takjub yaitu akting dari seorang Darsam yang sedang bertarung dengan Robert yang memakai pistol.

 

Aku terkesan dengan Jerome Kurnia sebagai Robert Suurhof yang dapat berbahasa Belanda dengan lancar dan diselingi dengan beberapa orang yang memakai bahasa Jawa untuk menggambarkan situasi lebih rinci di menit-menit pertama film dimulai. Untuk pengambilan kamera di film Bumi Manusia cukup bagus untuk dilihat seperti contoh “Bird View” saat Minke sampai di Wonokromo yang menggambarkan tempat yang sangat luas.


Detail kecil yang sutradara berikan kepada penonton wajib diberi apresiasi yang baik, seperti Robert Mellema yang memakai softlens yang menandakan bahwa dia adalah keturunan Eropa. Tidak hanya softlens, kereta kuda, batik selendang, dan set baju zaman kolonial menjadi hal yang memperkuat penggambaran latar belakang film tersebut.

Hasil gambar untuk kereta kuda bumi manusia


Kekurangan dari film Bumi Manusia yang paling aku rasakan adalah sosok Minke yang kurang cocok untuk diperankan oleh Iqbaal karena aku masih melihat Iqbaal di Bumi Manusia seperti Dilan. Dan juga kekurangan yang aku rasakan di film tersebut adalah beberapa pengekspresian wajah yang agak berlebihan, tepatnya ada di adegan disaat Herman Mellema yang sedang mabuk berjalan ke ruang makan, muka Minke terlihat sangat panik/takut karena Herman Mellema yang marah-marah.

Hasil gambar untuk scene bumi manusia

Penutup/Simpulan

 

Kesimpulannya, film ini cukup bagus untuk membantu orang yang kesusahan saat membaca Bumi Manusia. Karena alur penceritaan yang mudah dimengerti dan sangat menarik.



Rating/nilai Film Secara Keseluruhan: 8/10

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • "Akting yang membuatku takjub yaitu akting dari seorang Darsam yang sedang bertarung dengan Robert yang memakai pistol". Bagian favorita aku pas ada di Adegan itu, Robert Mellema mengatakan "ꦗꦚ꧀ꦕꦺꦴꦏ꧀"

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa