Belajar dari Guru-guru Baru

Ada satu hal yang banyak saya lakukan di sejak beberapa minggu lalu, sejak kita semua 'dirumahkan' dan sepenuhnya berkegiatan di rumah kita. Seperti yang saya tuliskan di posting sebelumnya kesempatan ini saya jadikan waktu hening... waktu di mana saya banyak merenungkan tentang banyak hal. Merefleksikan berbagai pengalaman, apa yang saya kerjakan selama ini dan juga berusaha memaknai kenapa kita semua di seluruh dunia dipaksa berhadapan dengan situasi seperti ini. 

Ada dua orang yang banyak saya ikuti... Boleh dibilang saya jadikan guru... Diantara sekian banyak, yang pertama akan saya sebut adalah Sadhguru Jaggi Vashudev yang sering disebut sebagai Mystics of India... Saya kenal beliau cukup lama tapi baru dalam kesempatan ini saya mendalami pemikiran-pemikiran beliau. Sampai hari ini saya terus mengikuti dan memahami pemikiran2 beliau. Mungkin sudah puluhan video beliau di YouTube yang saya dengarkan. Kenapa begitu banyak, saya merasa sangat terkoneksi dengan pemikiran-pemikiran dan pandangan beliau. Beliau memimpin Isha Foundation, lembaga non profit terbesar di dunia dengan 4 juta relawan (full time volunteer) dengan gerakan-gerakan sosial, kesehatan, pendidikan dan lingkungan hidup.

Sadhguru bicara di dalam forum2 internasional di seluruh dunia, berbincang dengan berbagai pakar di semua bidang, bersama Jonathan Coslet tentang kapitalisme, tentang masa depan dunia bersama Michio Kaku, bersama Sir Ken Robinson bicara tentang pendidikan, tentang perubahan iklim di COP-14. Beliau bicara di forum United Nations saat memperjuangkan International Yoga Day, di Harvard, Yale University, di depan anak-anak muda di kampus-kampus seluruh dunia lewat program Youth and Truth... 

Sosok yang sangat menarik, seorang yang tidak pernah duduk di bangku sekolah, dan berusaha untuk terus menjadi tidak terdidik (uneducated), tapi terus memahami segala bidang mulai dari teknologi sampai mysticsm, bicara tentang sel sampai galaksi... Beliau banyak menyebut bahwa manusia harus berusaha menjadi a seeker, seorang yang terus mencari - seorang yang tidak mudah percaya pada teori, konsep, dan berbagai isme - karena semua itu dihasilkan oleh keterbatasan manusia biasa.. 

4503261104?profile=RESIZE_400x

Satu lagi adalah Eckhart Tolle. Meister Eckhart ini saya kenal dari bukunya The Power of Now juga The New Earth. Kedua buku ini saya baca beberapa tahun lalu dan jadi kepingan pemahaman saya sampai hari ini.  

4895300091?profile=RESIZE_400x

Selain itu saya juga mendengarkan banyak sekali video dari berbagi sumber seperti TED Talk, dan lain sebagainya. Lalu kenapa dua orang ini sangat menarik buat saya - terlepas dari julukan yang mereka sandang : yang satu meister, satu lagi guru, saya melihat mereka punya sudut pandang yang luas dan dengan demikian menjadi holistik. Walaupun banyak sekali pakar dari segala bidang - khususnya yang diundang bicara di forum-forum prestisius seperti TED, Google dll, mereka pada umumnya punya keahlian atau pengetahuan yang spesifik. Berbeda dengan dua tokoh ini. Mereka bicara tentang kehidupan, tentang sesuatu yang sangat luas sekaligus sangat fundamental dan saat mereka bisa mengaitkannya dengan berbagai situasi - salah satunya pandemi COVID ini, tilikan mereka (insights) menjadi sangat bermakna. O iya satu lagi yang saya banyak dengarkan juga adalah Dalai Lama, juga salah satu manusia luar biasa (guru kehidupan) yang hidup bersamaan di masa kita ini. 

Buat saya pribadi setelah beberapa minggu ini dan entah berapa puluh video yang saya coba ikuti dan pahami, banyak pemahaman baru tentang banyak hal - termasuk konsep-konsep yang kita coba pahami di Semi Palar. Mudah2an apa yang dipahami membuat kita lebih mendekat pada esensi pendidikan holistik yang merujuk pada kehidupan yang sesungguhnya - kehidupan yang berkesadaran... 

Sebagai catatan penutup, sampai hari ini dalam upaya menempatkan diri sebagai seeker, saya menempatkan tokoh-tokoh di atas ini sebagai guru - orang yang memberikan arah atau menerangi jalan kita. Saat ini mereka-mereka ini jadi orang-orang yang lebih membuat saya paham di titik ini. Tidak boleh sampai titik kesimpulan, karena seperti Sadhguru bilang: "You (yourself) have to experience your life to the fullest". 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • seeker of truth... seeker of light... 🙏🏼😊

  • Banyak alternatif guru di kala pandemi ini. Menjadi banyak mencari sesuatu untuk menambah dan menguatkan apa yang ada di dalam diri.

    Sangat sepakat, bahwa kita jangan sampai langsung puas dengan apa yang kita dapatkan. Dari hal itulah masih ada yang perlu kita gali lebih dalam dan lebih dalam lagi. Kalau tidak kita akan tetap stuck dan bangga akan hal itu.

    Terima kasih kak tulisannya, beberapa guru tersebut akan saya coba cari dan telusuri sebagai bahan untuk belajar juga :)

  • Seru dan setuju kak Andy. Menjadi punya guru-guru baru juga hehe

    Tentang menjad a seeker jd inget Ksatria Cahayanya Paulo Coelho hehe salah satu mantra, Ksatria Cahay tak pernah berhenti bertanya dan mencari.

This reply was deleted.

Pindah ke Desa

Manusia yang sejatinya makhluk sosial telah tercerai-berai, digilas egoisme kapitalistik. Kita telah kehilangan tribe. Ibarat kucing dipaksa hidup dalam air layaknya ikan. Itu sebabnya banyak yang megap-megap tak bahagia. Meski tinggal di tengah keramaian kota yang hiruk-pikuk, namun sering merasa sepi. Mari menepi. Mari kita kembali ke alam. Kak Andy sudah lama mewacanakan ini dan ada beberapa kawan yang tertarik. Mungkin pandemi ini momentum buat kita. Ayo kita bikin desa seperti Auroville di…

Read more…
7 Replies · Reply by Agni Yoga Jun 6

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.