Babarengan KPB Kelompok Sage Bintang

Babarengan bersama kelas Sage, tepat pada hari ini, Selasa tanggal 15 Juni, hari ini saya bepergian bersama teman-teman saya dalam rangka kegiatan babarengan KPB, meski pun pada hari ini hanya terdapat 5 orang yang dapat hadir hari ini. Kegiatan ini berawal dengan berkumpul di titik utama jalan santai, yaitu di Babakan Siliwangi, dimana menjadi pengalaman pertama kali saya mengunjungi tempat tersebut, karena selama beberapa tahun lalu saya jarang sekali bepergian, dari tahun 2019 sebelum Covid-19, hingga 2021, sayangnya, saya tidak sempat mengeksplorasi tempat tersebut, sehingga tidak dapat menikmati lokasi tersebut, dikarenakan jadwal kegiatan babarengannya sendiri, dilanjut selama perjalanan, saya sebelumnya saat mendatangi lokasi tersebut, sudah sempat melihat beberapa objek foto yang menarik, beberapanya sebuah Graffiti yang mencolok perhatian saya, graffitinya sendiri bisa terlihat di salah satu tembok Kebun Binatang Bandung, tetapi sayanganya rute perjalanannya berbeda, sehingga tidak bisa melihat dan memfotonya secara langsung, tetapi untungnya terdapat foto graffitinya sendiri di akun sosial media pembuatnya. “Kenapa menarik? ” , utamanya untuk saya sendiri, sudah dari tahun lalu saya lihat Graffiti tersebut di banyak bangunan dan di tembok pagar di sekitar kota Bandung, beberapanya terdapat di depan bangunan kantor HSBC di sepanjang jalan Asia Afrika, dimana Graffitinya terdisplay di beberapa bangunan kuno, sejak melihat graffiti tersebut, saya menjadi lumayan tertarik dengan objek tersebut, dari warna dan objek gambarnya yaitu sebuah monster berwarna ungu yang menggunakan topi.

9096373488?profile=RESIZE_710x

(Gambar diambil dari akun mediasosial Miao.exe-Pembuat graffiti)

 

Sisanya dari perjalanan ini yang cukup menarik perhatian saya selama perjalanan saya menemukan satu objek yang lumayan menarik selama perjalanan, yaitu sebuah bangunan yang menggunakan kontainer besi bekas, kontainernya tersusun dengan acak, tetapi semuanya tersambung ke bangunan di tengahnya, sisanya hanyalah bangunan yang dibuat dan disusun dari beberapa bagian kontainer. Bisa saya sebut menarik, utamanya karena hanya terdapat sedikit bangunan yang menggunakan material tesebut sebagai bahan bangunan, beberapanya hanya terlihat dari 1 kontainer saja, berbeda dengan yang ini, terbentuk dari berbagai bagian bangunan dan kontainer yang sangat bervariasi, utamanya dari warnanya. Yang sering saya bingungkan adalah bahan bangunannya, dari mana kontainernya bisa didapatkan, dan mengapa menggunakan kontainer sebagai bahan bangunan, tentu dipikiran saya, pasti terlintas “karena unik”, tetapi saya yakin ada alasan lain dair menggunakan kontainer sebagai bahan bangunan.

9096374479?profile=RESIZE_710x

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa