Buku Anak Karya Pak Raden

Buku Anak Karya Pak Raden

Judul buku:

  • Seribu Kucing untuk Kakek 
  • Pedagang Peci Kecurian

Penulis dan Ilustrator:

  • Suyadi (Pak Raden)

Penerbit:

  • Naura (IG: @naurabookstore)

Jenis buku: 

  • Anak (pembaca pemula)

(bukan) Resume Buku:

Siapa yang tak kenal pak Raden, setidaknya di generasi saya, hampir semua anak kenal dengan pak Raden. Tokoh di cerita boneka Si Unyil, yang terkenal dengan suara khas tertawanya, hohoho. 

Saya memang pernah mendengar bahwa pak Raden adalah penulis buku, tapi ini pertama kalinya saya bertemu dengan buku beliau (Terima kasih mamah Aze!). 

Saya tak akan membuat spoiler disini, tapi ceritanya menarik sekali. Ringan tapi sangat seru. Tak pula padat dengan nasehat, sesuatu yang sering saya sebalkan di buku anak. 

Ilustrasinya mengingatkan saya dengan ilustrasi buku sekolah waktu saya masih SD. Mungkin tak semenarik ilustrasi warna-warni buku-buku generasi sekarang, tapi detail ekspresi tokoh-tokohnya, mampu menghidupkan isi cerita. Di buku Seribu Kucing untuk Kakek, saya bisa membayangkan betapa nyentriknya si kakek dan nenek. 

Satu hal yang agak saya sayangkan dari buku ini; pemilihan fontnya. Memang bagus, tapi menurut saya, kurang saya pas untuk pembaca pemula. Beberapa huruf agak sulit dibaca oleh anak yang baru belajar membaca atau masih kesulitan membaca. Tapi secara umum masih bisa untuk dibaca oleh anak dengan pendampingan orang tua.

Nah, si mamah suka dengan buku ini, apa si anak suka? Tiwi suka banget! Alur ceritanya mudah di mengerti oleh Tiwi, dan ilustrasinya mampu bikin dia tertawa. 

Dua jempol untuk buku-buku ini. Terima kasih pak Raden, karyamu tak lekang oleh waktu!

 

 

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.