Berdamai dengan Virus Corona?

Berdamai dengan Virus Corona?

Pada sebuah sesi diskusi, saya menemukan pertanyaan menarik yang intinya:
"Bukankah berdamai itu adalah kesepakatan antara dua pihak?"
Selain itu, beberapa waktu ini media-media menyorot ajakan Presiden Jokowi untuk berdamai dengan Virus Corona. Banyak pihak menanggapi, namun ada tanggapan yang hampir serupa dengan pertanyaan di awal tadi: "Kalau virusnya enggak mau bagaimana?" Demikian sebuah tanggapan yang saya kutip dari kanal berita Media Indonesia. Dari pertanyaan tanggapan ini, terlihat kesamaan pemahaman tentang berdamai. Berdamai adalah hasil kesepakatan dua belah pihak?

Lantas muncul pertanyaan-pertanyaan berikutnya; Bagaimana jika pihak lain tidak bersedia berdamai? Apakah terjadi "damai" itu sendiri? Artinya, bukankah damai itu haruslah memenuhi unsur adanya kesepakatan?

Saya coba menelaah arti "berdamai" dari pengertian menurut KBBI. Tentu saja teman-teman dapat lebih menggali secara mendalam pengertian damai dari berbagai sumber lain.
Menurut KBBI ; da·mai 1 n tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman: 2 a tenteram; tenang: 3 n keadaan tidak bermusuhan; rukun: 

Ada banyak kata kunci tentang damai di sana, beberapa di antaranya; aman, tenteram, tenang, dan tidak bermusuhan.
Kita kerucutkan berdasarkan kesamaan dalam dua pertanyaan di atas; "apakah dalam berdamai harus ada kesepakatan antara dua pihak(atau lebih)?"

Dalam konteks ini, menurut saya; berdamai tidak selalu merupakan hasil kesepakatan antara para pihak.
Mengapa? Karena arti damai dalam konteks ini adalah tenang dan tenteram. Lebih khusus ketenangan dan ketenteraman secara pribadi dalam batin, yang kemudian terwujud nyata dalam tindakan. Tindakan kita dalam menghadapi keadaan. Baik keadaan yang ada dalam kendali, maupun di luar kendali kita. Tindakan ini dapat pula kita sebut sebagai respon.
Nah, dalam hal berdamai dengan Virus Corona ini, tentu saja adalah keadaan di luar kendali kita. Maka kesepakatan yang dapat kita buat adalah kesepakatan bersama diri sendiri, untuk tetap tenang dan tenteram. Pihak dalam kesepakatan ini adalah diri kita sendiri. Kesepakatan ini akan menentukan respon kita terhadap keadaan sekarang. Lantas, bagaimana membuat kesepakatan damai dengan diri sendiri?

Untuk menjadi tenang dan tenteram, kita cukup kembali kepada diri kita sendiri. Salah satu media yang saya lakukan adalah meditasi. Banyak sumber yang juga menyatakan bahwa meditasi adalah salah satu cara terbaik untuk berdamai dengan diri sendiri. Dalam meditasi kita dapat dengan sadar bersepakat dengan diri sendiri, tentang respon dan tanggapan kita akan suatu hal. Ketika kita sudah mencapai kesepakatan dengan diri. Kita akan mampu memilah respon yang tepat dalam menghadapi wabah Virus Corona ini.

Selain meditasi, tentu saja masih banyak cara yang dapat dicoba. Namun tujuannya sama, berdamai dengan diri sendiri terlebih dulu barulah kita dapat berdamai dengan keadaan di luar kendali kita.

Karena menurut saya: kunci untuk berdamai dengan orang lain, keadaan, dan segala rupa kehidupan adalah terlebih dulu berdamai dengan diri sendiri.

Jadi, bagaimana kita berdamai dengan virus corona?

 

*Ilustrasi: Peace Of Mind | Lea Unlished

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.