Judul Resensi: Bumi Manusia: Cerita Legendaris Datang Ke Layar Lebar

 

Ditulis oleh: Abigail Nauli Hutahaean

 

 

Image result for bumi manusia

 

Tahun Rilis Film : 2019

Rating usia : 17+

Genre : Drama/Drama Sejarah

Rumah Produksi : Falcon Pictures

Sutradara : Hanung Bramantyo

Pemeran : Iqbaal Ramadhan

Mawar Eva de Jongh

Sha Ine Febriyanti

Ayu Laksmi

Donny Damara

Bryan Domani

Giorgino Abraham

Jerome Kurnia

Durasi : 181 Menit (3 Jam 1 Menit)



Pembuka

 

Film Bumi Manusia merupakan adaptasi dari novel, disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang merupakan sutradara terkenal Indonesia. Bumi Manusia merupakan suatu novel karya Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan tahun 1980. Novel tersebut ditulis Pramoedya Ananta Toer ketika masih mendekam di Pulau Buru.



Sinopsis Film

 

Bumi Manusia bercerita tentang seorang pribumi bernama Minke. Minke merupakan seorang pelajar HBS. Suatu hari Minke bertemu gadis campuran Belanda bernama Annelies. Minke juga bertemu dengan ibunya Annelies, Nyai Ontosoroh, yang menurut dia merupakan wanita yang luar biasa dengan pemikiran yang bijaksana dan perjuangan hidupnya. Perjuangan bagaimana dia berusaha untuk menghidupi keluarga, karena suaminya yang sudah kehilangan kewarasannya. Dari awal, Minke sudah jatuh cinta dengan Annelies. Walaupun ayahnya Annelies, Herman Mellema, tidak pernah suka adanya Minke di rumahnya. Akhirnya Minke dan Annelies menjalin cinta.



Ulasan Film

 Image result for

 Image result for

 

Film Bumi Manusia adalah adaptasi dari buku yang berjudul sama. Saya sudah membaca bukunya, cukup berat dan penuh gambaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Karena sudah lebih dulu membayangkan adegan-adegan dari bukunya, saya jadi punya harapan sendiri akan seperti apa filmnya. Awalnya saya memiliki harapan bahwa film ini akan mempunyai efek jadul yang sangat nyata dalam menggambarkan Indonesia pada zaman itu. Dari sisi penggambaran buku ke film, gambaran di buku lebih berat dan serius, sedangkan di film lebih ringan. Pemeran yang digunakan juga memakai artis yang terkenal, sehingga dapat menarik kaum muda. Tapi karena pemerannya terlalu muda kesannya seperti film remaja. Menurut saya secara keseluruhan dari sisi alur cerita dalam film sudah lumayan persis dengan bukunya. Walaupun terdapat banyak adegan dalam buku yang tidak tergambarkan pada film, namun masih memiliki inti cerita yang sama. Dari sisi adegan-adegan dalam film ini juga bagus karena dapat menggambar cerita yang persis dengan bukunya. Dari sisi akting pemeran juga kaku seperti yang digambarkan dalam buku, mungkin karena pada zaman tersebut memakai bahasa yang baku sehingga kita merasa itu terlalu kaku. Menurut saya, aktingnya cukup bagus karena dalam beberapa adegan cukup menggambarkan pada masa itu yang membawa emosi, seperti pemisahan pengadilan pribumi dan Belanda, di saat pribumi memasuki pengadilan Belanda harus berlutut, menceritakan betapa rendahnya kaum kita pada saat itu.

Kekurangan yang didapat menurut saya dari sisi pemeran dalam film ini terlalu modern dan terlalu muda, contohnya seperti menjadi  anak kuliah, karena pada zaman itu anak kuliah terlihat mukanya lebih tua. Dari sisi set film terlalu dibuat-buat, tidak ada efek jadul, dan catnya terlalu baru dan bangunannya tidak terlalu tua. Dengan memilih warna pastel, lebih ke bumi Barbie dari pada bumi manusia. Terakhir yaitu dari pewarnaan film. Menurut saya warna film ini tidak natural. Seperti kisah dunia mimpi. Padahal film ini ingin menceritakan Indonesia jaman dulu, seharusnya warna juga senyata mungkin.



Penutup/Simpulan

 

Film ini walaupun memiliki banyak kekurangan, namun untuk sisi adaptasi cerita ke film sudah bagus. Film Ini menurut saya cukup direkomendasikan, karena Bumi Manusia memiliki cerita yang bagus. Film ini lebih cocok untuk orang yang tertarik pada cerita kolonial dan perjuangan Indonesia pada masa itu.



Rating/nilai Film Secara Keseluruhan: ⭐⭐⭐⭐⭐✰✰✰✰✰

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa