AES42 Menyalakan Sinar Diri

AES42 Menyalakan Sinar Diri

Tiga hari baru dilalui untuk memulai proses fasilitasi di kelas sebagai Kakak. Walaupun bekal sudah dibawa, saat dijalani tetap saja rasa ragu, khawatir, takut salah menghinggapi diri. Namun, saya sadar betul bahwa perasaan-perasaan itu sangat wajar. Hal ini merupakan bagian dari proses menemukan kepingan diri, dan proses dari memfasilitasi anak menemukan bintangnya sendiri. Tidak ada yang instan di dunia ini… Membuat mie instan saja masih butuh proses menyeduh, apalagi proses penemuan diri, akan sangat panjang waktunya.

Saya bersyukur bahwa saya sudah tahu tujuannya mau kemana, tinggal mencari cara bagaimana untuk menuju kesana. Dan, saya sadar bahwa jalan menuju tujuan tersebut tidaklah mudah. Akan banyak halangan, rintangan, kerikil, bahkan mungkin badai akan ditemukan. Saya hanya perlu menjaga semangat dalam diri harus terus membara.

Sekiranya seperti itulah proses Kakak di Smipa untuk membinarkan cahaya bintangnya dan cahaya bintang anak-anak. Seperti yang Kak Andy bagikan dalam tulisannya, beliau juga menyematkan sebuah video pendek yang sarat akan makna. 

Tokoh utama Mara yang membantu si kecil untuk bisa terbang, walaupun video tanpa dialog, ekspresi wajah dari tokohnya yang bercerita. Mara melakukan apapun untuk menemukan cara supaya pesawat si kecil dapat terbang, setelah berkali-kali mencoba dan berkali-kali gagal, dia tidak patah semangat.

Saat akhirnya si kecil dapat terbang, ia menaruh sebuah bintang di langit dan membuatnya bercahaya. Si kecil memberi kode untuk Mara, mungkin sebagai tanda terima kasih atau tanda bahwa dia sudah berhasil mencapai tujuannya dengan melambaikan tangan supaya cahaya bintangnya terlihat kerlap-kerlip. Melihat cahaya bintang tersebut, Mara tersenyum simpul. Ekspresinya bahagia…

Mungkin tidak sekarang, satu tahun lagi, lima tahun lagi, atau bahkan sepuluh tahun lagi. Ketika anak yang saya fasilitasi dapat menemukan bintangnya sendiri, tentu saja saya akan sangat bahagia. Dan semua membutuhkan proses, bagi anak-anak dan sebagai proses belajar bagi saya.

Sebagai awal pembuka, tema yang diusung adalah Menyalakan Sinar Diri. Setiap anak memiliki sinarnya sendiri, namun dibutuhkan kesadaran untuk memilih membuatnya menyala atau membiarkannya tetap padam. Tugas yang tidak mudah bagi seorang Kakak…

Semoga kita semua bisa menemukan cara untuk menyalakan sinar dalam diri.

 

Salam,

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • reflektif banget ka Fifin ini.. semoga ya ka..

  • Bagus banget tulisannya kak Fifin. Semoga tulisannya betul2 bisa dihayati... Semoga ingat terus juga sama semangatnya Mara. 

    • iya Kak Andy... Mara menginspirasi sekali... Semoga semangatnya terus menyala jg dalam diri saya... hahahahha...

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa